Minimarket Vegan – dr. Satyawira Aryawan Deng

Pusat Makanan Sehat Organik & Natural : https://shopee.co.id/minimarketvegan

PENGOBATAN SKABIES

Leave a comment


Pengobatan skabies harus dilakukan secara menyeluruh terhadap semua anggota keluarga dimana terdapat penderita yang terkena skabies. Pengobatan tidak bisa hanya dilakukan terhadap penderita saja karena infestasi skabies yang biasanya menyerang berkelompok sehingga semua anggota keluarga harus diobati walaupun tidak ada keluhan.

Ada yang perlu diperhatikan dalam pengobatan skabies. Gatal biasanya menetap beberapa minggu setelah pengobatan dengan obat skabies. Hal ini bukan berarti skabies masih hidup melainkan reaksi tubuh terhadap larva dan feses skabies yang ada di terowongan dalam kulit. Untuk meredakan rasa gatal ini pasien dapat diberikan obat pereda gatal golongan antihistamin seperti difenhidramin (Benadryl), Hidroksizin (Atarax), Cetirizin (Zyrtec), dan Prometazin (Phenergan).Pada umumnya efek antihistamin telah terlihat dalam waktu 15-30 menit setelah pemakaian oral, dan mencapai puncaknya pada 1-2 jam, sedangkan lama kerjanya bervariasi dari 3-6 jam.

Ada beberapa syarat obat skabies yang ideal :

  • Harus efektif terhadap semua stadium tungau
  • Harus tidak menimbulkan iritasi dan tidak toksik
  • Tidak berbau atau kotor serta tidak merusak atau mewarnai pakaian
  • Mudah diperoleh dan harganya murah

Pengobatan yang biasa digunakan untuk mengobati skabies adalah :

  1. Permetrin 5% dalam bentuk krim, merupakan pengobatan standar untuk skabies. Obat ini biasanya membunuh infestasi skabies setelah penggunaan pertama kali.
  2. Lindane 1% penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk penggunaannya untuk menghindari efek samping yang berbahaya. Penggunaan obat ini hanya jika pengobatan skabies menggunakan obat lain tidak berhasil.
  3. Sulfur presipitatum dengan kadar 4-20%. Efektivitasnya kurang dari pada permetrin dan lindane, tetapi keunggulannya dapat digunakan untuk bayi, wanita hamil dan menyusui.
  4. Krotamiton 10% yang jarang digunakan untuk mengobati skabies karena efektivitasnya yang kurang dalam membunuh skabies dewasa dan telurnya.
  5. Ivermectin, merupakan obat oral. Pengobatan ini digunakan di Amerika Serikat walaupun sebenarnya tidak sesuai dengan indikasi dari obat ini. Pengobatan dengan ivermectin masih membutuhkan banyak penelitian untuk mengetahui efektivitasnya dalam mengobat penyakit skabies.

Permetrin 5%

Permetrin yang digunakan untuk membunuh skabies adalah dengan kadar 5% dalam bentuk krim. Permetrin ini aman digunakan untuk mengobati skabies pada anak-anak dan wanita hamil dan menyusui. Pengaplikasian pertama permetrin menyembuhkan hampir semua infestasi skabies. Gatal-gatal biasanya berkurang signifikan dalam 24 jam setelah penggunaan permetrin. Efek samping dari permetrin dianggap cukup aman diantaranya iritasi, gatal, panas dan nyeri.

Cara penggunaan permetrin :

  • Bilaslah kulit sampai bersih dan keringkan
  • Oleskan krim pada kulit dari kepala sampai kaki secara menyeluruh, perhatikan daerah-daerah lipatan terutama ketiak, antar jari, lipat paha.
  • Biarkan krim di kulit selama 8-14 jam
  • Setelah itu bersihkan krim dengan mandi sampai bersih

Lindane 1%

Lindane yang digunakan biasanya dengan kadar 1% dalam bentuk krim atau losio. Obat ini efektif terhadap semua stadium, mudah digunakan dan jarang memberi iritasi. Obat ini tidak dianjurkan pada anak dibawah 6 tahun dan wanita hamil, karena toksis terhadap susunan saraf pusat. Lindane merupakan obat lini kedua artinya obat ini sebaiknya digunakan setelah penggunaan obat lain ,biasanya permetrin, tidak memberikan hasil yang memuaskan.  Hal ini dikarenakan efek samping obat ini yang sangat berbahaya bagi susunan saraf pusat.

Cara penggunaan lindane :

  • Penggunaan hanya boleh pada kulit yang kering dan tidak lembab. Pada penggunaan setelah mandi dimana kulit hangat dan lembab tidak dianjurkan karena bahan kimia dalam lindane diabsorbsi lebih cepat sehingga berbahaya akan efek samping toksisnya.
  • Penggunaan hanya sekali dan tidak boleh digunakan secara berulang-ulang, kecuali jika masih ada gejala diulangi seminggu kemudian.

