Kesehatan Vegan – dr. Satyawira Aryawan Deng

Makanan Sehat, Kacang-Kacangan, Biji-Bijian, Buah Kering, Organik, Natural, MPASI, Grosir & Eceran : https://www.tokopedia.com/kesehatanvegan & https://shopee.co.id/minimarketvegan


Leave a comment

Terbukti Diet Vegan Bikin Kulit Mulus Bebas Jerawat

Wanita mana yang tak mau kulitnya cerah bersinar, mulus tanpa jerawat, dan bebas keriput? Selain merawat diri dari luar dengan memakai berbagai krim, Anda bisa mulai menerapkan diet vegan atau hanya mengonsumsi makanan yang berasal dari tanaman.

Menurut Deborah Dunham dari situs You Beauty (21/03/13), daging mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Jika pembuluh arteri tidak sehat, kulit Anda tak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk tetap sehat dan berseri.

Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi daging merah secara khusus berasosiasi positif dengan peningkatan inflamasi dalam tubuh. Hal ini dapat memecah kolagen dan elastin dalam kulit, padahal keduanya berfungsi membuat kulit awet muda.

Studi lain menyebutkan bahwa jerawat berkaitan dengan pola makan a la Barat yang melibatkan protein hewan secara berlebih. Peneliti menganjurkan kita membatasi total asupan leucine, asam amino dalam daging, untuk mengurangi jerawat di kulit.

Hal yang sama juga berlaku pada produk olahan susu. Pada sebuah percobaan terhadap pola makan 47.355 orang wanita, ditemukan hubungan positif antara susu dan jerawat. Pasalnya, mayoritas susu yang kita konsumsi dihasilkan oleh sapi yang sedang hamil, sehingga mengandung hormon dalam kadar tinggi. Hal ini bisa memicu pengeluaran minyak dan jerawat.

Sudah yakin ingin berhenti mengonsumsi daging dan susu? Anda perlu memerhatikan makanan penggantinya. “Manfaat yang Anda peroleh dari menghentikan asupan daging dan susu bergantung pada makanan yang Anda pilih untuk menggantikan kalorinya,” jelas ahli gizi Kristin Kirkpatrick, R.D..

Menurutnya, orang yang menggantikan kalori produk hewani dengan lebih banyak mengonsumsi buah, sayur, atau makanan padat gizi lainnya akan mendapat manfaat besar, baik di kulit maupun kecantikan secara menyeluruh.

Dibanding daging yang sudah dimasak, buah dan sayur lebih tinggi kandungan airnya. Konsumsi makanan yang tinggi kandungan airnya seperti mentimun, semangka, dan melon dapat menghidrasi kulit, mencegah keriput, dan membuatnya berseri.

Selain itu, diet vegan yang seimbang biasanya tinggi vitamin C. “Vitamin C dibutuhkan untuk metabolisme kolagen yang meningkatkan elastisitas kulit, membuat kulit lebih halus dan tak berkerut,” ujar Kirkpatrick. Vitamin C kadar tinggi bisa didapatkan dari buah seperti pepaya, stroberi, jeruk, lemon, kembang kol, dan bawang putih.

http://m.detik.com/food/read/2013/03/25/110119/2202600/297/terbukti-diet-vegan-bikin-kulit-mulus-bebas-jerawat


Leave a comment

Vegan mempunyai sedikit stress dan cemas

Vegans Have Less Stress and Anxiety

A vegan diet may lower your stress and anxiety levels, according to a study published online in Nutritional Neuroscience. Researchers surveyed 620 vegans, vegetarians, and omnivores about mood. Increased fruit and vegetable intake resulted in lower anxiety scores for male vegan participants, compared with nonvegans. Female vegan participants experienced reduced stress levels as a result of their animal-free diets as well as their lower intakes of sweets.

Beezhold B, Radnitz C, Rinnie A, DiMatteo J. Vegans report less stress and anxiety than omnivores. Nutr Neuroscir. Published online on November 21, 2014.

Physicians Committee for Responsible Medicine


Leave a comment

Happy World Meatless Day 2014 (Hari Tanpa Daging Sedunia)

World Meatless Day (Hari Tanpa Daging Sedunia) adalah sebuah event yg dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 25 November. Dimana pada hari tersebut masyarakat umum menyatakan kesanggupan untuk tidak memakan daging segala jenis hewan apapun juga (sapi, ayam, ikan, babi, kambing, seafood, dsb) selama satu hari penuh sebagai bentuk rasa cinta kasih dan pola hidup sehat. Hal ini ditandai dengan mengisi form kesanggupan / tanda tangan untuk tidak makan daging (plegde to meatless) pada hari tersebut yang telah dibuat oleh organisasi-organisasi vegetarian di seluruh dunia yang ikut mendukung peringatan World Meatless Day.

World Meatless Day pertama kali dimulai di India pada tahun 1986, dipelopori oleh Misi Sadhu Vaswani yang merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pelayanan sosial. Mereka meyakini dengan tidak makan daging mereka telah mewujudkan rasa cinta kasih dan kasih terhadap makhluk hidup lainnya, selain sebagai bentuk penghormatan kepada segala bentuk kehidupan.

