Kesehatan Vegan – dr. Satyawira Aryawan Deng

Makanan Sehat, Kacang-Kacangan, Biji-Bijian, Buah Kering, Organik, Natural, MPASI, Grosir & Eceran : https://www.tokopedia.com/kesehatanvegan & https://shopee.co.id/minimarketvegan


Leave a comment

Ukuran dan Konversi

Ukuran dan Konversi

Kita masih sering dipusingkan dengan ukuran dan konversi yang beragam dari resep-resep yang datang dari negara-negara yang berlainan. Lain negara lain measuring cupnya atau takaran level sdt atau sdM, tapi biasanya bedanya sekitar 2 hingga 3 sdt saja variansinya. Untuk NZ, Amerika Utara, dan UK memakai ukuran 1 sdt = 5ml, dan 1 sdM = 15 ml, sedangkan Australia memakai 1 sdt = 5ml dan 1 sdM = 20ml.Berikut data ukuran dan konversi dari berbagai negara yang saya kompilasi dari berbagai referensi. Untuk lebih akuratnya, ukur saja measuring cup masing-masing dan cocokkan dengan data-data berikut. Jika tidak sama, dikonversikan atau diperkirakan memakai gram.Beberapa buku dari negara yang sama bahkan menggunakan ukuran metrik/imperial yang tidak sama. So, we have to be smart! Continue reading


Leave a comment

Rahasia Sehat, Bahagia, dan Panjang Umur dari Suku Hunza

Keterkaitan antara makanan dan usia panjang ini terlihat jelas dalam kehidupan Suku Hunza di Lembah Hunza, sebelah utara Pakistan. Masyarakat Hunza hidup hingga usia 120—140 tahun dengan tekanan darah normal, keadaan kolesterol baik, dan tetap melakukan aktivitas fisik. Selain menanam gandum, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, masyarakat Hunza juga menjadikan hasil panennya sebagai makanan pokok. Jika dibandingkan dengan Suku Eskimo di Kutub Utara yang 90% pemakan daging, banyak ditemukan yang menderia penyakit degeneratif akibat penurunan fungsi organ-organ tubuh. Kebanyakan orang Eskimo hidup sehat hanya sampai usia 25 tahun. Continue reading


2 Comments

Proses pengolahan tebu menjadi gula

Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu
Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun.

Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu, kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula. Continue reading


Leave a comment

Apakah gula pasir memakai arang tulang ?

 

Kita mungkin sering mengonsumsi berbagai makanan dan minuman yang mengandung gula pasir, baik untuk memasak, campuran minuman, kue, roti, dan lain-lain.  Tapi, sadarkah kita bahwa dalam proses produksi gula pasir atau gula tebu tersebut terdapat satu proses yang bertujuan untuk penyaringan supaya gula pasir itu terlihat putih. Gula tebu yang berwarna coklat juga tidak terlepas dari proses penyaringan demikian. Continue reading


Leave a comment

Health effects of vegan diets

Abstract

Recently, vegetarian diets have experienced an increase in popularity. A vegetarian diet is associated with many health benefits because of its higher content of fiber, folic acid, vitamins C and E, potassium, magnesium, and many phytochemicals and a fat content that is more unsaturated. Compared with other vegetarian diets, vegan diets tend to contain less saturated fat and cholesterol and more dietary fiber. Vegans tend to be thinner, have lower serum cholesterol, and lower blood pressure, reducing their risk of heart disease. However, eliminating all animal products from the diet increases the risk of certain nutritional deficiencies. Micronutrients of special concern for the vegan include vitamins B-12 and D, calcium, and long-chain n–3 (omega-3) fatty acids. Unless vegans regularly consume foods that are fortified with these nutrients, appropriate supplements should be consumed. In some cases, iron and zinc status of vegans may also be of concern because of the limited bioavailability of these minerals.

