Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Keajaiban Wijen

Tinggalkan komentar


Isi Kandungan Gizi Wijen – Komposisi Nutrisi Bahan Makanan

 

Wijen adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  Wijen mengandung energi sebesar 568 kilokalori, protein 19,3 gram, karbohidrat 18,1 gram, lemak 51,1 gram, kalsium 1125 miligram, fosfor 614 miligram, dan zat besi 10 miligram.  Selain itu di dalam Wijen juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,93 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Wijen, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.

Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Wijen :

Nama Bahan Makanan : Wijen
Nama Lain / Alternatif : Biji Wijen
Banyaknya Wijen yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Wijen yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Wijen = 568 kkal
Jumlah Kandungan Protein Wijen = 19,3 gr
Jumlah Kandungan Lemak Wijen = 51,1 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Wijen = 18,1 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Wijen = 1125 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Wijen = 614 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Wijen = 10 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Wijen = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Wijen = 0,93 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Wijen = 0 mg
Khasiat / Manfaat Wijen : – (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : W
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.

Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Wijen Versi DKBM P3G ’90 :

Banyaknya Wijen yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Wijen yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Wijen = 555 kkal
Jumlah Kandungan Protein Wijen = 11,5 gr
Jumlah Kandungan Lemak Wijen = 51,5 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Wijen = 21,6 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Wijen = 1408 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Wijen = 556 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Wijen = 6,5 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Wijen = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Wijen = 0,95 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Wijen = 0 mg

Keterangan :
Riset/penelitian pada Wijen yang berbeda bisa menghasilkan perbedaan hasil yang didapat karena berbagai faktor yang mempengaruhi.  Mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan pada informasi daftar komposisi bahan makanan Wijen ini.  Semoga informasi kandungan gizi/nutrisi Wijen ini bisa bermanfaat untuk kita semua.  Terima Kasih.

Referensi : http://keju.blogspot.com/1970/01/isi-kandungan-gizi-wijen-komposisi-nutrisi-bahan-makanan.html

Wijen (Sesamum indicum L. syn. Sesamum orientalis L.) adalah semak semusim yang termasuk dalam famili Pedaliaceae. Tanaman ini dibudidayakan sebagai sumber minyak nabati, yang dikenal sebagai minyak wijen, yang diperoleh dari ekstraksi bijinya. Afrika tropik diduga merupakan daerah asalnya, yang lalu tersebar ke timur hingga ke India dan Tiongkok. Di Afrika Barat ditemukan pula kerabatnya, S. ratiatum Schumach. dan S. alabum Thom., yang di sana dimanfaatkan daunnya sebagai lalap. S. ratiatum juga mengandung minyak, tetapi mengandung rasa pahit karena tercampur dengan saponin yang juga beracun.

Saat ini, wijen ditanam terutama di India, Tiongkok, Mesir, Turki, Sudan, serta Meksiko dan Venezuela.

Daftar isi

Biologi dan Agronomi

Akar tanaman ini bertipe akar tunggang dengan banyak akar cabang yang sering bersimbiosis dengan mikoriza VA (vesikular-arbuskular). Tanaman mendapat keuntungan dari simbiosis ini dalam memperoleh air dan hara dari tanah.

Penampilan morfologinya mudah dipengaruhi lingkungan. Tinggi bervariasi dari 60 hingga 120cm, bahkan dapat mencapai 2-3m. Batangnya berkayu pada tanaman yang telah dewasa. Daun tunggal, berbentuk lidah memanjang. Bunga tumbuh dari ketiak daun, biasanya tiga namun hanya satu yang biasanya berkembang baik. Bunga sempurna, kelopak bunga berwarna putih, kuning, merah muda, atau biru violet, tergantung varietas. Dari bunga tumbuh 4-5 kepala sari. Bakal buah terbagi dua ruang, yang lalu terbagi lagi menjadi dua, membentuk polong. Biji terbentuk di dalam ruang-ruang tersebut. Apabila buah masak dan mengering, biji mudah terlepas ke luar, yang menyebabkan penurunan hasil. Melalui pemuliaan, sifat ini telah diperbaiki, sehingga buah tidak mudah pecah ketika mengering. Banyaknya polong per tanaman, sebagai faktor penentu hasil yang penting, berkisar dari 40 hingga 400 per tanaman. Bijinya berbentuk seperti buah apokat, kecil, berwarna putih, kuning, coklat, merah muda, atau hitam. Bobot 1000 biji 2-6g.

Tanaman wijen memerlukan suhu yang cukup tinggi untuk tumbuh (asalnya dari daerah tropik). Tanaman ini cukup tahan terhadap kondisi kering, meskipun hasilnya akan turun jika kurang mendapat pengairan.

