Kesehatan Vegan – Minimarket Vegan – dr. Satyawira Aryawan Deng

Pusat Makanan Sehat Organik, Natural, MPASI, Grosir & Eceran : https://www.tokopedia.com/kesehatanvegan & https://shopee.co.id/minimarketvegan


Leave a comment

Simple Vegan Raddish Cake

image

Bahan :

500 grm lobak
2 buah jamur hioko
2 sdm kubis goreng
2 sdm tepung sagu
130 grm tepung beras
1 sdm minyak sayur
1 ½ sdm gula pasir
1 sdm margarin
1 sdt kecap asin
1 sdt garam
220 ml air

Cara membuat :

• Lobak dikupas dan diparut dengan parutan halus. Peras dengan tangan dan buang airnya. Sisihkan.
• Jamur hioko direndam dengan air panas hingga mekar. Dicuci bersih, peras kering, cincang halus dan tambahkan 1 sdm gula pasir, aduk rata. Sisihkan.
• Margarin di lelehkan, sisihkan.
• Campur tepung beras, tepung sagu, margarin dan air, aduk rata hingga tidak menggumpal. Sisihkan.
• Panaskan minyak sayur, tumis jamur hioko hingga harum. Masukkan juga parutan lobak, tumis sebentar.
• Kecilkan api masukkan larutan adonan tepung, terus diaduk hingga tercampur.
• Setelah adonan mulai mengental tambahkan ½ sdm gula, kecap asin, garam dan kubis goreng dan diaduk lagi. Setelah tercampur rata matikan apinya.
• Tuang adonan ke loyang yang sudah di olesi minyak, kukus selama 45 menit.
• Setelah dingin kaluarkan dari loyang, potong sesuai selera.
• Panaskan wajan anti lengket, di pan dengan sedikit minyak hingga kedua sisi berwarna kecoklatan.
• Sajikan dengan sambal vegan.

Nчoм ηчoм ηчoм lεzååååtnyooo…ˆڡˆ      
(˚—-̩̩˚) ngileerrrrrrr…

* Jika kubis goreng yang ada sudah asin rasanya, bahan garam dapat di kurangi atau sesuai selera…
* Bentuk loyang dapat sesuai selera, bagitu juga dengan ukuran, tebal dan tipisnya potongan kuenya…
* Jika suka kuenya berwarna sedikit lebih gelap, dapat tambahkan kecap manis atau gula aren dan jangan lupa kurangi takaran bahan gula pasir…

Selamat mencoba resep kue lobak yang simple ini…

Salam Vegan
Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡ Huang Yu Ling


Leave a comment

Penderitaan sebutir telur

akhir zaman

Sebagai seorang vegan, Anda mungkin bertanya-tanya mengapa kaum vegan membuat pilihan makanan yang sudah mereka lakoni selama ini. Dan Anda juga mungkin saja ragu untuk mengadopsi pilihan ini sampai Anda sendiri mengerti dan menerimanya. Dalam artikel ini, kita akan menerangkan dua pendapat utama kaum vegetarian tentang makan telur untuk membantu Anda mengambil keputusan. Sub-kategori dari vegetarianisme yang akan saya kupas, yaitu ovo-vegetarian, mengonsumsi telur secara normal karena mereka tidak percaya bahwa hal itu bertentangan dengan pola hidup vegetarian secara etis. Mereka tidak memandang telur sebagai benda hidup dan oleh karenanya mereka tidak menghubungkan antara mengonsumsi telur dan menyebabkan penderitaan atau kematian bagi hewan.

Sebagai tambahan, banyak orang ovo-vegetarian memandang pola hidup vegan secara menyeluruh sebagai pembatasan terhadap pilihan mereka yang sebenarnya tidak perlu, khususnya jika mereka menganggap telur merupakan sumber yang baik bagi protein dan merupakan pengganti nutrisi alternatif daging hewan.

