Apotek Miami (Minimarket Vegan)

Pusat Makanan Sehat Organik & Natural : https://shopee.co.id/minimarketvegan

Diabetes & Menu Vegetarian

Tinggalkan komentar


Oleh: VIRGINIA MESSINA, M.P.H., R.D.

Resep pengobatan diabetes pertama kali ditemukan di Mesir 1550 SM yang menyarankan penggunaan “biji gandum, gandum giling, anggur, madu, buah berry dan bir manis”, yang tak lain adalah menu tinggi karbohidrat. Namun pada akhir abad 18, seorang dokter Inggris merekomendasikan “makanan hewani tanpa nabati sama sekali”. Saat ini,  berbagai rekomendasi pola makan untuk diabetes diberikan, mulai dari yang 100% nabati sampai yang 100% hewani. Pemahaman kita tentang pola makan yang terbaik untuk diabetes semakin berkembang. Kita, dan leluhur kita, memahami pentingnya peranan pola makan untuk mengendalikan penyakit ini.

APA ITU DIABETES?

Diabetes Mellitus adalah ketidakmampuan memproses makanan dengan semestinya. Hampir semua makanan yang kita konsumsi diubah menjadi glukosa, zat gula yang terdapat dalam darah. Glukosa diangkut darah hingga ke setiap sel dalam tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi. Mayoritas organ tubuh membutuhkan hormon insulin untuk memasukkan glukosa ke dalam sel. Pada penderita diabetes, ada 3 kemungkinan: insulin tidak ada, jumlah insulin tidak mencukupi, atau insulin tidak efektif. Bila insulin tidak efektif maka sel-sel tubuh tidak memperoleh cukup glukosa dan glukosa menumpuk dalam darah. Kadar gula darah yang tinggi itu disebut hiperglikemia (hyperglycemia). Dalam jangka pendek hiperglikemia menimbulkan gejala haus, sering buang air kecil, lemas, susah konsentrasi, hilang koordinasi anggota tubuh, dan penglihatan kabur, bahkan pingsan jika kadar gula terlalu tinggi.

KOMPLIKASI
Diabetes bukan sekedar glukosa tinggi. Dampak diabetes sangat jauh, terkadang membingungkan, dan berpotensi merusak tubuh. Penderita kerap memiliki kadar lipida (kolesterol dan trigliserida) darah yang tinggi dan sangat rentan terkena atherosklerosis (pengerasan/penyumbatan pembuluh darah). Apabila tidak diobati, komplikasi diabetes ini bisa mengarah ke serangan jantung, stroke, dan gangguan penglihatan, termasuk kebutaan. Sebagian pakar berkeyakinan bahwa komplikasi jangka panjang mungkin dipicu oleh tingkat gula darah yang tinggi selama bertahun-tahun.

Kedengarannya mengerikan, namun berita baiknya adalah diabetes dapat dikendalikan. Pola makan yang disarankan bagi penderita diabetes menunjukkan mengapa pola makan vegetarian mempunyai kelebihan yang dapat mengendalikan penyakit ini.

DUA JENIS DIABETES

Diabetetes membingungkan karena kenyataannya terbagi menjadi dua jenis penyakit yang berbeda. Diabetes Tipe 1 dikenal sebagai Diabetes Mellitus Ketergantungan Insulin atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) yang sering disebut diabetes masa kanak-kanak. Insulin tidak mampu dihasilkan tubuh atau dihasilkan dalam jumlah yang terlalu sedikit. Diabetes Tipe 1 ini tak dapat disembuhkan 100% meski pola makan dan olahraga yang sesuai dapat mengurangi kebutuhan akan insulin.

Diabetes Tipe 2 yang dikenal sebagai Diabetes Melitus Non Ketergantungan Insulin atau Non Insulin Dependent Diabetes Melitus (NIDDM) sering disebut diabetes masa dewasa. Sekitar 90% penderita diabetes masuk dalam Diabetes Tipe 2 ini. Kegemukan/obesitas dipercayai sebagai faktor resiko tertinggi untuk diabetes tipe 2 ini. Sebagian kecil penderita diabetes tipe 2 yang minim produksi insulinnya dapat diberikan injeksi insulin. Namun yang lebih sering terjadi adalah jumlah insulin yang dihasilkan tubuh penderita diabetes tipe 2 ini cukup bahkan berlebihan, tetapi terjadi penolakan (resistensi) insulin oleh sel-sel tubuh. Mereka dapat meminum obat-obatan oral yang disebut “oral hypoglycemic agents” (agen hipoglikemik oral) untuk menurunkan glukosa darah. Pada banyak kasus, pengurangan berat badan saja mampu menormalkan kadar gula darah. Baik untuk diabetes tipe 1 maupun tipe 2, pola makan merupakan faktor penting untuk mendapatkan kadar gula darah yang normal.

