Kesehatan Vegan – Minimarket Vegan – dr. Satyawira Aryawan Deng

Pusat Makanan Sehat Organik, Natural, MPASI, Grosir & Eceran : https://www.tokopedia.com/kesehatanvegan & https://shopee.co.id/minimarketvegan

Makrobiotik

Leave a comment


Makrobiotik berasal dari kosa kata Jerman yang secara harfiah berarti “umur panjang”, pola makan ala Jepang ini bertujuan menyeimbangkan kedua ekstrim yang secara alami disebut sebagai yin dan yang. Ekstrim yin terdiri dari makanan manis, dan ekstrim yang merupakan makanan berdaging. Kedua ekstrim tersebut dihindari untuk tidak dimakan secara berlebihan, atau lebih baik, tidak sama sekali.

Maka akhirnya makrobiotik dianggap sebagai pola makan vegetarian, walaupun ikan dianggap tidak begitu ekstrim, dan sebuah pola makan makrobiotik yang “bisa diterima” mungkin akan mengandung daging ikan sebanyak 5% dari beratnya (walaupun banyak pengikut makrobiotik yang tidak memakan ikan sama sekali). Hal yang menarik dari perspektif Barat adalah keseimbangan demikian akhirnya mendukung sebuah pola makan dengan sekitar 80% dari kalorinya sebagai karbohidrat, 10% sebagai protein, walaupun istilah-istilah tersebut tidak digunakan sama sekali.

Prinsip lain dari makrobiotik adalah memakan apa yang tumbuh secara lokal dan sesuai musimnya. Namun karena pola makan ini dikembangkan di Jepang, terdapat banyak sayuran lobak tertentu dan ganggang laut yang secara umum hanya terdapat di sana, maka bahan makanan demikian tidak terdapat dalam buku masakan lain selain Jepang. Prinsip makrobiotik sesungguhnya menentukan bahwa makanan demikian tidak dikonsumsi oleh penduduk Amerika Utara, namun makanan-makanan demikian telah dianggap sebagai “makanan makrobiotik” (sebenarnya tidak terdapat hal semacam ini). Maka akhirnya makanan makrobiotik yang diimport tersebut akhirnya dikonsumsi secara luas di Amerika Utara, kadang disertai oleh konsekuensi yang buruk (selain harganya yang mahal). Penekanan berlebihan terhadap tumbuhan laut, banyak dari ini yang mengandung jumlah cobalamin yang tinggi dan bisa menyebabkan kekurangan B-12 pada anak-anak kecil. Makrobiotik juga sering mengutamakan makanan yang masak daripada yang masih mentah, dan ini juga bisa mengakibatkan (dengan menghancurkan mikro-organisme yang memproduksi cobalamin) kekurangan B-12.

Author: satyadeng

I. Dokter Umum (Dokter Vegan / Plant-Based Diet) II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati VIII. Minimareket Vegan : Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s