Kesehatan Vegan – dr. Satyawira Aryawan Deng

Makanan Sehat, Kacang-Kacangan, Biji-Bijian, Buah Kering, Organik, Natural, MPASI, Grosir & Eceran : https://www.tokopedia.com/kesehatanvegan & https://shopee.co.id/minimarketvegan


Leave a comment

Formula tempe sumber vitamin B12

Abstract

Tempe is a traditional and nutritious food of Indonesia which contains vitamin B12 and has become increasingly popular in recent time. It is important to conduct research on the potential of  tempe as a source of vitamin B12 and its implementation to a vegetarian diet. The aim of this study was to investigate the effect of tempe consumption as a source of vitamin B12 on level of serum vitamin B12 and serum homocysteine in healthy lacto-ovo-vegetarian. The research design is an experimental study, community trial with randomized control and double blind. The total sample was 118 lacto-ovo-vegetarians consisted of 42 subjects with vitamin B12 deficiency treated by vitamin B12 fortification. Cut-off point of vitamin B12 deficiency is below 156 pmol/L and hyperhomocysteinemia is above 12 μmol/L. Men and women aged above 17 years old were randomly assigned in this 3 months double-blind, placebo-controlled trial to consume tempe formula with average content of 5.9 µg vitamin B12 daily (n=38) or placebo (n=38). Vitamin B12 in tempe formula was analyzed by uv-vis spectrophotometer using microbial assay method. Serum vitamin B12 was measured by Electrochemiluminescent immunoassay method, serum homocysteine was measured by Microparticle enzyme immunoassay method. Serum vitamin B12 and serum homocysteine were analyzed before and after intervention, and after retention for 3 months without intervention. Prevalence of vitamin B12 deficiency in lacto-ovo-vegetarian is 35.6%. The average level of vitamin B12 in tempe formula “VEGAN 1” was 5.9 μg/100g. The cut-off point of vitamin B12 deficiency ranged from 4.5 to 9.5 years after becoming a lacto-ovo-vegetarian. Delta of serum vitamin B12 after intervention was -3.5 pmol/L in tempe group and -3.0 pmol/L in placebo (p = 0.954). Delta of serum vitamin B12 after retention for 3 months without intervention was +3.5 pmol/L in tempe group (p = 0.804) and -19.2 pmol/L in placebo group (p = 0.038). Statistical analysis showed a significant correlation (p < 0.05) between levels of serum vitamin B12 and serum homocysteine. Tempe formula was able to maintain normal level of serum vitamin B12 after retention for 3 months without intervention in lacto-ovo-vegetarian.

Key words: tempe, vitamin B12, homocysteine, vegetarian
Editor: Susianto Kusharisupeni
Received January 6, 2012; Accepted March 29, 2012; Published April 30, 2013
Copyright: 2013 Susianto et al. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited.
Competing Interests: The authors have declared that no competing interests exist.
Short running title: vitamin B12 and vegetarians
Corresponding address: Susianto Department of Public Health Nutrition, University of Indonesia, Kampus Baru Depok, Building F, 2nd Floor, FKM UI, West Java, Indonesia Phone:       +62-21-7863501 Fax:         +62-21-7863501    Email:                 susianto@indosat.net.id

Referensi : http://www.j-avu.com


Leave a comment

Penelitian usus vegan dan vegetarian secara signifikan kurang mampu membuat TMAO dari karnitin sehingga bermanfaat kesehatan jantung

Para peneliti Amerika Serikat telah menemukan hubungan baru yang mengejutkan antara daging merah dan risiko jantung yang melibatkan bakteri yang hidup dalam usus.

Bakteri usus mencerna L-karnitin, suatu senyawa yang berlimpah dalam daging merah dan ditambahkan ke minuman energi populer, untuk menghasilkan trimetilamina-N-oksida (TMAO), suatu metabolit yang sudah diduga berkontribusi menyumbat arteri.

Penelitian sebelumnya yang telah mengaitkan konsumsi daging merah dengan peningkatan risiko kardiovaskular, sementara kenaikan risiko itu akibat lemak dan dan kolesterol dalam daging merah, namun keduanya tidak cukup untuk menjelaskan semua itu.

Para peneliti telah menunjuk faktor-faktor lainnya, seperti perbedaan genetik, diet tinggi garam, yang sering dikaitkan dengan konsumsi daging merah, dan bahkan cara daging dimasak.