Proses penderitaan telur

Dimulai dari induknya menetas, kemudian telur yang secara alami akan menjadi anak ayam, tapi karena permintaan telur banyak sehingga telur di ambil manusia, Kejadiaan ini membuat induk telur stres, depresi, karena secara insting ia ingin menjadi seekor induk ayam, seharusnya telur itu di erami induknya.  Saat telur di ambil, induknya tidak bisa mengeram telurnya, sehingga pemilik ayam mengurung induk ayam sampai sadar agar tidak lagi mengeram telurnya dan  memaksa ayam-ayam itu untuk terus bertelur sampai mereka kehabisan kalsium dan di ambang kematian, keadaan dimana biasanya mereka disembelih.

Sebagai tambahan, kaum vegan juga bertindak lebih jauh dalam ketidaksetujuannya akan telur, yang tidak mewajibkan untuk mengurung ayam-ayam petelurnya. Mereka beranggapan bahwa hampir semua ayam free range sebenarnya dikurung bersama-sama dalam sebuah rumah, dimana mereka hanya diberi akses minimum dengan udara luar.

Mereka juga mencatat bahwa bahkan untuk memproduksi telur ”dibutuhkan telur subur, dimana setengah dari telur-telur subur itu akan ditetaskan untuk  menjadi ayam jantan, yang selanjutnya akan disembelih setelah menetas atau dipelihara sampai ia mancapai berat tertentu sebelum akhirnya dibunuh.

Di tempat produksi telur, proses memilih induk telur dengan mesin, jika anak ayam berjenis kelamin laki-laki maka akan di giling dengan mesin

Telur ibarat menstruasi manusia. manusia Menstruasi setiap bulan. Induk ayam bertelur melewati alat reproduksi. Makan telur seperti memakan menstruasinya ayam.

Ditinjau dari kesehatan telur karena telur tinggi kandungan kolesterolnya, tinggi protein hewani, dan lain-lain

Ambilah waktu untuk menentukan dimana Anda berpijak, dalam pertimbangan etis maupun nutrisi, dan lalu buatlah keputusan Anda mulai sekarang.

Go Vegan!


Leave a comment

Pengganti telur untuk membuat kue dan roti vegan

PENGGANTI TELUR UNTUK MEMBUAT KUE DAN ROTI VEGAN

Catatan: 1 cangkir = 235 ml

* GROUND FLAXSEED
Untuk setiap 1 buah telur, kocok 1 sendok makan bubuk flaxseed dengan 3 sendok makan air sampai adonannya menjadi krim yang kental.
Cocok digunakan untuk membuat: waffle, martabak, apem, muffin, kue oat, roti.

* PISANG
Untuk mengganti satu atau dua buah telur, ambil satu buah pisang masak. Belah menjadi dua, lalu gunakan setengahnya saja, kemudian blender. Cocok digunakan untuk membuat: roti, muffin, kue, panekuk.

* APPLE SAUCE (BLENDER APEL)
¼ cangkir saus apel tanpa gula sama dengan satu butir telur. Cocok digunakan untuk membuat: kue basah, roti, roti instan, dan brownies.

Cara buat APPLE SAUCE:
1. Pilih apel fuji atau apel apa saja sekitar 3 buah
2. Potong menjadi 4 bagian
3. Masak dengan air sekitar 1/4 panci (jangan sampai apelnya terendam karena apel saudah mengandung air)
4. Kemudian setelah apelnya agak lembek masukkan ke blender
5. Blender sampai halus dan masak kembali untuk “mengurangi kadar air”
6. Tambahkan sedikit cinnamon dan air jeruk nipis jika suka
7. Siap diaplikasikan ke resep sebagai pengganti telur. Apple sauce berfungsi untuk menambah kelembaban (moist) pada adonan cake, juga berfungsi sebagai pengikat yang bagus seperti yang dilakukan telur tapi tidak membantu untuk proses pengebangan suatu adonan.

