Category Archives: Ilmu Kesehatan Anak

Kejang Demam Kompleks dan Kejang Demam Sederhana

Kejang demam merupakan bentuk kejang yang sering dijumpai dan terjadi pada 2 – 5% anak. Dalam 25 tahun terakhir ini diketahui bahwa kejang demam sebenarnya tidaklah menakutkan. Kejang demam tidak berhubungan dengan adanya kerusakan otak dan hanya sebagian kecil saja yang akan berkembang menjadi epilepsi. Kejang demam berdasarkan definisi dari The International League Againts Epilepsy …

Baca selebihnya »

Anemia Aplastik

BATASAN Anemia aplastik adalah suatu kelainan yang ditandai oleh pansitopenia pada darah tepi dan penurunan selularitas sumsum tulang. PATOFISIOLOGI 1.                  Defek sel induk hematopoetik 2.                  Defek lingkungan mikro sumsum tulang 3.                  Proses imunologi

Baca selebihnya »

POLIO MYELITIS

ETIOLOGI Virus polio : virus RNA, enterovirus, family Pikorna virus. Tipe : 1. Brunhilde ~ paralysis 2. Lansing 3. Leon PATOGENESIS Virus – masuk sal. Cerna – multiplikasi di jaringan limfoid – jaringan ekstraneural – darah – sistim saraf. Masa inkubasi : 4 – 17 hari ( bisa s/d 5 minggu ) GAMBARAN  KLINIS 1.Asimptomatik …

Baca selebihnya »

Tatalaksana Asma Jangka Panjang Pada Anak

Selama kurun waktu yang berlalu telah terjadi perubahan pada patogenesis asma. Asma dahulu diyakini sebagai  suatu proses yang disebabkan oleh karena bronkospasme dan diobati dengan obat bronkodilator, kini asma diketahui sebagai keadaan yang disebabkan oleh reaksi  inflamasi kronikSehingga obat antiinflamasi dianjurkan diberikan pada asma, kecuali pada asma yang sangat ringan. Asma pada masa kanak-kanak sebenarnya …

Baca selebihnya »

Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12

DEFINISI Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Selain zat besi, sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah. Jika kekurangan salah satu darinya, bisa terjadi anemia megaloblastik. Pada anemia jenis ini, sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan …

Baca selebihnya »

Parotitis epidemika

Tidak semua orang yang terinfeksi oleh virus Paramyxovirus mengalami keluhan, bahkan sekitar 30-40% penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit (subclinical). Namun demikian mereka sama dengan penderita lainnya yang mengalami keluhan, yaitu dapat menjadi sumber penularan penyakit tersebut. Masa tunas (masa inkubasi) penyakit Gondong sekitar 12-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari. Adapun tanda dan gejala yang timbul …

Baca selebihnya »

Tatalaksana Hipoglikemi pada Neonanus

1.   Memantau Kadar Glukosa Darah Semua neonatus berisiko tinggi harus ditapis: Pada saat lahir 30 menit setelah lahir Kemudian setiap 2-4 jam selama 48 jam atau sampai pemberian minum berjalan baik dan kadar glukosa normal tercapai 2.   Pencegahan Hipoglikemia Menghindari faktor risiko yang dapat dicegah (misalnya hipotermia). Pemberian makan enteral merupakan tindakan preventif …

Baca selebihnya »

EOSINOFILIA

Pada keadaan : 1. Alergi : asma bronkial, urtikaria, rinitis, sensistivitas obat >> 2. Parasit : amubiasis, cacing 3. Kulit : psoriasis, pemfigus, dermatitis 4. Darah : LGK, PV, anemia pernisiosa 5. Penyakit lain : poliarteritis nodosa, hodgkin

Baca selebihnya »

Roseola Infantum

Roseola Infantum merupakan penyakit yang cukup sering ditemukan pada anak disebabkan oleh virus Herpesvirus 6 dan 7. Disebut Infantum karena umumnya mengenai bayi baru lahir (infant), terutama yang usianya di bawah 2 tahun (biasa pada usia 6-18 bulan). Roseola terkadang salah didiagnosis sebagai campak atau campak jerman karena gambaran dan perjalanan penyakit yang hampir mirip …