Ditahun 2006 diperkirakan lebih dari 88.000.000 orang diseluruh dunia menyatakan kesanggupan untuk tidak makan daging pada tanggal 25 November. Indonesia Vegetarian Society (IVS) sebagai salah satu organisasi vegetarian nirlaba juga ikut berperan serta mendukung suksesnya Meatless Day. Ditahun tersebut 45 cabang IVS di seluruh Indonesia telah berhasil mengumpulkan sekitar 35 ribu tanda tangan.

Banyak informasi sekarang ini yang menunjukkan bahwa pengonsumian daging adalah tidak sehat, bagi manusia, selain juga tidak ramah lingkungan dan perbuatan yang kejam. Jadi sebaiknya kita bisa tmenjadikan tiap momen absen mengonsumsi daging sebagai sebuah terpaan diri untuk kemudian menjadi sadar bahwa gaya hidup Vegetarian/Vegan adalah sebuah pilihan logis bagi diri sendiri yang tentunya juga merupakan gaya hidup yang jauh dari arogansi manusia. Go Vegan! (El Vegano)

Sumber: http://www.ivs-online.com


Leave a comment

Cara mudah awet muda dan panjang umur dengan vegan

Rata-rata usia harapan hidup orang Indonesia adalah 72 tahun. Sementara banyak statistik menunjukkan bahwa kita kaum pria berumur lebih pendek dibanding wanita. Artinya rata-rata usia pria berada di bawah 72 tahun.

Di saat yang sama, tahukah Anda bahwa penduduk suku Hunza di Karakoram, kaki gunung Himalaya, menggolongkan orang berusia 80 tahun sebagai “remaja”?

Lembah Hunza, tempat mereka berdiam, dijuluki sebagai tempat tanpa rasa stres. Tidak ada hiruk-pikuk dan intrik sebagaimana kehidupan di kota besar. Tidak heran, penduduknya berusia rata-rata 145 tahun dan bahkan pada beberapa kasus bisa mencapai 175 tahun. Wow, lebih dari dua kali masa hidup pria Indonesia.

Tulisan ini akan membuka “kotak harta karun” yang mereka miliki agar Anda juga bisa mendapatkan inspirasi dari apa yang disebut oleh World Health Organization (WHO) sebagai orang-orang berumur terpanjang di dunia.

#1 Gaya hidup sakti: vegetarian.

Penduduk suku Hunza adalah vegetarian sejati. Rata-rata, mereka mengkonsumsi 350 gram karbohidrat, 50 gram protein, dan 35 gram lemak per hari. Menu favorit mereka adalah aprikot, gandum, tomat, mentimun, labu, dan kacang kedelai. Semua ini berasal dari hasil pekerjaan mereka di ladang yang bebas obat penyemprot hama. Sayuran yang mereka makan lebih sering disantap mentah-mentah (tentu setelah dicuci bersih) ketimbang dimasak dengan berbagai bumbu.

#2 Berolahraga di dalam pekerjaan.

Penduduk suku Hunza bebas obesitas karena mereka rajin bekerja di ladang. Ketahanan fisik mereka sangat kuat karena sudah terbiasa mencangkul dan menyusuri bukit-bukit. Intinya, mereka terbiasa walk to work. Secara tidak langsung, inilah olahraga yang rutin untuk mereka. Coba Anda bandingkan dengan kebiasaan orang perkotaan yang lebih suka naik kendaraan jika pergi ke mana-mana.

#3 Struktur sosial membuat mereka tetap beraktivitas.

Dalam peradaban Hunza, usia pensiun adalah ketika seseorang meninggal. Orang-orang Hunza tidak membedakan tua dan muda dalam bekerja. Orang yang sudah berusia 145 tahun sekalipun masih diberi tugas untuk mencabut rumput, memberi makan ternak, mencuci pakaian, dan menjaga anak. Hampir tidak ada penduduk di sini yang terserang penyakit jantung dan paru-paru. Mereka biasanya meninggal dengan tenang saat tidur.

#4 Kehidupan sosial yang damai.

Penduduk suku Hunza adalah orang-orang yang sudah terbiasa membantu satu sama lain. Mereka sangat bersahabat dengan sesama anggota masyarakat maupun dengan pendatang. Di sana, tidak ada yang namanya tuan tanah atau orang yang terlalu kaya. Dengan demikian, mereka sama sekali tidak cemas dengan harta benda.

Aturan dalam tatanan sosial suku Hunza mengharamkan jual-beli tanah milik mereka. Selain itu, budaya “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” juga diterapkan dengan benar. Orang yang memiliki sepuluh ekor sapi tidak akan ragu untuk membagikan lima ekor miliknya untuk membantu menggarap ladang orang lain.