* TAHU SUTRA (TAHU HALUS) –
Blender ¼ cangkir tahu sutra dalam food processor sampai berbentuk krim halus. Ini sama dengan satu telur. Cocok digunakan untuk membuat: kue basah dan brownies.

* CUKA DAN BAKING SODA –
Perbandingan yang bagus adalah 1 sendok teh baking soda dengan 1 sendok makan cuka. Cuka apel lebih baik. Cocok digunakan untuk membuat: kue, kue mangkok, dan roti instan.

– PENGGANTI SUSU –
Pengganti susu sapi adalah susu kedelai, susu kacang almond, atau santan kelapa. Cara membuat “buttermilk” nabati, untuk setiap satu cangkir (235 ml) susu nabati, tambahkan 1 sendok makan jus lemon atau cuka, dan diamkan selama 10 menit.

Referensi : http://www.vegan-vegetarian-info.com/2010/05/pengganti-telur-untuk-membuat-kue-dan.html


Leave a comment

Penelitian membuktikan diet vegan mengurangi resiko penyakit jantung, stroke, dan kematian

on May 1, 2013( 1 )

Eat veggies and avoid heart disease.

A new study released by researchers at Cleveland Clinic’s Heart and Vascular Institute has revealed that vegans have better hearts, and it’s not just in helping to reduce the amount death.

The Institute used a cardiological investigation of a group of 2595 patients, divided into three sub-groups – omnivores, lacto-ovo-vegetarians and vegans – and then assessed the levels of carnitine, TMAO (trimethylamine-N-oxide) and cardiovascular risk. The study showed that in people with higher levels of TMAO, higher plasma levels of carnitine, they are affiliated with an increased risk for heart disease, heart attack, stroke and death.

Carnitine is a substance that is found in muscles and intervenes in the use of energy by the muscle itself. Besides being present in meats (animal muscle) it is widely used by athletes as a supplement and is even added to some “energizing” drinks. The TMAO is a product that results from the processing of carnitine by intestinal bacteria, and which could promote atherosclerosis, i.e. the appearance of thickening and hardening of the arteries. The levels of TMAO are then determined by the type of intestinal bacterial flora.

The “intestinal flora” omnivores, who take the greatest amount of carnitine, also produce higher amounts of TMAO, and this combination could be responsible for their greater cardiovascular risk. By contrast, the production of TMAO by the intestinal bacterial flora of vegetarians (lacto-ovo and vegan) turns out to be much lower carnitine and is in fact virtually absent in vegetarian diets (which is lacto-ovo vegan), and vegetarians who do not use artificial sources of carnitine in fact not in your diet, so that it does not reach the intestines produce harmful metabolites.

The human organism is able to produce only the carnitine which can be used, in the proper amount, starting also from sources vegetable then it is not an essential substance in the diet. This study showed that not only is it not necessary, but rather, the greater the quantity taken, the greater the risk of cardiovascular disease.

The researchers were able to ascertain information and results between animal fats (i.e. saturated fats and cholesterol) and cardiovascular diseases, giving backing to the possibility that other compounds are in most meats such as carnitine and its transformation products, which increase the risk of diseases related to atherosclerosis in meat eaters. This may help to explain the well-proven benefits diets that exclude meat offer to people.

source: Veganitalia.com & Koeth RA, Wang Z, Levison BS, et al. Intestinal microbiota metabolism of L-carnitine, a nutrient in red meat, promotes atherosclerosis. Nat Med Published online April 7, 2013.

Continue reading


Leave a comment

Vegan Mayonaises

image

Bahan :

100 cc Air susu kedelai
50 gr Susu kedelai bubuk.
130 cc Minyak
30 gr Gula pasir
1 sdm Cuka apel
Garam

Cara membuat :

~ Masukkan air susu kedelai, susu kedelai bubuk, garam dan gula pasir kedalam blender, proses dengan kecepatan tinggi hingga tercampur rata.
~ Masukkan minyak sedikit demi sedikit.
~ Setelah cairan susu sudah kelihatan mulai menyatuh (minyak tidak perlu dihabiskan) terakhir masukkan cuka apel, cairan akan menggental seketika.
~ Blender hingga tingkat kekentalan sesuai kebutuh.