Tapi ini penelitian terbaru, yang dipimpin oleh Stanley Hazen dari Klinik Cleveland di Ohio, dan diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine, menawarkan hubungan baru antara daging merah dan risiko jantung.

Hazen adalah kepala bagian Kardiologi Preventif & Rehabilitasi di Miller Family Heart and Vascular Institute di Klinik Cleveland.

Pada tahun 2011, para peneliti melaporkan sebuah studi di mana mereka menghubungkan TMAO untuk mempromosikan aterosklerosis (di mana arteri tersumbat oleh kolesterol dan senyawa lemak lainnya) pada manusia.

Dalam studi terbaru ini, Hazen dan rekan menemukan bakteri usus manusia mengubah L-karnitin menjadi TMAO.

Mereka juga menemukan bahwa diet tinggi L-karnitin mendorong pertumbuhan bakteri yang memetabolisme, sehingga meningkatkan produksi TMAO yang bahkan lebih menyumbat arteri.

Hazen, yang juga Wakil Ketua Translational Research for the Lerner Research Institute di Klinik Cleveland mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Bakteri yang hidup dalam saluran pencernaan kita ditentukan oleh pola diet jangka panjang kita. Diet tinggi karnitin sebenarnya menggeser komposisi mikroba usus  mereka yang menyukai karnitin, membuat pemakan daging lebih rentan terhadap pembentukan TMAO dan dampaknya menyumbat arteri.”

Para peneliti juga menemukan bahwa usus vegan dan vegetarian secara signifikan kurang mampu membuat TMAO dari karnitin, yang dapat menjelaskan manfaat kesehatan jantung dari diet mereka, demikian dilansir MedicalNewsToday.

Dalam wawancaranya dengan BBC, Hazen mengatakan kadar kolesterol dan lemak jenuh dalam daging merah tidak terlalu tinggi, tetapi ada hal lain yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

Eksperimen pada tikus dan manusia menunjukkan bahwa bakteri dalam perut dapat mengonsumsi karnitin. Karnitin dihancurkan menjadi gas yang oleh hati dikonversi menjadi kimia bernama TMAO.

Pada penelitian, TMAO terkait erat dengan simpanan lemak di pembuluh darah, yang bisa mengakibatkan penyakit jantung dan kematian, Hazen mengatakan TMAO kerap tidak dipedulikan. “TMAO mungkin produk sampah tetapi ia memengaruhi metabolisme kolesterol dengan signifikan dan efeknya adalah penumpukan kolesterol. Temuan ini mendukung gagasan bahwa makan lebih sedikit daging merah lebih baik,” tandasnya.

Referensi :  http://www.go4healthylife.com/articles/6548/1/Mengapa-Daging-Merah-Berbahaya-untuk-Jantung-Ini-Alasannya/Page1.html


Leave a comment

Penelitian tingkat senyawa trietilamin oksida-N (TMAO) tinggi dalam darah mereka ternyata 2,5 kali lebih mungkin mengalami serangan stroke maupun jantung atau meninggal

Studi Baru, Bakteri Usus Pengaruhi Sakit Jantung

Cleveland – Bakteri usus mungkin memainkan peran dalam perkembangan penyakit jantung. Sebuah studi baru menunjukkan, ketika bakteri usus memakan makanan tertentu, seperti telur dan daging sapi, mereka menghasilkan senyawa yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Responden studi dengan tingkat senyawa trietilamin oksida-N (TMAO) tinggi dalam darah mereka ternyata 2,5 kali lebih mungkin mengalami serangan stroke maupun jantung atau meninggal selama periode tiga tahun dibandingkan dengan mereka yang memiliki tingkat senyawa rendah. Kadar TMAO bisa berfungsi sebagai penanda untuk memprediksi risiko penyakit jantung. “Meskipun studi selanjutnya diperlukan untuk mengkonfirmasi ini,” kata Dr Stanley Hazen, ahli jantung di Cleveland Clinic. Hasil studi juga memperkuat rekomendasi diet untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Rekomendasi ini menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol, seperti daging sapi dan telur. “Jika pada masa mendatang peneliti bisa mengembangkan obat yang menghambat produksi TMAO, ini bisa menjadi jalur baru untuk mengatasi penyakit jantung,” kata Hazen. Studi sebelumnya memperlihatkan hubungan antara tingginya kadar TMAO dan riwayat penyakit jantung. Diperkirakan bakteri usus tersebut mengubah nutrisi letisin menjadi TMAO. Dalam studi terbaru, para peneliti mengambil sampel darah dari 40 orang dewasa saat sebelum dan sesudah mereka makan dua telur rebus–sumber lesitin yang umum. Setelah makan telur itu, tingkat TMAO dalam darah mereka naik. Tetapi, jika responden minum antibiotik sebelum makan telur, tingkat TMAO bisa ditekan. Dalam studi kedua, peneliti melibatkan 4.000 responden untuk mengevaluasi kondisi jantung mereka. Sekitar tiga perempatnya memiliki tekanan darah tinggi dan 42 persen telah mengalami serangan jantung sebelumnya. Peserta yang mengalami serangan stroke maupun jantung atau meninggal selama periode penelitian ternyata memiliki tingkat TMAO lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengalami peristiwa kardiovaskular

