Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

MOLUSKUM KONTAGIOSUM

1 Komentar


Pendahuluan

Moluskum kontagiosum klinisnya menimbulkan papul yang  bulat berkubah berwarna merah dengan permukaan licin dengan ukuran 2-5 mm. Dapat soliter atau multiple tapi jarang sekali yang  diameternya mencapai 1 cm, permukaan papul moluskum kontagiosum terdapat lekukan (delle) yang  didalamnya berisi massa caseous.

Lesi pada awalnya padat, berwarna merah ketika matur akan berubah menjadi lunak, berwarna putih atau seperti warna mutiara bahkan dapat juga terjadi supurasi.

Lesi yang  umum terjadi pada anak adalah pada daerah muka dan ekstremitas. Pada orang dewasa umumnya terletak di daerah perut bagian bawah sampai kemaluan karena disebarkan melalui hubungan seksual. Tapi papula juga dapat menyebar ke seluruh tubuh bahkan sampai ke lapisan mukosa seperti : mukosa bibir, lidah, dan pipi. Kecuali  telapak tangan dan telapak kaki. (1)

Etiologi

Moluskum kontagiosum disebabkan oleh Moluscum contagiosum virus (MCV) yang  berasal dari golongan pox virus. Dibandingkan dengan golongan pox virus lain MCV mempunyai ukuran yang  besar yaitu 200 – 300 nm. MCV adalah virus DNA yang bereplikasi di sitoplasma sel yang  terinfeksi, dan menimbulkan hiperplasi dari sel yang  menjadi medianya.

Kini sudah ada empat tipe MCV yang  telah teridentifikasi, yaitu : MCV I, MCV II, MCV III, MCV IV. Penelitian pada 147 orang pasien, MCV I menyebabkan 96,6% infeksi sedangkan MCV II menyebabkan 3,4% infeksi, tetapi tidak ada kaitan antara tipe virus dengan tipe lesi ataupun distribusinya.(2)

Epidemiologi

Moluskum kontagiosum terdapat di seluruh dunia tetapi insidensinya bervariasi, di kepulauan pasific 5% anak-anak umur di bawah 10 tahun mungkin sudah terinfeksi sedangkan angka prevalensinya di Amerika Serikat jarang sekali. Meskipun penyakit ini dapat berjangkit pada segala usia umumnya kasus ini lebih sering ditemukan pada anak-anak, anak laki-laki lebih banyak frekuensinya dibanding anak perempuan.

Penyakit ini diyakini ditularkan personal ke personal. Pada orang dewasa ditularkan melalui hubungan seksual sebagaimana menularnya segala penyakit yang  ditularkan melalui hubungan seks. Angka kejadian gejala sub klinis tidak diketahui, peran kekebalan humoral juga tidak jelas, meskipun penelitian menyatakan banyak orang dewasa yang  kebal. Pada orang dengan gangguan penyakit kekebalan tubuh, lesi Moluskum kontagiosum dapat menyebar luas contohnya pada penderita AIDS atau dalam terapi immunosuppresive.

Ada juga laporan yang  mengabarkan bahwa Moluskum kontagiosum sering terdapat pada pasien dengan eksim atopik dengan penyebaran yang  luas.

Patogenesis dan Patologi

Patogenesis terjadinya lesi tidak jelas, tapi faktor pertumbuhan polipeptida yang  terdapat pada epidermis diduga berperan penting. MCV pertama kali masuk ke basal keratinosit lalu ke daerah lapisan supra basal dan masuk ke lapisan prickle cell, maka virus DNA ini melakukan sintesis. Lapisan sel yang telah berproliferasi ini menjadi besar dan berbentuk papul sampai tampak seperti jaringan fibrosa yang  memiliki batas antar lobus, yang  berbentuk seperti buah pir. Lapisan basal tetap utuh sel yang  terdapat pada inti lesi mengalami kerusakan berat dan terisi badan Moluskum yang  terdiri dari massa sitoplasma virus, massa tersebut banyak sekali terdapat pada suatu kavitas.

Antibodi spesifik ditemukan hampir 80% pada pasien dengan Moluskum kontagiosum, mungkin terjadi selama infeksi yang  tidak disadari, sekitar 15% dari kontrol pada sebuah penelitian membuktikan bahwa peranan kekebalan humoral dalam serangan MCV tidak berpengaruh. (3)

Gejala Klinis

Masa inkubasi sangat bervariasi antara 4 hari sampai dengan 6 bulan, dengan permukaan lesi licin, mengkilat dan berwarna putih mutiara, terdapat lekukan di tengahnya, membesar secara perlahan dengan diameter 5-10 mm dalam kurun waktu 6-12 minggu. Jarang sekali lesi menjadi lebih besar dari 1 cm.

