Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural


Tinggalkan komentar

Simple Vegan Raddish Cake

image

Bahan :

500 grm lobak
2 buah jamur hioko
2 sdm kubis goreng
2 sdm tepung sagu
130 grm tepung beras
1 sdm minyak sayur
1 ½ sdm gula pasir
1 sdm margarin
1 sdt kecap asin
1 sdt garam
220 ml air

Cara membuat :

• Lobak dikupas dan diparut dengan parutan halus. Peras dengan tangan dan buang airnya. Sisihkan.
• Jamur hioko direndam dengan air panas hingga mekar. Dicuci bersih, peras kering, cincang halus dan tambahkan 1 sdm gula pasir, aduk rata. Sisihkan.
• Margarin di lelehkan, sisihkan.
• Campur tepung beras, tepung sagu, margarin dan air, aduk rata hingga tidak menggumpal. Sisihkan.
• Panaskan minyak sayur, tumis jamur hioko hingga harum. Masukkan juga parutan lobak, tumis sebentar.
• Kecilkan api masukkan larutan adonan tepung, terus diaduk hingga tercampur.
• Setelah adonan mulai mengental tambahkan ½ sdm gula, kecap asin, garam dan kubis goreng dan diaduk lagi. Setelah tercampur rata matikan apinya.
• Tuang adonan ke loyang yang sudah di olesi minyak, kukus selama 45 menit.
• Setelah dingin kaluarkan dari loyang, potong sesuai selera.
• Panaskan wajan anti lengket, di pan dengan sedikit minyak hingga kedua sisi berwarna kecoklatan.
• Sajikan dengan sambal vegan.

Nчoм ηчoм ηчoм lεzååååtnyooo…ˆڡˆ      
(˚—-̩̩˚) ngileerrrrrrr…

* Jika kubis goreng yang ada sudah asin rasanya, bahan garam dapat di kurangi atau sesuai selera…
* Bentuk loyang dapat sesuai selera, bagitu juga dengan ukuran, tebal dan tipisnya potongan kuenya…
* Jika suka kuenya berwarna sedikit lebih gelap, dapat tambahkan kecap manis atau gula aren dan jangan lupa kurangi takaran bahan gula pasir…

Selamat mencoba resep kue lobak yang simple ini…

Salam Vegan
Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡ Huang Yu Ling

Iklan


Tinggalkan komentar

Penderitaan sebutir telur

akhir zaman

Sebagai seorang vegan, Anda mungkin bertanya-tanya mengapa kaum vegan membuat pilihan makanan yang sudah mereka lakoni selama ini. Dan Anda juga mungkin saja ragu untuk mengadopsi pilihan ini sampai Anda sendiri mengerti dan menerimanya. Dalam artikel ini, kita akan menerangkan dua pendapat utama kaum vegetarian tentang makan telur untuk membantu Anda mengambil keputusan. Sub-kategori dari vegetarianisme yang akan saya kupas, yaitu ovo-vegetarian, mengonsumsi telur secara normal karena mereka tidak percaya bahwa hal itu bertentangan dengan pola hidup vegetarian secara etis. Mereka tidak memandang telur sebagai benda hidup dan oleh karenanya mereka tidak menghubungkan antara mengonsumsi telur dan menyebabkan penderitaan atau kematian bagi hewan.

Sebagai tambahan, banyak orang ovo-vegetarian memandang pola hidup vegan secara menyeluruh sebagai pembatasan terhadap pilihan mereka yang sebenarnya tidak perlu, khususnya jika mereka menganggap telur merupakan sumber yang baik bagi protein dan merupakan pengganti nutrisi alternatif daging hewan.

Proses penderitaan telur

Dimulai dari induknya menetas, kemudian telur yang secara alami akan menjadi anak ayam, tapi karena permintaan telur banyak sehingga telur di ambil manusia, Kejadiaan ini membuat induk telur stres, depresi, karena secara insting ia ingin menjadi seekor induk ayam, seharusnya telur itu di erami induknya.  Saat telur di ambil, induknya tidak bisa mengeram telurnya, sehingga pemilik ayam mengurung induk ayam sampai sadar agar tidak lagi mengeram telurnya dan  memaksa ayam-ayam itu untuk terus bertelur sampai mereka kehabisan kalsium dan di ambang kematian, keadaan dimana biasanya mereka disembelih.