Apakah kita bisa meniru cara hidup suku Hunza di tengah kondisi lingkungan yang penuh polusi dan seringkali memaksa kita mengurut dada? This is worth trying.

http://malezones.com/artikel/menyingkap-rahasia-umur-panjang-suku-hunza.html

Rahasia Umur Panjang Suku Hunza
1. Mengapa orang suku Hunza berusia panjang dan tersehat di dunia. Apa Rahasianya ?
Gizi (Makanan) sehari-hari orang Suku Hunza terdiri dari biji-bijian, sayur-sayuran, buah-buahan dan umbi-umbian.
GIZI NABATI MURNI, memelihara saluran (Nadi) tubuh tetap bersih dan lapisan dalam tetap utuh tidak berkarat.
Umur Rata-rata orang Hunza : Dewasa : 20 Th

2. Mengapa usia dan kesehatan manusia zaman modern ini merosot tajam ?

Di Zaman sekarang ini secara tidak sadar atau tidak sadar, makanan kita tercemar oleh zat-zat kimia yang sukar keluar dari tubuh, bahkan menjadi endapan dan kerak dalam saluran (nadi) dalam tubuh kita.
Diantaranya zat-zat kimia (anorganis) yang mencemari tubuh kita : obat-obatan, Zat Narkoba, Perokok (Nikotin), Koffin, serta Obat Analgetikum (penekan terhadap syaraf pusat untuk menhilangkan rasa sakit/nyeri yang sangat membahayakan kesehatan tubuh.
kondisi kesehatan dan usia mengalami kemerosotan tajam antara 40-50% dari usia sesungguhnya.
Umur rata-rata orang modern : dewasa : 20 Th

JENIS BINATANG UMUR DEWASA USIA RATA-RATA
Kuda
Lembu
Simpanse 4 tahun
6 tahun
6 tahun 25 Th. = 25/4 = 6 x lipat
40 Th. = 40/6 = 6 x lipat
40 Th. = 40/6 = 6 x lipat

3. GIZI NABATI MURNI

KACANG KEDELE, KACANG HIJAU, KACANG PRONOJIWO, BIJI WALUH, BIJI WIJEN, BIJI PARA
4. TUMBUH-TUMBUHAN BERKHASIAT

BUAH-BUAHAN, SAYUR-SAYURAN, UMBI-UMBIAN, DAUN, BUNGA, BATANG, AKAR, KULIT BUAH, KULIT BATANG..

Sejarah sehat dan kuat orang-orang suku Hunza yang hidup di kaki pegunungan himalaya Wilayah Qashmir India.

Berdasarkan hasil penelitian Badan Kesehatan Dunia (WHO), menyimpulkan bahea orang-orang sehat, kuat & terpanjang usia di dunia dimasa ini adalah : suku Hunza yang Tinggal dan hidup di kaki pegunungan Himalaya – Qashmir India. usia mereka rata-rata mencapai 200 Tahun, sebanding dengan orang indonesia berusia 45 Tahun, dan mereka dalam usia tersebut masih melakukan segala aktivitas, baik berladang, bertani, bahkan sering berolah raga seperti umumnya masyarakat Indonesia.

APA RAHASIANYA ?!

Pada umumnya suku Hunza suka hidup bertoleransi, membagi dan pemerhati untuk sesama. mereka tidak ingin hidup berlebihan, kesederhanaan terpancar dari relung kehidupan dan realitas, bahkan mereka lebih senang hidup membantu dan bergotong royong dalam segala hal. aplikasi seperti ini sering mereka lakukan dimana saja, kapan saja, tanpa mengenal waktu serta keadaan. ini merupakan salah satu wujud nyata dalam kehidupan sebagai bentuk ketenangan jiwa dan kepuasan batin. Disinilah mereka mendapat ketenangan untuk berfikir dalam menyelesaikan permasalahan hidup, karena pada jiwa yang tenang terdapat fikiran yang jernih, karena setiap penyakit timbul hampir 45% adalah dari bathin/pikiran.

Suku HunzaOrang-orang Hunza pada umumnya senang dan gemar menjaga alam. Hidup mereka jauh dari hal-hal yang merusak alam. Mereka tidak senang dengan polusi udara, dll. Udara yang mereka hirup setiap detik, air yang mereka minum tiap haus, adalah benar-benar alami. Begitu juga dengan makanan-makanan yang mereka konsumsi hampir 100% adalah alami (Herbal). Padi, jagung, tanaman, palawija dan lain-lainnya tidak pernah mereka berikan pupuk, atau insektisida yang mengandung racun. maka disini jelas bahwasannya : kehidupan kita saat ini di zaman modern lebih banyak madzarat kelintang manfaatnya, karena hidup kita inginnya yang serba instan, sementara kita tidak pernah peduli apa reaksi positiv/negative-nya bagi tubuh kita.

jadi kesimpulannya adalah, bagaimana kita menjaganya. Dari 3 hal yang dilakukan oleh suku Hunza tadi, sebab penyakit datang karena kelengahan kita dalam mengatur pola makan dan gaya hidup sehari-hari.