Pola makan untuk diabetes memiliki 4 sasaran sbb:

1. MENCAPAI DAN MENJAGA KADAR GLUKOSA DARAH YANG NORMAL. Kadar glukosa darah dipengaruhi jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Bagi yang menerima injeksi insulin, dipengaruhi waktu makan.

2. MENCAPAI DAN MENJAGA KADAR LEMAK DARAH YANG NORMAL. Karena penderita diabetes rentan terhadap atherosklerosis dan masalah terkait, kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah menjadi penting.

3. MENYEDIAKAN GIZI YANG BAIK, kebutuhan gizi penderita diabetes sama dengan orang sehat.

4. MEMPERTAHANKAN BERAT TUBUH IDEAL. Ini sangat penting khususnya bagi penderita diabetes tipe 2 yang umumnya mengalami kegemukan/ obesitas. Obesitas  adalah faktor resiko signifikan penyebab diabetes.

Berdasarkan sasaran-sasaran di atas, prinsip-prinsip pola makan untuk penderita diabetes adalah sbb:

1. RENDAH LEMAK, KHUSUSNYA LEMAK JENUH. Inilah prinsip paling utama. Makanan tinggi lemak juga tinggi kalori sehingga menyebabkan kegemukan dan berkaitan dengan atherosklerosis (penyumbatan pembuluh darah).

2. TINGGI KARBOHIDRAT. Banyak orang terkejut mengetahui penderita diabetes dapat dan seharusnya mengkonsumsi tepung seperti kentang, roti, pasta dan polong-polongan. Makanan berkarbohidrat kompleks membantu mengendalikan gula darah. Asosiasi Diabetes Amerika (American Diabetic Association) merekomendasikan bahwa minimal 55-60% kalori harus berasal dari karbohidrat.

3. KAYA SERAT. Serat nampaknya sangat efektif menormalkan kadar gula darah dan kadar lemak darah, seperti yang kita akan pelajari di bawah ini.

SERAT

Kabar paling hangat dasawarasa belakangan ini yang berkenaan dengan diabetes adalah efek serat terhadap kadar gula darah. Serat hanya terdapat dalam makanan nabati. Makanan hewani tidak mengandung serat sedikitpun. Sebagian penelitian menunjukkan bahwa kadar karbohidrat kompleks (dari tepung dan serat) lebih penting daripada kadar serat itu sendiri. Saat kadar karbohidrat kompleks dipertahankan, naik turunnya asupan serat tidak berdampak pada kadar gula darah. Namun mayoritas penelitian menegaskan peranan serat untuk mengendalikan kadar glukosa darah.

Ada dua jenis serat makanan: serat tak larut, yang sedikit mempengaruhi kadar gula darah, dan serat larut, yang mampu menurunkan kadar gula/ glukosa darah dan kadar lemak/ kolesterol darah. Sumber serat larut ditunjukkan dalam bagan di halaman berikut.

Berapa kadar serat yang harus dikonsumsi penderita diabetes? Berbagai angka berbeda direkomendasikan. Asosiasi Diabetes Amerika merekomendasikan 40gram serat per hari dan tidak menjelaskan berapa kadar serat larutnya. Sebagai perbandingan, rata-rata orang Amerika Serikat (AS) hanya mengkonsumsi 10-15 gram serat per hari.

Panelis pada Institusi Nasional untuk Konferensi Pengembangan Konsensus Kesehatan (National Institutes of Health Consensus Development Conference) mengenai pola makan dan olahraga untuk diabetes non ketergantungan insulin / diabetes tipe 2 belum sependapat mengenai asupan serat untuk mengendalikan diabetes. Namun dokter James Anderson yang berjasa dalam melakukan penelitian mengenai peran serat untuk mengendalikan diabetes merekomendasikan asupan serat yang tinggi. Dia menyatakan bahwa pola makan ideal untuk penderita diabetes adalah 70 gram serat per hari.

