Arsip

Archive for the ‘Fraktur’ Category

Blow out fracture

•Fraktur dasar orbita
•Sebab : Trauma tumpul pd bola mata
•Gejala & tanda : Diplopia, gerakan bola mata ke atas terhambat. Rim orbita utuh
•Tatalaksana : Reposisi & fiksasi terbuka, tutup defek dengan tlg rawan atau silikon
Categories: Blow out fracture

Fraktur Maksila

Klasifikasi :
•Le Fort I
•Fraktur melintang
•Maksila bawah
•palatum durum
•prosesus pterigoideus terpisah dari yg lain Read more…
Categories: Fraktur Maksila

Reduksi

24 Juli 2010 1 komentar

- Reduksi fraktur (setting tulang) berarti mengembalikan fragmen tulang pada kesejajarannya dan rotasi anatomis

- Sasarannya adalah untuk memperbaiki fragmen-fragmen fraktur pada posisi anatomik normalnya.

- Metode untuk reduksi adalah dengan reduksi tertutup, traksi, dan reduksi terbuka. Metode tertentu yang dipilih bergantung sifat fraktur, namun prinsip yang mendasarinya tetap sama. Biasanya dokter melakukan reduksi fraktur sesegera mungkin untuk mencegah jaringan lunak kehilangan elastisitasnya akibat infiltrasi karena edema dan perdarahan. Pada kebanyakan kasus, reduksi fraktur menjadi semakin sulit bila cedera sudah mengalami penyembuhan. Read more…

Osteosarkoma

.1 Definisi

Osteosarkoma merupakan neoplasma sel spindle yang memproduksi osteoid.

.2 Epidemiologi

Di Amerika Serikat insiden pada usia kurang dari 20 tahun adalah 4.8 kasus per satu juta populasi. Insiden dari osteosarkoma konvensional paling tinggi pada usia 10-20 tahun, Setidaknya 75% dari kasus osteosarkoma adalah osteosarkoma konvensional. Observasi ini berhubungan dengan periode maksimal dari pertumbuhan skeletal. Namun terdapat juga insiden osteosarkoma sekunder yang rendah pada usia 60 tahun, yang biasanya berhubungan dengan penyakit paget.1 <a name=”IntroductionMortalityMorbidity”>Kebanyakan osteosarkoma varian juga menunjukkan distribusi usia yang sama dengan osteosarkoma konvensional, terkecuali osteosarkoma intraosseous low-grade, gnathic, dan parosteal yang menunjukkan insiden tinggi pada usia dekade ketiga.2,3,4 Osteosarkoma konvensional muncul pada semua ras dan etnis, tetapi lebih sering pada afrika amerika daripada kaukasian.1,2 Osteosarkoma konvensional lebih sering terjadi pada pria, dengan rasio 3:2 terhadap wanita. Perbedaaan ini dikarenakan periode pertumbuhan skeletal yang lebih lama pada pria. 1,2,3. Data frekuensi untuk osteosarkoma varian sangat sulit untuk dikalkulasikan karena kasusnya sangat jarang. Tabel berikut menunjukkan persentase relatif dari osteosarkoma varian di Amerika Serikat:2 Read more…

Categories: Osteosarkoma Kaitkata:,

Fraktur Patologis

Tulang bukan saja merupakan kerangka penguat tubuh, akan tetapi tulang juga merupakan bagian untuk susunan sendi dan di samping itu pada tulang melekat origo dan insertio dari otot-otot. Dengan demikian maka tulang dan kerangka merupakan segi yang sangat penting di dalam bidang orthopaedie. Banyak sekali penyakit-penyakit salah bentuk atau salah gerak yang disebabkan karena adanya kelainan-kelainan pada tulang. Pengetahuan yang jelas tentang kerangka dan tulang merupakan dasar yang kuat di dalam ilmu orthopaedie. Kita mengetahui bahwa tulang terbentuk dari jaringan-jaringan mesenchym. Kita mengetahui pula bahwa di dalam pembentukan tulang ini sangat dipentingkan zat-zat anorganik Ca, P, dan CO2 di samping zat-zat protein dan lemak. Kitapun mengetahui juga bahwa proses pertumbuhan tulang dipengaruhi oleh vitamin D dan oleh hormon-hormon, diantaranya hormon Thyroid dan Pituitarin. Kita mengetahui pula bahwa sinar ultraviolet banyak berpengaruh dalam proses biokimia pertumbuhan tulang. Read more…

FRAKTUR TERBUKA

fraktur terbuka merupakan suatu fraktur dimana terjadi hubungan dengan lingkungan luar melalui kulit sehingga terjadi kontaminasi bakteri sehingga timbul komplikasi berupa infeksi.

luka pada kulit dapat berupa tusukan tulang yang tajam keluar menembus kulit atau dari luar oleh karena tertembus misalnya oleh peluru atau trauma langsung. Read more…

Fraktur

24 Juli 2010 1 komentar

PENDAHULUAN

Saat ini, penyakit muskuloskeletal telah menjadi masalah yang banyak dijumpai di pusat-pusat pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Bahkan WHO telah menetapkan dekade ini (2000-2010) menjadi Dekade Tulang dan Persendian. 1

Dengan makin pesatnya kemajuan lalu lintas baik dari segi jumlah pemakai jalan, jumlah kendaraan, jumlah pemakai jasa angkutan dan bertambahnya jaringan jalan dan kecepatan kendaraan maka mayoritas kemungkinan terjadinya fraktur adalah akibat kecelakaan lalu lintas. Sementara trauma – trauma lain yang dapat mengakibatkan fraktur adalah jatuh dari ketinggian, kecelakaan kerja, dan cedera olah raga.

Sebagian besar fraktur disebabkan oleh kekuatan yang tiba – tiba dan berlebihan, yang dapat berupa benturan, pemukulan, penghancuran, penekukan atau terjatuh dengan posisi miring, pemuntiran, atau penarikan. Akibat trauma pada tulang bergantung pada jenis trauma, kekuatan, dan arahnya. Kita harus dapat membayangkan rekonstruksi terjadinya kecelakaan agar dapat menduga fraktur yang dapat terjadi. Setiap trauma yang dapat mengakibatkan fraktur juga dapat sekaligus merusak jaringan lunak di sekitar fraktur mulai dari otot, fascia, kulit, tulang, sampai struktur neurovaskuler atau organ – organ penting lainnya. Read more…

Prinsip Penanganan Fraktur

  • Recognition
  • Reduction/
  • reposisi
  • Retention/ imobilisasi
  • rehabilitation

Fraktur Antebrakial Distal

Ada empat macam fraktur yang khas:

1. Fraktur Colles

2. Fraktur Smith

3. Fraktur Galeazzi

4. Fraktur Montegia Read more…