Arsip
GAGAL NAFAS
| Pengertian | Ketidakmampuan mempertahankan nilai pH (keasaman), oksigen (O2), dan karbondioksida (CO2) darah arteri supaya tetap dalam batas normal.
Etiologi:
|
EDEMA PARU AKUT (KARDIAK)
| Pengertian | Akumulasi cairan di paru-paru secara tiba-tiba akibat peninggi an tekanan intravascular |
| Diagnosis | Riwayat sesak nafas yang bertambah hebat dalam waktu singkat (jam atau hari) disertai gelisah, batuk dengan sputum berbusa kemerahan
Pemeriksaan fisik :
Elektrokardiografi : Bisa sinus takikardia dengan hipertrofi atrium kiri atau fibrilasi atrium, tergantung penyebab gagal jantung Gambaran infark, LVH atau aritmia bisa ditemukan
Laboratorium : Gas darah menunjukkan pO2 rendah, pCO2 mula-mula rendah dan kemudian hiperkapnia Enzim kardiospesifik meningkat jika penyebabnya infark miokard
Foto toraks : Opasifikasi hilus dan bagian basal paru kemudian makin ke arah apeks paru Kadang-kadang timbul efusi pleura
Ekokardiografi tergantung penyebab gagal jantung - Kelainan katup - Hipertrofi ventrikel (hipertensi) - Segmental wall motion abnormality (PJK) - Umumnya ditemukan dilatasi ventrikel kiri dan atrium kiri Read more… |
Dispnea dan Edema Paru
DISPNEA
Pasien dengan penyakit jantung paru umumnya memiliki gejala dispnea. Dispnea didefinisikan sebagai sensasi benapas yang tidak nyaman (an uncomfortable sensation of breathing) atau sensasi bernapas yang tidak nyaman dan disadari bahwa hal tersebut merupakan suatu kelainan (abnormally uncomfortable awareness of breathing). 1,2,3
Anamnesis yang lengkap sangat penting untuk memperoleh kepastian apakah pasien benar-benar menderita dispnea. Apabila dispnea telah ditegakkan, maka sangat penting untuk memperoleh data-data mengenai penyebab dispnea dan menilai gejala dan tanda lain yang berhubungan dengan dispnea. Pada beberapa situasi, pasien terkadang tampak kesulitan bernapas namun tidak mengeluhkan dispnea. Hal ini tampak pada keadaan hiperventilasi akibat asidosis metabolik dimana jarang ditemukan bersamaan dengan dispnea. Pada keadaan lain, pasien dengan pola napas yang normal dapat mengeluhkan dispnea. 1 Read more…
Pathogenesis TBC
1. Tuberkulosis Primer
Tuberkulosis primer adalah penyakit TB yang timbul dalam 5 tahun pertama setelah terjadinya infeksi basil TB untuk pertama kalinya.
Pada seseorang yang belum pernah kemasukan basil TB, tes tuberculin akan negative karena system imunitas belum mengenal basil TB. Bila orang ini mengalami oleh basil TB walaupun segera difagositosis oleh makrofag, basil TB tidak akan mati, bahkan makrofagnya daoat mati. Dengan demikian basil TB ini lalu dapat berkembang biak secara leluasa dalam 2 minggu pertama di alveolus paru .
Selama 2 minggu ini, sel-sel Limfosit T akan mulai berkenalan dengan basil TB untuk pertama kalinya dan akan menjadi limfosit T yang tersensitisasi. Karena basil TB akan sempat berkembang bebas, perkenalan ini juga akan berlangsung terus, sehingga limfosit T yang sudah tersensitisasi ini akan mengeluarkan berbagai jenis Limfokin yang masing-masing mempunyai khasiat yang khas. Beberapa limfokin mempunyai khasiat untuk merangsang limfosit dan makrofag untuk membunuh basil TB (Macrophage Activating Factor=MAF, Macrophage Inhibitory factor = MIF, Chemotactic Factor dll..) Disamping itu juga terbentuk limfokin lain yaitu Skin Reactivity Factor (SRF) yang akan menyebabkan timbulnya reaksi hipersensitivitas tipe lambat pada kulit berupa indurasi dengan diameter 10 mm atau lebih sedikit. Hal ini secara klinis dikenal dengan reaksi tuberculin (test mantoux). Kelanjutan setelah infeksi primer tergantung kuman yang masuk dan besarnya respon daya tahan tubuh (imunitas seluler). Pada umumnya reaksi daya tahan tubuh tersebut dapat menghentikan perkembangan kuman TB. Meskipun demikian, ada beberapa kuman akan menetap sebagai kuman persister atau dormant (tidur). Kadang-kadang daya tahan tubuh tidak mampu mengehentikan perkembangan kuman, akibatnya dalam beberapa bulan, yang bersangkutan akan menjadi penderita Tuberkulosis. Masa inkubasi, yaitu waktu yang diperlukan mulai terinfeksi sampai menjadi sakit, diperkirakan sekitar 6 bulan. Read more…
Efek samping dari obat-obatan TBC
|
Klasifikasi TBC berdasarkan riwayat pengobatan sebelumnya
Klasifikasi berdasarkan riwayat pengobatan sebelumnya dibagi menjadi
beberapa tipe pasien, yaitu:
1) Kasus baru
Adalah pasien yang belum pernah diobati dengan OAT atau sudah pernah menelan OAT kurang dari satu bulan (4 minggu).
2) Kasus kambuh (Relaps)
Adalah pasien tuberkulosis yang sebelumnya pernah mendapat pengobatan tuberkulosis dan telah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap, didiagnosis kembali dengan BTA positif (apusan atau kultur).
3) Kasus setelah putus berobat (Default )
Adalah pasien yang telah berobat dan putus berobat 2 bulan atau lebih dengan BTA positif.
4) Kasus setelah gagal (Failure)
Adalah pasien yang hasil pemeriksaan dahaknya tetap positif atau kembali menjadi positif pada bulan kelima atau lebih selama pengobatan.
5) Kasus Pindahan (Transfer In)
Adalah pasien yang dipindahkan dari UPK yang memiliki register TB lain untuk melanjutkan pengobatannya. Read more…
TUBERCULOSIS PARU
Definisi dan Etiologi
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit akibat infeksi kuman Mycobacterium tuberkulosis yang bersifat sistemik sehingga dapat mengenai hampir semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer. Kuman ini berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA). Kuman TBC cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat dormant, tertidur lama selama beberapa tahun. Read more…
Pulmonology
1. Seorang laki-laki berumur 20 tahun mengeluh batuk-batuk sejak 3 minggu disertai keringat malam dan penurunan nafsu makan. sembilan bulan lalu penderita pernah mendapat terapi OAT (obat anti TB) selama 5 minggu, berhenti karena merasa telah membaik.Hasil pemeriksaan sputum BTA +/+/-. Foto torak menunjukkan infiltrat di daerah apeks paru kanan. Apakah pengelolaan selanjutnya yang paling tepat?
a. OAT Kategori 1
b. OAT Kategori 2
c. OAT Kategori 3
d. OAT lini kedua
e. OAT sesuai hasil kultur dan resistensi
Pembahasan
Terapi umum: istirahat, stop merokok, hindari polusi, tata laksana komorbiditas, nutrisi, vitamin
Medikamentosa obat anti TB ( OAT ): Read more…
Komentar Terakhir