Sebagian praktisi kesehatan memperingatkan bahaya konsumsi serat yang berlebihan. Beberapa penelitian menunjukkan serat yang berlebihan mengikat mineral seperti zat besi dan kalsium sehingga mineral-mineral tersebut tak tersedia untuk sel-sel tubuh.

Meski belum ada konsensus / kesepakatan Institusi Nasional untuk Konferensi Pengembangan Konsensus Kesehatan mengenai kadar serat yang harus dikonsumsi, para pakar dalam konferensi sepakat bahwa orang AS kurang mengkonsumsi serat. Kaum vegetarian lebih mampu mencapai rekomendasi asupan serat yang harus ditingkatkan itu karena mereka mengandalkan makanan nabati. Menggantikan makanan tanpa serat seperti daging, telur dan keju dengan makanan berserat seperti padi-padian dan polong-polongan adalah cara terbaik meningkatkan asupan serat. Saat pola makan tinggi serat sangat sulit dicapai kebanyakan orang AS, maka hal itu justru menjadi gaya hidup sebagian besar kaum vegetarian.

SUMBER SERAT LARUT TERBAIK

Oat, kacang polong, buncis, kacang merah, kacang pinto, kacang kedelai, lentil, kentang rebus dengan kulit, tauge, jagung, zucchini (sejenis mentimun), buah prem, buah aprikot, buah pisang, buah blackberry (sejenis strawberry tapi berwarna hiram), barley (sejenis padi/gandum)

Pastikan untuk menyajikan legum/polong-polongan setiap hari seperti kacang polong atau buncis. Tahu adalah kacang kedelai yang telah diolah sehingga hanya sedikit mengandung serat.  Lakukan percobaan dengan oat yang kaya serat (lihat artikel Bobbie Hinman, Jurnal Vegetarian Maret 1989). Ganti tepung terigu dengan oat dalam membuat roti. Roti anda akan menjadi lebih berat namun lezat. Makan lebih banyak buah berry. Lakukan percobaan dengan biji-bijian utuh mulai dari beras utuh, gandum utuh hingga jagung utuh (“utuh” disini berarti bukan gilingan dan bukan dalam bentuk tepung). Jagung utuh atau barley utuh bahkan lebih kaya serat daripada beras merah tumbuk.

GULA

Bolehkah penderita diabetes mengkonsumsi gula ? Dan bila boleh berapa banyak? Dulu, penderita diabetes dianjurkan menghindari gula sama sekali karena gula  memiliki struktur kimia sederhana yang cepat dicerna dan diserap tubuh sehingga meningkatkan secara drastis kadar gula/glukosa darah. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa gula tidak terlalu berbahaya bagi penderita diabetes seperti yang diduga sebelumnya. Beberapa penelitian menunjukkan, gula tebu/ gula pasir /sukrosa yang  dikonsumsi bersama makanan tidak menyebabkan kenaikan kadar glukosa dalam darah setinggi yang disebabkan oleh kebanyakan tepung (mulai dari tepung beras hingga tepung gandum).

Namun apakah hal ini berarti penderita diabetes boleh mengkonsumsi gula tanpa batas? Tidak juga. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara konsumsi gula dengan kenaikan trigliserida dalam darah. Lipida / lemak (dalam) darah meliputi trigliserida (dalam) darah selain kolesterol (dalam) darah. Meski dampak kenaikan trigliserida darah masih diperdebatkan, konsumsi gula tanpa batas jelas tidak bijaksana karena menaikkan trigliserida darah

Fakta yang lebih penting adalah makanan yang tinggi gula biasanya juga tinggi lemak jenuh, tinggi kalori dan rendah kandungan gizi. Karena itu semua orang, apalagi penderita diabetes, dianjurkan membatasi konsumsi berbagai jenis gula (mulai dari gula pasir, gula batu, hingga gula merah atau gula aren) seminimal mungkin.

Institusi Nasional untuk Konferensi Pengembangan Konsensus Kesehatan (National Institutes of Health Consensus Development Conference) mengenai pola makan dan olahraga untuk Diabetes Non Ketergantungan Insulin (Diabetes Tipe 2) menyatakan total kalori yang diperbolehkan berasal dari gula maksimal 5%. Artinya, seseorang dengan program 1500 kalori per hari,  dengan 60% kalori dari karbohidrat, masih boleh mengkonsumsi 2 sampai 2½ sendok teh gula pasir. Ini adalah jumlah yang sangat sedikit namun realistis. Ini berarti penderita diabetes masih boleh makan sedikit kue/roti manis asal kandungan gula pasirnya tidak lebih lebih dari batasan yang disarankan itu.

OLAH RAGA

Olah raga sangat penting bagi penderita Diabetes Tipe 2. Penelitian menunjukkan olahraga teratur memperbaiki kepekaan sel tubuh terhadap insulin. Ingatlah bahwa sel-sel tubuh penderita Diabetes Tipe 2 memiliki masalah kepekaan terhadap insulin sehingga tak dapat menyerap insulin. Jadi dengan berolahraga penderita diabetes lebih mudah mengendalikan gula darahnya. Dampak ini hanya akan terlihat bagi yang berolahraga teratur (yang berolahraga secara tak teratur tak akan melihat dampaknya). Olahrga juga meningkatkan kebugaran otot-otot jantung/kardiovaskular dan membantu penurunan berat badan. Dua hal yang selalu harus menjadi perhatian bagi penderita diabetes.

Penderita Diabetes Tipe 2 yang menerima suntikan/injeksi insulin, karena kekurangan pasokan insulin, tentu boleh berolahraga, namun tidak boleh berolahraga terlalu berat. Olahraga yang berat harus diimbangi peningkatan konsumsi makanan. Jika tidak, penderita Diabetes Tipe 2 yang kekurangan insulin ini dapat menderita hipoglikemia (gula darah rendah) kebalikan dari hiperglikemia (gula darah tinggi) yang dialami penderita Diabetes Tipe 2 yang mengkonsumsi obat-obatan melalui mulut/oral (bukan injeksi/suntikan) untuk menurunkan kadar gula. Pakar pola makan/ ahli gizi dapat membantu anda merencanakan makanan ringan yang tepat untuk olahraga. Semua penderita diabetes wajib berkonsultasi dengan dokternya sebelum memulai program olahraga tertentu.

KESIMPULAN

Anjuran/rekomendasi bagi penderita diabetes adalah makanan rendah lemak (terutama lemak hewani) guna menekan kadar lemak darah dan berat badan; tinggi karbohidrat dan tinggi serat untuk mengendalikan kadar gula darah. Dengan menggantikan 200 gram daging dengan 1½ cangkir kacang merah//kedelai, kita dapat mengurangi konsumsi lemak lebih dari 10% dan menambah serat 10-25 gram! Juga menghemat hingga 200 kalori per hari.

Meski hanya segelintir pakar/peneliti yang menganjurkan pola makan vegetarian, namun jelas sekali bahwa pola makan vegetarian lebih mendekati anjuran/ rekomendasi daripada pola makan ala AS dewasa ini. Para peneliti dan pakar gizi di AS khawatir bahwa mayoritas penderita diabetes di AS tak mampu mencapai pola makan tinggi karbohidrat dan tinggi serat yang dianjurkan. Bagi kebanyakan kaum vegetarian pola makan tinggi karbohidrat dan tinggi serat justru sudah menjadi gaya hidup sehari-hari. Pola makan vegetarian murni / vegan atau lakto-ovo vegetarian, tidak hanya diperbolehkan namun justru dianjurkan bagi penderita diabetes.

REFERENSI

Anderson, et al. Professional Guide to HCF Diets, HCF Diabetes Research Foundation, Inc., Lexington, KY., 1981.

Bantle, John. “The Dietary Treatment of Diabetes Mellitus,” Medical Clinics of North America, Vol. 72, No. 6, Nov. 1988, pp. 1285 -1299.

Anderson, James, et al. “Dietary Fiber and Diabetics: A Comprehensive Review and Application,” Journal of the American Dietetic Association, Vol. 87, No. 9, September 1987, pp. 1189 -1197.

Wheeler, Madelyn. “Diet and Exercise in Noninsulin Dependent Diabetes Mellitus: Implication for Dietitians from the NIH Consensus Development Conference,” Journal of the American Dietetic Association, Vol. 87, No. 4, April, 1987, pp. 480 – 485.

Snowdon, David and Phillips Roland. “Does a Vegetarian Diet Reduce the Occurrence of Diabetes?” American Journal of Public Health, May, 1984, Vol. 75, No. 5, pp. 507 – 512.

The Surgeon General’s Report on Nutrition and Health, 1988. U.S.Department of Health and Human Services

Source: http://www.natural-connection.com/resource/tnc_reference_library/diabetes.html

Iklan

Penulis: apotekmiami-drsatyadeng

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s