Referensi :   http://en.tempo.co/read/news/2013/04/26/060475982/Studi-Baru-Bakteri-Usus-Pengaruhi-Sakit-Jantung


Leave a comment

TMAO sangat erat hubungannya dengan pembentukan simpanan lemak di dalam aliran darah yang bisa menyebabkan penyakit jantung dan kematian

Unsur Kimia Daging Merah Merusak Jantung

Sebuah unsur kimiawi dalam daging merah membantu menjelaskan mengapa makan terlalu banyak steak, daging cincang dan daging iris (bacon) bisa berdampak buruk bagi jantung, demikian diungkapkan peneliti Amerika. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Medicine menunjukkan bahwa carnitine dalam daging merah dipecah oleh bakteri di dalam usus. Hal tersebut meningkatkan level kolesterol sekaligus meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

Selama ini diketahui bahwa mengkonsumsi daging merah secara reguler bisa membahayakan kesehatan. Di Inggris, pemerintah merekomendasikan untuk konsumsi tidak lebih dari 70 gram daging merah atau daging yang diproses. Jumlah ini sama dengan dua iris bacon.

Lemak jenuh dan cara memproses daging tersebut juga diperkirakan memberikan kontribusi bagi masalah jantung. Namun, itu bukanlah penyebab utama. “Kolesterol dan lemak jenuh pada daging yang tak berlemak, kadarnya tidak terlalu tinggi. Pasti ada sesuatu yang lain yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler,” ujar ketua peneliti Dr Stanley Hazen.

Penelitian pada tikus dan manusia menunjukkan bahwa bakteri di dalam usus bisa memakan carnitine. Unsur ini dipecah menjadi gas yang kemudian diubah di dalam liver menjadi unsur kimia yang disebut TMAO. Dalam riset, TMAO sangat erat hubungannya dengan pembentukan simpanan lemak di dalam aliran darah yang bisa menyebabkan penyakit jantung dan kematian.

Dr Hazen dari Cleveland Clinic, mengatakan bahwa TMAO seringkali diabaikan. “Kemungkinan karena ia adalah produk sisa tetapi ia secara signifikan mempengaruhi metabolisme kolesterol dan berefek pada akumulasi kolesterol,” ujar dia. Temuan ini menunjukkan bahwa saran agar mengurangi konsumsi daging merah, adalah baik.

“Dulu saya mengkonsumsi daging merah lima hari dalam seminggu, tapi sekarang saya menguranginya menjadi sekali dalam dua minggu,” kata Dr. Hazen. Ia menambahkan bahwa temuan ini mendukung saran konsumsi yoghurt probiotik untuk mengubah keseimbangan bakteri di dalam usus. Menurunkan jumlah bakteri yang memakan cartinitine kemungkinan menjadi teori untuk menurunkan risiko kesehatan atas konsumsi daging merah. Vegetarian secara alami mempunyai bakteri lebih sedikit yang bisa memecah carnitine ketimbang pengkonsumsi daging.

Referensi :  http://m.tempo.co/read/news/2013/04/10/060472344/Unsur-Kimia-Daging-Merah-Merusak-Jantung


Leave a comment

Makanan berbasis nabati menurunkan resiko kanker prostat

Plant-Based Foods Decrease Risk of Prostate Cancer

Tomato products and other plant-based foods reduce the risk of prostate cancer, according to a study published in Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention. Researchers analyzed the diets of 1,806 prostate cancer patients and 12,005 men without prostate cancer. The results showed that the more their diets were plant-based, the lower their risk of prostate cancer. Also, consuming 10 or more servings of tomatoes and tomato products per week, specifically, was associated with an 18 percent reduced risk for prostate cancer.

