Kesehatan Vegan (Pola Makan Berbasis Nabati)

Bahagia, sehat, dan panjang umur dengan vegan

A-Z Mammae / Payudara

Tinggalkan komentar


Anatomi Mammae

Terdiri dari lobus lobus acini (12-20 lobus) yang menyeruoai kumpulan anggur. Mempunyai ductus ductus yang diliputi jaringan ikat khusus / periductal tissue dan saluran ductus lactiferous ini dilapisi oleh satu lapis epitel dan masih mempunyai basal membrane. Periductal tissue dalam basal membrane dipoengaruhi oleh hormone. Ductuli bersatu membentuk ductus lactiferous (10-12 buah) dan sebelum bermuara di papil, melebar (ampulla) lalu bermuara ke nipple.

Saluaran limfe pada mammae cukup banyak dan arahnya banyak sekali tetapi sebagian besar melewati 3 saluran utama :

  1. axillary pathway (sebagian besar / utama)

lobulus / ductus (kecuali medial dan dorsal) menembus fascia axilla dan mengikuti av.thoracalis lat ke kelenjar mamaria externa lalu scapular group, baru kemudian ke kel. Di axilla sepanjang vena axillaries. Bagian paling puncak disebut subclevia atau infraclavicula.

  1. Interpectoral pathway (diantara pectoralis mayor dan minor)

Terutama menerima dari bagia dorsal mammae, mengikuti acromion thoracal vein, keudian ke interpectoral lymphatic yang berada diantara m.pectoralis minor kemudian ke subclavia

  1. Internal mammary (terletak pada intercostae space)

Plexus subareola / medial ke intermamaria interna. ICS I, II, II dan sisanya sebagian besar ke axillary pathway.

Fisiologis Mammae

  • Bayi                 rudimenter (hanya ductus-ductus)
  • Macam-macam perubahan yang dipengaruhi hormon:
  1. Pubertas

Pengaruh estrogen dan progesteron dan Growth hormone yang diproduksi ovarium dan juga hormon hipofise, telah menyebabkan ductus berkembang dan bercabang cabang membentuk asinus.

  1. Masa menstruasi

Pada waktu menstruasi, ductus akan menciut dan sebagian epital akan berdesquamasi. Setelah ‘bersih’ ( + 8 hari post menstruasi), ductus berproliferasi, sel epitel membesar atau bertambah, jaringan periductal diinflitrasi oleh limfosit dan kemudian terjadi intersisial edeme, sehingga bengkak. Hingga beberapa hari sebelum menstruasi berikutnya, terjadi pembesaran maksimal payudara, dan payudara menjadi tegang dan nyeri, sehingga kadang pemeriksaan fisik, terutama palpasi, tidak mungkin dilakukan. Pada waktu ini, mammografi juga tidak terlalu berguna karena kontras kelenjar terlalu besar. Begitu menstruasi mulai, semuanya berkurang. Ada kalanya, dimana siklus menstruasi berubah, dapat timbul kelainan benigna. Keadaan mammae yang paling bagus adalah saat ovulasi.

1. Masa hamil dan menyusui

Prolactin hormone memicu epitel ductus berproliferasi dan tumbuh ductus baru, seolah-olah jaringan lemak bergeser oleh karena HCG.

2. Partus

Hormon placenta menurun dan merangsang peningkatan kadar hormon prolactin (dari hipofise anterior), sehingga mentrigger laktasi. Air susu diproduksi oleh sel-sel alveolus, mengisiasinus, kemudian dikeluarkan melalui ductus ke putting susu.

3. Post lactasi

Sebagian mengalami involusi / penyusutan ductus dan alveoli, dan sebagian lagi menetap hingga masa menopause.

4. Menopause

Jaringan kelenjar mulai diganti oleh jaringan ikat. Banyak tetapi tidak padat. Jaringan periductal tebal, sehingga seakan-akan ada obstruksi. Batas lobulus kabur, dapat terjadi dilatasi ductus dan kista kecil-kecil.