Sebagai tambahan, kaum vegan juga bertindak lebih jauh dalam ketidaksetujuannya akan telur, yang tidak mewajibkan untuk mengurung ayam-ayam petelurnya. Mereka beranggapan bahwa hampir semua ayam free range sebenarnya dikurung bersama-sama dalam sebuah rumah, dimana mereka hanya diberi akses minimum dengan udara luar.

Mereka juga mencatat bahwa bahkan untuk memproduksi telur ”dibutuhkan telur subur, dimana setengah dari telur-telur subur itu akan ditetaskan untuk  menjadi ayam jantan, yang selanjutnya akan disembelih setelah menetas atau dipelihara sampai ia mancapai berat tertentu sebelum akhirnya dibunuh.

Di tempat produksi telur, proses memilih induk telur dengan mesin, jika anak ayam berjenis kelamin laki-laki maka akan di giling dengan mesin

Telur ibarat menstruasi manusia. manusia Menstruasi setiap bulan. Induk ayam bertelur melewati alat reproduksi. Makan telur seperti memakan menstruasinya ayam.

Ditinjau dari kesehatan telur karena telur tinggi kandungan kolesterolnya, tinggi protein hewani, dan lain-lain

Ambilah waktu untuk menentukan dimana Anda berpijak, dalam pertimbangan etis maupun nutrisi, dan lalu buatlah keputusan Anda mulai sekarang.

Go Vegan!


Tinggalkan komentar

Pengganti telur untuk membuat kue dan roti vegan

PENGGANTI TELUR UNTUK MEMBUAT KUE DAN ROTI VEGAN

Catatan: 1 cangkir = 235 ml

* GROUND FLAXSEED
Untuk setiap 1 buah telur, kocok 1 sendok makan bubuk flaxseed dengan 3 sendok makan air sampai adonannya menjadi krim yang kental.
Cocok digunakan untuk membuat: waffle, martabak, apem, muffin, kue oat, roti.

* PISANG
Untuk mengganti satu atau dua buah telur, ambil satu buah pisang masak. Belah menjadi dua, lalu gunakan setengahnya saja, kemudian blender. Cocok digunakan untuk membuat: roti, muffin, kue, panekuk.

* APPLE SAUCE (BLENDER APEL)
¼ cangkir saus apel tanpa gula sama dengan satu butir telur. Cocok digunakan untuk membuat: kue basah, roti, roti instan, dan brownies.

Cara buat APPLE SAUCE:
1. Pilih apel fuji atau apel apa saja sekitar 3 buah
2. Potong menjadi 4 bagian
3. Masak dengan air sekitar 1/4 panci (jangan sampai apelnya terendam karena apel saudah mengandung air)
4. Kemudian setelah apelnya agak lembek masukkan ke blender
5. Blender sampai halus dan masak kembali untuk “mengurangi kadar air”
6. Tambahkan sedikit cinnamon dan air jeruk nipis jika suka
7. Siap diaplikasikan ke resep sebagai pengganti telur. Apple sauce berfungsi untuk menambah kelembaban (moist) pada adonan cake, juga berfungsi sebagai pengikat yang bagus seperti yang dilakukan telur tapi tidak membantu untuk proses pengebangan suatu adonan.

* TAHU SUTRA (TAHU HALUS) –
Blender ¼ cangkir tahu sutra dalam food processor sampai berbentuk krim halus. Ini sama dengan satu telur. Cocok digunakan untuk membuat: kue basah dan brownies.

* CUKA DAN BAKING SODA –
Perbandingan yang bagus adalah 1 sendok teh baking soda dengan 1 sendok makan cuka. Cuka apel lebih baik. Cocok digunakan untuk membuat: kue, kue mangkok, dan roti instan.

