Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center (Klinik Vegan)

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Selamat hari Bumi : Vegan adalah praktek nyata mencintai Bumi

Tinggalkan komentar


Data penelitian tentang perbandingan manfaat pola makan nabati (vegetarian) terhadap kelestarian lingkungan hidup (sustainable environment) dan ketahanan pangan (food security) dibanding pola makan daging telah banyak dilakukan dan berikut ini adalah ringkasannya :

·         Satu hektar lahan tanah bisa menghasilkan 20.000 kg kentang, tetapi hanya mampu menghasilkan 165 kg daging sapi.

·         Dibutuhkan 16 kg padi-padian untuk memproduksi 1 kg daging sapi. Ketika Anda memakan 1 porsi daging sapi, berarti Anda menghabiskan makanan  16 orang.

·         Di satu pihak, orang-orang di negara maju memakan daging dan menderita obesitas, kolesterol tinggi dan gangguan penyakit yang berkaitan, sementara di pihak lain orang-orang di negara dunia ketiga, negara miskin tidak mempunyai cukup makanan untuk dikonsumsi.

·         40.000 orang mati kelaparan setiap hari.

·         Di Amerika Serikat, terdapat lebih dari 80% jagung dan 95% gandung dijadikan pakan ternak, bukan diberi makan kepada orang yang kelaparan.

·         75% dari total impor jagung, barley dan sorghum oleh negara dunia ketiga dijadikan sebagai pakan ternak untuk membuat hamburger yang murah, bukan diberi makan kepada orang yang kelaparan.

·         Jumlah padi-padian dan kacang kedelai yang dijadikan pakan ternak di Amerika Serikat dapat memberi makan 1,3 Miliar manusia.

·         Hanya satu jenis hewan ternak sapi saja di dunia telah menghabiskan makanan yang  jumlahnya dapat memberi makan kepada lebih dari seluruh penduduk dunia.

·         Sepanjang sejarah manusia, belum pernah terjadi kasus manusia kekurangan gizi (malnutrisi) dan kelebihan berat badan (obesitas) dalam jumlah yang sangat besar seperti sekarang ini.

·         Dibutuhkan 16 kg padi-padian untuk memproduksi 1 kg daging sapi. Coba bayangkan, apa yang terjadi terhadap yang 15 kg lainnya.

·         Hewan ternak membuang kotoran yang banyaknya lebih dari 130 kali kotoran manusia.

·         Industri daging adalah penyebab utama (terbesar) polusi pada air yang sangat kita butuhkan.

·         Kontaminasi air, penyakit dan kematian telah dan sedang terjadi di tempat-tempat dimana peternakan beroperasi dan terkonsentrasi.

·         Emisi gas metana (CH4)dan dinitrogen oksida (N2O) dari kotoran hewan ternak memberikan kontribusi secara besar-besaran terhadap efek rumah kaca dan pemanasan global dengan efek masing-masing 25-30 kali dan 298-300 lebih kuat daripada gas karbondioksida (CO2)

·         Amonia dari limbah hewan dan pupuk ikut menjadi penyebab terjadinya hujan asam yang membunuh tanaman dan kehidupan di laut.

·         Dibutuhkan lebih dari 25.000 liter air untuk memproduksi 1 kg daging sapi.

·         Dibutuhkan air 200 kali lebih banyak untuk memproduksi 1 kg daging sapi daripada 1 kg kentang.

·         Dibutuhkan 16 kg padi-padian untuk memproduksi 1 kg daging sapi. Begitu banyak lahan tanah yang dibutuhkan bagi hasil panen untuk dijadikan pakan ternak, bukan untuk makanan manusia.

·         30 % lahan tanah di Amerika Serikat digunakan sebagai lahan merumput bagi hewan ternak sapi untuk kemudian dibunuh.

·         260 juta acres (1 acre = 0,4646 hektar) lahan tanah di Amerika Serikat telah dibuka untuk menanam tumbuhan yang akhirnya dijadikan sebagai pakan ternak.

·         75% lapisan atas tanah di Amerika Serikat telah hilang/rusak dikarenakan erosi, dan industri daging bertanggung jawab secara langsung sebanyak 85% terhadap kehilangan/kerusakan ini.

·         Pada 1999, the Union of Concerned Scientists mengumumkan bahwa pola makan daging merupakan salah satu kegiatan yang termasuk paling merusak lingkungan seperti halnya mobil dan truk.

Dr. Rajendra Pachauri, ketua IPCC-PBB (Intergovernmental Panel on Climate Change Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan pemenang hadiah Nobel Perdamaian 2007, menghimbau masyarakat dunia melakukan 3 hal penting untuk mengurangi global warming (pemanasan global), yaitu:

1.      Jangan makan daging

2.      Kendarai sepeda

3.      Jadilah konsumen yang hemat.

Badan Pangan Dunia/FAO-PBB (Food and Agriculture Organization, 2006) melaporkan dalam Livestock’s Long ShadowEnvironmental Issues and Options bahwa daging merupakan komoditas hasil peternakan yang menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2) yang paling intensif (18%), bahkan melebihi kontribusi emisi karbon dioksida hasil gabungan dari seluruh kendaraan bermotor (sepeda motor, mobil, truk, helikopter, pesawat terbang) di dunia (13,5%). Jika seseorang mengubah pola diet hewani menjadi diet vegan (vegetarian murni), maka dalam setahun dia akan mengurangi emisi CO2 sebanyak 1,5 ton.

referensi : buku The Miracle of Vegan

Iklan

Penulis: apotekmiami-drsatyadeng

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s