Kesehatan Vegan – dr. Satyawira Aryawan Deng

Makanan Sehat, Kacang-Kacangan, Biji-Bijian, Buah Kering, Organik, Natural, MPASI, Grosir & Eceran : https://www.tokopedia.com/kesehatanvegan & https://shopee.co.id/minimarketvegan

Kurus? bagaimana menaikan berat badan?

1 Comment


Bila sudah dari sononya, anda yang berbadan kurus kering (merit) tak perlu menjerit.  Dengan mengubah pola dan takaran makan, tubuh dijamin bakal bertambah gempal.  Namun, kalau tak berbuah hasil, sebaiknya lekas temui dokter.

Mia “ceking”, ini pasti bukan nama asli dari sononya.  Julukan ceking buat gadis berusia 20 tahun itu memang terlontar dari mulut teman-teman kuliahnya yang suka usil.  Pasalnya, dengan tinggi 160 cm, bobot badannya cuma 40 kg.  Mia sih cuek saja dengan olok-olok itu. “Yang penting, kesehatan gue oke-oke saja” komentarnya.

Mia tampak sehat-sehat saja.  Hanya kalau sedang mendapat haid, kadang kala ia sedikit kleyengan.  Bisa jadi tekanan darah atau kadar Hb darahnya turun.  Repotnya, ia juga tidak begitu suka berolahraga.  Alasannya, energinya gampang terkuras.  Ibunya cukup prihatin melihat kondisi anak gadisnya itu.  Untuk mengurangi kekhawatirannya, ia memberi mia vitamin penambah darah biar kekuatan fisiknya cukup, terutama kalau lagi datang bulan.

Bisa fatal

Menurut ukuran ideal, Mia “ceking” tergolong underweight, kekurusan.  Kondisi seperti yang dia alami memang tidak sepopuler masalah overweight atau kegemukan.  Namun, tubuh yang kelewat merit (skinny) tidak boleh dicuekin begitu saja.  Sebab, ada yang bisa berdampak fatal.  Misalnya, gadis yang dengan sengaja menurunkan bobor badan lewat cara memuntahkan kembali makanan yang baru ditelan (bulimia), bisa berkembang mengidap anoreksia yang membahayakan jiwa.

Ada berbagai faktor penyebab seseorang bertubuh kurus.  Pada kasus Mia, kekurusannya mungkin akibat kebiasaan makan yang kurang mementingkan lemak dan karbohidrat sejak kecil. Sedangkan faktor lain bisa karena penyakit, diet terlalu ketat, faktor keturunan, dan lainnya.

Prinsipnya, bila asupan energinya lebih rendah dari energi yang dikeluarkan, cadangan energinya akan berkurang.  Tidak heran, bila cadangan energinya terus tekor dalam waktu lama, otomatis badannya akan semakin kurus.

Studi epidemiologi longitudinal oleh Bray tahun 1985 menyebutkan, bobot badan (BB) yang semakin rendah berhubungan dengan risiko kematian.  Pasalnya, seiring dengan penurunan BB, imunitas tubuh juga menurun.  Akibatnya, risiko terhadap serangan penyakit nfeksi akan meningkat.

Namun, tidak berarti semua orang kurus tidak sehat badannya.  Ada yang berperawakan kurus, tapi kesehatannya cukup baik dan energik.  Dalam kasus demikian, mungkin itu faktor bawaan.  Buat dia, makan banyak pun “tidak akan jadi daging”.

Banyak kasus kekurusan terjadi lantaran kurangnya asupan makanan yang dikonsumsi.  Atau, kandungan kalori makanan yang dipilihnya rendah, sehingga kalori yang masuk kurang, meskipun jumlah makanan yang dikonsumsi banyak.  Itu terjadi, misalnya, pada mereka yang mementingkan makan sayur dan buah-buahan, tanpa asupan protein  serta karbohidrat yang cukup.

Faktor lain, mengidap penyakit tertentu yang menyebabkan nafsu makan turun, sehingga asupan energinya-pun menajadi rendah. Mereka yang mengidap penyakit imfeksi kronis seperti TBC, gangguan hipertiroid, gangguan pencernaan dan penyerapan, kanker, dll. termasuk di dalamnya.  Tentu yang begini harus segera dikonsultasikan pada dokter agar penyebab utamanya segeran ditangani.

Menurunkan bobot badan secara berlebihan yang banyak terjadi pada para gadis remaja pun acap kali dilakukan tanpa mempertimbangkan asupan makanan yang semestinya dipenuhi.  Ini bisa berakibat bobot badan terus turun.  Seseorang yang “maniak olahraga” pun bisa menjadi terlalu kurus, kalau energi yang dikeluarkan tidak seimbang dengan asupan makanan yang dikonsumsi.

Menghitung bobot badan

IMT=  BB (kg)
TB² (m)

Kekurusan tidak ditentukan hanya dengan melihat keadaan fisiknya.  Untuk menentukan kurus-tidaknya tubuh, perlu dilakukan pengukuran.  Parameter yang digunakan, dengan membandingkan bobot dengan tinggi badan.  Salah satu metode yang bisa dipakai adalah indeks massa tubuh (IMT).

Klasifikasi IMT menurut patokan yang dikeluarkan WHO (Badan Kesehatan Dunia) berikut:

< 6             : underweight berat 16,0 – 16,99 : underweight sedang 17,0 – 18,49  :underweight ringan 18,5 – 22,9   : normal

Metode lain yaitu dengan menghitung bobot badan mengunaan rumus Broca:          Bobot badan ideal (kg) = 90% x (tinggi badan (cm) – 100) x 1 kg Khusus untuk pria dengan TB <160 cm dan wanita < 150 cm digunakan rumus. Bobot badan ideal (kg) = (tinggi badan (cm) – 100) x 1 kg Menurut perhitungan dengan rumus Broca, seseorang dikatakan underweight bila bobot badannya kurang dari 90% bobot badan ideal.