Lesi mungkin dapat ditemukan di kulit atau lapisan mukosa biasanya bergerombol satu atau dua kelompok  dengan area yang  cukup luas, beberapa pasien terdapat lesi yang  kurang dari 20, ada juga yang  lesinya lebih dari 100. Pada daerah yang  iklimnya hangat, lesi sering timbul di daerah kepala, kelopak mata, daerah tungkai atas dan genital. Sedangkan pada daerah tropis lesi yang  paling sering timbul di daerah ekstremitas.(4)

Diagnosis dan Diagnosis Banding

Diagnosis biasanya sudah dapat ditegakkan dengan melihat lesi yang  khas, membuat sediaan apus dari massa lesi, dan dengan biopsi. Moluskum kontagiosum harus dapat dibedakan dengan veruka, varicella, pioderma, papiloma, epitelioma, dan lichen planus. Infeksi jamur kriptokokus pada kulit pada pasien dengan AIDS ada kemungkinann menyerupai lesi Moluskum kontagiosum.(4)

Pengobatan

Pasien dianjurkan untuk menghindari kolam renang atau pemandian umum agar tidak menularkan kepada orang lain,  juga olah raga yang  memerlukan kontak kulit, pemakaian handuk bersama dan lain-lain sampai tidak ada lesi lagi.

Karena Moluskum kontagiosum bersifat self limited, dan lesi sembuh tanpa meninggalkan sisa bila tidak ada infeksi sekunder, maka pengobatan kadang tidak perlu diberikan. Pengobatan dengan mengeluarkan isi lesi dengan kuretase atau dengan nitrogen cair sangatlah mudah dilakukan, relatif tidak nyeri, dan sangat efektif. Tapi pengobatan lesi kadang dilakukan lebih dari sekali karena kadang masih timbulnya lesi baru. Pengobatan akan lebih sulit pada pasien dengan daya tahan tubuh yang  lemah.

Prognosis

Dengan menghilangkan semua lesi yang  ada, maka penyakit ini tidak atau jarang residif.(5)

Lesi dapat bertahan 2-4 tahun, penularan yang  terjadi akibat otoinokulasi adalah wajar, kebanyakan akan hilang spontan pada 6-9 bulan, tapi untuk persisnya dapat beberapa tahun.

Penyuluhan kepada pasien

  • hindari kontak pada daerah yang  terinfeksi dan hindari pemakaian handuk bersama
  • jangan menggaruk, karena akan menyebabkan otoinokulasi atau infeksi sekunder.
  • Jangan berhubungan seks dengan penderita Moluskum kontagiosum karena tidak ada kejelasan apakah kondom mampu memberikan perlindungan yang  adekuat terhadap penularan
  • Diperbolehkan untuk melakukan aktifitas sehari-hari

Penting untuk diketahui tidak semua kasus pada orang dewasa ditularkan melalui hubungan seksual.

DAFTAR PUSTAKA

1.  Anthony N.D. Harry L. A, Jr, Richard B.O : Andrew’s Disease of the Skin : Clinical Dermatology 7th ed : Virus Disease : Moluscum Contagiosum, Philadelphia : W.B. Saunders, 1982 : 502-504.

2.  Burton J.L, Ebling, F.J.G. Champion R.H, eds. Textbook of Dermatology vol. 1. 5 th ed : Virus Disease : Moluscum Contagiosum, London : Blackwell Scientific publication : 1993 : 876-878.

3.  Fitzpatrick T.B, Eisen A.Z, Wolff. K. Freedbreg I.M, Austen K.F eds, Dermatology in Genereal Medicine Vol II, 4 th ed :  Lowy D.R : Miler’s Nodul and Moluscum Contagiosum, New York : McGrawhill, 1993 : 2068-2610.

4.  Crowe M.A, Moluscum Contagiosum : www.emedicine.com,USA

5.  Djuanda. A, Hamzah M, Aisah S, eds Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin ed.3 : Handoko R.P : Penyakit Virus Moluscum Contagiosum, Jakarta : FKUI, 1999, 111-112

i
Iklan

Penulis: apotekmiami-drsatyadeng

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati

One thought on “MOLUSKUM KONTAGIOSUM

  1. Bermanfaat sekali terutama krn sumber referensi dpt saya rujuk..
    Terimakasih 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s