Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center (Klinik Vegan)

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Abortus

Tinggalkan komentar


Definisi

Ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram.

Etiologi

  • Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi (biasa menyebabkan abortus pada kehamilan sebelum usia 8 minggu)
  • Kelainan kromosom (trisomi autosom dan monosomi X)
  • Lingkungan sekitar tempat implantasi kurang sempurna
  • Pengaruh teratogen (radiasi, virus, obat-obatan, tembakau, alkohol)
  • Kelainan plasenta (endarteritis vili korialis karena hipertensi kronis)
  • Faktor maternal (pneumonia, tifus, anemia berat, keracunan, toksoplasmosis)
  • Kelainan traktus genitalia (inkompetensi serviks –> abortus trimester II, retroversi uteri, mioma uteri dan kelainan kongenital uterus)

Patogenesis

  • Awal abortus → perdarahan desiduabasalis → nekrosis jaringan sekitar → hasil konsepsi terlepas → dianggap benda asing dalam uterus → uterus berkontraksi untuk mengeluarkan benda asing tersebut.
  • Kehamilan < 8 minggu: vili korialis belum menembus desidua secara dalam, jadi hasil konsepsi dapat dikeluarkan seluruhnya.
  • Kehamilan 8 – 14 minggu: penembusan sudah lebih dalam hingga plasenta tidak dilepaskan sempurna dan menimbulkan banyak perdarahan
  • Kehamilan > 14 minggu: janin dikeluarkan lebih dahulu daripada plasenta
  • Hasil konsepsi yang keluar: blighted ovum (seperti kantong kosong amnion atau benda kecil berbentuk tidak jelas), janin lahir mati, janin masih hidup, mola kruenta, fetus kompresus, maserasi atau fetus papiraseus.

Manifestasi klinis

  • Amenore atau terlambat haid < 20 minggu
  • PF: KU lemah, kesadaran menurun, tekanan darah normal/menurun, nadi normal/cepat dan kecil, suhu normal atau meningkat.
  • Perdarahan pervaginam yang mungkin disertai keluarnya jaringan hasil konsepsi
  • Mulas atau kram perut di daerah atas simfisis, sering disertai nyeri pinggang akibat kontraksi uterus
  • Pemeriksaan ginekologis:
    • Inspeksi vulva: perdarahan pervaginam, ada/tidak jaringan hasil konsepsi, tercium/tidak bau busuk dari vulva
    • Inspekulo: perdarahan keluar dari kavum uteri, ostium uteri terbuka atau sudah tertutup, ada/tidak jaringan keluar dari ostium, ada/tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium
    • Colok vagina: porsio masih terbuka atau sudah tertutup, teraba atau tidak jaringan dalam kavum uteri, besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan, tidak nyeri saat porsio digoyang, tidak nyeri pada perabaan adneksa, kavum Douglasi tidak menonjol dan tidak nyeri.

Pemeriksaan Penunjang

  • Tes kehamilan: positif bila janin masih hidup atau 2 – 3 minggu setelah abortus
  • Doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup
  • Pemeriksaan kadar fibrinogen pada missed abortion

Komplikasi

  • Perdarahan, perforasi, syok dan infeksi
  • Missed abortion + retensi lama → kelainan pembekuan darah


Diagnosis

  • Abortus iminens: perdarahan pervaginam pada kehamilan < 20 minggu tanpa tanda-tanda dilatasi serviks yang meningkat, uterus sebesar tuanya kehamilan.
  • Abortus insipiens: perdarahan diikuti dilatasi serviks, tetapi hasil konsepsi masih di dalam uterus.
  • Abortus inkomplit: kanalis servikalis terbuka, sebagian jaringan janin sudah dikeluarkan dari uterus. Perdarahan dapat banyak sekali → syok.
  • Abortus infeksiosa: abortus inkomplit disertai infeksi genitalia.
  • Abortus septik: abortus infeksiosus berat disertai penyebaran kuman atau toksin ke dalam peredaran darah atau peritoneum.
  • Abortus febrilis: gejala dan tanda abortus disertai peningkatan suhu tubuh.
  • Abortus komplit: perdarahan sedikit, seluruh jaringan janin sudah keluar dari uterus, ostium uteri telah menutup, uterus mengecil.
  • Missed abortion: kematian janin < 20 minggu tetapi tidak dikeluarkan selama > 8 minggu.

Diagnosis Banding

  • Kehamilan ektopik terganggu (KET)
  • Mola hidatidosa
  • kehamilan dengan kelainan servis
  • Perdarahan implantasi → keluar darah sedikit, warna merah, cepat berhenti, tanpa mules-mules

Penatalaksanaan

Abortus iminens

  • Istirahat baring → aliran darah ke uterus bertambah dan rangsang mekanik berkurang.
  • Periksa nadi dan suhu 2 x sehari bila tidak panas dan tiap 4 jam bila panas.
  • Lakukan tes kehamilan → hasil negatif mungkin janin sudah mati.
  • USG → menentukan apakah janin masih hidup.
  • Obat penenang → fenobarbital 3 x 30 mg.
  • Preparat hematinik → sulfas ferosus 600 – 1000 mg.
  • Diet tinggi protein dan tambahan vitamin C.
  • Bersihkan vulva minimal 2 x sehari dengan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi terutama saat masih mengeluarkan cairan coklat.