Baca selebihnya »

DIFTERI

Definisi Suatu penyakit infeksi akut yang ditimbulkan oleh Corynebacterium diphtheriae Ditandai dengan tanda khas pseudomembran, dan biasanya menyerang tracktus respiratorius dan  dilepaskannya eksotosin yang terutama menyerang jantung dan saraf tepi Etiologi Corynebacterium diphtheriae suatu batang gram-positif, tidak membentuk spora, non motil dan memberi gambaran seperti ‘Pentungan’ Diklasifikasikan menjadi kelompok mitis, gravis dan intermedius berdasarkan morfologi …

Baca selebihnya »

DIARE KARENA Bakteri

•Toksin –> •Tr.digestivus –> •Mrgsg epitel usus –> •Peningk.aktiv adenil siklase –> •Mrgsg sekresi H2O,Na,K,Cl, bicarbonat –> •hiperosmolar –> •hiperperistaltik usus –> •Diare sekretorik

Baca selebihnya »

DIARE KARENA VIRUS

•SAL.DIGESTIF –> •EPITEL USUS HALUS –> •MERUSAK BAG APIKAL VILI USUS HALUS –> •DIGANTI DGN BAG KRIPTA Y BELUM MATANG –> •FS.PENYERAPAN AIR DAN MAKANAN KURANG BAIK –> •DIARE OSMOTIK

Baca selebihnya »

PROSEDUR PENATALAKSANAAN ASFIKSIA NEONATORUM

1. Definisi Asfiksia neonatorum adalah keadaan bayi baru lahir yang tidak dapat bernapas secara spontan dan adekuat PATOFISIOLOGI : Dapat disebabkan oleh semua keadaan yang menyebabkan gangguan pertukaran O2 dan CO2, sehingga berakibat : – O2 tidak cukup dalam darah yang disebut hipoksia – CO2 tertimbun dalam darah yang disebut hipercapnea. Sebagai akibatnya dapat menyebabkan …

Baca selebihnya »

APGAR Score

0 1 2 Appearance (color) Blue or pale Pink body/blue extremities Completely pink Pulse Absent < 100 >100 Grimace No response Grimace Cough/sneeze Activity (tone) Limp Some flexion Active motions Respiration Absent Slow, irregular Good, crying

Baca selebihnya »

Cara menilai status gizi

Macam2 cara: 1.NCHS(WHO): menurut BB/U, menurut TB/U Baik, kurang, buruk KEP/PEM I,II,III 2.Harvard: BB/U, TB/U, LLA/U, BB/TB, LLA/TB 3.Index Quatelet: BB(kg)/TB2(cm) x 100% Obeis, N, cukup, KEP 4.  Z Score: BB/U, TB/U dan BB/TB (tabel)

Baca selebihnya »

RESUSITASI NEONATUS

•ALUR RESUSITASI •Penilaian; 5 item – bersih dari mekoneum? – bernapas atau menangis? – tonus otot baik? – warna kulit kemerahan? – cukup bulan? •Langkah Awal / jalan napas – Beri kehangatan – Posisikan kepala*, bersihkan jalan napas bila perlu – Keringkan bayi, beri rangsang untuk bernapas, posisikan lagi – Beri oksigen bila perlu •Penilaian; …

Baca selebihnya »

Hiperbilirubinemia

•Hiperbilirubinemia pada neonatus adalah peningkatan kadar bilirubin serum pada neonatus. •Dua jenis : – Hiperbilirubinemia tidak terkonyugasi/indirek – Hiperbilirubinemia terkonyugasi/direk •Jenis paling umum: – peningkatan kadar bilirubin tidak terkonyugasi/indirek, – berupa ikterus yang nyata pada minggu   pertama kehidupan. Tidak terkonyugasi: •Bilirubin indirek •Tidak larut dalam air •Berikatan dengan albumin untuk transport •Komponen bebas larut …

