Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Mitos kita adalah makhluk omnivora, yaitu pemakan tumbuh-tumbuhan dan juga binatang

Tinggalkan komentar


Bukti-bukti yang telah dikumpulkan melalui berbagai penelitian menunjukkan hubungan erat antara konsumsi daging dan penyakit degenerasi. Kasus penyakit degenerasi seperti penyumbatan arteri terjadi setiap hari dan dapat kita amati di rumah sakit. Sebaliknya, adakah bukti sepadan menunjukkan orang yang hidup dengan makanan nabati mengalami kekurangan kalsium, protein, dan zat besi, serta serangan jantung dan stroke?

Penelitian sejarah yang dilakukan oleh Dr. Dean Ornish dan Dr. T. Colin Campbell di Amerika Serikat dan RRC menunjukkan hasil sebaliknya. Para pengembara dari Eropa pada abad ke-18 dan 19 mencatat keterpesonaan mereka atas kesehatan dan juga harapan hidup yang tinggi pada masyarakat petani di Turki, Rusia, Amerika Selatan. Mereka kagum kepada orang-orang yang hidup dengan “makanan miskin” seperti beras dan palawija, kacang-kacangan, dan kentang, tetapi fisiknya begitu kuat dan berusia panjang. Begitu pula survei Badan Kesehatan Dunia menunjukkan masyarakat pengkonsumsi makanan nabati cendrung lebih sehat dan memiliki harapan hidup yang tinggi. Sementara tak ada bukti bahwa tubuh manusia membutuhkan makanan hewani tetapi setumpuk fakta telah dikumpulkan tentang kesehatan manusia yang gemilang karena makanan nabati.

Berikut ini bukti bahwa kita adalah Herbivora :

(1) Mulut manusia

Mulut manusia dan hewan herbivora (vegetarian) secara alam ukurannya relatif lebih kecil dibandingkan dengan hewan karnivora (pemakan hewan).

(2) Gigi manusia

Gigi manusia secara alam adalah gigi seri dan dan bukan gigi taring yang dapat merobek dan mengunyah kulit dan daging hewan.

(3) Gerakan rahang manusia

Gerakan rahang manusia secara alam bisa keatas kebawah dan kesamping kiri dan kanan, sedangkan gerakan rahang hewan karnivora secara alam hanya bisa keatas dan kebawah saja.

(4) Metabolisme manusia

Metabolisme manusia  secara alam tidak dapat mencerna kolesterol dan asam lemak jenuh yang dikandung oleh setiap protein hewani secara sempurna. Akibatnya darah didalam tubuh pemakan protein hewani akan menjadi semakin mengental, kemudian mempersempit dan menyumbat dinding-dinding pembuluh darah, sehingga oksigen menjadi kurang dan menyebabkan matinya jaringan (nekrosis), selanjutnya peredaran darah didalam tubuh menjadi tidak lancar. Ketidak lancaran peredaran darah dalam tubuh manusia inilah yang menjadi sumber berbagai penyakit. Jantung manusia harus bekerja memompa darah sebanyak ± 4 ton selama 24 jam sehari dan pada saat pembuluh-pembuluh darah yang ke jantung dan dari jantung banyak yang tersumbat, maka akan menimbulkan penyakit tekanan darah tinggi atau rendah, stroke dan serangan jantung (infark).

Menurut organisasi kesehatan dunia (World Health Organisation/WHO), 50 % dari total kematian di dunia ini disebabkan oleh penyakit jantung dan merupakan pembunuh nomor satu di dunia.

Protein Hewani banyak mengandung protein urikase (uric acid/asam lemak jenuh) dan urea, yang menambah 10 kali lipat beban kerja ginjal dan akan merusak ginjal. Begitu pula, akibat peredaran darah dalam tubuh itu tidak lancar, maka hal ini akan menimbulkan berbagai penyakit antara lain: penyakit Asam urat (akibat adanya endapan asam lemak jenuh dari daging hewan yang mengkristal pada sendi-sendi), Rapuh tulang (akibat banyak calcium dalam tulang terkuras untuk mencerna asam lemak daging hewan), Asma (akibat pelengketan jaringan dalam saluran pernapasan), Prostat (akibat asam lemak jenuh daging hewan merangsang pengeluaran hormon berlebihan), Diabetes atau kencing manis, Kekurangan kadar gula dalam darah (hipoglikomi), Kencing batu, Batu dalam kandungan empedu, Maag, Sembelit (konstipasi), Ambeien, Rematik, Jerawat dan Kegemukan (obesitas).

(5) Usus manusia

Usus besar dan kecil manusia secara alam panjangnya 8-9 meter, berlipat-lipat dan dindingnya bergelombang. Sedangkan binatang pemakan daging (karnivora) secara alam memiliki usus besar dan kecil jauh lebih pendek (hanya dua kali lipat dari panjang tubuhnya), dan usus besarnya lurus serta dindingnya halus.

Akibatnya, pencernaan daging hewan yang tidak berserat didalam usus manusia membutuhkan waktu lima hari, sedangkan makanan vegetarian yang senantiasa kaya dengan serat hanya membutuhkan waktu dua hari saja. Mulai hari ke tiga, protein hewani dalam usus manusia membusuk dan mengeluarkan racun atau zat karnisogen, penyebab penyakit kanker.

Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), 25% dari total kematian didunia ini disebabkan oleh penyakit kanker dan merupakan pembunuh nomor dua didunia setelah penyakit jantung.

Hasil eksperimen menunjukan, bahwa membakar dan memanggang protein hewani seperti sate, steak, ikan dan daging hewan lainnya akan menimbulkan zat kimia yang sangat beracun bernama methylcholanthrene, penyebab kanker ganas. Ini terbukti dari percobaan terhadap tikus yang diberi zat kimia ini, dalam waktu tiga bulan, tikus-tikus tersebut menderita penyakit kanker ganas seperti kanker tulang, kanker darah, kanker usus dan kanker lainnya.

Banyak hewan yang sedang sakit jiwa, sakit kanker dan sakit lain yang berbahaya itu justru sengaja cepat-cepat dibunuh dan dijual dagingnya. Selanjutnya berbagai antibiotik dan obat-obatan lain, serta hormon pun sengaja di injeksi kedalam tubuh hewan secara terus menerus agar cepat gemuk dan empuk dagingnya. Dengan demikian bila daging hewan-hewan tersebut dimakan manusia, bukankah manusia sama saja memasukkan berbagai penyakit hewan, hormon, antibiotik, obat-obatan dan bahan-bahan kimia berbahaya lain kedalam tubuhnya???

Bila tubuh manusia yang memakan daging hewan sering terasa lemas (kurang fit) atau sakit-sakitan dan kebal terhadap antibiotik dan obat-obatan ber-dosage rendah, sekarang ini Anda tentu sudah sadar penyebabnya.

Banyak daging hewan sakit, hormon dan antibiotik, obat-obatan dan mengandung berbagai zat kimia dijual dan dimakan manusia.

Dengan menjadi vegetarian, berarti manusia hidupnya selaras dengan Hukum alam dan dengan demikian akan terhindar dari berbagai penyakit yang mematikan (mati sebelum waktunya).

Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Demi kesehatan Anda, berhentilah makan daging hewan dan jadilah vegetarian sekarang juga untuk selamanya

Iklan

Penulis: apotekmiami-drsatyadeng

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s