Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center (Klinik Vegan)

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural


Tinggalkan komentar

Formula tempe sumber vitamin B12

Abstract

Tempe is a traditional and nutritious food of Indonesia which contains vitamin B12 and has become increasingly popular in recent time. It is important to conduct research on the potential of  tempe as a source of vitamin B12 and its implementation to a vegetarian diet. The aim of this study was to investigate the effect of tempe consumption as a source of vitamin B12 on level of serum vitamin B12 and serum homocysteine in healthy lacto-ovo-vegetarian. The research design is an experimental study, community trial with randomized control and double blind. The total sample was 118 lacto-ovo-vegetarians consisted of 42 subjects with vitamin B12 deficiency treated by vitamin B12 fortification. Cut-off point of vitamin B12 deficiency is below 156 pmol/L and hyperhomocysteinemia is above 12 μmol/L. Men and women aged above 17 years old were randomly assigned in this 3 months double-blind, placebo-controlled trial to consume tempe formula with average content of 5.9 µg vitamin B12 daily (n=38) or placebo (n=38). Vitamin B12 in tempe formula was analyzed by uv-vis spectrophotometer using microbial assay method. Serum vitamin B12 was measured by Electrochemiluminescent immunoassay method, serum homocysteine was measured by Microparticle enzyme immunoassay method. Serum vitamin B12 and serum homocysteine were analyzed before and after intervention, and after retention for 3 months without intervention. Prevalence of vitamin B12 deficiency in lacto-ovo-vegetarian is 35.6%. The average level of vitamin B12 in tempe formula “VEGAN 1” was 5.9 μg/100g. The cut-off point of vitamin B12 deficiency ranged from 4.5 to 9.5 years after becoming a lacto-ovo-vegetarian. Delta of serum vitamin B12 after intervention was -3.5 pmol/L in tempe group and -3.0 pmol/L in placebo (p = 0.954). Delta of serum vitamin B12 after retention for 3 months without intervention was +3.5 pmol/L in tempe group (p = 0.804) and -19.2 pmol/L in placebo group (p = 0.038). Statistical analysis showed a significant correlation (p < 0.05) between levels of serum vitamin B12 and serum homocysteine. Tempe formula was able to maintain normal level of serum vitamin B12 after retention for 3 months without intervention in lacto-ovo-vegetarian.

Key words: tempe, vitamin B12, homocysteine, vegetarian
Editor: Susianto Kusharisupeni
Received January 6, 2012; Accepted March 29, 2012; Published April 30, 2013
Copyright: 2013 Susianto et al. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited.
Competing Interests: The authors have declared that no competing interests exist.
Short running title: vitamin B12 and vegetarians
Corresponding address: Susianto Department of Public Health Nutrition, University of Indonesia, Kampus Baru Depok, Building F, 2nd Floor, FKM UI, West Java, Indonesia Phone:       +62-21-7863501 Fax:         +62-21-7863501    Email:                 susianto@indosat.net.id

Referensi : http://www.j-avu.com

Iklan


Tinggalkan komentar

Penelitian usus vegan dan vegetarian secara signifikan kurang mampu membuat TMAO dari karnitin sehingga bermanfaat kesehatan jantung

Para peneliti Amerika Serikat telah menemukan hubungan baru yang mengejutkan antara daging merah dan risiko jantung yang melibatkan bakteri yang hidup dalam usus.

Bakteri usus mencerna L-karnitin, suatu senyawa yang berlimpah dalam daging merah dan ditambahkan ke minuman energi populer, untuk menghasilkan trimetilamina-N-oksida (TMAO), suatu metabolit yang sudah diduga berkontribusi menyumbat arteri.

Penelitian sebelumnya yang telah mengaitkan konsumsi daging merah dengan peningkatan risiko kardiovaskular, sementara kenaikan risiko itu akibat lemak dan dan kolesterol dalam daging merah, namun keduanya tidak cukup untuk menjelaskan semua itu.

Para peneliti telah menunjuk faktor-faktor lainnya, seperti perbedaan genetik, diet tinggi garam, yang sering dikaitkan dengan konsumsi daging merah, dan bahkan cara daging dimasak.

Tapi ini penelitian terbaru, yang dipimpin oleh Stanley Hazen dari Klinik Cleveland di Ohio, dan diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine, menawarkan hubungan baru antara daging merah dan risiko jantung.

Hazen adalah kepala bagian Kardiologi Preventif & Rehabilitasi di Miller Family Heart and Vascular Institute di Klinik Cleveland.

Pada tahun 2011, para peneliti melaporkan sebuah studi di mana mereka menghubungkan TMAO untuk mempromosikan aterosklerosis (di mana arteri tersumbat oleh kolesterol dan senyawa lemak lainnya) pada manusia.

Dalam studi terbaru ini, Hazen dan rekan menemukan bakteri usus manusia mengubah L-karnitin menjadi TMAO.

Mereka juga menemukan bahwa diet tinggi L-karnitin mendorong pertumbuhan bakteri yang memetabolisme, sehingga meningkatkan produksi TMAO yang bahkan lebih menyumbat arteri.

