Arsip
Anemia Aplastik
BATASAN
Anemia aplastik adalah suatu kelainan yang ditandai oleh pansitopenia pada darah tepi dan penurunan selularitas sumsum tulang.
PATOFISIOLOGI
1. Defek sel induk hematopoetik
2. Defek lingkungan mikro sumsum tulang
3. Proses imunologi Read more…
Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12
DEFINISI
Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Selain zat besi, sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah. Jika kekurangan salah satu darinya, bisa terjadi anemia megaloblastik.
Pada anemia jenis ini, sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas). Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal.
Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut. Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat, hidroksiurea, fluorourasil dan sitarabin).
PENYEBAB
Penyerapan yang tidak adekuat dari vitamin B12 (kobalamin) menyebabkan anemia pernisiosa. Vitamin B12 banyak terdapat di dalam daging dan dalam keadaan normal telah diserap di bagian akhir usus halus yang menuju ke usus besar (ilium).
Supaya dapat diserap, vitamin B12 harus bergabung dengan faktor intrinsik (suatu protein yang dibuat di lambung), yang kemudian mengangkut vitamin ini ke ilium, menembus dindingnya dan masuk ke dalam aliran darah. Tanpa faktor intrinsik, vitamin B12 akan tetap berada dalam usus dan dibuang melalui tinja. Read more…
EOSINOFILIA
1. Alergi : asma bronkial, urtikaria, rinitis, sensistivitas obat >>
2. Parasit : amubiasis, cacing
3. Kulit : psoriasis, pemfigus, dermatitis
4. Darah : LGK, PV, anemia pernisiosa
5. Penyakit lain : poliarteritis nodosa, hodgkin
Anemia Defisiensi Besi
| Organ sasaran | Gejala klinis |
| 1.Otak | Pusing, kunang-kunang,
Ngantuk, lesu Konsentrasi belajar menurun |
| 2. Jantung | Takikardi, nadi seler. Suara vasa spontan. Bising anorganis |
| 3. Otot | Besar dan kekuatan berkurang. Prestasi kerja menurun |
| Organ sasaran | Gejala klinis |
| 4. Gastrointestinal | Mual, Obstipasi, Kembung |
| 5. Kulit dan mukosa | Pucat, vili lidah tipis, halus.
Glosistis, stomatitis |
| 6. Kuku | Koilonikia, kuku sendok |
Limfoma Hodgkin
Anemia defisiensi Fe
•Ss tulang
•Metarubrisit meningkat
•Hemosiderin (-)
•Anemia mikrositik hipokrom
•Penurunan eritrosit tdk sebanding dg Hb Read more…
Leukemia Limfoblastik Akut
Bambang Permono, IDG Ugrasena, Mia Ratwita A.
BATASAN
Leukemia adalah suatu keganasan organ pembuat darah, sehingga sumsum tulang didominasi oleh klon maligna limfositik dan terjadi penyebaran sel-sel ganas tersebut ke darah dan semua organ tubuh.
EPIDEMIOLOGI
Leukemia menempati 40% dari semua keganasan pada anak. Faktor risiko terjadi leukemia adalah kelainan kromosom, bahan kimia, radiasi, faktor hormonal, infeksi virus. Read more…
Leukemia
Pengertian
Menurut Ahmad Ramadi (1998) leukemia merupakan penyakit ganas, progresif pada organ – organ pembentukan darah yang ditandai dengan proliferasi dan perkembangan leukosit serta pendahulunya secara abnormal di dalam darah dan sumsum tulang belakang. Proliferasi sel leukosit yang abnormal, ganas, sering disertai bentuk leukosit yang tidak abnormal, jumlahnya berlebihan, dapat ,menyebabkan anemia, trombositopenia, dan diakhiri dengan kematian (Mansjoer, 1999). Read more…
Evaluasi Hapusan Darah
PENDAHULUAN
Evaluasi darah atau disebut juga sebagai pemeriksaan gambaran darah tepi dapat dilakukan di counting areal setelah melakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit, mula-mula dengan pembesaran 100 x kemudian dengan pembesaran 1000 x dengan minyak emersi selanjutnya dilihat masing-masing morfologi selnya. Pemeriksaan hapusan darah terdiri atas : Read more…
Komentar Terakhir