Abortus insipiens

  • Perdarahan minimal → tunggu abortus spontan tanpa pertolongan selama 36 jam dengan pemberian morfin.
  • Kehamilan < 12 minggu + perdarahan → kuret vakum / cunam abortus lalu kerok dengan kuret tajam + ergometrin 0,5 mg IM.
  • Kehamilan > 12 minggu → infus oksitosin 10 IU dalam dekstrose 5% 500 ml 8 tetes/menit, naikkan sesuai kontraksi uterus sampai terjadi abortus komplit.
  • Janin keluar + plasenta tertinggal → keluarkan plasenta secara manual.

Abortus inkomplit

  • Syok karena perdarahan → infus NaCL fisiologis / RL + segera transfusi darah.
  • Syok teratasi → kuret tajam + ergometrin 0,2 mg IM.
  • Janin keluar + plasenta tertinggal → keluarkan plasenta secara manual.
  • Antibiotik → mencegah infeksi.

Abortus komplit

  • Kondisi baik → ergometrin 3 x 1 tab selama 3 – 5 hari.
  • Anemia → hematinik: sulfas ferosus atau transfusi darah.
  • Antibiotik → mencegah infeksi.
  • Diet tinggi protein, vitamin dan mineral.

Missed abortion

  • Kadar fibrinogen normal → keluarkan jaringan dengan cunam ovum lalu dengan kuret tajam.
  • Kadar fibrinogen rendah → fibrinogen kering / segar sesaat sebelum/ketika mengeluarkan konsepsi.
  • Kehamilan < 12 minggu → lakukan pembukaan serviks dengan gagang laminaria selama 12 jam lalu lakukan dilatasi serviks dengan dilatator Hegar. Lalu dikuret.
  • Kehamilan > 12 minggu → dietilstilbestrol 3 x 5 mg lalu infus oksitosin 10 IU dalam dekstrose 5% 500 ml 20 tetes/menit, naikkan dosis sampai ada kontraksi uterus. Oksitosin dapat diberikan sampai 100 IU dalam 8 jam. Bila gagal, ulang infus oksitosin setelah pasien istirahat 1 hari.
  • TFU sampai 2 JBP → keluarkan hasil konsepsi dengan menyuntik larutan garam 20% dalam kavum uteri melalui dinding perut.

Abortus septik

  • Rujuk ke rumah sakit!!
  • Penanggulangan infeksi:
    • Obat pilihan pertama: penisilin prokain 800.000 IU IM tiap 12 jam + kloramfenikol 1 g peroral selanjutnya 500 mg peroral tiap 6 jam.
    • Obat pilihan kedua: ampisilin 1 g peroral selanjutnya 500 g tiap 4 jam ditambah metronidazol 500 mg tiap 6 jam.
    • Obat pilihan lainnya: ampisilin dan kloramfenikol, penisilin dan metronidazol, ampisilin dan gentamisin, penisilin dan gentamisin.
  • Tingkatkan asupan cairan.
  • Perdarahan banyak → transfusi darah.
  • 24 – 48 jam pasca antibiotik + perdarahan → segera keluarkan hasil konsepsi.
  • Menolak dirujuk → terapi sama dengan di atas selama 10 hari.
  • Di rumah sakit:
    • Rawat di ruangan khusus kasus infeksi
    • Antibiotik IV: penisilin 10 – 20 juta IU + streptomisin 2 g
    • Infus NaCl fisiologis / RL sesuai kebutuhan cairan
    • Pantau ketat KU dan TTV
    • O2 bila perlu 6 – 8 l/menit
    • Pasang kateter Folley → pantau produksi urin
    • Lab: darah lengkap, Ht, golongan darah + reaksi silang, AGD, kultur darah, tes resistensi
    • Kondisi sudah stabil → segera keluarkan sumber infeksi
    • Komplikasi → syok spetik (panas tinggi/hipotermi, bradikardi, ikterus, kesadaran menurun, TD menurun, sesak napas)

ABORTUS HABITUALIS/REKUREN

Definisi

Abortus spontan yang terjadi 3 kali atau lebih berturut-turut. Penderita tidak sukar hamil, tetapi kehamilannya berakhir sebelum 28 minggu.

Etiologi

  • Sama dengan sebab abortus lainnya.
  • Sebab imunologik → TLX, diobati dengan transfusi leukosit atau heparin.

Diagnosis

  • Kehamilan triwulan II → pembukaan serviks tanpa mules, ketuban menonjol dan suatu saat pecah. Lalu timbul mules + pengeluaran janin yang masih hidup dan normal.
  • Kehamilan triwulan I → lakukan pemeriksaan vaginal tiap minggu. Keluhan berupa banyak lendir di vagina.

Penanganan

  • Perbaiki KU
  • Makanan yang bergizi
  • Istirahat banyak
  • Larangan koitus dan olah raga

ReferensiKapita Selekta Jilid 1 Edisi 3 hal. 260 – 265
Ilmu Kebidanan Edisi 3 hal.302 – 312
http://www.kwc.kerala.gov.in/Abortion.pdf

http://ukditopia.wikispaces.com/Abortus

Iklan

Penulis: apotekmiami-drsatyadeng

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s