Jadi deh  ˆڡˆ

* Susu kedelai dapat menggunakan susu kedelai bubuk tanpa gula dengan dicampur air sesuai takaran dikemasannya…
* Cuka apel dapat diganti dengan  cuka beras biasa…
* Minyak lebih sehat pakai minyak salad atau minyak jagung…
* Cepat lambatnya proses menjadi kental sangat tergantung dari kualitas susu kedelai dan kecepatan alat blendernya…
* Jika minyak dalam takaran resep telah habis tetapi belum menjadi kental, jangan lah khawatir, Berilah minyak sedikit demi sedikit dan terus diblender hingga menjadi kental…
* Rasa dapat sesuai kebutuhan, mau lebih asin, manis, kecut atau pedas? Tinggal diatur..

Sedapnyeeee (-̮˘ڡ˘-̮)

Selamat mencoba!

Salam Vegan
Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡ Huang Yu Ling


Leave a comment

American Urological Association : Protein hewani, lemak, dan susu sapi beresiko kanker prostat

Protein, Fat, and Dairy Linked to Prostate Cancer

A diet high in fiber and carbohydrates and low in fat, protein, and dairy products may prevent prostate cancer, according to research presented this week at the American Urological Association annual meeting.

Researchers analyzed the dietary habits of almost 10,000 men at risk for or suffering from prostate cancer. Results showed that a diet high in complex carbohydrates and low in protein and fat reduced cancer risk by 60 to 70 percent. Further, a fiber-rich diet reduced the risk by 70 to 80 percent. Researchers also observed an association between drinking milk and advanced prostate cancer.
 
In addition, dietary habits may lead to several conditions that increase the risk for prostate cancer, including obesity and high blood sugar, cholesterol, and blood pressure. Men with two of these risk factors had a 35 percent increased risk for prostate cancer; three to four risk factors increased cancer risk by 94 percent. Researchers hope to provide clearer links between lifestyle choices and cancer prevention.
 
Sourbeer KN, Howard LE, Andriole GL, Moreira DM, Freedland SJ, Vidal A. Etabolic syndrome components and prostate cancer risk: results from the Reduce study. Presented at: American Urological Association 2014 Annual Meeting; May 20, 2014: Orlando, Fla.

 

Physicians Committee for Responsible Medicine • 5100 Wisconsin Ave., N.W. • Suite 400 • Washington, D.C. 20016

Contact: 202-686-2210 • info@pcrm.org • www.pcrm.org

 


1 Comment

Perbandingan pola makan, biokimia, hematologi, dan status daya tahan tubuh pada vegan dan tidak vegetarian

Dietary intake and biochemical, hematologic, and immune status of vegans compared with nonvegetarians1,2

  1. Ella H Haddad,
  2. Lee S Berk,
  3. James D Kettering,
  4. Richard W Hubbard, and
  5. Warren R Peters

+ Author Affiliations


  1. 1From the Department of Nutrition, School of Public Health; the Department of Medical Technology, School of Allied Health Professions; the Departments of Microbiology and Pathology and Human Anatomy, School of Medicine; and the Center for Health Promotion, Loma Linda University, CA.