Nah, untuk mencegah kekurusan, pilar paling penting ialah asupan gizi yang cukup dengan komposisi seimbang.  Kebutuhan nutrisi sehari-hari hendaknya dipenuhi dengan mempertimbangkan kebutuhan basal atau kebutuhan kalori seseorang dalam keadaan istirahat, 12-14 jam setelah makan dan berada dalam suasana ruang serta suhu normal.

Secara umum, kebutuhan basal dewasa sehat sekitar 25-30 Kalori perkilogram BB (1 Kalori = 1 kilokalori, Red).  Kondisi yang mempengaruhi kebutuhan gizi sehari-hari di antaranya bobot badan, tinggi badan, jenis kelamin, usia, serta aktivitas.  Juga perlu diperhatikan, apakah seseorang sedang menderita suatu penyakit.

Kebutuhan nutrisi  sehari-hari orang dewasa sehat dengan aktivitas ringan berkisar 25-30 Kalori/kg BB, sedang 30-35 Kalori/kg BB, dan berat 35-40 Kalori/kg BB. Pada seseorang yang tergolong underweight dan sedang dalam proses meningkatkan bobot badan, penambahan 500 Kalori setiap hari akan bermanfaat untuk menambah bobot badan sebanyak 0,5 kg dalam seminggu.

Penambahan kalori hendaknya jangan terlalu agresif, karena bisa berdampak buruk, bahkan fatal karena akan mangganggu keseimbangan metabolisme tubuh.  Apa lagi kalau anda berbakat mengidap hiperkolesterol (kolesterol tinggi), diabetes, atau tekanan darah tinggi.  Tentu hal itu perlu dipertimbangkan secara lebih hati-hati.  Jangan sampai gara-gara menambah jumlah kalori, malah terkena penyakit.

Si kurus hendaknya mengonsumsi makanan dengan komposisi gizi dari tiga sumber gizi  utama yang akan saling melengkapi.  Banyaknya kabohidrat 60%-65% total Kalori sehari, 10%–15% protein, dan 25%–30% lemak.  Kalori yang disumbangkan karbohidrat sama dengan protein, yaitu 4 kalori/g.  Sedangkan lemak menyumbang dua kali lipat lebih banyak kalori setiap gramnya, dibandingkan dengan karbohidrat dan protein, yakni 9 kalori/g.

Termasuk kelompok karbohidrat yaitu nasi, kentang , roti, mie, ubi, jagung, singkong. Kelompok protein hewani antara lain daging, unggas, ikan, telur, susu, dan yang nabati, kacang-kacangan dan hasil olahannya misalnya tahu, tempe, dan oncom.  Lemak dapat berupa gajih atau minyak dari hewan maupun tumbuh-tumbuhan.            Namun, jangan lupa menambahkan sayur dan buah yang mengandung banyak vitamin dan mineral, vitamin dan mineral diperlukan untuk metabolisme tubuh.  Buah dan sayur juga kaya akan mengandung serat dan antioksidan.

Serat makanan selain diperoleh dari buah dan sayuran sebenarnya juga banyak terdapat dalam makanan seperti roti gandum, biji-bijian, sereal, serta kacang-kacangan.  Konsumsi serat menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama, meskipun kalori yang dikandungnya relatif rendah.  Mengonsumsi banyak makanan berserat juga akan mengambil porsi besar pula dalam komposisi makan.  Jadi, bila anda ingin menaikan bobot badan, dianjurkan mengonsumsi serat secukupnya saja.  Tidak berlebihan.

Seringlah makan

Frekuensi makan hendaknya sesuai dengan fisiologi tubuh, yakni tiga kali makan besar dan tiga kali makan kecil.  Frekuensi makan yang tinggi bermanfaat bagi mereka yang underweight dan ingin meningkatkan bobot badan.  Sebab, dengan ditambahnya jumlah makanan, beban makan lebih berbagi.

Misalnya, pukul 06.30 makan pagi, pukul 09.30 makan ringan/selingan, pukul 12.30 makan siang, pukul 15.30 makan ringan/selingan, pukul 18.30 makan malam, dan pukul 21.30 makan ringan/selingan.  Jadwal ini dapat diubah sesuai keadaan dengan interval yang dianjurkan yaitu selang tiga jam.  Snack atau makanan ringan dapat dipilih berupa makanan kecil atau makanan cair tinggi kalori (misalnya: ensure, entrasol Red).      Kebiasaan makan sehari-hari yang kurang memenuhi gizi seimbang, seperti dilakukan Mia, selayaknya diubah.  Caranya, dengan melatih dan mengubah pola makan atau menambah kalori dengan memperkenalkan jenis makanan lain, yang dapat membantu meningkatkan bobot badan.

Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan apabila masalah underweight sudah lama diderita, khususnya bagi mereka yang kekurangan bobot badannya cukup besar dan ada keluhan kurang sehat.  Siapa tahu ada gangguan atau penyakit yang mendasari, sehingga mungkin perlu melakukan terapi nutrisi agar pengaturan makanan lebih terarah.

Author: satyadeng

I. Dokter Umum (Dokter Vegan / Plant-Based Diet) II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati VIII. Minimareket Vegan : Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

One thought on “Kurus? bagaimana menaikan berat badan?

  1. Konsultasi langsung untuk daerah medan boleh recomended dmn dokter?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s