Kesimpulannya : Menjaga agar tubuh kita selalu sehat dan kuat dengan cara . .
1). Pikiran/bathin/perasaan
2). Faktor alam, gaya/pola hidup kita.
3). Makanan yang alami.

http://www.vegan-vegetarian-info.com/2010/03/rahasia-umur-panjang-suku-hunza.html?m=1


Leave a comment

JAMA Internal Medicine : Perubahan konsumsi daging merah dan risiko diabetes mellitus tipe-2.

Diabetes, resiko banyak makan daging merah

Diabetes, resiko banyak makan daging merahIni mungkin merupakan peringatan buat yang selama ini suka makan daging merah. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Singapura, ternyata gemar menyantap daging merah  akan meningkatkan risiko terkena diabetes.

Penelitian tersebut dilakukan oleh An Pan, seorang profesor dari National University of Singapore. Penelitian tersebut melibatkan sekitar 149.000 pria dan wanita di Amerika Serikat selama 12-16 tahun. Dan dalam setiap tahunnya,  para partisipan diwawancara untuk mengetahui berapa banyak daging yang dimakan setiap hari.

Hasil penelitian, genar makan daging merah dapat memicu diabetes?

Dari rata-rata para partisipan mengakui makan daging sekitar setengah sampai dua porsi dalam sehari. Satu porsi daging tersebut setara dengan dua potong daging asap, satu hotdog, atau tiga ons hamburger.

Pada akhir study, ternyata ditemukan 7.540 kasus diabetes tipe dua diantara para partisipan. Dan pada 41.236 orang yang tidak mengubah kebiasaan makan daging, ditemukan 1.758 kasus diabetes.

Orang makan daging menambah porsinya sekitar setengah porsi, risikonya adalah ditemukan dua kasus diabetes pada 300 orang. Dibandingkan dengan orang yang porsinya tetap, yaitu hanya satu kasus diabetes pada 300 orang.

Meski begitu, mengurangi konsumsi daging merah tidak serta merta langsung berdampak pada empat tahun pertama. Mengenai hal ini, menurut Pan, efeknya memang lebih lama.

“Jika kita melakukan sesuatu yang buruk, dampaknya akan langsung terlihat, tetapi untuk gaya hidup sehat, kita harus menunggu agak lama dan perubahannya terakumulasi,” katanya.

Yang terpenting adalah pola makan dan kebiasaan sehat

Walaupun dalam penelitian tersebut tidak secara jelas membuktikan bahwa daging merah yang menyebabkan diabetes, namun pada studi lain sebelumnya juga mengaitkan kebiasaan makan daging merah dengan penyakit diabetes melitus.

William Evans, seorang dosen dari Duku University, menanggapi hasil penelitian ini mengatakan,  sebenarnya yang penting adalah pola makan secara keseluruhan.

“Jika seseorang mengurangi konsumsi daging tapi menggantinya dengan keju, tentu saja akan percuma,” katanya.

Oleh karena itu, untuk dapat mencegah penyakit diabetes, yang perlu diperhatikan juga adalah pola makan dan kebiasaan sehat lainnya, seperti pola makan seimbang, aktif berolahraga, hingga mengatur waktu istirahat yang cukup.

Referensi :

(Pan A, Sun Q, Bernstein AM, Manson JE, Wìllett WC, Hu FB. Perubahan konsumsi daging merah dan risiko diabetes mellitus tipe-2. JAMA Intern Med. 2013; 173:1328-1335).

http://www.tipscaramanfaat.com/diabetes-resiko-banyak-makan-daging-merah-524.html

 

Continue reading


Leave a comment

PENINGKATAN MERKURI MENGHASILKAN PENINGKATAN RISIKO DIABETES

Orang yang terpapar merkuri pada masa dewasa muda lebih berisìko menderita diabetes di kemudian hari, menurut sebuah studi baru yang diterbìtkan oleh American Diabetes Association. Peneliti melakukan follow-up terhadap 2.875 orang Amerika salama rata-rata 18 tahun.
Mereka yang banyak terpapar merkuri memiliki 65 persen lebih berisiko menderita diabetes, dibandingkan dengan mereka yang memiliki sedikit paparan merkuri. Menurut US Environmental Protection Agency, cara paling umum orang Amerika terpapar merkuri adalah melalui makan ¡kan.
(He K, P Xun, Liu K, Morris S, J Reis, Guallar E. Paparan merkuri di masa dewasa muda dan kejadian diabetes di kemudian hari: studi unsur jejak kardia. Diabetes Care. 19 Februari 2013).


Leave a comment

Merkuri dan Kesehatan

Daftar Kandungan Merkuri pada Ikan

Melengkapi tulisan saya sebelumnya,  Seafood dan Autisme: Makanan untuk Ibu Hamil, saya akan menyajikan daftar ikan yang aman dan tidak aman dimakan berdasarkan kandungan merkurinya, khususnya untuk ibu hamil atau wanita yang sedang mencoba untuk hamil.