Macam Macam Penyakit Payudara

1. Anomali Kongenintal

1. Polimastia / mammae accesoris

Mammae yang jumlahnya berlebihan, berupa payudara dan atau papilla mammae tanpa jaringan mammae lengkap yang lebih dari dua, terletak pada  milk line mulai dari aksilla sampai regio inguinal. Umumnya kelainan ini ditemukan di ketiak.

2. Politelia

nipple yang jumlahnya berlebihan dan tidak ada kelenjar

3. Amastia

Disertai tidak adanya otot pectoralis

  1. Atelia
  2. 2. Infeksi

Mastitis

Biasanya pada minggu-minggu pertama postpartum atau belum berpengalaman dalam menyusui. Port de entre, lesi di nipple atau langsung ke ductus dari nipple lewat saluran limfe yang jumlahnya seiring dengan ductusnyadan menimbulkan :

  • Celullitis

-    oleh streotococcus, radang non purulenta

-    Th/ : antibiotik penisilin, hentikan laktasi dengan bromokriptin 21 hari, kurangi minum, dibebat, diberi estrogen. Kompres air hangat untuk demam.

  • Abses

-    Streptococcus aureus, radang purulenta

-    Ada fluktuasi atau cairan dalam mammae. Biasanya multiple, dibatasi oleh fibrous septa

-    Th / : Antibiotik Sefalosporin dan Linkomisin, insisi/drainase, hentikan laktasi, hygiene nipple, mencegah terbendungnya susu / milk engagement (penumpukkan susu karena tidak menggunakan mammae, tapi hanya menggunakan satu mammae saja)

  • Chronic abses

-    tidak sakit

-    biasanya oleh kuman TBC

-    ada hioperpigmentasi

-    multiple sinus, multiple cavitas

-    dapat menyerupai Ca, keras karena kalsifikasi.

-    Th / Tuberkulostatik, insisi/drainase

  • Lainnya

Misalnya : Post partum Mastitis yang diobati secara adequat menyerupai Ca

- Th/ bipsi/eksisi luas, kultur nanah.

3. Tumor Jinak

FAM                       Kelainan                               Carcinoma

Fibrikistik

10           20           30           40           50           60           70           80           90           usia

a. Fat Necrosis

-          Disebabkan tekanan yang terus menerus sehingga jaringan lemak bereaksi. Misalnya mamae yang besar dengan bra yang menekan.

-          Mirip Ca mammae stadium permulaan atau dimpling (lekukan karena retraksi lig Cooper)

-         Ada skin retraction

-          Jaringan fat tersebut akan membentuk tumor dengan batas yang tidak jelas dan tidak membesar. (beda dengan Ca)

-          Mungkin ada calsification (DD/ Ca mammae ada microcalsification periductal) Sednag pada fat necrosis, calsificasinya sesuai pada tempat tekanan dan tidak bertambah besar

-          Didapat pada mammae yang banyak fatnya.

-          Kadang nyeri

-          Histologi : sel mengalami saponifikasi, cloudy swelling, tidak nekrosis

-          Bila besar, sering disertai radang kronis

-         Therapy / biopsi eksisional

b. Mammary Ductus Ectasia

-          Produksi susu banyak, tapi tidak keluar karena ductus melebar.

-          Wanita yang hampir atau sudah menopause

-          Mengalami kesukaran menyusui di masa mudanya

-          Adakalanya didapatkan nipple retraksi, kulit edema, retraksi dan adenopathy, pembesaran axilla dan ada sel radang.