Er A, Lane JA, Martin RM, et al. Adherence to dietary and lifestyle recommendations and prostate cancer risk in the Prostate Testing for Cancer and Treatment (ProtecT) Trial. Cancer Epidemiol Biomarkers Prev. 2014;23:2066-2077.

http://www.pcrm.org


Leave a comment

Hubungan obesitas pada anak dengan jantung

Childhood Obesity Associated with Serious Heart Problems

Obese children have a host of heart problems, according to a new study published by the American College of Cardiology. Researchers assessed the size of 61 obese children’s hearts and compared them with 40 nonobese children’s measurements. The obese children had enlarged and thickened hearts, as well as elevated LDL “bad” cholesterol, blood pressure, and blood sugar levels.

Mangner N, Scheuemann K, Winzer E, et al. Childhood obesity: impact on cardiac geometry and function. J Am Coll Cardiol Img. 2014. doi:10.1016/j.jcmg.2014.08.006.

http://www.pcrm.org


Leave a comment

Makanan berbasis hewani menyebabkan gagal jantung

Byproduct of Eating Animal Products Leads to Heart Failure

A compound produced in the gut when the body digests meat may lead to heart failure, according to a study published in the Journal of the American College of Cardiology. For five years, researchers followed 720 patients who had previously been treated for heart failure. Those with the highest levels of trimethylamine N-oxide (TMAO) in their blood had a 3.4-fold increase risk of dying, compared with those with the lowest levels. The body produces this chemical when it digests certain foods, including organ meats, red meat, and eggs. The presence of TMAO in the blood may also indicate other conditions such as stroke. These findings will allow clinicians to make dietary recommendations to both prevent and treat heart disease. 

The same researchers published findings related to TMAO and heart disease last year.

Tang WH, Wang Z, Fan Y, et al. Prognostic value of elevated levels of intestinal microbe-generated metabolite trimethylamine-n-oxide in patients with heart failure: refining the gut hypothesis. J Am Coll Cardiol. 2014;64:1908-1914.

http://www.pcrm.org


Leave a comment

Minum susu sapi meningkatkan resiko fraktur, kematian, penyakit jantung, dan kanker

Drinking Milk Associated with Fractures and Death

High cow’s milk intake is associated with increased risk for bone fractures and death, according to a new study in the British Medical Journal. Researchers followed 61,433 women and 45,339 men for more than 20 years and 11 years, respectively.

Among women, those who consumed three or more glasses of milk per day had a 60 percent increased risk for developing a hip fracture and a 16 percent increased risk for developing any bone fracture. These results are similar to previous studies showing no protective effect of increased milk consumption on fracture risk.

Additionally among women, for each glass of milk consumed, risk of dying from all causes increased by 15 percent, from heart disease by 15 percent, and from cancer by 7 percent. For the women who consumed three or more glasses of milk per day, compared with less than one glass, risk of dying increased by 93 percent. Men had a 10 percent increased risk of dying when consuming three or more glasses of milk per day, compared with less than one glass.

Michaëlsson  K, Wolk  A, Langenskiöld  S, et al. Milk intake and risk of mortality and fractures in women and men: cohort studies. BMJ. 2014;349:g6015.

Feskanich D, Willett WC, Colditz GA. Calcium, vitamin D, milk consumption, and hip fractures: A prospective study among postmenopausal women. Am J Clin Nutr. 2003;77:504-511.

http://www.pcrm.org


Leave a comment

Diet vegan membuktikan paling efektif menurunkan berat badan

A Vegan Diet Proves Most Effective for Weight Loss

A vegan diet leads to the most weight loss, compared with other dietary patterns, according to a new study in the journal Nutrition. Sixty-three overweight adult study participants were assigned to one of five different dietary patterns for a six-month period: omnivorous, semi-vegetarian, pesco-vegetarian, lacto-ovo vegetarian, and vegan. At the end of the study, the vegan group lost, on average, more than twice the percentage of body weight (7.5 percent), compared with omnivores (3.1 percent), semi-vegetarians (3.2 percent), and pesco-vegetarians (3.2 percent). The lacto-ovo vegetarian group lost an average of 6.3 percentage points. The vegan group also had the greatest reductions in total fat, saturated fat, and cholesterol and greatest increase in dietary fiber intake—all protective against chronic diseases such as heart disease and diabetes.