Baca selebihnya »

Anemia Defisiensi Besi

Organ sasaran Gejala klinis 1.Otak Pusing, kunang-kunang, Ngantuk, lesu Konsentrasi belajar menurun 2. Jantung Takikardi, nadi seler. Suara vasa spontan. Bising anorganis 3. Otot Besar dan kekuatan berkurang. Prestasi kerja menurun Organ sasaran Gejala klinis 4. Gastrointestinal Mual, Obstipasi, Kembung 5. Kulit dan mukosa Pucat, vili lidah tipis, halus. Glosistis, stomatitis 6. Kuku Koilonikia, kuku …

Baca selebihnya »

MORBILI-Campak-Rubeola

Definisi Morbili adalah penyakit infeksi virus akut, menular yang ditandai dengan 3 stadium, yaitu : a. Stadium kataral, b. Stadium erupsi, c. Stadium konvalesensi(3). Etiologi Penyebabnya adalah virus morbili (famili RNA paramyxovirus) yang terdapat dalam secret nasofaring dan darah. Cara penularan dengan droplet dan kontak.

Baca selebihnya »

GLOMERULONEFRITIS KRONIK (GNK)

Definisi : Kelainan hematologis dan proteinuria menetap. Eksaserbasi berulang terhadap GNA (beberapa bulan/tahun). Gejala Klinik : Tanpa gejala gagal ginjal yang spesifik Edema sedikit Suhu subfebril Fase nefrotik : Edema tambah jelas Ratio Alb/Glob. terbalik Kolesterol meningkat Fungsi Ginjal dapat menurun : kadar ureum dan kreatinin meningkat

Baca selebihnya »

Glomerulonefritis Akut (GNA)

Definisi : -GN Ialah suatu reaksi imunologik terhadap bakteri/virus tertentu pada jaringan ginjal. -Sering akibat infeksi kuman streptococcus Perjalanan klinis GNA : dapat akut maupun kronis. Glomerulonefritis Akut (GNA) Insidens : ¯  2/3 GNA pada anak berumur antara 3-7 tahun. ¯  Penderita pria > wanita ¯  Jarang pada umur < 3 tahun Etiologi : ² …

Baca selebihnya »

Klasifikasi Hipertensi menurut kelompok umur

Kelompok umur Hipertensi bermakna Hipertensi berat Neonatus 7 hari Td S > 96 Td S > 106 8 – 30 hari Td S > 104 Td S > 110 Bayi < 2 tahun Td S > 112 Td D > 74 Td S > 118 Td D > 84 Anak 3-5 tahun Td S > …

Baca selebihnya »

Penilaian derajat serangan asma 2

Frekuensi napas Takipnu Takipnu Takipnu Bradipnu Pedoman nilai baku frekuensi napas pada anak sadar : Usia Frekuensi napas normal < 2 bulan                                                  < 60x/ menit 2 – 12 bulan                                             < 50x/ menit 1 – 5 tahun                                               < 40x/ menit 6 – 8 tahun                                               < 30x/ menit Frekuensi nadi Normal Takikardi Takikardi Bradikardi Pedoman nilai baku …

Baca selebihnya »

Penilaian derajat serangan asma

Parameter klinis, faal paru,laboratorium Ringan Sedang Berat Ancaman henti napas Sesak (breathless) BerjalanBayi : Menangis keras BerbicaraBayi : – Tangis pendek dan lemah – Kesulitan menetek/ makan – IstirahatBayi : Tidak mau minum/ makan Posisi Bisa berbaring Lebih suka duduk Duduk bertopang tangan Bicara Kalimat Penggal kalimat Kata – kata Kesadaran Mungkin iritable Biasanya iritable …

Baca selebihnya »