Di Indonesia, tanaman wijen tidak terlalu luas ditanam. Di daerah Gunungkidul, Yogyakarta, terdapat area penanaman wijen yang tidak terlalu luas.

Kandungan gizi biji

Biji wijen mengandung 50-53% minyak nabati, 20% protein, 7-8% serat kasar, 15% residu bebas nitrogen, dan 4,5-6,5% abu. Minyak biji wijen kaya akan asam lemak tak jenuh, khususnya asam oleat (C18:1) dan asam linoleat (C18:2, Omega-6), 8-10% asam lemak jenuh, dan sama sekali tidak mengandung asam linolenat. Minyak biji wijen juga kaya akan Vitamin E. Ampas biji wijen (setelah diekstrak minyaknya) menjadi sumber protein dalam pakan ternak.

Kegunaan

Wijen sudah sejak lama ditanam manusia untuk dimanfaatkan bijinya, bahkan termasuk tanaman minyak yang paling tua dikenal peradaban. Kegunaan utama adalah sebagai sumber minyak wijen. Bijinya yang berwarna putih digunakan sebagai penghias pada penganan, misalnya onde-onde, dengan menaburkannya di permukaan penganan tersebut. Biji wijen dapat dibuat pasta. Berbagai tradisi memasak yang memanfaatkan kedelai tersebar mulai dari kawasan Laut Tengah, seperti Yunani dan Turki, hingga Jepang dan semenanjung Korea.

Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Wijen

 

Biji Wijen Cegah Osteoporosis

 

Sumber : http://www.kiatsehat.com

Saat ini Osteoporosis tak hanya menyerang saat usia tua, berdasarkan penelitian, wanita usia muda yaitu 25 tahun kini mengalami peningkatan risiko terkena Osteoporosis. Penyakit berkurangnya massa tulang secara progresif ini akan membuat tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Padahal, tulang merupakan organ tubuh yang berperan penting bagi operasional organ-organ tubuh lainnya. Selain sebagai penyokong dan tempat melekatnya jaringan tubuh, tulang sekaligus berfungsi melindungi berbagai alat vital dalam tubuh, serta sebagai tempat pembentukan sel-sel darah.

Osteoporosis adalah keadaan dimana tulang menjadi keropos, rapuh dan mudah patah. Menurut Setyo dari Rumah Gizi Natural Green dalam talkshownya di Radio Antariksa beberapa waktu lalu mengatakan bahwa penderita osteoporosis biasanya akan mengalami beberapa gejala atau keluhan seperti rasa lemah, kram pada otot, nyeri di bagian perut, dan gangguan tidur. Bila seseorang telah positif terkena osteoporosis maka disarankan untuk memperbanyak makanan yang mangandung kalsium. Bahan makanan tersebut seperti : biji wijen, teri basah, daun mangkokan, kacang almond, kacang kedelai, susu kambing, susu segar, bayam, tempe, tahu, jeruk, dll. Biji wijen diketahui dapat mendinginkan tubuh yang panas, menambah stamina, memperkuat otot dan tulang, serta menambah berat badan orang. Biji wijen mengandung 50-53% minyak nabati, 20% protein, 7-8% serat kasar, 15% residu bebas nitrogen, dan 4,5-6,5% abu. Minyak biji wijen kaya akan asam lemak tak jenuh, khususnya asam oleat (C18:1) dan asam linoleat (C18:2, Omega-6), 8-10% asam lemak jenuh, dan sama sekali tidak mengandung asam linolenat. Minyak biji wijen juga kaya akan Vitamin E. Ampas biji wijen (setelah diekstrak minyaknya) menjadi sumber protein dalam pakan ternak. 

Sedangkan susu sendiri memang membantu memperkuat tulang, namun sebagian orang ada yang tidak bisa mengkonsumsi susu dengan berbagai alasan seperti mengalami alergi, gangguan pencernaan, dll. solusinya anda bisa mengganti dengan pilihan makanan berkalsium lainnya seperti yang tersebut sebelumnya. Orang Amerika dan Eropa Utara mengonsumsi 800 mg – 1200 mg kalsium sehari, tapi tetap saja mereka lebih menderita osteoporosis daripada orang Asia dan Afrika yang mengonsumsi 300 mg – 500 mg kalsium per hari. “Dari data itu kita bisa lihat bahwa di Amerika banyak yang konsumsi susu, tapi tidak menghindarkan dari Osteoporosis” ujar Yanni dari Rumah Gizi Natural Green.(Indri/Tika)

 Referensi : http://www.klikdokter.com/healthnewstopics/read/2008/12/13/417/biji-wijen-cegah-osteoporosis

Iklan

Penulis: apotekmiami-drsatyadeng

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s