Abstract

Dietary and nutritional status of individuals habitually consuming a vegan diet was evaluated by biochemical, hematologic, and immunologic measures in comparison with a nonvegetarian group. On the basis of 4-d dietary records, the intake of female and male vegans tended to be lower in fat, saturated fat, monounsaturated fat, and cholesterol and higher in dietary fiber than that of vegetarians. With computed food and supplement intakes, vegan diets provided significantly higher amounts of ascorbate, folate, magnesium, copper, and manganese in both female and male participants. The body mass index (BMI; in kg/m2) of the vegans was significantly lower than that of the nonvegetarians and 9 of the 25 vegans had a BMI <19. Serum ferritin concentrations were significantly lower in vegan men but iron and zinc status did not differ between the sexes. Mean serum vitamin B-12 and methylmalonic acid concentrations did not differ; however, 10 of the 25 vegans showed a vitamin B-12 deficit manifested by macrocytosis, circulating vitamin B-12 concentrations <150 pmol/L, or serum methylmalonic acid >376 nmol/L. Vegans had significantly lower leukocyte, lymphocyte, and platelet counts and lower concentrations of complement factor 3 and blood urea nitrogen but higher serum albumin concentrations. Vegans did not differ from nonvegetarians in functional immunocompetence assessed as mitogen stimulation or natural killer cell cytotoxic activity.

Referensi :

http://ajcn.nutrition.org/content/70/3/586s.abstract?sid=07123167-57ea-4142-9012-eb17c5dcd6bb


Leave a comment

Pumpkin Noodle

image

bahan :
170 grm puree labu kuning
300 grm tepung terigu protein sedang
1/4 sdt garam

Cara membuat :
~ Labu dipotong berukuran sedang, buang bijinya, cuci bersih lalu kukus dengan api besar sekitar 12 menitan hingga matang.
~ Keluarkan daging labu dari kulitnya, lumatkan selagi panas hingga menjadi puree. timbang 170 grm.
~ Campur puree labu, tepung terigu dan garam dalam wadah kering, aduk hingga rata dan uleni perlahan dengan telapak tangan sekitar 6 menitan atau sampai menjadi adonan bulat tanpa butiran.
~ Diamkan adonan mie labu dengan ditutup kain lembab sekitar 40 menit.
~ Taburi sedikit tepung diatas tataan, pindahkan adonan mie yang sudah didiamkan diatasnya. 
~ Taburi juga tepung secukupnya diatas adonan tadi lalu pelan-pelan digiling menjadi lembaran adonan yang tipis dengan rolling pin.
~ Taburi lagi dengan rata tepung secukupnya diatas lembaran adonan, lipat adonan dari sis kiri dan kenan ke arah tengah.
~ Potong adonan lipat dengan pisau sesuai ukuran mie yang di inginkan. jangan lupa taburi juga tepung diatas mie yang sudah jadi dan diaduk ringan degan jari tangan agar mie tidak lengket.

Jadi deh ! gampang ya…

* Resep mie vegan ini tidak menggunakan bahan kimia, agar hasil texture mienya enak perhatikan lah cara pada saat merebus. yaitu rebus lah mie dengan air yang sudah mendidih lalu biarkan sebentar baru tambahkan 1/2 gelas air biasa, didihkan lagi lalu angkat dan tiriskan mienya…
* Mie labu yang belum di rebus dapat disimpan dalam lemari es, dapat bertahan 2- 3 minggu di frezer, 2- 3 hari dalam pendingin biasa…
* Takaran air dan tepung di resep ini dapat disesuikan dengan kondisi labu, karena jenis labu sangat lah banyak. adonan yang pas adalah adonan yang tidak lengket…
* Puree labu dapat juga diganti dengan puree sayur sawi, puree wortel, puree kentang atau puree ubi. perhatikan kandungan air dan bahan tepung…
* Mie vegan siap diolah menjadi menu bergizi dan enak…

Salam Vegan
Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡ Huang Yu Ling


Leave a comment

Mini Ote-ote Tempe Vegan

image

Bahan isi :

25 grm rumput laut kering
60 grm wortel
60 grm tempe
2 sdm kecap manis
½ sdt merica bubuk
1 sdm saos tiram vegan
1 sdm minyak goreng
½ sdt garam
30 cc air

Cara membuat isi :

