Kesehatan Vegan

Bahagia, sehat, dan panjang umur dengan vegan

Protein Nabati atau Hewani? mana yang terbaik?

6 Komentar


Protein adalah protein

Jurnal ilmiah terkemuka Lancet sudah sejak 1959 menurunkan artikel yang membahas kenyataan bahwa kualitas protein hewani tak lebih tinggi dari protein nabati dan kualitas protein nabati tak lebih rendah dari protein hewani. Alias bagi tubuh protein adalah protein.

Darimanapun sumbernya, protein tetap sama berguna dan sama kualitasnya untuk membentuk enzim, membentengi tubuh dari serangan penyakit, menjalankan metabolisme tubuh. Sekaligus sama ‘ampuhnya’ dalam menjalankan berbagai peranan pembangunan dan pemeliharaan jaringan tubuh.

Protein nabati protein yang sehat

Protein nabati sehat karena mencukupi kebutuhan kalori protein dan cendrung tidak dikonsumsi secara berlebihan. Sehingga tidak menyebabkan resiko kelebihan protein seperti halnya protein hewani. Juga makanan sumber protein nabati tidak mengandung kolesterol dan lemak jenuh seperti sumber protein hewani. Sebaliknya mereka mengandung berbagai karbohidrat kompleks vitamin, mineral dan zat-zat gizi lainnya serta serat makanan yang dapat membantu menurunkan resiko berbagai jenis penyakit dan kanker.

Mendapat protein menanggung kolesterol

Mitos keunggulan protein hewani sudah dipatahkan hampir empat dekade lalu. Tetapi sampai sekarang masih ada saja yang mengira hewan adalah sumber protein kelas satu. Tanpa menyadari dibalik pendewaan protein hewani adalah biaya super ekstra yang harus ditanggung pemakannya. Apalagi jika bukan kolesterol dan lemak jenuh, picu pembunuh nomor satu di dunia yakni penyakit jantung. Karena tak ada daging yang hanya ada protein tanpa kolesterol dan lemak jenuh. Demikian pula halnya telur, air susu, juga bangsa ikan dan makanan laut lainnya. Mereka sumber protein hewani sekaligus kaya kolesterol.

Harga protein hewani

Sejumlah penelitian penting telah membuktikan bahwa konsumsi protein berlebihan ternyata membawa dampak yang merugikan kesehatan. Terutama berkaitan dengan meningkatnya resiko terhadap berbagai penyakit seperti rapuh tulang, batu ginjal, diabetes, kanker, penyakit jantung dan darah tinggi.

Rapuh tulang

Makanan bersifat terlalu asam bagi tubuh atau ber-pH asam (tak berarti makanan yang terasa asam di lidah) mempercepat proses perapuhan tulang. Mereka adalah daging, telur dan ikan. Karena darah perlu dipertahankan pada pH normal sehingga masukan makanan bersifat asam akan dinetralkan oleh mineral basa. Mineral ini adalah kalsium dan akan diambil dari tulang. Akibatnya setiap konsumsi protein hewani akan diikuti oleh pengurasan kalsium tulang.

Batu ginjal

Batu ginjal adalah mata rantai berikutnya setelah proses perapuhan tulang. Kalsium yang diambil dari tulang untuk menetralkan asam yang masuk ke dalam tubuh akan dikeluarkan melalui ginjal. Kadar yang tinggi ini tidak saja akan memperberat kerja ginjal tetapi juga dapat mengkristal membentuk batu ginjal.

Kanker

Sejauh mana protein berlebihan berkorelasi dengan kanker masih belum dirumuskan tetapi semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa kelebihan protein meningkatkan resiko kedapatan kanker payudara, prostat, pankreas dan usus.

Penyakit jantung dan darah tinggi

Asupan protein hewani akan diikuti oleh meningkatnya jumlah kolesterol yang masuk ke dalam tubuh. Dengan demikian akan menaikkan resiko kedapatan penyakit jantung dan darah tinggi.

Referensi

buku : L. Linan, Vegetarian OK

image :

http://2.bp.blogspot.com

About these ads

Author: kesehatanvegan

Bahagia, sehat, awet muda, & panjang umur dg vegan

6 thoughts on “Protein Nabati atau Hewani? mana yang terbaik?

  1. adikku tu fitness mania yg suka minuman protein dosis tinggi. Dia sring kesemutan, perut kembung, detak jntung cpt. Apa itu akibat minuman protein y..

  2. saya kelebihan protein nabati minum dikurangi efeknya pa sih

  3. Lah??? jadi kalo para fitness mania ga baik donk kalo makan putih telor ampe 5 butir per hari??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 338 pengikut lainnya.