Beranda
> Kista Bartholini > Kista Bartholini
Kista Bartholini
I. Pendahuluan
Organ kelamin wanita terdiri atas organ genitalia interna dan organ genitalia eksterna. Kedua bagian besar organ ini sering mengalami gangguan, salah satunya adalah infeksi, infeksi dapat mengenai organ genitalia interna maupun eksterna dengan berbagai macam manifestasi dan akibatnya. Tidak terkecuali pada glandula vestibularis major atau dikenal dengan kelenjar bartolini. Kelenjar bartolini merupakan kelenjar yang terdapat pada bagian bawah introitus vagina. Jika kelenjar ini mengalami infeksi yang berlangsung lama dapat menyebabkan terjadinya kista bartolini, kista bartolini adalah salah satu bentuk tumor jinak pada vulva. Kista bartolini merupakan kista yang terbentuk akibat adanya sumbatan pada duktus kelenjar bartolini, yang menyebabkan retensi dan dilatasi kistik. Dimana isi di dalam kista ini dapat berupa nanah yang dapat keluar melalui duktus atau bila tersumbat dapat dapat mengumpul di dalam menjadi abses.
Kista bartolini ini merupakan masalah pada wanita usia subur, kebanyakan kasus terjadi pada usia 20 sampai 30 tahun dengan sekitar 1 dalam 50 wanita akan mengalami kista bartolini atau abses dalam hidup mereka, sehingga hal ini merupakan masalah yang perlu untuk dicermati. Kista bartolini bisa tumbuh dari ukuran seperti kacang polong menjadi besar dengan ukuran seperti telur. Kista bartolini tidak menular secara seksual, meskipun penyakit menular seksual seperti Gonore adalah penyebab paling umum terjadinya infeksi pada kelenjar bartolini yang berujung pada terbentuknya kista dan abses, sifilis ataupun infeksi bakteri lainnya juga dianggap menjadi penyebab terjadinya infeksi pada kelenjar ini.
II. Defenisi
Kista adalah kantung yang berisi cairan atau bahan semisolid yang terbentuk di bawah kulit atau di suatu tempat di dalam tubuh. Kista kelenjar Bartholin terjadi ketika kelenjar ini menjadi tersumbat. Kelenjar Bartolini bisa tersumbat karena berbagai alasan, seperti infeksi, peradangan atau iritasi jangka panjang. Apabila saluran kelenjar ini mengalami infeksi maka saluran kelenjar ini akan melekat satu sama lain dan menyebabkan timbulnya sumbatan. Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar ini kemudian terakumulasi, menyebabkan kelenjar membengkak dan membentuk suatu kista. Suatu abses terjadi bila kista menjadi terinfeksi
Kista adalah kantung yang berisi cairan atau bahan semisolid yang terbentuk di bawah kulit atau di suatu tempat di dalam tubuh. Kista kelenjar Bartholin terjadi ketika kelenjar ini menjadi tersumbat. Kelenjar Bartolini bisa tersumbat karena berbagai alasan, seperti infeksi, peradangan atau iritasi jangka panjang. Apabila saluran kelenjar ini mengalami infeksi maka saluran kelenjar ini akan melekat satu sama lain dan menyebabkan timbulnya sumbatan. Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar ini kemudian terakumulasi, menyebabkan kelenjar membengkak dan membentuk suatu kista. Suatu abses terjadi bila kista menjadi terinfeksi
III. Anatomi, Histologi dan Fisiologi kelenjar Bartolini
Anatomi
Kelenjar bartolini merupakan salah satu organ genitalia eksterna, kelenjar bartolini atau glandula vestibularis major, berjumlah dua buah berbentuk bundar, dan berada di sebelah dorsal dari bulbus vestibulli. Saluran keluar dari kelenjar ini bermuara pada celah yang terdapat diantara labium minus pudendi dan tepi hymen. Glandula ini homolog dengan glandula bulbourethralis pada pria. Kelenjar ini tertekan pada waktu coitus dan mengeluarkan sekresinya untuk membasahi atau melicinkan permukaan vagina di bagian caudal. kelenjar bartolini diperdarahi oleh arteri bulbi vestibuli, dan dipersarafi oleh nervus pudendus dan nervushemoroidal inferior. Kelenjar bartolini sebagian tersusun dari jaringan erektil dari bulbus, jaringan erektil dari bulbus menjadi sensitif selama rangsangan seksual dan kelenjar ini akan mensekresi sekret yang mukoid yang bertindak sebagai lubrikan. Drainase pada kelenjar ini oleh saluran dengan panjang kira- kira 2 cm yangterbuka ke arah orificium vagina sebelah lateral hymen, normalnya kelenjar bartolini tidak teraba pada pemeriksaan palapasi. seperti pada gambar dibawah ini :