-          Tumor keras dan difuse

-          Klinik dapat menyerupai Ca

-         Th/ biopsi eksisional

c. Galactoceal

-          Tidak mungkin terjadi pada orang yang belum pernah menyusui

-          Ada obstruksi tapi tidak total dari ductus di ampulla, sehingga air susu tidak bisa keluar

-          Terjadi setelah berhenti menyusui

-          Benjolan kistik, dibawah areola dan berisi susu. Bila dipijat gentle maka akan keluar susu yang kental

-         Bila dibiarkan akan terisi susu lagi

-          Dapat terinfeksi dan kalsifikasi. Karena susu rusak, benjolan bisa keras dan mirip Ca, tetapi Ca letaknya ditengah.

-          Th/ eksisi

d. Fibroadenoma (FAM)

-          Paling sering terjadi, cukup sering terjadi pada wanita muda. Umumnya 21-25 tahun. Setelah menopause, jenis tumor ini tidak lagi ditemukan

-        Dapat single atau multiple

-         Diduga ada hubungannya dengan estrogen

-          Ciri ciri :

-    berjalan sangat mobile, bebas dari kulit dan dasar, bisa hilang timbul karena bergerak

-    konsistensi kenyal padat

-    tidak nyeri. Kadang nyeri pada penekanan

-    lobulated

-    licin

-    berbatas jelas

-    dapat menjadi besar tapi tetap mobile / tidak terfixasi dan berbatas jelas

-    tidak mengikuti siklus, walaupun berhubungan dengan estrogen

-    DD/ Ca (kecil, mobile, bila besar akan fix

-    Pada adolscence, tumor dapat besar sekali

-    Pertumbuhan cepat terjadi pada saat hamil, laktasi, prior to menopause. Hal ini disebabkan oleh estrogen stimulasi

-    Histologi ada 2 macam; pericanaliculer; kecil dan lebih keras. Intracanaliculler; lebih besar tanpa invaginasi ke ductus-ductusnya sehingga dapat mengalami distorsi (tampak berkelok kelok) dengan banyak jaringan ikat diantaranya

-          Th/ eksisi karena cenderung membesar, dan tidak dapat dipastikan 100% suatu fibroadenoma.

e. Cystic Hyperplasia (paling sering terjadi)

-          Nama lain : cystic lobular hyperplasi, fibrocystic, mammary displacia

-          Walaupun sedang tidak menstruasi, tetap nyeri

-          Etiologi : hormonal imbalance (exessive estrogen, corpus luteum activity)

-          Umur 30-40 tahun

-          Bilateral atau tidak sama besar, multiple, scaterred (dibeberapa tempat), biasanya di quadran lateral ats atau bisa terjadi bersamaan dengan FAM

-          Paling nyeri saat pre menstruala apalagi anovulatous

-          Dapat bersamaan dengan fibroadenoma dan carcinoma

-          Axilla adenopathy jarang

-          Bila menopause aktif,, disease berhenti (pada FAM justru membesar)

-          15 % nipple discharge yang banyak: serous, darah, kuning hijau kental

-          Benjolannya kenyal batas tidak jelas

-          Bila kiste kiste banyak dan difuse, memberi gambaran Schimmel Brusch

-          Bila kiste tunggal atau besar memberi gambaran Blood Good Cyst

-          Gambaran Histologis ; glandula hyperplasi, pembentukkan kista, pembentukkan papil dalam kista, infiltrasi limfosit, sklerosis adenosis, hyperplasi jar ikat dan periductal strum, epitel apical menyerupai eosinofil besar, limfatic infiltrasi

-          Th / frequent examination, biopsi atau mammography, hormonal therapy tidak perlu karena tidak berhasil

f. Intraductal Papilloma

-          benign

-          75% lokalisasi sentral dibawah areola

-          biasnaya kecil 0,4 –1 cm

-          bloody nipple discharge, berasal dari ductus kecil-kecil

-          Th/ Wedge resection

-          DD/ Paget disease/ Ca nipple, adenoma papill

g. Cystosarcoma Phylloides

-          variasi dari suatu FAM besar tapi sebagian besar jinak (sebagian kecil mengganas)

-          umur antara FAM (21-25 tahun) dan Ca (40-50 tahun)