Hazen, yang juga Wakil Ketua Translational Research for the Lerner Research Institute di Klinik Cleveland mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Bakteri yang hidup dalam saluran pencernaan kita ditentukan oleh pola diet jangka panjang kita. Diet tinggi karnitin sebenarnya menggeser komposisi mikroba usus  mereka yang menyukai karnitin, membuat pemakan daging lebih rentan terhadap pembentukan TMAO dan dampaknya menyumbat arteri.”

Para peneliti juga menemukan bahwa usus vegan dan vegetarian secara signifikan kurang mampu membuat TMAO dari karnitin, yang dapat menjelaskan manfaat kesehatan jantung dari diet mereka, demikian dilansir MedicalNewsToday.

Dalam wawancaranya dengan BBC, Hazen mengatakan kadar kolesterol dan lemak jenuh dalam daging merah tidak terlalu tinggi, tetapi ada hal lain yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

Eksperimen pada tikus dan manusia menunjukkan bahwa bakteri dalam perut dapat mengonsumsi karnitin. Karnitin dihancurkan menjadi gas yang oleh hati dikonversi menjadi kimia bernama TMAO.

Pada penelitian, TMAO terkait erat dengan simpanan lemak di pembuluh darah, yang bisa mengakibatkan penyakit jantung dan kematian, Hazen mengatakan TMAO kerap tidak dipedulikan. “TMAO mungkin produk sampah tetapi ia memengaruhi metabolisme kolesterol dengan signifikan dan efeknya adalah penumpukan kolesterol. Temuan ini mendukung gagasan bahwa makan lebih sedikit daging merah lebih baik,” tandasnya.

Referensi :  http://www.go4healthylife.com/articles/6548/1/Mengapa-Daging-Merah-Berbahaya-untuk-Jantung-Ini-Alasannya/Page1.html


Tinggalkan komentar

Penelitian tingkat senyawa trietilamin oksida-N (TMAO) tinggi dalam darah mereka ternyata 2,5 kali lebih mungkin mengalami serangan stroke maupun jantung atau meninggal

Studi Baru, Bakteri Usus Pengaruhi Sakit Jantung

Cleveland – Bakteri usus mungkin memainkan peran dalam perkembangan penyakit jantung. Sebuah studi baru menunjukkan, ketika bakteri usus memakan makanan tertentu, seperti telur dan daging sapi, mereka menghasilkan senyawa yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Responden studi dengan tingkat senyawa trietilamin oksida-N (TMAO) tinggi dalam darah mereka ternyata 2,5 kali lebih mungkin mengalami serangan stroke maupun jantung atau meninggal selama periode tiga tahun dibandingkan dengan mereka yang memiliki tingkat senyawa rendah. Kadar TMAO bisa berfungsi sebagai penanda untuk memprediksi risiko penyakit jantung. “Meskipun studi selanjutnya diperlukan untuk mengkonfirmasi ini,” kata Dr Stanley Hazen, ahli jantung di Cleveland Clinic. Hasil studi juga memperkuat rekomendasi diet untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Rekomendasi ini menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol, seperti daging sapi dan telur. “Jika pada masa mendatang peneliti bisa mengembangkan obat yang menghambat produksi TMAO, ini bisa menjadi jalur baru untuk mengatasi penyakit jantung,” kata Hazen. Studi sebelumnya memperlihatkan hubungan antara tingginya kadar TMAO dan riwayat penyakit jantung. Diperkirakan bakteri usus tersebut mengubah nutrisi letisin menjadi TMAO. Dalam studi terbaru, para peneliti mengambil sampel darah dari 40 orang dewasa saat sebelum dan sesudah mereka makan dua telur rebus–sumber lesitin yang umum. Setelah makan telur itu, tingkat TMAO dalam darah mereka naik. Tetapi, jika responden minum antibiotik sebelum makan telur, tingkat TMAO bisa ditekan. Dalam studi kedua, peneliti melibatkan 4.000 responden untuk mengevaluasi kondisi jantung mereka. Sekitar tiga perempatnya memiliki tekanan darah tinggi dan 42 persen telah mengalami serangan jantung sebelumnya. Peserta yang mengalami serangan stroke maupun jantung atau meninggal selama periode penelitian ternyata memiliki tingkat TMAO lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengalami peristiwa kardiovaskular

Referensi :   http://en.tempo.co/read/news/2013/04/26/060475982/Studi-Baru-Bakteri-Usus-Pengaruhi-Sakit-Jantung


Tinggalkan komentar

TMAO sangat erat hubungannya dengan pembentukan simpanan lemak di dalam aliran darah yang bisa menyebabkan penyakit jantung dan kematian

Unsur Kimia Daging Merah Merusak Jantung

Sebuah unsur kimiawi dalam daging merah membantu menjelaskan mengapa makan terlalu banyak steak, daging cincang dan daging iris (bacon) bisa berdampak buruk bagi jantung, demikian diungkapkan peneliti Amerika. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Medicine menunjukkan bahwa carnitine dalam daging merah dipecah oleh bakteri di dalam usus. Hal tersebut meningkatkan level kolesterol sekaligus meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

Selama ini diketahui bahwa mengkonsumsi daging merah secara reguler bisa membahayakan kesehatan. Di Inggris, pemerintah merekomendasikan untuk konsumsi tidak lebih dari 70 gram daging merah atau daging yang diproses. Jumlah ini sama dengan dua iris bacon.

