Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Mola Hidatidosa

Tinggalkan komentar


DEFINISI

Kehamilan abnormal di mana hampir seluruh vili korialisnya mengalami perubahan hidrofik.

ETIOLOGI

Belum diketahui pasti.

PATOGENESIS

Mola hidatodosa berkembang dari trofoblas ekstraembrionik. Dibagi menjadi:

  1. Mola hidatidosa komplet (klasik) → janin tidak ada.
  2. Mola hidatidosa inkomplet (parsial) → ada janin/ada bagian janin.

MANIFESTASI KLINIS

  • Amenore.
  • Tanda-tanda kehamilan.
  • Perdarahan pervaginam berulang → darah warna coklat, kalau sudah lanjut kadang keluar gelembung mola.
  • Pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan.
  • Palpasi → bagian janin tidak teraba. BJJ (-) meskipun uterus membesar setinggi pusar atau lebih.
  • Preeklampsia / eklampsia yang terjadi sebelum kehamilan 24 minggu.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

  • Sonde uterus (tes Hanifa)
  • Tes Acosta Sison → pengeluaran gelembung mola dengan tang abortus.
  • Peningkatan kadar ß-hCG darah atau urin.
  • USG → gambaran badai salju (snow flake pattern).
  • Rontgen toraks → gambaran emboli udara
  • Periksa T3 dan T4 bila ada gejala tirotoksikosis.

KOMPLIKASI

  • Anemia
  • Syok
  • Infeksi
  • Eklampsia
  • Tirotoksikosis

DIAGNOSIS

  • Anamnesis
    • Perdarahan pervaginam
    • Gambaran mola
    • Gejala toksemia pada trimester I – II
    • Hiperemesis gravidarum
    • Gejala tirotoksikosis
    • Gejala emboli paru
  • Pemeriksaan fisik
    • Uterus lebih besar dari usia kehamilan
    • Kista lutein
    • Ballotement (-)
    • BJJ (-)
  • Pemeriksaan penunjang
    • Tes Acosta Sison → jaringan mola dapat dikeluarkan
    • Tes Hanifa → sonde dapat masuk tanpa tahanan dan diputer 360O dengan deviasi sonde < 10O

DIAGNOSIS BANDING

  • Kehamilan dengan mioma
  • Abortus
  • Hidramnion
  • Gemelli

PENATALAKSANAAN

  • Perbaiki keadaan umum.
  • Kuretase tajam. Lakukan kuretase kedua bila TFU > 20 minggu setelah hari ketujuh.
  • Perbaiki kontraksi → uterotonik (20 – 40 unit oksitosin dalam 250 cc darah ATAU 50 unit oksitosin dalam 500 ml NaCl 0,9%)
  • Bila tidak bisa dikuret → histerotomi.
  • Histerektomi → wanita cukup umur dan cukup anak (> 35 tahun dengan 3 anak).
  • Resiko keganasan tinggi (umur tua + paritas tinggi) → profilaksis: sitostatik metotreksat atau aktinomisin D,
  • Deteksi dini keganasan:
    • Pemeriksaan kadar ß-hCG → tiap minggu sampai (-) selama 3 minggu, lalu tiap bulan selama 6 bulan.
    • Pemeriksaan foto toraks → tiap bulan sampai kadar ß-hCG (-).
  • Kontrasepsi → preparat progesteron selama 2 tahun.

PROGNOSIS

  • 20% mola hidatidosa komplet berlanjut menjadi keganasan. Mola hidatidosa parsial jarang. Terjadinya keganasan bisa berlangsung antara 7 hari sampai 3 tahun pasca mola, paling banyak dalam 6 bulan pertama.
  • Mola berulang + tirotoksikosis / kista lutein → lebih berpotensi menjadi ganas.

ReferensiKapita Selekta Jilid 1 Edisi 3 hal. 255 – 267

http://ukditopia.wikispaces.com/Mola+Hidatidosa

Iklan

Penulis: apotekmiami-drsatyadeng

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s