***

Pencemaran Merkuri

Setengah dari emisil merkuri ke atmosfer Bumi berasal dari gunung berapi. Setengahnya lagi dari aktivitas manusia. Emisi merkuri yang disebabkan oleh manusia terbagi menjadi sebagai berikut.

  • Pabrik-pabrik yang membakar batu bara sebagai sumberenerginya.
  • Produksi/tambang emas.
  • Produksi/tambang logam non-besi (aluminuim, tembaga, zinc, bauksit, dll)
  • Pembuangan limbah, termasuk limbah kota berbahaya, krematorium, dan pembakaran limbah lumpur.
  • Produksi semen
  • Produksi baja
  • Produksi merkuri, seperti pada pembuatan baterai
Siklus Merkuri (klik untuk memperbesar)

Merkuri juga terpapar ke lingkungan melalui pengolahan sampah atau limbah merkuri yang tidak baik. Produk-produk yang mengandung merkuri, antara lain spare part kendaraan, baterai, lampu neon, produk medis, termometer, dan termostat. Jika limbah barang-barang ini tidak dikelola dengan baik, merkuri yang dikandungnya akan semakin mudah mencemari tanah, atau perairan di lingkungan kita.

***

Merkuri pada Ikan

Ikan dikenal sebagai makanan yang mengandung nutrisi tinggi, seperti omega-3, vitamin B, dan protein. Sayangnya, ikan juga dapat mengandung kontaminan yang tidak sehat. Kandungan merkuri pada ikan mungkin yang harus menjadi perhatian utama.

Konsumsi ikan sejauh ini adalah sumber signifikan paparan merkuri pada manusia dan hewan. Merkuri dan metilmerkuri sudah dapat ditemukan pada air laut berkonsentrasi rendah. Namun, diserap oleh alga sebagai komponen piramida terbawah pada rantai makanan. Alga ini kemudian dimakan ikan kecil atau ikan pemakan tumbuhan. Ikan dapat dengan mudah menyerap metilmerkuri, tapi sangat lamban sekali mengekskresikannya. Akhirnya, terakumulasi di tubuh ikan. Ikan kecil kemudian dimakan lagi oleh ikan besar. Begitu seterusnya. Tidak heran, kandungan merkuri tertinggi terdapat pada ikan predator besar yang memangsa ikan-ikan kecil dan memiliki siklus hidup yang lama sekali, hingga ratusan tahun. Akumulasi merkuri di tubuh ikan-ikan jenis ini (todak dan hiu) menjadi tinggi sekali.

***

Pedoman Konsumsi Ikan Sesuai Level Merkuri

Merkuri dapat mempengaruhi perkembangan otak dan sistem saraf. FDA (U.S. Food and Drugs Administration / Lembaga Pengawas Makanan dan Obat A.S.) telah merilis pedoman untuk anak-anak, wanita hamil dan wanita yang sedang mencoba untuk hamil dalam mengkonsumsi ikan. Pedoman ini menyatakan bahwa tidak lebih dari  350gram ikan bermerkuri rendah yang sebaiknya dikonsumsi dalam 1 minggu. Ikan dengan kadar merkuri “Tertinggi” harus dihindari. Konsumsi ikan dengan kadar merkuri “Tinggi” harus dibatasi hingga 500gram dalam sebulan.

Apa arti pedoman ini bagi wanita hamil yang masih ingin mendapatkan nutrisi dari seafood? Moderasi! Informasi terkini yang dirilis pada  American Journal of Preventive Medicine menyatakan bahwa kita tidak harus berhenti mengkonsumsi seafood. Ikan mengandung banyak sekali nutrisi berharga yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, khususnya untuk ibu hamil dan bayi.

Terdapat 4 jenis ikan yang harus dihindari karena kadungan merkurinya. 4 ikan ini adalah hiu, mackerel raja, ikan todak, dan tilefish. Tilefish sepertinya kurang populer di Indonesia. Pada dasarnya, hindari ikan besar predator yang memangsa ikan yang lebih kecil darinya. Ikan pemakan tumbuh-tumbuhan umumnya aman untuk dikonsumsi.

Natural Resources Defense Council (NRDC / Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam A.S.) telah merilis informasi mengenai jenis ikan dan kandungan merkurinya sehingga masyarakat dapat lebih tahu tentang apa yang mereka konsumsi. Jika kamu ingin mendapat informasi lebih rinci tentang kandungan merkuri dan berapa banyak konsumsi personal kamu, kamu juga dapat menggunakan termometer merkuri untuk melihat kalkulasinya.

Saya iseng coba. Karena dalam minggu ini saya hanya mengkonsumsi teri dan cumi dalam porsi kecil, jadi ‘asupan’ merkuri saya masih aman ^^
Kamu bisa coba. Tinggal input berat badan kamu dalam lbs (1kg = 2,2 lbs), ikan yang dikonsumsi dalam 1 minggu terakhir, jumlah porsi, dan ukuran porsinya (kecil, sedang, besar) dikira-kira aja.

