Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Fluids & Electrolytes

Tinggalkan komentar


Gejala dehidrasi :

  1. Kehilangan berat badan 1

Tidak ada dehidrasi, bila terjadi penurunan berat badan ‹2½%

Dehidrasi ringan, bila terjadi penurunan berat badan 2½-5%

Dehidrasi sedang, bila terjadi penurunan berat badan 5-10%

Dehidrasi berat, bila terjadi penurunan berat badan lebih dari 10%

  1. Menurut skor Maurice King 1,4,6
Bagian tubuh yang diperiksa 0 1 2
Keadaan Umum

Turgor

Mata

Ubun-Ubun Besar

Mulut

Denyut Nadi/menit

Sehat

Normal

Normal

Normal

Normal

<120x/menit

Gelisah, cengeng, apatis, ngantuk

Sedikit kurang

Sedikit cekung

Sedikit cekung

Kering

120-140/menit

Mengigau, koma, syok

Sangat kurang

Sangat cekung

Sangat cekung

Kering dan sianosis

>140x/menit

  • Jika mendapat nilai 0-2           :           Dehidrasi ringan
  • Jika mendapat nilai 3-6           :           Dehidrasi Sedang
  • Jika mendapat nilai 7-12         :           Dehidrasi berat

Pada anak-anak dengan ubun-ubun besar yang sudah menutup, nilai untuk ubun-ubun besar diganti dengan banyaknya / frekuensi buang air kecil.

  1. Menurut WHO
Periksa A B C
Turgor kulit Cepat Lambat Sangat lambat
Keadaan umum Baik, sadar Gelisah, rewel Lesu, tak sadar
Mata Normal Cekung Sangat cekung
Air mata Ada Tidak ada Tidak ada
Rasa Haus Biasa Haus Malas minum
Hasil Tanpa Dehidrasi Dehidrasi ringan Dehidrasi berat

Penilaian derajat dehidrasi

Penilaian A B C
Keadaan Umum Baik, sadar Gelisah, rewel Lesu, lunglai atau tdk sadar
Mata Normal Cekung Sangat cekung dan kering
Air mata Ada Tidak ada Tidak ada
Mulut dan lidah Basah Kering Sangat kering
Rasa haus Minum biasa, tdk haus Haus, ingin minum banyak Malas minum atau tdk bisa minum
Turgor kulit Kembali cepat Kembali lambat Kembali sangat lambat
Hasil pemeriksaan Tanpa dehidrasi Dehidrasi ringan/sedang Dehidrasi berat
Terapi Rencana Terapi A Rencana Terapi B Rencana Terapi C

Rencana Terapi A 6,7

Digunakan untuk :

1.  Mengatasi diare tanpa dehidrasi

2.  Meneruskan terapi diare di rumah

3.  Memberikan terapi awal bila anak terkena diare lagi.

Tiga dasar terapi di rumah adalah sbb :

1.  Berikan anak lebih banyak cairan dari biasanya untuk mencegah dehidrasi.

2.  Beri anak makanan untuk mencegah kurang gizi.

Kebutuhan oralit per kelompok umur

Umur Jumlah oralit yang diberikan tiap BAB Jumlah oralit yang disediakan di rumah
< 12 bulan 50 – 100 ml 400 ml/hari (2 bungkus)
1 – 4 thn 100 – 200 ml 600-800 ml/hari (4 bks)
> 5 thn 200 – 300 ml 800-1000 ml/hari (6 bks)

Cairan yang dianjurkan oleh WHO mengandung 3,5 g/l NaCl, 2,5 g/l BicNat, 1,5g/l KCl dan glukosa 20 g/l

Rencana Terapi B 6,7

Dalam 3 jam pertama diberikan 75 ml/kgBB atau bila berat badan anak tidak diketahui atau memudahkan di lapangan diberikan oralit paling sedikit :

< 1 thn    : 300 ml

1 – 5 thn : 600 ml

> 5 thn    : 1200 ml

Dewasa   : 2400 ml

Bila anak menginginkan lebih banyak oralit, berikanlah. Setelah 3 – 4 jam, nilai kembali anak menggunakan bagan penilaiann kemudian pilih rencana terapi A, B, atau C untuk melanjutkan pengobatan.

1.   Bila tidak ada dehidrasi, ganti ke rencana A. Bila dehidrasi telah hilang, anak biasanya kencing dan lelah kemudian mengantuk dan tidur.

2.   Bila tanda menunjukkan dehidrasi ringan/sedang, ulangi rencana B tetapi tawarkan makanan, susu dan sari buah seperti rencana A.

3.  Bila tanda menunjukkan dehidrasi berat, ganti dengan dengan rencana C.

Rencana Terapi C 6,7

Cairan intravena yang dianjurkan adalah larutan RL. Bila tidak ada, NaCl 0,9%, DG ana atau 2A dapat digunakan. Larutan yang hanya mengandung glukosa tidak boleh digunakan.

Bila dapat diberikan cairan secara intravena, maka segera berikan cairan intravena. Bila penderita bisa minum, berikan oralit oralit sewaktu cairan intravena dimulai. Beri 100 ml/kg RL atau NS, dibagi menjadi berikut :

Umur                              Pemberian I                 Kemudian

Bayi < 12bln                  1 jam                           5 jam

Anak > 1 thn                  ½ jam                         2 ½ jam

–     Ulangi bila nadi masih lemah atau belum teraba.

–     Nilai kembali pasien tiap 1-2 jam. Bila rehidrasi belum tercapai, percepat tetesan intravena.

–     Juga berikan oralit (5 ml/kg/jam) bila penderita bisa minum; biasanya setelah 3-4 jam (bayi) atau 1-2 jam (anak).

–     Setelah 3-6 jam (bayi) atau 3 jam (anak) nilai lagi penderita menggunakan bagan penilaian. Kemudian pilih rencana yang sesuai (A,B,C) untuk melanjutkan pengobatam.

Iklan

Penulis: apotekmiami-drsatyadeng

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s