Klasifikasi derajat penyakit asma

Parameter klinis, kebutuhan obat, dan faal paru Asma episodik jarang Asma episodik sering Asma persisten( Asma berat ) Frekuensi serangan < 1x / bulan > 1x / bulan sering Lama serangan < I mingu > 1 minggu Hampir sepanjang tahun, tidak ada remisi Intensitas serangan Biasanya ringan Biasanya sedang Biasanya berat Diantara serangan Tanpa gejala …

Baca selebihnya »

Simple Febrile Convulsion/Typical (Living Stone Criteria)

•Child age 6 m – 4 y •Generalized Convultion •< 15 min •On the first 16 h after febris •EEG N •Neurologic N •Frequenty < 4 times on 1 y

Baca selebihnya »

Jitteriness dd Kejang

Jitteriness seringkali salah didiagnosis sebagai kejang klonik. Secara klinis jitteriness berbeda dari kejang klonik menurut aspek berikut ini : •Amplitudo fase fleksi dan ekstensi sama. •Neonatus umumnya sadar, tidak ada gerakan atau kerlingan mata yang abnormal. •Fleksi pasif atau memindahkan posisi ekstremitas bisa menghilangkan tremor. Tremor timbul karena rangsangan taktil meskipun mungkin spontan. •Tidak ada …

Baca selebihnya »

RESUSITASI PADA NEONATUS

Baca selebihnya »

TUMOR WILMS

DEFINISI •Disebut juga nefroblastoma •Berupa massa yang dapat ditemukan pada satu atau kedua ginjal •Paling sering pada anak usia 2-3 tahun •Frekuensi anak laki-laki = anak perempuan •Metastasis ke paru, hati dan ginjal •PATOLOGI 1.Soliter, batas tumor & ginjal jelas, berkapsul 2.Adanya perdarahan selalu mendorong ginjal keluar dari garis batas ginjal 3.Jaringan normal selalu tertekan …

Baca selebihnya »

Limfoma Hodgkin

Manifestasi klinik(1) Pembengkakan kelenjar getah bening, tidak nyeri, padat, batas tegas. Daerah yang terkena biasanya leher (60%-70%), aksila (10%-15%), dan inguinal (6%-12%). Gejala- gejala yang biasa ditandai oleh obstruksi jalan napas, effusi pleura dan pericardial, kelainan hepatoselular, nefrotik sindrom(jarang). Gejala spesifik yang lain: demam yang tidak bisa terjelaskan, berat badan turun, dan keringat pada malam …

Baca selebihnya »

IMUNISASI

Saat lahir : hepatitis B, polio 0 1 bulan : hepatitis B ke 2 2 bulan : BCG, DPT polio 4 bulan : DPT 2, polio 2 6 bulan : DPT 3, Polio 3, Hb 3 9 bulan : campak

Baca selebihnya »

Congenital heart disease

•Classification of Acyanotic •Increased volume load •ASD •VSD •AV canal •PDA •Increased pressure load

Baca selebihnya »

Anemia defisiensi Fe

•Ss tulang •Metarubrisit meningkat •Hemosiderin (-) •Anemia mikrositik hipokrom •Penurunan eritrosit tdk sebanding dg Hb

Baca selebihnya »

TETRALOGI FALLOT-VSD

TETRALOGI FALLOT DEFINISI Tetralogi Fallot merupakan kelainan jantung bawaan sianotik yang paling banyak dijumpai. Kelainan ini terdiri dari 4 kelainan anatomik berupa: (1) stenosis pulmonal, (2) over-riding aorta, (3) defek septum ventrikel, (4) hipertrofi ventrikel kanan. SECARA KLINIS DI BAGI MENURUT DERAJAT KELAINAN Penderita tidak sianosis, kemampuan kerja normal Sianosis timbul pada waktu kerja, kemampuan …

Baca selebihnya »

KWASHIORKOR VS MARASMUS

KWASHIORKOR •Edema (umumnya seluruh tubuh dan terutama pada kaki) •Wajah membulat dan sembab •Rambut tipis kemerahan seperti warna jagung serta mudah dicabut tanpa rasa sakit (rontok) •Cengeng, rewel, kadang apatis •Hepatomegali

Baca selebihnya »