Continue reading


Leave a comment

Makanan berbasis nabati mengurangi migren

First-of-Its-Kind Study Shows Plant-Based Diet Reduces Migraine Pain
Journal of Headache and Pain Study Shows Nutritional Approach Beneficial for Migraines

WASHINGTON —Plant-based diets reduce migraine pain, according to a new Physicians Committee study in the Journal of Headache and Pain. The study found that the severity of the participants’ worst headache pain improved significantly when they consumed a plant-based diet that eliminated dietary pain triggers such as meat and dairy products.

diet-migraine-pain

“By avoiding cheese, eggs, and meat, some of the worst headache triggers are off the plate,” says Anne Bunner, Ph.D., the study’s lead author and associate director of clinical research for the Physicians Committee.

The study assigned 42 adult migraine sufferers to either consume a low-fat plant-based diet or take a placebo supplement for 16 weeks. Participants then switched groups for a second 16-week period. During the diet period, participants consumed a plant-based diet and then an elimination diet to remove foods that are common migraine pain triggers. The severity of the worst headache pain improved significantly during the plant-based diet period, compared to the supplement period. The decline in migraine pain may have been due to the elimination of dietary pain triggers such as meat and dairy products or by weight loss or hormonal changes brought on by the diet change.

These results suggest potential value of a nutritional approach to migraine treatment.

Physicians Committee for Responsible Medicine


Leave a comment

Susu sapi berhubungan dengan kanker paru, payudara dan ovarium

Dairy Linked to Lung, Breast, and Ovarian Cancers

Removing dairy products from your diet may lower your risk of certain cancers, according to a study published online in the British Journal of Cancer. Researchers followed 22,788 lactose intolerant participants from Sweden. They also monitored cancer rates of their immediate family members. The incidence rates for lung, breast, and ovarian cancers decreased among the lactose intolerant. Family members and the general Swedish population who included dairy in their diet did not experience the same reduction in cancer risk. Researchers suspect the avoidance of high amounts of saturated fat and hormones found in dairy products may account for the decreased risk.

Ji J, Sundquist J, Sundquist K. Lactose intolerance and risk of lung, breast and ovarian cancers: aetiological clues from a population-based study in Sweden. Br J Cancer. Published online October 14, 2014.

http://www.pcrm.org


Leave a comment

Cara Tepat Tangani Serangan Jantung

Dr Jeffrey Wirianta, SpJP, dokter spesialis Jantung di Siloam Hospital saat ditemui di Family Fun Fair 2014 di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Sabtu (15/11).
Jakarta – Menurut Dr Jeffrey Wirianta, SpJP, dokter spesialis Jantung di Siloam Hospital, gejala pada serangan jantung bervariasi, namun umumnya akan terasa seperti dada tertusuk, terbakar, atau seperti ditindih benda berat. Pada beberapa kasus akan diikuti mual dan rasa tidak nyaman lainnya.

Menurutnya, gejala-gejala tersebut sering dianggap masyarakat awam sebagai gangguan masuk angin. Dengan begitu, masyarakat banyak yang tidak langsung membawa penderita ke rumah sakit, sehingga melewati enam jam golden period (masa emas) yang bisa menyebabkan kematian.

“Bahkan banyak yang kerokan dulu baru dibawa ke rumah sakit. Itu yang berbahaya. Sebisa mungkin gunakan dengan baik enam jam masa emas untuk memberi pertolongan pertama dan membawanya ke rumah sakit dengan segera,” pungkas Dr Jeffrey pada acara Family Fun Fair 2014 di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Sabtu (15/11).

Cara yang tepat dalam memberi pertolongan pertama bagi seseorang yang terkena serangan jantung adalah dengan mengistirahatkan pasien di tempat tidur atau di tempat duduk.

“Tidak masalah posisinya berbaring atau duduk, namun yang terpenting tidak ada aktivitas,” kata Jeffrey.

“Kemudian, setelah diistirahatkan, berikanlah aspirin. Jangan beri obat sakit kepala biasa, tetapi aspirin. Lalu, kalau memang ia seorang pasien sakit jantung, mereka biasanya memiliki obat ISDN (Isosorbid Dinitrat). Berikanlah ISDN tersebut dan letakkan di bawah lidah,” lanjutnya.

Setelah pertolongan tersebut, segera bawa pasien ke rumah sakit. Sebisa mungkin jangan ditunda.

Refensi : http://m.beritasatu.com/kesra/225312-cara-tepat-tangani-serangan-jantung.html


Leave a comment

Studi besar terbaru, menunjukkan pola makan berbasis nabati efektif untuk pengobatan diabetes tipe 2

New Mega-Study Shows Plant-Based Diets Are Effective as Diabetes Treatment

People with diabetes looking for a more powerful treatment should consider a plant-based diet, according to a team of American and Japanese researchers.

Combining the results of six prior studies, the researchers found that a plant-based diet significantly improves blood sugar control in type 2 diabetes. Earlier studies had shown that plant-based diets could improve a key indicator of blood sugar control, called hemoglobin A1c, as much as 1.2 points, which is far greater than the effect of typical oral diabetes medicines. The new study is a meta-analysis, widely considered the highest level of scientific evidence. Focusing on longer-term effects and combining the results of all available studies, the benefit of leaving out meat, cheese, and eggs was as much as 0.7 points in some studies, and averaged about 0.4 points overall. Most of the studies did not require participants to reduce their calorie or carbohydrate intake.