Anatomi
Kelenjar bartolini merupakan salah satu organ genitalia eksterna, kelenjar bartolini atau glandula vestibularis major, berjumlah dua buah berbentuk bundar, dan berada di sebelah dorsal dari bulbus vestibulli. Saluran keluar dari kelenjar ini bermuara pada celah yang terdapat diantara labium minus pudendi dan tepi hymen. Glandula ini homolog dengan glandula bulbourethralis pada pria. Kelenjar ini tertekan pada waktu coitus dan mengeluarkan sekresinya untuk membasahi atau melicinkan permukaan vagina di bagian caudal. kelenjar bartolini diperdarahi oleh arteri bulbi vestibuli, dan dipersarafi oleh nervus pudendus dan nervushemoroidal inferior. Kelenjar bartolini sebagian tersusun dari jaringan erektil dari bulbus, jaringan erektil dari bulbus menjadi sensitif selama rangsangan seksual dan kelenjar ini akan mensekresi sekret yang mukoid yang bertindak sebagai lubrikan. Drainase pada kelenjar ini oleh saluran dengan panjang kira- kira 2 cm yangterbuka ke arah orificium vagina sebelah lateral hymen, normalnya kelenjar bartolini tidak teraba pada pemeriksaan palapasi. seperti pada gambar dibawah ini :
Histologi
Kelenjar bartolini dibentuk oleh kelenjar racemose dibatasi oleh epitel kolumnair atau kuboid. Duktus dari kelenjar bartolini merupakan epitel transsisional yang secara embriologi merupakan daerah transisi abtara traktus urinarius dengan traktus genital.
Kelenjar bartolini dibentuk oleh kelenjar racemose dibatasi oleh epitel kolumnair atau kuboid. Duktus dari kelenjar bartolini merupakan epitel transsisional yang secara embriologi merupakan daerah transisi abtara traktus urinarius dengan traktus genital.
Fisiologi
Kelenjar ini mengeluarkan lendir untuk memberikan pelumasan vagina. kelenjar Bartolini mengeluarkan jumlah lendir yang relatif sedikit sekitar satu atau dua tetes cairan tepat sebelum seorang wanita orgasme. Tetesan cairan pernah dipercaya menjadi begitu penting untuk pelumas vagina, tetapi penelitian dari Masters dan Johnson menunjukkan bahwa pelumas vagina berasal dari bagian vagina lebih dalam. Cairan mungkin sedikit membasahi permukaan labia vagina, sehingga kontak dengan daerah sensitif menjadi lebih nyaman bagi wanita.
Kelenjar ini mengeluarkan lendir untuk memberikan pelumasan vagina. kelenjar Bartolini mengeluarkan jumlah lendir yang relatif sedikit sekitar satu atau dua tetes cairan tepat sebelum seorang wanita orgasme. Tetesan cairan pernah dipercaya menjadi begitu penting untuk pelumas vagina, tetapi penelitian dari Masters dan Johnson menunjukkan bahwa pelumas vagina berasal dari bagian vagina lebih dalam. Cairan mungkin sedikit membasahi permukaan labia vagina, sehingga kontak dengan daerah sensitif menjadi lebih nyaman bagi wanita.
IV. Epidemiologi
Dua persen wanita mengalami kista Bartolini atau abses kelenjar pada suatu saat dalam kehidupannya. Abses umumnya hampir terjadi tiga kali lebih banyak daripada kista. Salah satu penelitian kasus kontrol menemukan bahwa wanita berkulit putih dan hitam yang lebih cenderung untuk mengalami kista bartolini atau abses bartolini daripada wanita hispanik, dan bahwa perempuan dengan paritas yang tinggi memiliki risiko terendah. Kista Bartolini, yang paling umum terjadi pada labia majora. Involusi bertahap dari kelenjar Bartolini dapat terjadi pada saat seorang wanita mencapai usia 30 tahun. Hal ini mungkin menjelaskan lebih seringnya terjadi kista Bartolini dan abses selama usia reproduksi. Biopsi eksisional mungkin diperlukan lebih dini karena massa pada wanita pascamenopause dapat berkembang menjadi kanker. Beberapa penelitiantelah menyarankan bahwa eksisi pembedahan tidak diperlukan karena rendahnya risiko kanker kelenjar Bartholin (0,114 kanker per 100.000 wanita-tahun).Namun, jika diagnosis kanker tertunda, prognosis dapat menjadi lebih buruk. Sekitar 1 dalam 50 wanita akan mengalami kista Bartolini atau abses di dalam hidup mereka. Jadi, hal ini adalah masalah yang perlu dicermati.Kebanyakan kasus terjadi pada wanita usia antara 20 sampai 30 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada wanita yang lebih tua atau lebih muda.