Turner-McGrievy GM, Davidson CR, Wingard EE, Wilcox S, Frongillo EA. Comparative effectiveness of plant-based diets for weight loss: A randomized controlled trial of five different diets. Nutrition. 2014. doi: 10.1016/j.nut.2014.09.002.

http://www.pcrm.org


Leave a comment

Program Menkes Baru

Menurut Nila yang paling penting ke depan adalah tetap mengedepankan perlunya promosi dan pencegahan berbagai penyakit. “Sebenarnya kesehatan itu bagaimana menjaga ksehatan. Pencegahan lebih baik. Tidak boleh menunggu. Kuratif akan menelan biaya lebih besar,”kata wanita yang aktif aktif sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI)


Leave a comment

Tak perlu operasi plastik untuk mendapatkan kulit halus bebas keriput.

Anda hanya perlu menjauhkan diri dari stres, serta rajin minum air putih. Jangan lupa menjaga asupan makan yang sehat dan seimbang.

Sebagai pelengkap, konsumsi lima jenis buah ini, juga membuat wajah Anda tampak lebih muda. Apa saja?

1. Tomat
Konsumsi lima sendok makan pasta tomat setiap hari selama tiga bulan dapat memberi perlindungan hingga 25 persen dari noda hitam. Kulit juga memiliki lebih banyak kolagen yang membuatnya elastis serta kandungan antioksidan yang tinggi dapat mencegah penuaan dini.

2. Strawberry
Satu gelas jus strawberry memberikan 100 persen kandungan vitamin C dan antioksidan yang menjaga kehalusan kulit. Kandungan asam ellagic pada strawberry juga melindungi serat elastis yang melindungi kulit dari kendur.

3. Apel
Mengandung quercetin yang memberikan perlindungan dari sinar UV B penyebab kanker kulit. Makan dua apel dalam satu minggu juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Pastikan makan bersama kulitnya karena di bagian itu yang paling banyak mengandung antioksidan.

4. Lemon
Lemon mengandung kadar vitamin C yang tinggi, yang dapat membantu meregenerasi sel kulit mati. Lemon juga mengandung bioflavonoid yang efektif melindungi kulit dari sinar UV. Konsumsi air lemon tiap pagi menambah kebugaran dan kesehatan kulit.

5. Blueberry
Buah berwarna biru kehitaman ini mampu melindungi kulit dari bahaya oksidasi dan radikal bebas. Selain itu, konsumsi jus blueberry setiap hari juga dapat mencegah penyakit kanker.


Leave a comment

Pola makan berbasis nabati meningkatkan kelangsungan hidup kanker payudara

Plant-Based Foods Increase Breast Cancer Survival

A new report on breast cancer survival favors plant-based eating, as presented by the World Cancer Research Fund International’s Continuous Update Project. A panel of independent scientists reviewed 85 studies with 164,416 participants diagnosed with breast cancer. They found that eating more high-fiber plant foods before and after diagnosis may reduce the risk of dying from breast cancer. Additionally, women who consume more soy after diagnosis have a lower risk of dying, while women who consumed more fat, especially saturated fat, before diagnosis had a higher risk of dying. Other factors that boost survival include regular exercise and maintaining a healthy body weight. The report’s findings support a growing body of evidence that good food choices can improve survival for women with breast cancer.

World Cancer Research Fund International. Continuous Update Project Report: Diet, Nutrition, Physical Activity, and Breast Cancer Survivors. 2014. Available at: http://www.wcrf.org/sites/default/files/Breast-Cancer-Survivors-2014-Report.pdf. Accessed October 16, 2014.

Physicians Committee for Responsible Medicine • 5100 Wisconsin Ave., N.W. • Suite 400 • Washington, D.C. 20016
Contact: 202-686-2210 • info@pcrm.orghttp://www.pcrm.org


Leave a comment

International Journal of Cancer : Anak-anak yang mengkonsumsi daging merah beresiko kanker payudara

Red Meat in Childhood Increases Risk for Breast Cancer

Women who consume the most red meat during childhood are at higher risk for developing breast cancer, compared with those who consume the least, according to a study published in the International Journal of Cancer. Researchers followed 44,231 women aged 32-52 years who participate in Harvard’s Nurses’ Health Study II for 13 years and found that women who consumed the most total red meat during childhood were at 43 percent increased risk for developing premenopausal breast cancer, compared with women who consumed the least.