Lindane tidak boleh digunakan untuk :

  • Wanita hamil atau menyusui
  • Bayi, anak kecil, dan lansia
  • Orang yang mempunyai riwayat kejang atau gangguan susunan saraf pusat lainnya
  • Orang yang mengkonsumsi obat anti depresan ataupun obat sejenis lainnya yang meningkatkan resiko kejang dari lindane
  • Orang yang mengalami perlukaan luas di kulit, daerah yang inflamasi, atau krusta di kulit
  • Orang yang menderita gangguan sistem imun seperti HIV

Efek samping diantaranya :

  • Mual dan muntah
  • Gangguan pernafasan
  • Kejang
  • Lemas
  • Kerusakan susunan saraf pusat
  • Anemia aplastik

Sulfur Presipitatum 4-20%

Obat ini biasanya dalam kadar 4-20% dalam bentuk salep atau krim. Preparat ini tidak efektif terhadap stadium telur maka penggunaannya tidak boleh kurang dari 3 hari. Kekurangannya yang lain ialah berbau dan mengotori pakaian dan kadang-kadang menimbulkan iritasi. Dapat dipakai pada bayi berumur kurang dari 2 tahun, wanita hamil atau menyusui.

Cara penggunaan :

  • Sebelum pengaplikasian obat, bersihkanlah badan dengan sabun terlebih dahulu dan kemudian dibilas dan dikeringkan secara menyeluruh.
  • Sebelum tidur oleskan obat secara menyeluruh ke semua bagian tubuh mulai dari leher kebawah. Obat tersebut jangan dihapus selama 24 jam.
  • Sebelum pengaplikasian obat berikutnya boleh dihapus dengan mandi
  • 24 jam setelah pengaplikasian obat untuk pengobatan terakhir jangan lupa dihapus dengan mandi

Krotamiton 10%

Obat ini biasanya digunakan dengan kadar 10% dalam bentuk krim atau losio. Obat ini mempunyai 2 efek sekaligus yaitu sebagai obat antiskabies dan antigatal. Obat ini harus dijauhkan dari mata, mulut, dan urethra.

Cara penggunaan :

  • Pastikan kulit kering secara menyeluruh jika menggunakan obat ini setelah mandi
  • Oleskan obat ke seluruh badan mulai dari dagu kebawah termasuk daerah-daerah lipatan kulit seperti ketiak, lipat paha, antar jari.
  • Setelah 24 jam kemudian oleskan lagi obat ini ke seluruh badan tetapi jangan hapus obat yang pertama kali dioleskan.
  • Hari berikutnya gantilah baju dengan baju yang kering dan bersih serta ganti sprei tempat tidur yang bersih untuk mencegah reinfeksi
  • 48 jam setelah pengaplikasian obat kedua bersihkanlah obat dengan mandi

Ivermectin

Ivermectin merupakan obat oral yang efektif dan terjangkau sebagai alternatif  dari pengobatan topikal infeksi skabies. Pengobatan menggunakan ivermectin berguna dalam mengobati skabies berkrusta pada penderita dengan gangguan sistem imun atau bila pengobatan topikal tidak berhasil. Di Amerika, Ivermectin sebenarnya belum mendapat persetujuan dari FDA (Food and Drug Administration) sebagai pengobatan infeksi skabies. Keamanan penggunaan ivermectin pada anak kecil, ibu hamil dan menyusui masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Ivermectin digunakan pada :

  • Pasien yang mempunyai infeksi skabies yang parah atau resisten, seperti skabies berkrusta, dapat diberikan ivermectin dikombinasikan dengan pengobatan topikal seperti permetrin. Hal ini sangat membantu di dalam mengobati pasien skabies yang menderita infeksi HIV.
  • Pengobatan dengan bentuk pil dapat digunakan untuk pasien yang tidak memungkinkan digunakan pengobatan topikal dalam bentuk krim atau losio. Sebagai contoh, ivermectin sangat cocok digunakan pada pasien yang menderita keterbelakangan mental, seperti pada penderita sindrom Down.
  • Ivermectin dapat mengobati atau mencegah skabies untuk orang-orang yang hidup secara berkelompok, contohnya mereka yang hidup di panti jompo.

Ivermectin relatif aman dan tidak mempunyai efek samping yang berbahaya. Efek samping yang ringan diantaranya ialah gangguan pencernaan, muntah, peningkatan rasa gatal pada 3 hari awal terapi.

Selain pengobatan dengan menggunakan terapi medikamentosa, pengobatan untuk skabies harus juga diikuti dengan peningkatan higiene dan kebersihan lingkungan. Untuk mencegah terjadinya reinfeksi skabies di rumah harus dilakukan tindakan-tindakan pencegahan seperti :

ü  Cuci semua pakaian, handuk, dan sprei tempat tidur yang telah dipakai 3 hari terakhir menggunakan air panas.

ü  Kuku harus rutin dipotong dan dibersihkan untuk mencegah adanya larva dan telur skabies yang mungkin ada

ü  Bersihkanlah lingkungan rumah dari debu terutama di pojok-pojok ruangan dan tempat-tempat yang tersembunyi

Advertisements

Author: minimarketvegan

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati VIII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s