-          besar dan bulky, tapi kulit biasnya tidak diinfiltrasi, atau kulit sobek karena beratnya (seperti pecah) klulit hanya tampak merah mengkilat dengan gambar peambuluh darah yang menyebar

-          kel axilla jarang membesar

-          kadang kulit nekrosis, metastasis jarang jauh

-          Th/ simple mastectomi bila tidak ada keganasan. Bila ada Th/ Ca

4. Tumor Ganas

Terbanyak pada wanita, menduduki temapt nomor dua setelah Ca Cervix. Insidens usia bergerak naik terus sejak usia 30 tahun dan tertinggi pada usia 45-65 tahun. Insidens Ca mamme pria hanya 1% dari angka kejadian pada wanita.

Teori : setting (bibit) sudah ada sejak masa pubertas dan kehamilan pertama menginduksi Ca.

Estriol        non carcinogen effect

Estrion / estradiol        carcinogen effect.

Pertumbuhan dari satu sel sampai diameter 1cm (109 sel) memerlukan 2 –17 tahun. Doubling sel berkisar 23-209 hari. Klasifikasi

Etiologi dan Faktor resiko :

-          usia diatas 30 tahun

-          pernah mempunyai riwayat keluaraga dengan kanker payudara

-          tidak menikah atau menikah tapi tidak mempunyai anak

-          melahirkan anak pertama setelah umur 30 tahun atau pada usia sangat muda

-          tidak pernah menyusui

-          pernah mangalami trauma pada payudara

-          pernah menderita kistik disease of the breast

-          mengalami menarche pada usia yang sangat muda

-          pernah mengalami radiasi pada payudara

-          diet tinggi lemak

-          mengalami goncangan jiwa yang hebat

-          virus

Klasifikasi / macam Ca:

  1. Ca dari Nipple / Paget‘s
  2. Ca dari ductus / ductal Ca

misal : Adeno Ca dengan fibrisis (paling banyak)

Medullary Ca dengan infiltrasi lymfoid

3. Ca dari lobulus

Clinical Staging (dengan T N M system)

T – Tumor

Tx        : tumor primer tidak dapat ditentukan

Tis       : Carcinoma insitu dan Paget disease tanpa teraba tumor

To        : tidak ditemukan adanaya tumor primer / tidak teraba tumor

T1        : tumor < 2cm

a. tidak terfixir pada fascia atau otot pectoralis

b.terfixir pada fascia atau otot pectoralis

T2        : tumor 2-5cm

a.tidak terfixir pada fascia atau otot pectoralis

b.terfixir pada fascia atau otot pectoralis

T3        : tumor > 5cm

a.tidak terfixir pada fascia atau otot pectoralis

b.terfixir pada fascia atau otot pectoralis

T4        : tumor segala ukuran dengan ekstensi langsung ke dinding dad atau kulit

a.dengan fiksasi ke dinding dada

b.dengan edeme, infiltrasi atau ulserasi kulit payudara (peau de orange), atau nodule satelit pada kulit payudara yang sepihak dengan tumor

c. kedua diatas

N – kelenjar getah bening regional

Nx       : kelenjar regional tidak dapat ditentukan

No       : tidak teraba kel axilla

N1       : teraba kel axilla homolateral yang tidak melekat / masih mobile

  1. dianggap tidak mengandung pertumbuhan tumor
  2. dianggap mengandung pertumbuhan tumor

N2       : teraba kel axilla homolateral yang melekat satu sma lain atau melekat pada

jaringan sekitarnya

N3       : KGB infra atau supra clavicula homolateral dianggap mengadung pertumbuhan

atau edema lengan

M- Metastase

Mx       : tidak dapat ditentukan metastasis jauh

Mo       : tidak ada metastase jauh

M1       : tedapat metastasis jauh termasuk ke kel supraclaviculer

5 years survival rate

Stage I`         : T1                   No-1a             Mo                   85%

