Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center (Klinik Vegan)

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Penderitaan sebutir telur

Tinggalkan komentar


akhir zaman

Sebagai seorang vegan, Anda mungkin bertanya-tanya mengapa kaum vegan membuat pilihan makanan yang sudah mereka lakoni selama ini. Dan Anda juga mungkin saja ragu untuk mengadopsi pilihan ini sampai Anda sendiri mengerti dan menerimanya. Dalam artikel ini, kita akan menerangkan dua pendapat utama kaum vegetarian tentang makan telur untuk membantu Anda mengambil keputusan. Sub-kategori dari vegetarianisme yang akan saya kupas, yaitu ovo-vegetarian, mengonsumsi telur secara normal karena mereka tidak percaya bahwa hal itu bertentangan dengan pola hidup vegetarian secara etis. Mereka tidak memandang telur sebagai benda hidup dan oleh karenanya mereka tidak menghubungkan antara mengonsumsi telur dan menyebabkan penderitaan atau kematian bagi hewan.

Sebagai tambahan, banyak orang ovo-vegetarian memandang pola hidup vegan secara menyeluruh sebagai pembatasan terhadap pilihan mereka yang sebenarnya tidak perlu, khususnya jika mereka menganggap telur merupakan sumber yang baik bagi protein dan merupakan pengganti nutrisi alternatif daging hewan.

Proses penderitaan telur

Dimulai dari induknya menetas, kemudian telur yang secara alami akan menjadi anak ayam, tapi karena permintaan telur banyak sehingga telur di ambil manusia, Kejadiaan ini membuat induk telur stres, depresi, karena secara insting ia ingin menjadi seekor induk ayam, seharusnya telur itu di erami induknya.  Saat telur di ambil, induknya tidak bisa mengeram telurnya, sehingga pemilik ayam mengurung induk ayam sampai sadar agar tidak lagi mengeram telurnya dan  memaksa ayam-ayam itu untuk terus bertelur sampai mereka kehabisan kalsium dan di ambang kematian, keadaan dimana biasanya mereka disembelih.

Sebagai tambahan, kaum vegan juga bertindak lebih jauh dalam ketidaksetujuannya akan telur, yang tidak mewajibkan untuk mengurung ayam-ayam petelurnya. Mereka beranggapan bahwa hampir semua ayam free range sebenarnya dikurung bersama-sama dalam sebuah rumah, dimana mereka hanya diberi akses minimum dengan udara luar.

Mereka juga mencatat bahwa bahkan untuk memproduksi telur ”dibutuhkan telur subur, dimana setengah dari telur-telur subur itu akan ditetaskan untuk  menjadi ayam jantan, yang selanjutnya akan disembelih setelah menetas atau dipelihara sampai ia mancapai berat tertentu sebelum akhirnya dibunuh.

Di tempat produksi telur, proses memilih induk telur dengan mesin, jika anak ayam berjenis kelamin laki-laki maka akan di giling dengan mesin

Telur ibarat menstruasi manusia. manusia Menstruasi setiap bulan. Induk ayam bertelur melewati alat reproduksi. Makan telur seperti memakan menstruasinya ayam.

Ditinjau dari kesehatan telur karena telur tinggi kandungan kolesterolnya, tinggi protein hewani, dan lain-lain

Ambilah waktu untuk menentukan dimana Anda berpijak, dalam pertimbangan etis maupun nutrisi, dan lalu buatlah keputusan Anda mulai sekarang.

Go Vegan!

Iklan

Penulis: apotekmiami-drsatyadeng

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s