 

Referensi : http://www.ajcn.org/content/89/5/1627S.full.pdf+html


Leave a comment

Dietary fiber intake and risk factors for cardiovascular disease in French adults1,2,3

 

Abstract

Background: Increased consumption of dietary fiber is widely recommended to maintain or improve health, but knowledge of the relation between dietary fiber sources and cardiovascular disease risk factors is limited. Continue reading


Protected: Risk of overweight and obesity among semivegetarian, lactovegetarian, and vegan women1,2,3,4 (password kesehatan vegan)

This content is password protected. To view it please enter your password below:


Leave a comment

Long-chain n–3 polyunsaturated fatty acids in plasma in British meat-eating, vegetarian, and vegan men1,2,3

Abstract

Background: Plasma concentrations of long-chain n−3 polyunsaturated fatty acids are lower in vegetarians and in vegans than in omnivores. No data are available on whether these concentrations differ between long- and short-term vegetarians and vegans. Continue reading


Leave a comment

Siapa Yang Paling Bahagia ?

Ini tema konferensi para binatang….

 

Pada Hari I Konferensi :

Kambing berkata: Aku tidak bahagia, rumputku makin kering, dikota aku makan sampah !,

Sapi berkata : Aku tidak bahagia, daging dan susuku di ambil karena stress aku kena “sapi gila”,

Ayam berkata : daging dan telurku diambil, kandang sempit,akhirnya kena “flu burung”, Continue reading


1 Comment

Tips Memasak Sayuran Tetap Sehat

Memasak sayur perlu kiat khusus. Salah mengolah, kandungan gizi dan mineral bisa rusak atau menguap sia-sia. Cara sehat yang dianjurkan adalah mengonsumi sayuran segar tanpa dimasak. Hanya saja, kadang mencuci sayuran hingga bersih pun tak cukup membunuh bakteri dan kuman dalam sayuran.

Lagi pula tak semua orang cocok makan sayuran mentah. Respon kekebalan tubuh berbeda atau ibu hamil dengan tubuh yang lebih sensitif, bisa membuat sayuran mentah menjadi berbahaya saat dikonsumsi. Sehingga tak ada cara lain paling aman selain memasak. Berikut adalah kiat-kiat bagaimana memasak sayur agar kandungan nutrisinya tetap terjaga baik meskipun harus bersentuhan dengan suhu tinggi saat pengolahan.

Memangang. Kulit sayuran akan menjaga sebagian besar nilai gizi dalam sayur. Saat memanggang, sayuran harus disertai kandungan air tinggi agar tidak mengering. Sayuran dari akar-akaran adalah yang jenis terbaik untuk dipanggang, seperti kentang, bawang, atau tomat.

Mengukus. Mengolah sayuran dengan mengukus mungkin adalah cara terbaik untuk memasak seluruh tipe sayuran. Cara ini dapat mempertahankan gizi dan mematangkan sayur dalam waktu singkat.

Tekanan Tinggi/Presto. Memasak sayur dalam tekanan tinggi akan menyingkat waktu memasak sehingga dapat menyimpan nutrisi. Masalahnya, jika anda terlalu lama, biarpun dalam periode singkat, sayur akan berubah menjadi lembek. Apalagi semua sayur memiliki tekstur dan kepadatan berbeda, sehingga pastikan jenis sayur dan periode yang tepat jika panci tekanan tinggi menjadi pilihan anda. Selama bisa, hindari memasak sayuran dengan presto.

Menumis. Ini salah satu cara cepat memasak sayur di atas penggorengan pipih dengan sedikit minyak sayur. Di atas wajan melengkung pun sah. Tapi ingatlah, ketika memasak sayur dengan minyak, vitamin larut dalam lemak mungkin berakhir bersama minyak. Ada baiknya jangan anda buang minyak tersebut.

Memasak tanpa air. Metode ini baik untuk sayur-sayuran berdaun hijau dengan mengandalkan air yang menempel pada daun setelah sayuran dicuci. Cara ini biasanya membutuhkan tiga hingga lima menit.

Merebus. Merebus sayur adalah cara yang paling tidak dianjurkan karena resiko nutrisi hilang sangat besar. Jika anda harus menggunakan cara ini, tambahkan sayur hanya setelah air mulai mendidih dan masaklah sesingkat mungkin. Tips khusus untuk memasak dengan merebus

  1. Biarkan air mendidih selama kurang lebih dua menit hingga oksigen berkurang. Oksigen dalam airlah yang menyebabkan, vitamin C dalam sayur menguap.
  2. Jangan pernah merebus langsung sayur yang ditempatkan dalam air dingin. Itu hanya akan mengurangi kadar vitamin C, 10 hingga 12 kali lipat.

Sumber: rileks.com