Lemak jenuh dan cara memproses daging tersebut juga diperkirakan memberikan kontribusi bagi masalah jantung. Namun, itu bukanlah penyebab utama. “Kolesterol dan lemak jenuh pada daging yang tak berlemak, kadarnya tidak terlalu tinggi. Pasti ada sesuatu yang lain yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler,” ujar ketua peneliti Dr Stanley Hazen.

Penelitian pada tikus dan manusia menunjukkan bahwa bakteri di dalam usus bisa memakan carnitine. Unsur ini dipecah menjadi gas yang kemudian diubah di dalam liver menjadi unsur kimia yang disebut TMAO. Dalam riset, TMAO sangat erat hubungannya dengan pembentukan simpanan lemak di dalam aliran darah yang bisa menyebabkan penyakit jantung dan kematian.

Dr Hazen dari Cleveland Clinic, mengatakan bahwa TMAO seringkali diabaikan. “Kemungkinan karena ia adalah produk sisa tetapi ia secara signifikan mempengaruhi metabolisme kolesterol dan berefek pada akumulasi kolesterol,” ujar dia. Temuan ini menunjukkan bahwa saran agar mengurangi konsumsi daging merah, adalah baik.

“Dulu saya mengkonsumsi daging merah lima hari dalam seminggu, tapi sekarang saya menguranginya menjadi sekali dalam dua minggu,” kata Dr. Hazen. Ia menambahkan bahwa temuan ini mendukung saran konsumsi yoghurt probiotik untuk mengubah keseimbangan bakteri di dalam usus. Menurunkan jumlah bakteri yang memakan cartinitine kemungkinan menjadi teori untuk menurunkan risiko kesehatan atas konsumsi daging merah. Vegetarian secara alami mempunyai bakteri lebih sedikit yang bisa memecah carnitine ketimbang pengkonsumsi daging.

Referensi :  http://m.tempo.co/read/news/2013/04/10/060472344/Unsur-Kimia-Daging-Merah-Merusak-Jantung


Tinggalkan komentar

Makanan berbasis nabati menurunkan resiko kanker prostat

Plant-Based Foods Decrease Risk of Prostate Cancer

Tomato products and other plant-based foods reduce the risk of prostate cancer, according to a study published in Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention. Researchers analyzed the diets of 1,806 prostate cancer patients and 12,005 men without prostate cancer. The results showed that the more their diets were plant-based, the lower their risk of prostate cancer. Also, consuming 10 or more servings of tomatoes and tomato products per week, specifically, was associated with an 18 percent reduced risk for prostate cancer.

Er A, Lane JA, Martin RM, et al. Adherence to dietary and lifestyle recommendations and prostate cancer risk in the Prostate Testing for Cancer and Treatment (ProtecT) Trial. Cancer Epidemiol Biomarkers Prev. 2014;23:2066-2077.

http://www.pcrm.org


Tinggalkan komentar

Hubungan obesitas pada anak dengan jantung

Childhood Obesity Associated with Serious Heart Problems

Obese children have a host of heart problems, according to a new study published by the American College of Cardiology. Researchers assessed the size of 61 obese children’s hearts and compared them with 40 nonobese children’s measurements. The obese children had enlarged and thickened hearts, as well as elevated LDL “bad” cholesterol, blood pressure, and blood sugar levels.

Mangner N, Scheuemann K, Winzer E, et al. Childhood obesity: impact on cardiac geometry and function. J Am Coll Cardiol Img. 2014. doi:10.1016/j.jcmg.2014.08.006.

http://www.pcrm.org


Tinggalkan komentar

Makanan berbasis hewani menyebabkan gagal jantung

Byproduct of Eating Animal Products Leads to Heart Failure

A compound produced in the gut when the body digests meat may lead to heart failure, according to a study published in the Journal of the American College of Cardiology. For five years, researchers followed 720 patients who had previously been treated for heart failure. Those with the highest levels of trimethylamine N-oxide (TMAO) in their blood had a 3.4-fold increase risk of dying, compared with those with the lowest levels. The body produces this chemical when it digests certain foods, including organ meats, red meat, and eggs. The presence of TMAO in the blood may also indicate other conditions such as stroke. These findings will allow clinicians to make dietary recommendations to both prevent and treat heart disease. 

The same researchers published findings related to TMAO and heart disease last year.

Tang WH, Wang Z, Fan Y, et al. Prognostic value of elevated levels of intestinal microbe-generated metabolite trimethylamine-n-oxide in patients with heart failure: refining the gut hypothesis. J Am Coll Cardiol. 2014;64:1908-1914.

http://www.pcrm.org