– PENGGANTI SUSU –
Pengganti susu sapi adalah susu kedelai, susu kacang almond, atau santan kelapa. Cara membuat “buttermilk” nabati, untuk setiap satu cangkir (235 ml) susu nabati, tambahkan 1 sendok makan jus lemon atau cuka, dan diamkan selama 10 menit.

Referensi : http://www.vegan-vegetarian-info.com/2010/05/pengganti-telur-untuk-membuat-kue-dan.html


Tinggalkan komentar

Penelitian membuktikan diet vegan mengurangi resiko penyakit jantung, stroke, dan kematian

on May 1, 2013( 1 )

Eat veggies and avoid heart disease.

A new study released by researchers at Cleveland Clinic’s Heart and Vascular Institute has revealed that vegans have better hearts, and it’s not just in helping to reduce the amount death.

The Institute used a cardiological investigation of a group of 2595 patients, divided into three sub-groups – omnivores, lacto-ovo-vegetarians and vegans – and then assessed the levels of carnitine, TMAO (trimethylamine-N-oxide) and cardiovascular risk. The study showed that in people with higher levels of TMAO, higher plasma levels of carnitine, they are affiliated with an increased risk for heart disease, heart attack, stroke and death.

Carnitine is a substance that is found in muscles and intervenes in the use of energy by the muscle itself. Besides being present in meats (animal muscle) it is widely used by athletes as a supplement and is even added to some “energizing” drinks. The TMAO is a product that results from the processing of carnitine by intestinal bacteria, and which could promote atherosclerosis, i.e. the appearance of thickening and hardening of the arteries. The levels of TMAO are then determined by the type of intestinal bacterial flora.

The “intestinal flora” omnivores, who take the greatest amount of carnitine, also produce higher amounts of TMAO, and this combination could be responsible for their greater cardiovascular risk. By contrast, the production of TMAO by the intestinal bacterial flora of vegetarians (lacto-ovo and vegan) turns out to be much lower carnitine and is in fact virtually absent in vegetarian diets (which is lacto-ovo vegan), and vegetarians who do not use artificial sources of carnitine in fact not in your diet, so that it does not reach the intestines produce harmful metabolites.

The human organism is able to produce only the carnitine which can be used, in the proper amount, starting also from sources vegetable then it is not an essential substance in the diet. This study showed that not only is it not necessary, but rather, the greater the quantity taken, the greater the risk of cardiovascular disease.

The researchers were able to ascertain information and results between animal fats (i.e. saturated fats and cholesterol) and cardiovascular diseases, giving backing to the possibility that other compounds are in most meats such as carnitine and its transformation products, which increase the risk of diseases related to atherosclerosis in meat eaters. This may help to explain the well-proven benefits diets that exclude meat offer to people.

source: Veganitalia.com & Koeth RA, Wang Z, Levison BS, et al. Intestinal microbiota metabolism of L-carnitine, a nutrient in red meat, promotes atherosclerosis. Nat Med Published online April 7, 2013.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Vegan Mayonaises

image

Bahan :

100 cc Air susu kedelai
50 gr Susu kedelai bubuk.
130 cc Minyak
30 gr Gula pasir
1 sdm Cuka apel
Garam

Cara membuat :

~ Masukkan air susu kedelai, susu kedelai bubuk, garam dan gula pasir kedalam blender, proses dengan kecepatan tinggi hingga tercampur rata.
~ Masukkan minyak sedikit demi sedikit.
~ Setelah cairan susu sudah kelihatan mulai menyatuh (minyak tidak perlu dihabiskan) terakhir masukkan cuka apel, cairan akan menggental seketika.
~ Blender hingga tingkat kekentalan sesuai kebutuh.

Jadi deh  ˆڡˆ

* Susu kedelai dapat menggunakan susu kedelai bubuk tanpa gula dengan dicampur air sesuai takaran dikemasannya…
* Cuka apel dapat diganti dengan  cuka beras biasa…
* Minyak lebih sehat pakai minyak salad atau minyak jagung…
* Cepat lambatnya proses menjadi kental sangat tergantung dari kualitas susu kedelai dan kecepatan alat blendernya…
* Jika minyak dalam takaran resep telah habis tetapi belum menjadi kental, jangan lah khawatir, Berilah minyak sedikit demi sedikit dan terus diblender hingga menjadi kental…
* Rasa dapat sesuai kebutuhan, mau lebih asin, manis, kecut atau pedas? Tinggal diatur..