Farvid MS, Cho E, Chen WY, Eliassen AH, Willett WC. Adolescent meat intake and breast cancer risk. Int J Cancer. Published online October 3, 2014

Physicians Committee for Responsible Medicine • 5100 Wisconsin Ave., N.W. • Suite 400 • Washington, D.C. 20016
Contact: 202-686-2210 • info@pcrm.orghttp://www.pcrm.org


Leave a comment

Peningkatan konsumsi telur berhubungan dengan kematian dan diabetes

Am J Clin Nutr. Author manuscript; available in PMC Apr 1, 2009.
Published in final edited form as:
PMCID: PMC2386667
NIHMSID: NIHMS44834

Egg Consumption and Cardiovascular Disease and Mortality The Physicians’ Health Study

Abstract

Background

Reduction in dietary cholesterol is recommended to prevent cardiovascular disease (CVD). Although eggs are important sources of cholesterol and other nutrients, limited and inconsistent data are available on the effects of egg consumption on the risk of CVD and mortality.

Objectives

To examine the association between egg consumption and the risk of CVD and mortality.

Design

Prospective cohort study of 21,327 participants from the Physicians’ Health Study I. Egg consumption was assessed using a simple abbreviated food questionnaire. We used Cox regression to estimate relative risks.

Results

After an average follow up of 20 years, a total of 1,550 new myocardial infarction (MI), 1,342 incident strokes, and 5,169 deaths occurred in this cohort. Egg consumption was not associated with incident MI or stroke in a multivariable Cox regression. In contrast, adjusted hazard ratios (95% CI) for mortality were 1.0 (reference), 0.94 (0.87-1.02), 1.03 (0.95-1.11), 1.05 (0.93-1.19), and 1.23 (1.11-1.36) for egg consumption of <1, 1, 2-4, 5-6, and 7+ per week, respectively, (p for trend <0.0001). This association was stronger among diabetic subjects with a 2-fold increased risk of death comparing the highest to the lowest category of egg consumption than non-diabetic subjects (HR: 1.22 (1.09-1.35) (p for interaction 0.09).

Conclusions

Our data suggest that infrequent egg consumption does not influence the risk of CVD and only confers a modest increased risk for total mortality in male physicians. In addition, egg consumption was positively related to mortality and such relation was stronger among diabetic subjects in this selective population.

Keywords: Diet, stroke, myocardial infarction, epidemiology, mortality


Leave a comment

Penelitian Diet dan lipid darah profil Vegan

Penelitian Diet dan lipid darah profil Vegan: studi cross-sectional wanita pra dan pasca menopause Yee-Wen Huang 1 , Zhi-Hong Jian 2 , Hui-Chin Chang 2 3 , Oswald Ndi nUntuk 2 , Pei-Chieh Ko 2 , Chia-Chi Lung 2 4 , panjang-Yau Lin 5 6 , Chien-Chang Ho 7 , Yi-Chen Chiang 2 4 dan Yung-Po Liaw 2 4 *

* berkorespondensi penulis: Yung-Po Liaw Liawyp@csmu.edu.tw

Penulis afiliasi Citation dan Lisensi Abstrak Latar Belakang Pola makan vegan telah dikaitkan dengan rendahnya risiko penyakit kardiovaskular dan kematian, sebagian karena dampaknya pada profil lipid serum. Profil lipid [high density lipoprotein-kolesterol (HDL-C), low density lipoprotein-kolesterol (LDL-C) dan trigliserida (TG)] belum sepenuhnya dijelaskan baik dalam vegan pra dan pasca menopause atau vegetarian ovo-lacto. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan profil lipid antara vegan, ovo-lacto vegetarian dan omnivora. Continue reading


Leave a comment

Mudahnya mengobati klien dengan menjadi dokter vegan

Klien yang datang dengan keluhan kolesterol, asam urat, hipertensi, diabetes, osteoporosis, konstipasi, jerawat, obesitas, anti aging, dll kemudian klien di anjurkan pola makan vegan dan pola hidup sehat. Ketika pasien kontrol, rata-rata menunjukan hasil yang baik. Kolesterolnya turun, tensi normal, diabetes terkontrol, Buang air besar menjadi lancar, jerawatnya sembuh, berat badan menjadi ideal, awet muda, dll.
Menjadi dokter vegan akan selalu menyarankan klien untuk preventif. Mencegah lebih baik mengobati. Kost terapi akan menjadi lebih murah dibandingkan dengan kuratif atau pengobatan.