Dua persen wanita mengalami kista Bartolini atau abses kelenjar pada suatu saat dalam kehidupannya. Abses umumnya hampir terjadi tiga kali lebih banyak daripada kista. Salah satu penelitian kasus kontrol menemukan bahwa wanita berkulit putih dan hitam yang lebih cenderung untuk mengalami kista bartolini atau abses bartolini daripada wanita hispanik, dan bahwa perempuan dengan paritas yang tinggi memiliki risiko terendah. Kista Bartolini, yang paling umum terjadi pada labia majora. Involusi bertahap dari kelenjar Bartolini dapat terjadi pada saat seorang wanita mencapai usia 30 tahun. Hal ini mungkin menjelaskan lebih seringnya terjadi kista Bartolini dan abses selama usia reproduksi. Biopsi eksisional mungkin diperlukan lebih dini karena massa pada wanita pascamenopause dapat berkembang menjadi kanker. Beberapa penelitiantelah menyarankan bahwa eksisi pembedahan tidak diperlukan karena rendahnya risiko kanker kelenjar Bartholin (0,114 kanker per 100.000 wanita-tahun).Namun, jika diagnosis kanker tertunda, prognosis dapat menjadi lebih buruk. Sekitar 1 dalam 50 wanita akan mengalami kista Bartolini atau abses di dalam hidup mereka. Jadi, hal ini adalah masalah yang perlu dicermati.Kebanyakan kasus terjadi pada wanita usia antara 20 sampai 30 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada wanita yang lebih tua atau lebih muda.
V. Etiologi
Kista Bartolini berkembang ketika saluran keluar dari kelenjar Bartolini tersumbat. Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar kemudian terakumulasi, menyebabkan kelenjar membengkak dan membentuk suatu kista. Suatu abses terjadi bila kista menjadi terinfeksi. Abses Bartolini dapat disebabkan oleh sejumlah bakteri. Ini termasuk organisme yang menyebabkan penyakit menular seksual seperti Klamidia dan Gonore serta bakteri yang biasanya ditemukan di saluran pencernaan, seperti Escherichia coli. Umumnya abses ini melibatkan lebih dari satu jenis organisme. Obstruksi distal saluran Bartolini bisa mengakibatkan retensi cairan, dengan dihasilkannya dilatasi dari duktus dan pembentukan kista. Kista dapat terinfeksi, dan abses dapat berkembang dalam kelenjar. Kista Bartolini tidak selalu harus terjadi sebelum abses kelenjar. Kelenjar Bartolini adalah abses polimikrobial. Meskipun Neisseria gonorrhoeae adalah mikroorganisme aerobik yang dominan mengisolasi, bakteri anaerob adalah patogen yang paling umum. Chlamydia trachomatis juga mungkin menjadi organisme kausatif. Namun, kista saluran Bartolini dan abses kelenjar tidak lagi dianggap sebagai bagian eksklusif dari infeksi menular seksual. Selain itu operasi vulvovaginal adalah penyebab umum kista dan abses tersebut.
Kista Bartolini berkembang ketika saluran keluar dari kelenjar Bartolini tersumbat. Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar kemudian terakumulasi, menyebabkan kelenjar membengkak dan membentuk suatu kista. Suatu abses terjadi bila kista menjadi terinfeksi. Abses Bartolini dapat disebabkan oleh sejumlah bakteri. Ini termasuk organisme yang menyebabkan penyakit menular seksual seperti Klamidia dan Gonore serta bakteri yang biasanya ditemukan di saluran pencernaan, seperti Escherichia coli. Umumnya abses ini melibatkan lebih dari satu jenis organisme. Obstruksi distal saluran Bartolini bisa mengakibatkan retensi cairan, dengan dihasilkannya dilatasi dari duktus dan pembentukan kista. Kista dapat terinfeksi, dan abses dapat berkembang dalam kelenjar. Kista Bartolini tidak selalu harus terjadi sebelum abses kelenjar. Kelenjar Bartolini adalah abses polimikrobial. Meskipun Neisseria gonorrhoeae adalah mikroorganisme aerobik yang dominan mengisolasi, bakteri anaerob adalah patogen yang paling umum. Chlamydia trachomatis juga mungkin menjadi organisme kausatif. Namun, kista saluran Bartolini dan abses kelenjar tidak lagi dianggap sebagai bagian eksklusif dari infeksi menular seksual. Selain itu operasi vulvovaginal adalah penyebab umum kista dan abses tersebut.