Sedapnyeeee (-̮˘ڡ˘-̮)

Selamat mencoba!

Salam Vegan
Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴̴͡ Huang Yu Ling


Tinggalkan komentar

American Urological Association : Protein hewani, lemak, dan susu sapi beresiko kanker prostat

Protein, Fat, and Dairy Linked to Prostate Cancer

A diet high in fiber and carbohydrates and low in fat, protein, and dairy products may prevent prostate cancer, according to research presented this week at the American Urological Association annual meeting.

Researchers analyzed the dietary habits of almost 10,000 men at risk for or suffering from prostate cancer. Results showed that a diet high in complex carbohydrates and low in protein and fat reduced cancer risk by 60 to 70 percent. Further, a fiber-rich diet reduced the risk by 70 to 80 percent. Researchers also observed an association between drinking milk and advanced prostate cancer.
 
In addition, dietary habits may lead to several conditions that increase the risk for prostate cancer, including obesity and high blood sugar, cholesterol, and blood pressure. Men with two of these risk factors had a 35 percent increased risk for prostate cancer; three to four risk factors increased cancer risk by 94 percent. Researchers hope to provide clearer links between lifestyle choices and cancer prevention.
 
Sourbeer KN, Howard LE, Andriole GL, Moreira DM, Freedland SJ, Vidal A. Etabolic syndrome components and prostate cancer risk: results from the Reduce study. Presented at: American Urological Association 2014 Annual Meeting; May 20, 2014: Orlando, Fla.

 

Physicians Committee for Responsible Medicine • 5100 Wisconsin Ave., N.W. • Suite 400 • Washington, D.C. 20016

Contact: 202-686-2210 • info@pcrm.org • www.pcrm.org

 


1 Komentar

Perbandingan pola makan, biokimia, hematologi, dan status daya tahan tubuh pada vegan dan tidak vegetarian

Dietary intake and biochemical, hematologic, and immune status of vegans compared with nonvegetarians1,2

  1. Ella H Haddad,
  2. Lee S Berk,
  3. James D Kettering,
  4. Richard W Hubbard, and
  5. Warren R Peters

+ Author Affiliations


  1. 1From the Department of Nutrition, School of Public Health; the Department of Medical Technology, School of Allied Health Professions; the Departments of Microbiology and Pathology and Human Anatomy, School of Medicine; and the Center for Health Promotion, Loma Linda University, CA.

Abstract

Dietary and nutritional status of individuals habitually consuming a vegan diet was evaluated by biochemical, hematologic, and immunologic measures in comparison with a nonvegetarian group. On the basis of 4-d dietary records, the intake of female and male vegans tended to be lower in fat, saturated fat, monounsaturated fat, and cholesterol and higher in dietary fiber than that of vegetarians. With computed food and supplement intakes, vegan diets provided significantly higher amounts of ascorbate, folate, magnesium, copper, and manganese in both female and male participants. The body mass index (BMI; in kg/m2) of the vegans was significantly lower than that of the nonvegetarians and 9 of the 25 vegans had a BMI <19. Serum ferritin concentrations were significantly lower in vegan men but iron and zinc status did not differ between the sexes. Mean serum vitamin B-12 and methylmalonic acid concentrations did not differ; however, 10 of the 25 vegans showed a vitamin B-12 deficit manifested by macrocytosis, circulating vitamin B-12 concentrations <150 pmol/L, or serum methylmalonic acid >376 nmol/L. Vegans had significantly lower leukocyte, lymphocyte, and platelet counts and lower concentrations of complement factor 3 and blood urea nitrogen but higher serum albumin concentrations. Vegans did not differ from nonvegetarians in functional immunocompetence assessed as mitogen stimulation or natural killer cell cytotoxic activity.

Referensi :

http://ajcn.nutrition.org/content/70/3/586s.abstract?sid=07123167-57ea-4142-9012-eb17c5dcd6bb