Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center (Klinik Vegan)

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Kolesterol didapat dari mana?

Tinggalkan komentar


 

 

life begins at forty termasuk  penyakitnya juga”

 

Apa yang terjadi bila beberapa orang yang sudah mulai tua bertemu? Apa yang akan mereka bicarakan? Saya dapat pastikan mereka akan memperbicangkan keluarga, pekerjaan, dan terutama kondisi fisik yang mulai terserang penyakit. Seseorang akan mengeluhkan asam uratnya yang kambuh saat makan kacang atau udang. Seseorang lagi akan bercerita badannya yang sering kaku dan kram karena kolesterolnya di atas 200. Sedangkan yang lainnya lagi akan memperbincangkan giginya yang mulai berkurang dan sudah mulai sulit mengunyah daging atau makan kacang-kacangan. Itulah realita yang akan Anda hadapi saat usia Anda mulai beranjak mendekati bahkan melampaui 40.

 

 

Seorang teman sempat penasaran dengan kondisi teman-teman kantor yang mulai banyak mengalami hal yang sama, yaitu tingginya kolesterol – penyakit yang diakibatkan oleh kandungan lemak dalam darah. Bila hasil test laboratorium menunjukkan angka lebih dari 200, maka itu berarti kolesterol Anda melebihi ambang batas normal. Akibatnya yang ditimbulkan oleh kadar kolesterol yang tinggi ini juga bisa bermacam-macam. Mulai dari kaki atau tangan yang kaku. Beberapa orang mengalami pundak dan leher yang terasa berat dan tidak nyaman. Namun setiap orang memiliki kemampuan resistensi yang berbeda pada kadar kolesterolnya. Beberapa orang bisa saja mengalami stroke ringan pada kadar kolesterol 225. Beberapa yang lainnya justru tidak merasakan apa-apa.

 

 

Seorang teman bertanya mengapa saat ini banyak sekali orang mengalami penyakit asam urat dan kolesterol. Saya pikir kedua penyakit ini bukanlah diakibatkan oleh adanya serangan musuh tubuh seperti virus dan bakteri berbahaya. Kedua penyakit tersebut terjadi karena adanya ketidakmampuan tubuh mengolah berbagai kandungan zat dalam tubuh dan mengatur pelepasannya melalui urin atau veses.

 

 

Sebab utama semakin meningkatnya keluhan asam urat dan kolesterol di masyarakat adalah akibat terjadinya perubahan pola makan kita. Saat ini hampir semua makanan diolah atau disajikan dengan digoreng. Bahkan camilan yang paling banyak dijual saat ini ada yang disebut “gorengan”. Kelompok gorengan yang biasa dijual dipinggir jalan biasanya pisang goreng, ketela goreng, sukun goreng, ayam goreng, cucur, onde-onde, dan seterusnya. Rasanya aka panjang sekali untuk menyebutkan makanan yang diolah dengan cara digoreng.

 

 

Hal ini berarti terjadi kebiasaan masyarakat dalam mengolah makanan yang sehat dan bergizi. Penyebabnya bisa karena terjangkaunya harga minyak goreng akibat produksi besar-besaran minyak kelapa sawit di berbagai perkebunan di Indonesia. Padahal minyak kelapa sawit yang disebut sebagai CPO (Crude Palm Oil) diolah dari sabut biji kelapa sawit. Sedangkan hasil olahan kelapa sawit lainnya yang mutunya lebih bagus karena diolah dari inti kelapa sawit yaitu PKO (Palm Kernel Oil) yang biasanya digunakan sebagai bahan pengolahan makanan.

 

 

Namun sebenarnya minyak goreng dari bahan nabati tidak mengandung kolesterol. Beberapa iklan minyak goreng mengklaim bebas kolesterol karena memang demikian adanya. Namun minyak goreng nabati dibagi menjadi 2 jenis, yaitu yang mengandung asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Minyak goreng yang mengandung asam lemak  jenuh inilah yang memicu produksi sintesis kolesterol dalam tubuh, sehingga akan menigngkatkan kadar kolesterol dalam darah. Justru minyak kelapa dan minyak jagung termasuk sehat karena mengandung asa lemak tak jenuh dan bermanfaat untuk menurunkan kolesterol.

 

 

Loh kalau bukan dari minyak goreng, kolesterol didapat dari mana? Minyak yang berasal dari hewan seperti lemak daging hewan, ikan, dan kolesterol merupakan sumber kolesterol. Ambang batas konsumsi kolesterol manusia normal sekitar sekitar 300 mg / hari. Sedangkan telor mengandung 212 mg / butir. Sarapan pagi dengan 2 butir telor per hari sudah lebih dari cukup untuk konsumsi makanan yang mengandung kolesterol. Perlu dipahami bahwa banyak sekali jenis makanan olahan seperti cake atau kue lainnya yang bahan dasarnya tepung, gula, dan telor.

 

 

Lalu mengapa orang jaman dahulu jarang terkena kolesterol dan asam urat? Saya pikir karena orang-orang saat ini tidak bergerak seaktif orang jaman dahulu. Orang jaman dahulu seringkali jalan kaki kemana saja. Sedangkan jaman sekarang lebih malas jalan kaki. Bahkan pergi ke warung yang berjarak 50 meter saja sudah naik sepeda motor.

 

 

Orang jaman dahulu juga biasa  makan makanan yang direbus. Orang jaman dahulu sudah cukup mewah untuk makan dengan 1 telur utuh. Namun saat ini kita sudah terbiasa makan 2 telor dalam sekali makan. Orang jaman sekarang biasa makan daging seperti steak, sosis, dan ayam goreng tanpa harus makan pakai nasi dengan potongan besar.

 

 

Namun bila Anda merasa sehat dan baik-baik saja, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri setahun sekali berupa test darah untuk mengukur kolesterol dan asam urat. Hal ini perlu dilakukan bagi mereka yang berusia menjelang 40. Memang benar, life begins at forty termasuk  penyakitnya juga.
Iklan

Penulis: apotekmiami-drsatyadeng

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s