VI. Gejala
Banyak kista Bartolini tidak menyebabkan gejala apapun. Biasanya ditemukan ketika seorang wanita datang kedokter untuk pemeriksaan umum tanpa keluhan apapun, tanpa rasa sakit vagina. Namun, jika kista tumbuh lebih besar dari diameter 1 inci, dapat menyebabkan ketidaknyamanan ketika duduk, atau selama hubungan seksual. Jika kista menjadi terinfeksi, berisi nanah, dan menjadi bengkak, hal ini sangat menyakitkan, sehingga sulit bagi seorang wanita untuk duduk, berjalan atau melakukan hubungan intim. Kista Bartolini menyebabkan pembengkakan labia di satu sisi, dekat pintu masuk ke vagina. Sebuah kista biasanya tidak sangat menyakitkan, dan rasa sakit yang signifikan menunjukkan bahwa abses telah berkembang. Namun, kista yang besar mungkin akan menyakitkan sesuai dengan ukurannya.Karena letaknya di vagina bagian luar,kista akan terjepit terutama saat duduk dan berdiri menimbulkan rasa nyeri yang terkadang disertai dengan demam. Pasien berjalan mengegang ibarat menjepit bisul diselangkangan.
Banyak kista Bartolini tidak menyebabkan gejala apapun. Biasanya ditemukan ketika seorang wanita datang kedokter untuk pemeriksaan umum tanpa keluhan apapun, tanpa rasa sakit vagina. Namun, jika kista tumbuh lebih besar dari diameter 1 inci, dapat menyebabkan ketidaknyamanan ketika duduk, atau selama hubungan seksual. Jika kista menjadi terinfeksi, berisi nanah, dan menjadi bengkak, hal ini sangat menyakitkan, sehingga sulit bagi seorang wanita untuk duduk, berjalan atau melakukan hubungan intim. Kista Bartolini menyebabkan pembengkakan labia di satu sisi, dekat pintu masuk ke vagina. Sebuah kista biasanya tidak sangat menyakitkan, dan rasa sakit yang signifikan menunjukkan bahwa abses telah berkembang. Namun, kista yang besar mungkin akan menyakitkan sesuai dengan ukurannya.Karena letaknya di vagina bagian luar,kista akan terjepit terutama saat duduk dan berdiri menimbulkan rasa nyeri yang terkadang disertai dengan demam. Pasien berjalan mengegang ibarat menjepit bisul diselangkangan.
untuk lebih lengkapnya silahkan DOWNLOAD
Referensi :
http://korek-obgin.blogspot.com/2010/04/kista-bartholini.html
Categories: Kista Bartholini
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Cari
Total Pengunjung
- 308,260 tamu
Kategori
Kategori
Arsip
MENU
- About
- Gizi
- Protein
- Protein, Jumlah, Binaragawan (password kesehatan vegan)
- Karbohidrat (password kesehatan vegan)
- Menghitung Energi Dari Makanan (password kesehatan vegan)
- Serat
- Lemak (password kesehatan vegan)
- Pencernaan dan Penyerapan (password kesehatan vegan)
- Vitamin Larut Lemak
- Vitamin Larut Air
- Mineral (password kesehatan vegan)
- Mineral 2
- Makanan-makanan Vegetarian (password kesehatan vegan)
- Merencanakan Menu Seimbang Bagi Vegetarian
- Tanya Jawab (password kesehatan vegan)
- Kegemukan (obesitas)? (password kesehatan vegan)
- AA-DHA ? (password kesehatan vegan)
- 4 Sehat 5 Sempurna, Salah? (password kesehatan vegan)
- Susu soya formula atau susu sapi formula ? password : kesehatan vegan
- Vegetarian tapi kolesterol, tinggi ?
- Zat Besi pada Vegetarian? (password kesehatan vegan)
- Bahan-bahan makanan berasal dari Protein Hewani? (password kesehatan vegan)
- Bagaimana vitamin B12 pada vegan diet? (password kesehatan vegan)
- apakah menjadi vegetarian akan terkena anemia? (password kesehatan vegan)
- apakah orang yang terkena asam urat bisa menjalankan vegetarian? Password : kesehatan vegan
- Suplemen kalsium utk osteoporosis? (password kesehatan vegan)
- Trans Fat / Lemak Trans? (password kesehatan vegan)
- Apakah seorang Vegetarian bisa terkena stroke ? (password kesehatan vegan)
- Kolesterol Tetap Tinggi ? (password kesehatan vegan)
- Kadar Trigliserida Darah Tinggi ? (password kesehatan vegan)
- Sumber makanan berasal dari hewani ? (password kesehatan vegan)
- Testimoni (password kesehatan vegan)
- Komentar Ahli (password kesehatan vegan)
Kategori
- Aneka Resep
- Bubur Kesehatan Rhizoma Dioscoreae
- Cara membuat gluten
- Jamur Goreng Asam Manis
- Kacang Kedelai Yang Sensasional!
- Kue Kacang
- Membuat Susu Kedelai
- Menu Sehat ala Vegetarian
- Mie Tomat Kacang
- Pepesan Tahu
- Perkedel Rebung
- Puding Karamel
- Resep Untuk Penderita Diabetes
- Sayur Kesehatan 5 Warna
- Selada Alpukat Tofu
- Soy Articles
- Steak Tofu
- Sup Kembang Tahu
- Sushi Kulit Tahu
- Tahu Kacang Tanah
- Tahu Kukus Jamur
- Tumis Terung Jepang
- Balita
- A-Z tentang ASI dan menyusui
- Anak Anda Susah Makan Sayuran ?
- Anak-anak IQ Tinggi Menyukai Vegetarian
- Asi Eksklusif
- Bila Si Kecil Vegetarian
- KENALI INTOLERANSI LAKTOSA LEBIH LANJUT
- Manfaat- Keamanan Dan Perencanaan Menu Vegetarian Dan Vegan Untuk Anak-Anak
- Masa Balita
- Masa Menyusui
- Memberi Makan Anak Vegan
- Membesarkan Anak Vegetarian
- Nutrisi utk Anak
- Penyebab Bayi dan Anak Sulit Makan
- Pola Makan Vegetarian utk Anak-anak
- Protein Pengganti Daging untuk Anak-anak Vegan
- Salah Kaprah Gizi Anak
- Susu Formula & Angka Kematian Bayi
- Tanya Jawab ASI
- Vegetarian Dari Awal
- Download
- Event
- Geriatri
- Gizi
- 4 Kelompok Makanan Baru (Diet Kuartet Nabati)
- A-Z tentang Asam Lemak
- A-Z tentang Asam Omega-3
- A-Z tentang Suplemen
- A-Z tentang Tulang- Vitamin D dan Calcium
- A-Z tentang Vit B12
- A-Z tentang Yodium
- A-Z tentang Zat Besi (Fe)
- Asupan Nutrisi untuk Vegetarian
- Berat Badan Idealkah Saya ?
- Daftar Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan
- Kandungan Kolesterol pada Daging
- Pedoman Umum Gizi Seimbang Pengganti 4 Sehat 5 Sempurna
- Pengaturan makan Vegan
- Protein Nabati atau Hewani? mana yang terbaik?
- Rekomendasi harian untuk dewasa Vegan
- Survey Konsumsi makanan
- Ukuran dan Koversi
- Herbal, Buah, Sayur, Jus & Bumbu
- 10 Tanaman Ajaib Penurun Kadar Gula Darah
- 12 Khasiat Buah Kurma
- CiptaanNya yang menakjubkan
- Diet Jus
- Lebih Baik Mana: Lalapan atau Sayuran Dimasak?
- Manfaat Bayam Merah
- Manfaat Buah & Sayur
- Manfaat Fitokimia pada Sayur dan Buah
- Manfaat Sayur
- Manfaat Tempe
- Mengapa Memilih Makanan Organik?
- Pepaya-Enak dan Bermanfaat
- Pilih yang Segar- Diblender atau Dijus?
- Sehat Dengan Pola Makanan Tinggi Serat
- Serat Tak Hanya Melepas Sembelit
- Tips Memasak Sayuran Tetap Sehat
- Vegetarian Healthy Juices
- Ibu Menyusui
- Journal
- Aflatoxin Metabolism by Liver Microsomal Preparations of Two Different Species
- Assessment of a modified household food weighing method in a study of bone health in China
- Bovine Liver Metabolism and Tissue Distribution of Aflatoxin B1
- Breast cancer and dietary and plasma concentrations of carotenoids and vitamin A1-3
- Cereal Fruit and Vegetable Fiber Intake and the Risk of Cardiovascular Disease in Elderly Individuals
- Consumption and Fate of Aflatoxin B1 by Lactating Cows
- Diabetes tipe 2 dan Vegan Diet
- Diet Rendah Protein & Penggunaan Protein Nabati Pada Penyakit Ginjal Kronik
- Diet vegan terbaik utk PJK dalam Jurnal of Cardiologi th 2009
- Dietary fiber intake and risk factors for cardiovascular disease in French adults1,2,3
- Effect of a Low–Glycemic Index or a High–Cereal Fiber Diet on Type 2 Diabetes A Randomized Trial
- Effect of Ingestion of Meat on Plasma Cholesterol of Vegetarians
- Fruit and Vegetable Intake in Relation to Risk of Ischemic Stroke
- Health effects of vegan diets
- Homosistein dan penyakit kardiovaskular
- Hubungan Antara Kanker Payudara- Plasma Trigliserida & Kolesterol
- Hubungan Vegetarian dan Kanker
- Long-chain n–3 polyunsaturated fatty acids in plasma in British meat-eating, vegetarian, and vegan men1,2,3
- Meat Consumption and Risk of Colorectal Cancer
- Milk Does Not Protect Against Bone Breaks!
- Nutritional Factors in Menstrual Pain and Premenstrual Syndrome
- Optimal Diets for Prevention of Coronary Heart Disease
- Penanda Penyakit: Kolesterol-Tekanan Darah-Berat Badan-Homosistein
- Penelitian Manfaat Vegetarian
- Pengaruh Tempe terhadap Kadar Gula Darah dan Kesembuhan Luka pada Tikus Diabetik
- Perlunya Penanganan Segera pada Stroke Iskemik
- Plasma Lipoprotein Levels in Vegetarians The Effect of Ingestion of Fats From Dairy Products
- Pola Makan Vegetarian: Diakui Pakar Diet
- Risk of overweight and obesity among semivegetarian, lactovegetarian, and vegan women1,2,3,4
- Status Gizi Balita Vegetarian & Non Vegetarian
- Tingkat Penyakit pada Vegetarian dan Vegan
- Tubuh Manusia tidak butuh protein hewani
- Kedokteran Barat/ Medis
- Biokimia
- Etika & Hukum Kedokteran
- Farmakologi
- Ilmu Bedah
- Ilmu Kedokteran Forensik
- Ilmu Kesehatan Anak
- APGAR Score
- Cara menilai status gizi
- Diare
- Fluids & Electrolytes
- Hematology
- Hiperbilirubinemia
- Jadwal Imunisasi Anak
- Jantung
- Kejang Demam
- Klasifikasi Hipertensi menurut kelompok umur
- KWASHIORKOR VS MARASMUS
- Nephrology
- Paru
- POLIO MYELITIS
- PROSEDUR PENATALAKSANAAN ASFIKSIA NEONATORUM
- PUBERTAS PREKOKS (Pubertas Dini Pada Anak)
- RESUSITASI PADA NEONATUS
- TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MENTAL ANAK
- Tatalaksana Hipoglikemi pada Neonanus
- Tropik Infeksi
- TUMOR WILMS
- Ilmu Kesehatan Jiwa
- Ilmu Kesehatan Masyarakat
- 5 meja posyandu
- Case control-Kohort & Experimental
- Dokter Puskesmas
- Dosis dan Jadwal Pemberian Vitamin A
- Indonesia Sehat 2010
- Konsultasi dan Rujukan
- Metode epidemiologi
- PREVALENCE
- Puskesmas dan jumlah penduduk
- Rasio Odds
- Statistik kehidupan (VS)
- Tipe Rumah Sakit
- Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
- Ilmu Kulit & Kelamin
- Ilmu Penyakit Dalam
- Ilmu Penyakit Kebidanan & Kandungan
- Abortus
- AMENOREA
- Diagnosa Plasenta Previa
- Fase aktif dan fase laten pada persalinan
- KALA PERSALINAN
- Kehamilan Ektopik Terganggu
- Keputihan
- Kista Bartholini
- Klasifikasi Adenokarsinoma Endometrium
- Manual plasenta
- Menopause
- Mola Hidatidosa
- Pemeriksaan Kehamilan menurut Leopold
- Perdarahan Antepartum
- Preeklamsia
- Retensio plasenta
- Sungsang
- Ukuran-ukuran fundus uteri & usia Kehamilan
- Ilmu Penyakit Mata
- Ilmu Penyakit Saraf
- Radiologi
- THT
- Kedokteran Timur/ Akupunktur
- Kesehatan Wanita
- Lifestyle
- Mitos/ Pro Kontra
- Apakah gula pasir memakai arang tulang ?
- Benarkah Menjadi Vegetarian Bisa Kurang Gizi?
- Kedelai memicu kanker?
- Kontroversi Bahaya Efek Samping MSG
- Mitos kekuatan seks Pemakan Protein Hewani lebih baik dibandingkan dengan orang yang memakan Vegetarian
- Mitos kita adalah makhluk omnivora yaitu pemakan tumbuh-tumbuhan dan juga binatang
- Mitos Protein Hewani & Susu Sapi menguatkan Tulang
- Mitos Protein Hewani adalah sumber protein kelas satu
- Mitos tidak makan protein hewani akan menjadi lemas/lemah
- Mitos yang Salah Tentang Vegetarian
- Sayur Berpestisida vs Daging Penuh Zat Kimia-Lebih Bahaya Mana?
