Beranda > MORBILI > MORBILI-Campak-Rubeola

MORBILI-Campak-Rubeola


Definisi

Morbili adalah penyakit infeksi virus akut, menular yang ditandai dengan 3 stadium, yaitu :

a. Stadium kataral,

b. Stadium erupsi,

c. Stadium konvalesensi(3).

Etiologi

Penyebabnya adalah virus morbili (famili RNA paramyxovirus) yang terdapat dalam secret nasofaring dan darah.
Cara penularan dengan droplet dan kontak.

Epidemiologi

Penyakit ini terutama menyerang golongan umur 5-9 tahun, dan kemudian menyebabkan kekebalan seumur hidup.
Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang pernah menderita morbili akan mendapatkan kekebalan secara pasif  (melalui plasenta) sampai umur 4-6 bulan
Wanita yang menderita morbili ketika ia hamil 1 atau 2 bulan, maka 50% kemungkinan akan mengalami abortus
Beberapa peneliti mengemukakan bahwa komplikasi lebih banyak pada anak laki-laki dibandingkan anak-anak perempuan(3,4).

Patofisiologi

Stadium prodromal ® hyperplasia jaringan limfe dan tonsil, adenoid, kelenjar limfe, lien dan biasanya pada appendiks® reaksi terhadap virus ® eksudat serous dan proliferasi sel mononukleus dan beberapa sel polimorfonukleus disekitar kapiler ®Kelainan ini terdapat pada kulit, selaput lendir nasofaring, bronkus dan conjungtiva

Gejala klinis

Masa inkubasi 10-12 hari.

Morbili dibagi menjadi 3 stadium, yaitu :

Ø  Stadium kataral (prodromal)
Ø    Stadium erupsi
Ø    Stadium konvalesensi
ØStadium kataral (prodromal)

®4-5 hari disertai panas, malaise,    batuk, fotofobia, konjungtivitis&coryza

®akhir stadium kataral, 24jam sebelum      timbul enantema, timbul bercak koplik      yang patognomonis bagi morbili

Ø Stadium erupsi

®Terjadinya eritema yang berbentuk      makula-makula disertai menaiknya      suhu badan

®Mula-mula eritema timbul dibelakang      telinga, dibagian atas lateral tengkuk,      sepanjang rambut dan bagian      belakang bawah

®pembesaran KGB di sudut mandibula      dan di daerah leher belakang

ØStadium konvalesensi

®Erupsi berkurang, meninggalkan       bekas yang berwarna lebih tua       (hiperpigmentasi) yang lama-lama       akan hilang sendiri

Diagnosis
ü-          Gambaran klinis yang khas.
ü-          Pemeriksaan laboratorium.
Diagnosis banding
{German measles.
{Eksantem subitum.
{Rash karena obat-obatan.
{Infeksi Mononukleosis.
{Infeksi oleh Ricketsia.
Komplikasi
•Bronkopneumonia, Bronkhitis, Bronkhiolitis, Interstitial giant cells pneumonia.
•Otitis media akut, konjungtivitis, Encephalitis (SSPE).
•Myocarditis(1), GNA(1).
•Diare, gangguan gizi.
nPengobatan
üSimptomatik
üPengobatan segera terhadap komplikasi yang timbul
üVitamin A dengan dosis 200.000 U per oral(2).
Prognosis
%Baik pada anak dengan keadaan umum yang baik
%buruk bila anak yang sedang menderita penyakit kronis atau bila ada komplikasi.
——————————————————————————————————————————————-

Campak (Rubeola,) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit.

Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak.
Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada. Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

Campak disebabkan oleh paramiksovirus. Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak. Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.
Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun).
Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah:
- bayi berumur lebih dari 1 tahun
- bayi yang tidak mendapatkan imunisasi
- remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.

Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa:
- nyeri tenggorokan
- hidung meler
- batuk
- nyeri otot
- demam
- mata merah
- fotofobia (rentan terhadap cahaya, silau).

2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik).
Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.

Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40? Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.

About these ads
Categories: MORBILI
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: