Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Tempe II (Membuat Tempe Bukan di Daerah Tropis)

Tinggalkan komentar


Bahan:

Kedelai kering, Ragi Tempe, Cuka (optional)

 

Cara Membuat:

  1. Rendam kedelai selama 24 jam. Ada sedikit busa saat merendam.
  2. Kupas kulitnya dengan cara diremas-remas. Kulit akan mengambang dengan sedirinya. Tambahkan air hingga kulitnya mengambang dan mengalir keluar. Paling enak membersihkan kulit kedelai di sink yang ada food waste disposer-nya. Jadi taruh pancinya di sink dan sesekali disiram air dari kran.
  3. Setelah kulitnya terkelupas semuanya, beri air secukupnya kemudian rebus sampai kedelai matang dan empuk (cek dengan mengambil satu kedelai dan rasakan). Setelah matang, angkat, tiriskan dan tunggu agak dingin.
  4. Dalam keadaan masih hangat taburi dengan ragi tempe secara merata. Aduk-aduk hingga merata sekali.
  5. Masukkan ke dalam plastik Ziploc yang telah dilobangi di beberapa tempat dengan tusukan sate, tutup rapat.
  6. Simpan di tempat hangat. Perhatikan bahwa tempe perlu aliran udara dibagian bawah dan atas plastik. Pada musim dingin, taruh tempe di dalam kardus yang dilapisi paper towel yang tebal atau kain. Selipkankertas/paper towel diantara tumpukan tempe.
  7. Simpan selama lebih kurang 1-2 hari. Setelah tempe jadi, segera masukkan ke dalam lemari es, atau simpan di freezer akan tahan lebih lama. Untuk defrost, cukup diangin-anginkan dalam suhu ruang selama beberapa saat.

 

Catatan:

Pada kemasan ragi tempe yang saya miliki ada tulisan: 2 gr ragi untuk 1 kg kedelai. Setelah saya coba ternyata serabutnya tidak mau tumbuh. Mungkin ukuran itu untuk daerah tropis yang panas dan lembab seperti di Indonesia, dan kebetulan saya bikinnya di musim dingin. Setelah jumlah raginya ditambah sedikit, barulah sukses. Ukuran pastinya belum pernah menghitung, pokoknya merata saja.Oh ya, tambahan lagi, para pembuat tempe percaya bahwa mulai langkah no. 3 dst di atas, kedelai tidak boleh tersentuh tangan, pakai utensil instead. Jadi biarpun terkesan klenik (ada benarnya juga sih, takut tangannya habis pegang apa-apa gitu, jadi kotor), lebih baik percaya saja, nothing to lose hehehe…Terus, usahakan saat mengupas kulitnya, semua kulit benar-benar terlepas dan kedelainya terbelah (split). Tidak masalah masih ada kulit yang melayang-layang di dalam airnya asalkan telah terkelupas dari kedelainya. Kedelai yang masih terbungkus oleh kulit tidak akan terproses oleh ragi tempe, akibatnya akan busuk.Kedelai yang split akan menghasilkan tempe yang lebih padat.

Iklan

Penulis: apotekmiami-drsatyadeng

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s