- Olahraga
- Penyakit
- A-Z Mammae / Payudara
- Dampak Makanan Pada Penyakit Degeneratif
- Degenerasi Makula Terkait Usia : Gambaran Umum dan Faktor Risiko
- Glaukoma: Gejala dan Faktor Risiko
- Hubungan Vegetarian & Batu Empedu
- Hubungan Vegetarian & Diabetes
- Hubungan Vegetarian & Gagal Ginjal
- Hubungan Vegetarian & Hipertensi
- Hubungan Vegetarian & Kanker
- Carcinogen in Grilled Chicken Prompts Class-Action Lawsuit Against McDonald’s- Burger King- and Friendly’s
- Diet Vegetarian Mencegah Kanker
- Fakta Kanker – Konsumsi Daging & Risiko Kanker
- Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks)
- Kanker Usus Besar Bisa Dicegah
- Kelebihan Berat Badan & Kanker
- Mengenali 15 Tanda Kanker
- Protein Hewani sebagai Karsinogen
- Tumor Kolon Dan Rektum
- Hubungan Vegetarian & Obesitas
- Hubungan Vegetarian & Osteoporosis
- Hubungan Vegetarian dengan Arthritis & Gout
- Hubungan Vegetarian dengan Penyakit Jantung & Pembuluh Darah
- Awas Kolesterol – Jagalah Jantung Anda
- High blood pressure is the 1 modifiable risk factor for stroke
- Kaitan Penyakit Kardiovaskuler dg Hiperkolesterolemia & Pola Hidup Sehat
- Kesehatan Vegetarian & Penyakit Jantung
- Kolesterol & Penyakit Jantung
- Meat and Strokes
- Mencegah & Menyembuhkan Penyakit Jantung
- Merkuri di Dalam Ikan Terkait dengan Tekanan Darah Tinggi
- Obat Alami Jantung Koroner
- Optimisme Baik untuk Jantung dan Umur Panjang
- Pengalaman Dr. Neal Pinckney
- Penyakit Jantung: Pembunuh Nomor Satu
- Reversing Heart Disease with Diet
- Striking Out Strokes
- Upaya Pencegahan Stroke
- Katarak: Gambaran Umum dan Faktor Risiko
- Konsumsi Daging Olahan dan Penyakit
- Korban dari Konsumsi Daging
- Pengobatan Alternatif Penderita Hepatitis C
- Vegetarian dan Kesehatan
- Pregnancy
- Psikiatri & Psikologi
- Public Health
- Epidemiologi & Pencegahan Penyakit Tidak Menular
- Ilmu Kesehatan Masyarakat (Ikm) & Public Health (Ph)
- Konsep Sehat & Sakit
- Menkes : Jangan Berat pada Program Kuratif Lagi
- Promosi Kesehatan Dalam Pencapaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
- Riwayat Perkembangan Penyakit
- Tahap-Tahap Pencegahan Penyakit
- Remaja
- Skin Care
- Tips Sehat
- 20 Rahasia Hidup Sehat dan Panjang Umur
- Cara Termudah Menjadi Vegetarian
- Lima Langkah Periksa Payudara Sendiri (Sadari)
- Menjadi Vegetarian Tanpa Kekurangan Gizi
- Terapi Tertawa dan Mendengarkan Musik dapat melawan Penuaan Dini
- Tips & Trik Untuk Mencegah Konstipasi
- Tips dan Cara Menjadi Vegetarian
- Tips Jantung Sehat
- Tips Mencegah Penyakit Jantung
- Tips Menurunkan Tekanan Darah
- Umum
- Awali Hidup Dengan Senyuman
- Benarkah Vegetarian Kurang Gizi ?
- Is eating Meat Natural ?
- Jenis Vegetarian
- Kenali Musuh di Balik Makanan Favorit Anda (Dan Cara Mengatasinya)
- Kesehatan Alami
- Keuntungan Pola Makan Vegetarian
- Kita Suarakan Millennium Development Goals Demi Pencapaiannya di Indonesia
- Makrobiotik
- Potongan Harga Premi Asuransi Jiwa Bagi Vegetarian
- Resiko Pola Makan Vegetarian
- Vegetarian and Vegan Elite of the World
- Vegetarianism points the way to our future
- Vegan Secrets
- 10 Alasan Bervegetarian
- 10 Alasan Menghindari Susu Sapi
- 101 Alasan Menghentikan Pola Makan Daging
- 25 Alasan mengapa harus Diet Berbasis Tumbuhan/ Protein Nabati
- 64 Cara Efektif Menjalani Gaya Hidup Vegan & Hijau
- 7 Alasan Jadi Vegetarian
- Ahli gizi mengatakan terlalu banyak minum susu dapat meningkatkan kanker
- Anggapan Keliru Susu Sapi Baik untuk Osteoporosis
- Bahaya Susu Sapi
- Comparative Anatomi Carnivora Herbivora Omnivora
- Lebih Sehat dengan Tidak Minum Susu Sapi
- Makanan nabati/vegetarian (plant-based diet) terbukti mampu meningkatkan kesehatan yang optimal untuk mencegah dan mengobati penyakit-penyakit kronis
- Manfaat Pola Makan Nabati
- Mengapa Vegan ?
- Potensi Vegan Jantungan Hanya 14 Persen
- Rahasia Sehat, Bahagia, dan Panjang Umur dari Suku Hunza
- Susu Sapi Bukan untuk Manusia
- Telur ayam meningkatkan resiko kencing manis
- Vegetarian Hidup Lebih Lama
- Why Eat Plant-based Diet ?
- Vegetarian & Hak Asasi Hewan
- Vegetarian & Kelaparan Dunia
- Vegetarian & Lingkungan Hidup
Tulisan Terkini
Top Posts
Komentar Terakhir
Link Sahabat
Website
- American Dietetic Association
- American Journal of Clinical Nutrition
- BMJ
- Centre for Evidence-Based Medicine
- Departemen Kesehatan
- Evidence-Based Pediatrics
- Free Medical Journals
- IDI
- Ikatan Dokter Anak Indonesia
- Indonesia Heart Association
- Indonesia Vegetarian Society
- Indonesian Nutrition Network
- Internasional Vegetarian Union
- JAMA
- Low Fat Lifestyle
- Majalah Kesehatan
- Mayo Clinic
- National Cancer Institusi
- Newstart
- Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
- Persatuan Dokter Gizi Klinik
- Physicians Committee for Responsible Medicine
- Promosi Kesehatan
- PubMed
- SumSearch
- T. Colin Campbell Foundation
- Tanya Dokter
- Vegan Society Indonesia
- Vegan.com
- Vegetarian Guide Indonesia
- Vegetarian Menyelamat Hidup
- Vegetarian Restoran Dunia
- Vegetarian Restoran Indonesia
|
Bagaimana Tanggapan Anda Tentang web http://kesehatanvegan.com ini ? 1) Sangat membantu dalam hal informasi 2) Biasa aja 3) Tidak menarik View Results Make your own poll |


Saya sedang hamil 24 minggu dan mebgalami abese bartolini untuk ke empat kalinya. Yang pertama diinsisi, yang berikutnya pecah sendiri setelah minum antibiotik dan pereda rasa sakit. Yang sekarang ketika mulai membengkak saya telah menemui dokter spesialia kandungan tapi tidak diberikan tindakan apapun termasuk pemberian obat. Apakah ada pengobatan atau obat yang aman untuk kondisi saya yang sedang hamil jarena saat ini saya sudah tidak mampu lagi untuk menemui dokter karena rasa sakit yang sangat ktika bergerak apalagi berjalan.terima kasih.
mlm dok,mau tanya ni.bgmn cara penyembuhanny?selain bedah?rasany tersiksa sekali.bgmana cara pencegahanny?terimaksh.
di bagian bawah luar vagina saya ada semacam jengger, apakah itu dok ?
Yth. dokter..saya ada bengkak d bawah bibir vagina bagian kanan apa itu termasuk kista bartholin,,,cara mengatasiny gimana…klo obat antibiotik yg bisa digunakan apa aja,,makasi
Dear Tia
untuk mengetahui kista atau tidak harus tanyajawab dan diperiksa dulu oleh dokter.
penangannya tergantung gejala pasien.
kista tanpa gejala tidak memerlukan pengobatan, kista dengan abses memelurkan penanganan bedah.
Terimakasih.
Yth.dokter
Saya 2 tahun lalu pernah operasi kista bartolini, opname 10 hari karena sudah parah. Sekarang kista itu ada lagi dan sejak awal sy sudah ke dokter, diberi antibiotika, anti inflamasi, kompres dan salep. Sudah seminggu belum hilang, memang agak mengecil dan sakitnya hilang. Tapi apakah untuk penyembuhan, harus dengan operasi lagi ? Saya trauma rasa sakitnya dok. Apakah pernh ada kasus kista bartolini yg sembuh tanpa operasi ?
Terimakasih ya dok
infeksi radang bartolinis.saya ada pembekakan di sebelah kiri bibir vagina dan besar,sakit rasanya tidak bisa jalan…1 bulan tidak mengempis.saya ke dokter umum 2x,dokter kulit & kelamin 1x hanya di kasih obat lumayan banyak.sampai sekarang saya masih minum obat itu,warnanya sudah tidak terlalu merah tapi bentuknya tidak ada perubahan.saya benar2 takut,,