Stage II       : To-1              N1b               Mo                   65%

T2                   No-1b             Mo

Stage IIIa     : T3                  No-1b            Mo                   40%

T1-3               N2                  Mo

Stage IIIb     : T1-3               N3                  Mo

T4                  N apa saja       Mo

Stage IV       : T apa saja      N apa saja       M1                   10%

Kanker Payudara stadium dini / operable ialah :

Kanker payudara yang tergolong dalam stadium I, II, atau IIIa (TNM system)

Kanker payudara stadium lanjut / non operable ialah:

Kanker payudara yang tergolong dalam stadium IIIb atau IV (TNM system)

Pemeriksaan

  1. Anamnesa

Keluhan utama

Misalnya : benjolan dan nyeri, putting discharge tapi tidak banyak, kulit dengan ulcerasi dan kemerahan.

Bila ada nipple discharge :

  • mengeluarkan darah, kemungkinan : intraductal papilloma, carcinom, cystic hyperplasia
  • mengeluarkan serous sperti serum, kemungkinan : normal, cystic hyperplasia
  • mengeluarkan susu, kemungkinan : lactasi / galactoceal, acromegali
  • mengeluarkan cairan pekat kuning, kemungkinan : galactoceal (hanya pernah pada wanita hamil dan laktasi)

Umum

  • umur
  • menarche
  • menikah / kawin atau tidak
  • laktasi (laktasi lama, insidennya lebih kecil)
  • KB
  • Keluhan-keluhan metastasis jauh
Letak Gejala dan tanda umum
Otak Nyeri kepala, mual muntah, epilepsy, ataksia, paresis, parastesia
Pleura Efusi, sesak
Paru Biasanya tanpa gejala
Hati Kadang tanpa gejala, massa, icteus obstruksi
Tulang

- tengkorak

- vertebrae

- costae

- tulang panjang

Nyeri tulang, kadang tanpa keluhan

Kekosongan sumsum tulang (anemia aplastic)

Nyeri tulang, patah tulang

Nyeri tulang, patah tulang

  • Keturunan, riwayat keluarga menderita penyakit mammae

Ibu atau saudara kandung menderita Ca           resiko meningkat 3x

  • Operasi genekologis (orang yang dikastrasi atau ovarium dan uterus tidak ada)
  • Menopause
  • 2. Pemeriksaan Fisik

Kulit, nipple, kelenjar mammae termasuk tumornya, kel.axillaris lengan

Inspeksi

Bagaimana mammae secara keseluruhan apakah ada deformitas atau asimetri

Bagaimana kulit mammaenya, apakah ada ulcus, dimpling, pelebaran vena, satelit nodule, peau de orange.

Bagaimana nipplenya, inverted, luka, sekret (darah, serous atau kental kuning)

Bagaimana axilla dengan lengan homolateral

a.  Posisi duduk

-    Pasien menegangkan m. pectoralis dengan membusungkan dada, sehingga mammae menonjol, lalu bandingkan kiri dengan kanan.

-    Memerlukan penerangan ruangan yang baik

-    Pemeriksaan sangat sensitif (privacy), harus dilakukan dengan gentle

-    Bandingkan kembali, kini sewaktu pasien mengangkat kedua lengan lurus keatas.

b.Posisi berbaring

-    Punggung diganjal dengan bantal

-    Bandingkan kembali, kini sewaktu pasien mengangkat kedua lengan lurus keatas.

Palpasi

- Dapat dilakukan dalam 2 posisi :

Jika tumor di lateral        lengan dijatuhkan kesamping tempat tidur

Jika tumor di medial           lengan diletakkan dibawah kepala

- Pada sikap duduk, benjolan yang tidak teraba ketika penderita berbaring, kadang lebih mudah ditemukan. Perabaan aksilla agaknya lebih mudah dilakukan pada posisi duduk ini.

-    Umumnya pasien mengetahui lokasinya

-    Jika sudah diketahui lokasinya, kita gunakan fingertips. Kuadran per kuadran menggunakan palpasi dengan bagian volar ujung jari, karena bagian ini yang sangat sensitif.