• Rumput laut kering digunting berukuran kecil-kecil.
• Wortel dikupas kulitnya, cuci bersih dan di iris bentuk kotak kecil-Kecil.
• Tempe dipotong ukuran kecil-kecil.
• Panaskan minyak di wajan, tumis tempe dan wortel hingga tempe agak kering.
• Masukkan air ċøoκ¡ŋģ hingga wortelnya matang. Tambahkan rumput laut, tumis hingga rata.
• Tambahkan saos tiram vegan, kecap manis, merica bubuk dan garam, tumis hingga rata. Angkat. Sisihkan.

Bahan kulit :

150 tepung terigu cakra
90 grm cook’s frying powder
2 sdm minyak sayur
1 sdt gula pasir
½ sdt garam
350 cc air
Minyak goreng untuk menggoreng

Cara membuat :

• Campur tepung terigu cakra, cook’s frying powder, minyak sayur, gula pasir, garam dan air. Aduk hingga rata semua.
• Panaskan minyak cukup banyak didalam wajan.
• Kecilkan api dan celupkan sebentar mulut centong kedalam minyak, angkat centongnya.
• Tuang sedikit adonan tepung di mulut centong yang panas tadi, putar-putar sedikit centongnya agar adonan tepung menyebar kesisi centong.
• Beri baham isi secukupnya, tuang lagi adonan tepung di atasnya bahan isi (adonan tepung tingginya cukup dibawahnya mulut centong).
• Masukkan centong berisi adonan kedalam wajan panas dengan api kecil sambil dipegangi ujung centongnya.
• Digoyang-goyang sebentar dalam minyak, jika sudah matang adonan akan lepas sendiri dari centong. Biarkan sebentar dalam minyak hingga warnanya rata. Angkat dan tiriskan. Lakukan hingga adonan habis.

Nчåмηчåмηчåмˆڡˆ Mini Ote Ote Tempe enaknya di maem sama sambal…

* Jika suka, bahan isi dapat di tambahkan irisan jamur kancing, jamur inoki dan protena cincang…
* Cook’s frying powder dalam resep ini menggunakan merk Hup Loong…

* Tujuan mencelupkan sebentar mulut centong kedalam minyak panas, agar adonan tidak lengket dan mudah dikeluarkan…
* Ketika menuang adonan dipermukaan bahan isi jangan terlalu penuh, karena adonan akan naik lagi pada saat goreng di mulut centong dan ote ote akan susah dilepas atau di keluarkan nantinya…
* Jika saat menggoreng ote ote tidak lepas sendiri dari centongnya sedangkan warnanya sudah kuning keemasan, dapat dikeluarkan dangan bantuan sendok atau garpu…

Selamat mencoba makanan khas jawa timur versi vegan ini…

Salam Vegan
Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡ Huang Yu Ling


Leave a comment

Mini Ote-ote Tempe Vegan

image

Bahan isi :

25 grm rumput laut kering
60 grm wortel
60 grm tempe
2 sdm kecap manis
½ sdt merica bubuk
1 sdm saos tiram vegan
1 sdm minyak goreng
½ sdt garam
30 cc air

Cara membuat isi :

• Rumput laut kering digunting berukuran kecil-kecil.
• Wortel dikupas kulitnya, cuci bersih dan di iris bentuk kotak kecil-Kecil.
• Tempe dipotong ukuran kecil-kecil.
• Panaskan minyak di wajan, tumis tempe dan wortel hingga tempe agak kering.
• Masukkan air ċøoκ¡ŋģ hingga wortelnya matang. Tambahkan rumput laut, tumis hingga rata.
• Tambahkan saos tiram vegan, kecap manis, merica bubuk dan garam, tumis hingga rata. Angkat. Sisihkan.