The American Diabetes Association’s Clinical Practice Recommendations have cited the value of vegan diets for type 2 diabetes for several years. The new study results will give more confidence to doctors who aim to reduce their patients’ need for medications. Currently, more than 100 million Americans have either diabetes or prediabetes.

The new study is published in Cardiovascular Diagnosis and Therapy.

Yokoyama Y, Barnard ND, Levin SM, Watanabe M. Vegetarian diets and glycemic control in diabetes: a systematic review and meta-analysis. Cardiovasc Diagn Ther. 2014;4:373-382.

http://www.pcrm.org


Leave a comment

2 penelitian 2014 ini bisa mengubah kita menjadi vegan dan bertahan menjadi vegan : Vegan paling sedikit terkena resiko penyakit jantung koroner dan kanker

Serangan jantung 86 % dapat dicegah dengan vegan, tidak merokok, tidak minum alkohol dan berolahraga

Healthful Diet Prevents Heart Attacks

vegetables-heart-health Lifestyle choices, including a healthful diet and exercise, may prevent four out of five heart attacks, according to an article published this week in the Journal of the American College of Cardiology. Researchers assessed five modifiable health factors among 20,721 men for 11 years. Those who avoided smoking, had moderate alcohol intake, exercised, had the least amount of belly fat, and consumed the most fruits, vegetables, whole grains, and legumes had an 86 percent lower risk for a heart attack, compared with those who did not meet these criteria. Not smoking and eating healthfully had the most powerful individual effects, reducing heart attack risk by 36 and 18 percent, respectively, compared with people who smoke and eat poorly. Less than 2 percent of Americans follow the American Heart Association’s recommendations for ideal heart health. Researchers estimate that the program utilized in this study could reduce the burden of heart disease by as much as 79 percent.

Akesson A, Larsson SC, Discacciati A, Wolk A. Low-risk diet and lifestyle habits in the primary prevention of myocardial infarction in men: a population-based prospective cohort study. J Am Coll Cardiol. 2014;64:1299-1306.

———————————————————————————————————————————————

Jurnal AJCN 2014 : Vegan paling sedikit resiko terkena kanker di bandingkan pemakan daging, vegetarian lakto ovo, dan pemakan ikan
Abstract

Background: Vegetarian diets might affect the risk of cancer.

Objective: The objective was to describe cancer incidence in vegetarians and nonvegetarians in a large sample in the United Kingdom.

Design: This was a pooled analysis of 2 prospective studies including 61,647 British men and women comprising 32,491 meat eaters, 8612 fish eaters, and 20,544 vegetarians (including 2246 vegans). Cancer incidence was followed through nationwide cancer registries. Cancer risk by vegetarian status was estimated by using multivariate Cox proportional hazards models.

Results: After an average follow-up of 14.9 y, there were 4998 incident cancers: 3275 in meat eaters (10.1%), 520 in fish eaters (6.0%), and 1203 in vegetarians (5.9%). There was significant heterogeneity between dietary groups in risks of the following cancers: stomach cancer [RRs (95% CIs) compared with meat eaters: 0.62 (0.27, 1.43) in fish eaters and 0.37 (0.19, 0.69) in vegetarians; P-heterogeneity = 0.006], colorectal cancer [RRs (95% CIs): 0.66 (0.48, 0.92) in fish eaters and 1.03 (0.84, 1.26) in vegetarians; P-heterogeneity = 0.033], cancers of the lymphatic and hematopoietic tissue [RRs (95% CIs): 0.96 (0.70, 1.32) in fish eaters and 0.64 (0.49, 0.84) in vegetarians; P-heterogeneity = 0.005], multiple myeloma [RRs (95% CIs): 0.77 (0.34, 1.76) in fish eaters and 0.23 (0.09, 0.59) in vegetarians; P-heterogeneity = 0.010], and all sites combined [RRs (95% CIs): 0.88 (0.80, 0.97) in fish eaters and 0.88 (0.82, 0.95) in vegetarians; P-heterogeneity = 0.0007].

Conclusion: In this British population, the risk of some cancers is lower in fish eaters and vegetarians than in meat eaters.

Referensi : http://ajcn.nutrition.org/content/100/Supplement_1/378S.full?sid=16abbd74-258b-478d-9568-d8e07514775c


Leave a comment

Konsumsi serat pada warga Eropa bisa mengurangi sampai 40 persen risiko pembentukan kanker usus

Penelitian European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) 2003 : terbukti bahwa konsumsi serat pada warga Eropa bisa mengurangi sampai 40 persen risiko pembentukan kanker usus. Penelitian� yang dilakukan selama 5 tahun tersebut melibatkan 10 negara, 519.978 orang responden usia 25-70 tahun. Serat pada makanan bisa didapat dari sayuran seperti bayam (0,8g), kangkung (1g), daun pepaya (2,1g), daun singkong (1,2g), kol (1,2g), sawi hijau (1,2g), seledri (0,7g), selada (0,6g), dan tomat (1,2g).