-    Bila tumor sudah teraba, tumor difixasi dengan tangan kiri. Sedangkan tangan kanan, mempalpasi tumor dengan baik.

-    Dengan kedua tangan, kita dapat meraba keadaan tumor; besarnya dan jumlahnya, batasnya, nyeri tekan, indurasi, lobulasi, mobilitas, konsistensi (padat/kistik), temperatur

-    Setelah selesai dengan palpasi tumor, lakukan pula palpasi quadran per quadran.

-    Pemeriksaan klinis yang cermat, 70% benar.

-    Dengan memijat halus putting susu, doat diketahui adnya pengeluaran cairan darah atau nanah. Cairan yang keluar dari kedua putting haeus dibandingkan. Pengeluaran cairan dari putting diluar masa laktasi, dapat disebabkan beberapa kelainan seperti Ca atau papilloma disalah satu ductus, dan kelainan yang disertai ectasia ductus.

Yang diperhatikan pada cairan dari putting payudara :

  • Sifat cairan (serous, hemoragik, susu)
  • ada tidaknya sel tumor
  • unilateral atau bilateral
  • dari satu atau dari beberapa ductus
  • keluar spontan atau setelah dipijat
  • keluar bila seluruh mammae ditekan atau dari segmen yang tertentu
  • berhubungan dengan daur haid
  • pramenopause atau pascamenopause
  • penggunaan obat hormon

-    Evaluasi aksilla (kelenjarnya dan mammae acessorisw), kelenjar dan fossa supra clavicula.

Mammography

-    Seperti foto thorax biasa, tapi cahaya radiasinya kecil. Menngunakan plate foto biasa (plain). Fiambila dari 2 arah : – alat dari ataas, plate dibawah

-    Alat dari tengah (medial), plate di lateral

-    Dipakai untuk diagnosis dan follow up sisi yang sakit dan sehat dan unutk menunjang pemeriksaan klinis.

Bila secara klinis dicurigai ada tumor, dan pada mammography tidak ditemukan apa-apa, maka pemeriksaan harus dilanjutkan dengan biopsy. Sebab Ca sering tidak tampak pada mammograf. Sebaliknya bila mammography positif, klinis tidak teraba tumor, maka pemeriksaan harus dilanjutkan dengan pungsi atau biopsy ditempat yang ditunjukkan oleh foto tersebut. Mammogram pada masa menopause kurang bermanfaat karena gambaran kanker diantara jaringan kelenjar kurang tampak

-    Terutama baik untuk mammae besar (yang sulit pada palpasi), yang banyak fatnya atau pada orang tua. Pada wania muda dimana terutama terdiri dari fibrous tissue yang banyak, kurang baik hasil mammografinya.

-    Indikasi mammografi:

-          Evaluasi benjolan yang diragukan atau perubahan samara di payudara

-          Mammae kontralateral jika atau pernah ada kanker payudara

-          Mancari Ca primer jika ada metastasis sedangkan sumbernya tidak diketahui

-          Penapisan Ca mammae pada resiko tinggi

-          Penapisan sebelum tindakan bedah kosmetik

-    Tanda-tanda keganasan hasi mamografi :

-          batas tumor tidak jelas atau berakar

-          mikrokalsifikasi periductal, yang bukan di perifer

-          densitas tumor yang idak homogen

-          penebalan kulit atau retraksi

-          vaskularisasi dan pembesaran kel axilla

Pemeriksaan Sitologi

Indikasi biopsy :

-palpable mass

- mammografi positif

- nipple bleeding

- recurrent cyst

Closed biopsy dengan Aspirasi

Pungsi dengan jarum halus. Dipkai untuk menetukan apakah aka segera disiapkan pembedahan dengan sediaan beku  (frozen section) atau akan dilakukan ekstirpasi

Open Biopsi

Akurasi lebih tinggi dibanding dengan hasil aspirasi, tergantung pengalaman patolog

- Frozen sectional

Didinginkan dengan CO2 lalu diperiksa, akurasi > 90%. Dapat diperoleh hasil dalam 15 menit

-    Konvesional (biasa) dengan blok paraffin

Sebaiknya dilakukan dengan anastesi umum (takut jaringan sekitar bengkak)

Bila tumor < 2cm  à   Eksisional (jaringan diambil semua)

Bila tumor > 2cm  à   Insisisional (jaringan diambil sebagian)

Terapi

1. Pembedahan

Setelah hasil biopsy didapat, bila pemeriksaan biopsy menunjukkan tanda tumor jinak, maka perasi diselesaikan. Tapi pada hasil yang menunjukkan tumor ganas, operasi dapat dilanjutkan dengan tindakan bedah kuratif.

Mastektomi

Mastektomi radikal

Berupa mastektomi total dengan :

-          insisi kulit berbentuk elips dengan kulit pailla mammae ikut diangkat, insisi kulit lebih kurang 5 cm diluar tumor

-          diseksi axilla secara en blok

-          M.Pectoralis major dan minor ikut diangkat

Mastektomi radikal modifikasi

Tanpa memotong M.Pectoralis major tetap dipertahankan

Dengan memotong M. Pectoralis minor : cara Patey

Tanpa memotong M. Pectoralis minor : cara Madden

Mastektomi simple

Mengangkat seluruh jaringan payudara sampai dengan fascia M Pectoralis major. Eksisi kulit seperti pada mastektomi radikal tetapi tidak dilakukan diseksi aksilla.

Breast Preserving Surgery = Breast Conserving Treatment (BCT)

Eksisi tumor dengan diseksi aksilla diikiuti radiasi primer

Sekarang, biasanya dilakukan pembedahan kuratif, dengan memepertahankan payudara. Syarat mutlak untuk operasi ini; tumor kecil dan tersedianya sarana radiotherapy khusus megavolt unutk penyinarab. Penyinaran dibutuhkan untuk mencegah kambyuhnya tumor payudara dari jaringan tumor yang tertinggal atau dari sarang lain atau Ca multicentrik.

Bedah kuratif Ca mammae

Prosedur T M P A I S X R
Lumpektomi

Radical Patey

Radikal Halsted

Radikal Luas Urban

Superradikal

+

+

+

+

+

+

+

+

+

+

-

-

+

+

+

+

+

+

+

+

-

-

-

+

+

-

-

-

-

+

+

-

-

-

-

-

+

+

+

+

T = pengangkatan tumor = lumpektomi

M = pengangkatan payudara

P = pengangkatan m. pectoralis mayor minor

A = pengankatan kel axilla

I = pengangkatan kel intra thorax / a. mammaria interna

S = pengangkatan kel supraclavicula

X = penyinaran megavolt mammae

R = tidak bedah rekonstruksi atau prostesis

Penyulit mastektomi radikal :

Luka mastektomi dan diseksi axilla

-          hematom

-          infeksi luka

-          seroma

maka harus dipasang penyalir hisap unutk mencegah seroma yang terdiri dari cairan luka dan limfe. Cairan hari pertama bias mencapai beberapa ratus ml. limfe jernih.

Cedera saraf

-          n. intercostobrachialis : matirasa kulit ketuiak dan medial lengan atas

-          n. thoracalis longus : m. serratus anterior

-          n. thoraco dorsalis : m.latissimus dorsi

-          n. pectoralis : m.pectoralis mayor & minor

Kontraktur bahu

Limfudem ekstremitas atas

Bedah Paliatif

Bedah paliatif pada Ca mammae hampir tidak pernah dilakukan. Tumor Ca yang residif biasnya pada awalnya saja tampak soliter, padahal sebenarnya sudah menyebar, sehingga pengangkatan tumor residif sering tidak berguna.