Bahan kulit :

150 tepung terigu cakra
90 grm cook’s frying powder
2 sdm minyak sayur
1 sdt gula pasir
½ sdt garam
350 cc air
Minyak goreng untuk menggoreng

Cara membuat :

• Campur tepung terigu cakra, cook’s frying powder, minyak sayur, gula pasir, garam dan air. Aduk hingga rata semua.
• Panaskan minyak cukup banyak didalam wajan.
• Kecilkan api dan celupkan sebentar mulut centong kedalam minyak, angkat centongnya.
• Tuang sedikit adonan tepung di mulut centong yang panas tadi, putar-putar sedikit centongnya agar adonan tepung menyebar kesisi centong.
• Beri baham isi secukupnya, tuang lagi adonan tepung di atasnya bahan isi (adonan tepung tingginya cukup dibawahnya mulut centong).
• Masukkan centong berisi adonan kedalam wajan panas dengan api kecil sambil dipegangi ujung centongnya.
• Digoyang-goyang sebentar dalam minyak, jika sudah matang adonan akan lepas sendiri dari centong. Biarkan sebentar dalam minyak hingga warnanya rata. Angkat dan tiriskan. Lakukan hingga adonan habis.

Nчåмηчåмηчåмˆڡˆ Mini Ote Ote Tempe enaknya di maem sama sambal…

* Jika suka, bahan isi dapat di tambahkan irisan jamur kancing, jamur inoki dan protena cincang…
* Cook’s frying powder dalam resep ini menggunakan merk Hup Loong…

* Tujuan mencelupkan sebentar mulut centong kedalam minyak panas, agar adonan tidak lengket dan mudah dikeluarkan…
* Ketika menuang adonan dipermukaan bahan isi jangan terlalu penuh, karena adonan akan naik lagi pada saat goreng di mulut centong dan ote ote akan susah dilepas atau di keluarkan nantinya…
* Jika saat menggoreng ote ote tidak lepas sendiri dari centongnya sedangkan warnanya sudah kuning keemasan, dapat dikeluarkan dangan bantuan sendok atau garpu…

Selamat mencoba makanan khas jawa timur versi vegan ini…

Salam Vegan
Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡ Huang Yu Ling


Leave a comment

Vegan Carrot Cupcake

image

Bahan :
260 grm tepung Self raising
100 grn wortel parut kasar
2 sdm susu kedelai bubuk
180 cc minyak jagung
80 grm gula halus
½ sdt vanilli
200 cc air

Cara membuat :
• Campur susu kedelai bubuk dengan air, aduk hingga larut.
• Ayak tepung self raising, vanilli dan gula halus menjadi satu.
• Masukkan minyak jagung dan air susu kedelai.
• Mixer hingga tercampur rata dan adonan menjadi licin, matikan mixernya.
• Campur parutan wortel, aduk rata dengan sendok.
• Panaskan oven dengan suhu 160 derajat.
• Olesi setiap loyang cupcake dengan minyak dan alasi kertas cupcake.
• Tuang adonan ke setiap cup± ¾ tingginya.
• Panggang di oven selama 30 menit atau hingga matang sesuai oven masing-masing.
• Tusuk bagian tengah cake dengan tusukan sate, jika tidak lengket berati telah matang dalamnya.
• Setelah cupcake benar-benar dingin, hiasi atasnya cupcake dengan mayonnaise vegan dan taburi abon vegan.

nчåмηчåмηчåмˆڡˆenak
* Tepung terigu Self Raising adalah tepung dengan komposisi tepung terigu, tepung tapioka, natrium bikarbonat dan natrium pirofostaf. Umumnya di pakai untuk membuat aneka cake atau gorengan…
* Jika suka sedikit lebih asin dapat menambahkan sedikit garam di adonan…
* Decorationnya dapat sesuai imajinasi masing-masing…
* Bosan dengan cupcake rasa manis? Anda harus mencoba cupcake… ini… nчåмηчåмηчåмˆڡˆenak
Selamat mencoba!

Salam Vegan
Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡ Huang Yu Ling