Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center (Klinik Vegan)

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Cara mudah mengobati dan mencegah jerawat

Tinggalkan komentar


Acne vulgaris

Acne vulgaris (Photo credit: Adams999)

 

Apakah Jerawat itu?

Jerawat adalah penyakit kelenjar minyak kulit yang aktifitasnya berlebihan. Bila muara kelenjar minyak tersumbat akan terbentuk komedo yang dapat mengiritasi kulit. Akibatnya muncul jerawat yang merah dan terbentuk kantung berisi nanah. Jerawat seperti ini akan merusak jaringan kulit dan bila sembuh akan meninggalkan jaringan parut permanen ( sulit diobati ). Jerawat cenderung diderita oleh anggota keluarga yang salah satu atau kedua orang tuanya memiliki kulit berminyak. Jerawat diperburuk oleh makanan tertentu, perawatan kulit yang tidak betul, kurang tidur dan stress.

 

 

 

Pada wanita biasanya jerawat memburuk sebelum periode menstruasi, sedangkan pada pria mengikuti siklus tertentu. Untuk mencegah timbulnya jerawat, tidak cukup memperbaiki satu faktor saja melainkan harus sekaligus mengkoreksi semua faktor-faktor di atas.

Mengapa jerawat harus diobati?

 

 

 

  • Mencegah timbulnya jaringan parut.
    Sekali terbentuk maka jaringan parut tersebut akan menetap. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari cekungan kecil sekali ( sering dikelirukan sebagai pori-pori besar ) sampai cekungan yang lebar dan dalam.
  • Mencegah timbulnya gangguan psikologis.
    Karena timbul dalam “periode perkembangan jiwa yang membutuhkan banyak pergaulan” maka jerawat dapat menyebabkan gangguan kepribadian, disebut kepribadian acne ( jerawat ).

 

Apa yang harus anda lakukan ?

 

 

 

1.     Cuci muka 2 kali sehari dengan sabun muka dan air, lalu keringkan dengan lap pencuci muka yang lembut, jangan menggosok muka terlalu keras.

 

 

 

2.  Jangan memakai krim wajah yang tidak disarankan dokter, termasuk menghindari make up jenis ‘compact’ atau ‘two way cake’, yang mungkin mengandung minyak, lemak atau lilin. Mungkin anda berpikir kulit wajah anda kering karena ada sisik-sisik di wajah, namun sesungguhnya sisik-sisik tersebut adalah minyak yang mengering. Bila pengobatan yang anda lakukan memperlihatkan kerjanya, maka kulit anda menjadi kering, bahkan dapat merekah atau ‘kemeng’ terutama di sekeliling mulut atau di tepi dagu. Untuk mengatasinya gunakan krim pelembab atau krim anti iritasi. Jika kulit anda menjadi merah dan terasa tidak enak, pengolesan obat dihentikan dulu satu atau dua malam, sampai kemerahan dan perasaan tidak enak itu hilang. Setelah itu pengobatan dilanjutkan seperti biasa.

 

 

 

3.     Anda boleh memakai bedak dan pemerah pipi yang berbentuk tabur ( jangan berbentuk padat / compact ). Untuk laki-laki harus mencukur kumis atau cambang secara teratur dan tidak boleh memakai minyak rambut, pomade atau hair tonic yang banyak mengandung minyak kecuali disarankan oleh dokter .

 

 

 

4.     Banyak penderita jerawat berkaitan dengan rambut yang berminyak dan berketombe. Untuk mengatasi hal tersebut dokter akan meresepkan obat oles lokal dan shampoo khusus.

 

 

 

5.     Perbanyak istirahat, sekurang-kurangnya 8 jam sehari. Hindari olah raga berlebihan, karena akan meningkatkan pengeluaran keringat, yang biasanya diikuti peningkatan aktivitas kelenjar minyak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6.     Faktor makanan / diet. Umumnya jerawat tidak dipengaruhi oleh diet ( makanan ), tetapi ada makanan tertentu yang dapat memperburuk jerawat pada orang-orang tertentu. Pada orang-orang seperti itu ada baiknya menghindari atau membatasi makanan berikut :

 

 

 

1.     Coklat
Meliputi permen coklat, es krim coklat, kacang terbungkus coklat, soda coklat, minuman cola.

 

 

 

2.     Produk dari susu :
Hindari susu murni ( homogenized ), yoghurt, krim susu kental, mentega, dan es krim. lebih sehat susu kedelai 1 gelas sehari.

 

 

 

3.     Kacang-kacangan :
Terutama kacang tanah ( termasuk makanan berbumbu kacang tanah, misalnya : pecel, gado-gado, sate ayam, dsb ). Untuk kemiri dan kacang mete dapat anda makan asal tidak berlebihan.

 

 

 

4.     Daging berlemak :
Hindari protein hewani : daging anak domba, daging babi, hamburger, dan daging sapi berlemak, Ikan laut, ayam dan kalkun . Kentang goreng ( french fries ) juga harus anda hindari. makanlah protein nabati : produk soya, tempe, tahu, kacang-kacangan dll

 

 

 

5.     Makanan dengan bumbu rempah-rempah :
Misalnya saus remah-rempah, sambal, saus tomat, daging asap yang berbumbu rempah-rempah juga pizza.  Dengan mengikuti diet diatas bukan berarti anda harus melaparkan diri sendiri. Makanlah, sayur-sayuran segar yang telah dimasak, buah-buahan ( juice ) dan minum air putih ( 4 – 6 gelas sehari ) terutama setiap bangun pagi.

 

 

 

 

 

 

Pengobatan Medis Jerawat?

Disamping menggunakan obat yang telah diberikan oleh dokter ( dapat anda kerjakan sendiri ), ada pengobatan yang harus dilakukan oleh dokter dan juru rawat yang dididik secara khusus. Salah satu metode pengobatan yang penting adalah pengeluaran isi jerawat dengan benar. Hal ini tidak boleh dikerjakan oleh pasien sendiri. Jerawat yang berisi nanah harus dihilangkan dengan alat-alat yang khusus dirancang untuk tujuan ini. Tujuannya agar tidak meninggalkan jaringan parut atau merusak jaringan kulit normal.
Selama minum obat jerawat, jangan sembarangan minum obat lainnya tanpa sepengetahuan dokter anda.

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimanakah perawatan lanjut pasca pengobatan jerawat ?

Bila pengobatan jerawat secara aktif sudah dihentikan oleh dokter, bukan berarti anda juga menghentikan perawatan di rumah. Hal-hal yang perlu anda lakukan :
Teruskan pemakaian sabun yang telah ditentukan oleh dokter. Lanjutkan diet, tetapi setelah beberapa bulan kulit anda akan menjadi matang, sehingga diet boleh diperlonggar seperlunya.
Obat yang dioleskan harus tetap diteruskan selama beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Bila jerawat anda masih berlanjut, dosis obat yang akan diberikan kepada anda umumnya lebih kuat jika dibandingkan dengan obat jerawat di pasaran bebaS
Ada waktu-waktu tertentu dimana jerawat akan kambuh. Jika hal ini terjadi, anda harus ke dokter secepat mungkin untuk mencegah terbentuknya jaringan parut.

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan :

Anda harus optimis dalam pengobatan jerawat, karena telah ada pengobatan yang efektif. Agar perbaikan terlihat nyata, rata-rata memerlukan waktu 4 – 6 minggu. Kadang ada kekambuhan ringan, tetapi pada akhirnya akan membaik.
Penting diketahui bahwa dokter tidak dapat memperpendek waktu yang diperlukan untuk menormalkan kembali kerja kalender minyak anda. Hal ini merupakan proses pendewasaan kulit ( pada sebagian orang dapat memakan waktu selama beberapa tahun ).

 

 

 

____________________________________________________________

 

 

 

Acne Vulgaris: Overview and Risk Factors

 

 

 

BY: PHYSICIANS COMMITTEE FOR RESPONSIBLE MEDICINE

 

 

 

 Acne is the most common skin disorder in the United States, affecting more than 17 million Americans. Most adolescents in Western countries experience some degree of acne, which generally resolves as sex hormone concentrations decline with time. Some cases, however, persist into adulthood or begin in adulthood.

 

 

 

Common acne, as it appears in adolescents, is associated with many factors, including genetics, hormonal abnormalities, and clogged skin follicles. Increased production of sex hormones during puberty leads to growth of the skin glands and increased lubrication of the skin, which is optimal for bacterial growth. Under these conditions, the Propionibacterium acnes bacteria grows and causes inflammation that results in the characteristic acne appearance.

 

 

 

Acne most commonly affects areas of the body with the greatest number of skin glands. These include the face, upper back, neck, chest, and upper arms. Scarring can also occur, particularly in individuals with darker complexions.

 

 

 

Risk Factors

 

 

 

  • Cosmetics: Skin and hair products that contain oils or dyes can exacerbate acne lesions. Water-based cosmetics are less likely to cause acne.
  • Repetitive skin trauma: Rubbing (even with cleansing agents), scrubbing, or restrictive clothing (e.g., bra straps, helmets, turtlenecks) can worsen acne.
  • Environmental exposures: Humidity and sweating can worsen acne. Exposure to certain chemicals (e.g., dioxin and other halogenated hydrocarbons) that are found in herbicides and other industrial products can cause severe acne and scarring.
  • Drugs: Certain drugs are likely to cause acne, including steroids, phenytoin, isoniazid, disulfiram, lithium, and B vitamins.
  • Diet: Western diets, and milk in particular, have been linked to acne (see Nutritional Considerations).
  • Climate: Humidity and heavy sweating may lead to acne.
  • Genetics: Genetics likely play a role in the manifestation of acne, especially in persistent and late-onset cases.
  • Stress: Stress is believed to be associated with acne exacerbations, but further study is required to establish this connection.

 

Acne Vulgaris: Diagnosis and Treatment

 

 

 

Diagnosis

 

 

 

  • A medical history and dermatologic examination are necessary to characterize the types of acne and to evaluate underlying medical disorders.

 

Treatment

 

 

 

Treatment should address both the physical and psychological effects of acne. Light and laser therapies may be used to treat acne in the future.

 

 

 

  • A number of topical therapies are used to treat acne, including retinoids (e.g., tretinoin, adapalene and tazarotene), acid preparations (e.g., salicylic acid, azelaic acid and glycolic acid), and benzoyl peroxide.
  • Severe acne can be treated with intensive topical treatment, but may require oral medications.

    Oral antibiotics can be used to attack the bacteria that cause acne. They are usually prescribed for six months.

    Isotretinoin (Accutane) is usually reserved for the most severe cases of acne that do not improve with other treatments. It is effective, but it is also expensive and has many potential adverse effects, including birth defects if pregnancy occurs. Close follow-up is necessary for laboratory work, including pregnancy tests, liver function tests, cholesterol levels, and blood counts. Treatment usually lasts six months.

 

Acne Vulgaris: Nutritional Considerations

 

 

 

Some studies suggest that acne occurs more commonly in countries following Westernized diets. However, the role of nutritional factors remains unclear. For years, dermatologists advised people to avoid chocolate, fried foods, and fatty foods, although proof of their role was lacking. Acne may not be worse in individuals with a higher intake of table sugar or chocolate.

 

 

 

Recent evidence suggests that diet may indeed contribute to hormone-related acne. In population studies, the following factors are associated with acne:

 

 

 

Western diets and acne: Indigenous populations that eat plant-based diets composed mainly (roughly 70 percent) of unprocessed or minimally processed foods high in carbohydrate and fiber, and emphasizing unsaturated, rather than saturated, fats (tubers, fruit, vegetables, peanuts, corn, and rice), are largely free of acne. In contrast, the vast majority of teenagers and 40 to 54 percent of the adult population in Western societies have some degree of facial acne.

 

 

 

Evidence also suggests that, as immigrants begin a typical Western diet, their previously low incidence of acne rises to the levels found in Western societies. Aspects of diet under particular scrutiny are as follows:

 

 

 

  • Dietary fat contributes to acne production, and excesses of both fat and carbohydrate contribute to increased fat secretion in human skin. In contrast, restricting calories can reduce acne production by as much as 40 percent.

    Diets high in saturated fat, meat, and milk increase blood concentrations of insulin-like growth factor (IGF-I), which, in turn, stimulates the production of sex hormones that increase acne production. Plant-based diets, low-fat diets, high-fiber diets, and vegetarian diets reduce levels of IGF-I.

  • Dairy products may play a role in acne. In the Nurses Health Study II, more than 47,000 women completed questionnaires based on recalling their diet during high school, and associations were estimated between various food groups and diagnosis of teenage acne. Women who reported having consumed more than two glasses of skim milk per day during their teen years (ages 13 to 18) had a 40 percent greater prevalence of teenage acne, compared with those drinking less than one glass per week.

 

While mechanisms that might explain the association have not been established, several possibilities have been suggested. Milk contains both hormones and hormone-like chemicals (e.g., IGF-I) that may survive processing and affect the skin glands. Apart from the hormones found in milk, hormones or growth factors may be produced in the human body in response to milk ingestion. For instance, regular milk ingestion by adults is associated with an elevation of blood IGF-I concentrations.

 

 

 

Referensi : http://www.tcolincampbell.org/courses-resources/article/acne-vulgaris-overview-and-risk-factors/?tx_ttnews%5BbackPid%5D=76&cHash=2043bc309f220489a6e931aed38607a1

 

 

 

Iklan

Penulis: apotekmiami-drsatyadeng

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s