Kadang dilakukan amputasi kelenjar mammae pada tumor yang tadinya tidak dapat diangkat karena ukurannya, tapi kemudian diangkat juga setelah diperkecil oleh radiotherapy. Walaupun tujuannya paliatif, kadang ada juga yang berhasil untuk waktu yang cukup berarti.

2. Radiotherapy

Radiotherapy biasanya digunakan pada terapi kuratif Breast Conserving Treatment (BCT). Dan sebagai terapi tyambahan atau sebagai paliatif.

Radiotherapy kuratif sebagai therapy tunggal lokoregional ( kawasanpayudara dan ketiak) tidak begitu efektif. Tetapi sebagai therapy tambahan pada tumor yang relative besar (T4) mungkin berguna.

Biasanya seluruh payudara dan kelenjar supraclavicle diradiasi. Penyulitnya adalah pembengkakan lengan karena limfudem akibat rusaknya kel axilla supra clavicular.

Kesimpulan : Radiasi harus dipertimbangkan pada Ca mammae yang inoperable atau jika ada metastasis. Kadang masih dapat dipikirkan amputasi mammae setelah tumor mengecil oleh radiasi.

3. Chemotherapy

Digunakan bila ada penyebaran sistemik dan juga dipakai sebagai therapy adjuvant.

Kemotherapy adjuvant diberikan pada pasien dengan metastasis kelenjar pada pemeriksaan histopatologi pasca mastectomy. Tujuannya menghancurkan micro metastasis yang biasanya terdapat pada pasien yang kelenjar axillanya sudah mengandung metastasis.

Obat yang diberikan :

Kombinasi (CMF)

Cyclofosfamid            : 100 mg / hari  oral 1-14 hari

Metrotrexate   : 40 mg / m2 LPB  IV 1-8 hari

5-fluor urasil    : 600 mg / m2 LPB  IV 1-8 hari

Selama 6 bulan pada perempuan usia menopause, sedang pada pada pasca menopause diberi therapy adjuvant hormonal ( pil antiestrogen)

Kemotherapy paliatif pada pasien yang menderita metastasis sistemik, dipakai kombinasi

CMF atau Vinkristin dan Adriamysin atau

Kombinasi CAF

Cyclofosfamid            : 100 mg / hari  oral 1-14 hari

Adriamysin     : 50 mg / m2 LPB  IV 1-8 hari

5-fluor urasil    : 500 mg / m2 LPB  IV 1-8 hari

satu siklus selama 28 hari

4. Therapy Hormonal

Diberikan bila penyakit telah sistemik. Therapy hormonal biasanya diberi secara paliatif sebelum kemotherapy, karena efek sampingnya kurang . Tapi tidak semua Ca peka terhadap therapy hormonal (hanya 60% tumor peka pada uji reseptor estrogen).

Therapy hormone paliatif dapat diberikan pada penderita pra menopause degnan cara Ooforectomy bilateral atau dengan antiestrogen seperti tamoksifen atau aminoglutetimid.

Therapy hormone sebagai adjuvant, diberikan pada pasien pascamenopause yang uji reseptor estrogennya positif, dan pada pemeriksaan histopatologi ditemukan kel axilla termetastasis. Obat yang dipakai Tamoksifen. Estrogen tidak dapat diberikan karena efek samping terlalu berat.

Ca mammae pria

-          jarang sekali (1/100 wanita)

-          prognosis jelek karena metastasis cepat, tumbuhnya difus, sering memberi nodus-nodus. Karena jaringan sekitar payudara tidaklah setebal pada wanita. Shingga pada tahap dini sudah melekat ke jaringan sekitar.

-          Gynecomastia atau kelainan benigna tidak pernah menjadi Ca

-          Therapy = Ca mamae wanita. Jika inoperable, lakukan ochidectomy / kastrasi

About these ads

Author: kesehatanvegan

Bahagia, sehat, awet muda, & panjang umur dg vegan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 364 pengikut lainnya.