Sehat itu mudah

Salam vegan

dr. Satyawira Aryawan Deng
Dokter vegan


Leave a comment

Mata kuning, feses seperti dempul, urin seperti teh, bilirubin naik… ini penjelasannnya.

PENDEKATAN DIAGNOSA PADA IKTERUS DAN PENANGANANNYA

BAB I
PENDAHULUAN

Ikterus adalah perubahan warna kulit, sklera mata atau jaringan lainnya (membran mukosa) yang menjadi kuning karena pewarnaan oleh bilirubin yang meningkat konsentrasinya dalam sirkulasi darah. Bilirubin dibentuk sebagai akibat pemecahan cincin hem, biasanya sebagai akibat metabolisme sel darah merah.
Kata ikterus (jaundice) berasal dari kata Perancis jaune yang berarti kuning. Ikterus sebaiknya diperiksa di bawah cahaya terang siang hari, dengan melihat sklera mata. Ikterus dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu ikterus hemo­litik dan ikterus obstruktif. Continue reading


Leave a comment

Jika vegan hati lebih tenang, kemungkinan resiko sakit lebih kecil

Manusia secara alami seharusnya sehat bisa sampai 120 tahun seperti suku Hunza. Karena pola hidup tidak sehat sehingga sakit-sakitan.

Sudah banyak penelitian bahwa vegan adalah pola makan yang paling sehat.
Kalau kita ke Rumah Sakit, 50 % adalah penyakit jantung, kemudian cancer, dan stroke dan lain-lain. Hampir semuanya berhubungan dengan pola makan.

Sehat itu mudah
Sakit itu mahal

Sekarang…. pilihan ada di kita…

Salam Vegan

dr. Satyawira Aryawan Deng


Leave a comment

Omega-3 dan Omega-6

Essential Fat Facts:
—>We require essential polyunsaturated fats – omega-6 and omega-3 fatty acids – from our diet, ideally in a ratio of 2:1 – 4:1.
—>Omega-6 fats are found widely in the food supply (especially in vegetable oils). Excellent *whole* food sources include: walnuts, pine nuts, hempseeds, sesame seeds, pumpkin seeds, sunflower seeds, corn, wheat germ, and spirulina.
—>Omega-3 fats are found in ALA (alpha-linolenic acid) form from plant sources and are converted into EPA and DHA, the long chain versions required by our bodies. Excellent *whole* food sources include: chia seeds, flaxseeds, hempseeds, walnuts, leafy green vegetables, soy products, and wheat germ.
—>Omega-3 fats found in already converted EPA and DHA forms are found in fish and fish oil. Fish and fish oil supplements are poor choices because: 1) fish are heavily polluted with toxins such as mercury, PCB’s, dioxin, and DDT; 2) our oceans are so overfished, we are imminently running out of fish; 3) fish oil supplements do not promote health.
—>There are plant sources (from microalgae) of DHA and EPA as supplements and they raise serum levels effectively.
*Resources:
—>Dr. Neal Barnard explodes the Eskimo myth: http://www.huffingtonpost.com/neal-barnard-md/eskimo-myth_b_5268420.html
—>Omega-3 Fats: http://plantbaseddietitian.com/omega-3-fats/
—>Why I recommend avoiding fish: http://plantbaseddietitian.com/avoidingfish/
—>Healthy Fat Intake: http://plantbaseddietitian.com/healthy-fat-intake/
—>Omega-3 recommendations for vegans by Jack Norris: http://veganhealth.org/articles/omega3
—>DHA in vegans by Jack Norris: http://jacknorrisrd.com/clinical-trial-of-dha-supplementation-in-vegans/
—>Global Consequences of Overfishing: http://www.dfo-mpo.gc.ca/international/isu-global-eng.htm

Referensi : https://www.facebook.com/pages/Plant-Based-Dietitian/378985915313?fref=photo