Leave a comment

Tanya jawab bayi dan anak vegan

Berikut adalah petikan wawancara bersama Drs. Susianto, MKM,  mengenai segala hal yang perlu kita ketahui tentang bayi dan anak vegetarian, bagaimana cara mengasuh mereka, menyajikan menu yang seimbang, dan juga makanan yang bergizi. Drs. Susianto, MKM,  adalah seorang ahli gizi yang sudah berpengalaman dalam bidangnya dan telah memberikan seminar vegetarian dimana-mana. Berikut beberapa pertanyaan mengenai bayi dan anak vegetarian.

Apa yang membuat Bapak tertarik meneliti “Status gizi balita vege dan non vege”?
Belum pernah ada penelitian sejenis di Indonesia dan ingin membuktikan kepada para dokter, ahli gizi, petugas kesehatan lainnya dan masyarakat luas bahwa anak vegetarian tidak kalah status gizinya dibandingkan anak non vegetarian.

Hambatan apa yang Bapak alami saat meneliti ini?
Kesulitan mendapatkan sampel balita nonvegetarian yang comparable/sebanding dengan balita vegetarian.

Apakah bayi dan anak cocok menjadi vegetarian?
Ya, bayi dan anak cocok menjadi vegetarian. American Dietetic Association (Persatuan Ahli Gizi Amerika) pada tahun 1997 dan 2003 telah memproklamirkan bahwa vegetarian yang direncanakan dengan baik adalah cocok untuk semua kelompok umur mulai bayi, anak, remaja, dewasa, ibu hamil, ibu menyusui dan lansia.

Sejak kapan mereka boleh vegetarian?Sedini mungkin akan lebih baik.

Mengapa bayi dan anak harus vegetarian?Karena sedini mungkin mereka dapat menjalani pola makan vegetarian yang benar dan sehat sehingga akan memberikan keuntungan gizi dan kesehatan fisik dan jiwa bagi kehidupan mereka.
Depkes menerapkan 4 sehat 5 sempurna, lalu makanan apa yang nilai gizinya setara untuk menggantikan telur, ikan, daging dan susu sapi dalam menu bayi vegetarian? Perlu ditegaskan di sini bahwa sejak 1993 Depkes RI sudah tidak menggunakan konsep 4 sehat 5 sempurna, melainkan sudah direvisi dengan konsep Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Untuk bayi 0-6 bulan harus diberi ASI eksklusif (bisa memenuhi semua kebutuhan zat gizi bayi). Setelah 6 bulan ASI tetap diberikan sambil ditambahkan dengan MP-ASI (Makanan Pendamping ASI. INGAT : bukan makanan pengganti ASI). Setalah 12 bulan, anak sudah bisa diberikan makanan yang sama dengan orang dewasa. Protein daging, ayam, ikan, telur dapat digantikan dengan makanan vegetarian yang berasal dari kelompok kacang-kacangan (legum) terutama kacang kedelai (protein 34%, hampir 2x lipat protein daging) beserta produk olahannya seperti tahu dan tempe, dll.

Apakah peran susu sapi bisa digantikan dengan susu kedelai?
Ya, Susu sapi bisa diganti dengan susu kedelai (protein efficiency ratio susu kedelai hampir sama dengan susu sapi, 2,3 berbanding 2,5.

Contoh kacang-kacangan dan biji-bijian seperti apa yang mudah didapatkan di Indonesia, untuk memenuhi protein anak vegetarian?
Kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, kacang tanah, kacang panjang, buncis, wijen, beras, jagung, gandum, havermout, jali-jali, biji labu, biji bunga matahari.

Apa pengganti Omega 3 pada ikan untuk anak vegetarian? Bisakah mereka pintar tanpa ikan?Kacang-kacangan, biji labu, kenari, alpukat, biji rami/flaxseed, canola. Jelas anak vegetarian bisa pintar tanpa ikan. Pintar dan tidaknya seorang anak tidak sesederhana makan ikan atau tidak. Masih banyak makanan vegetarian pengganti ikan seperti yang sudah dijelaskan di atas. Jangan lupa, kepintaran anak bahkan bukan hanya karena faktor makanan saja, melainkan stimulan (rangsangan) untuk otaknya juga sangat penting. Demikian pula dengan faktor pola asuh dan pengaruh lingkungan.

Kebutuhan gizi seperti apa yang harus dipenuhi dalam menu anak vegetarian agar bisa seimbang? Pada perinsipnya tetap harus memenuhi kebutuhan kelima zat gizi yaitu Karbohidrat, Protein, Lemak, Vitamin, Mineral dalam jumlah yang seimbang. Semua zat gizi ini dapat didapatkan dari makanan vegetarian yang bervariasi. Ingat: tidak ada satu jenis makanan saja yang dapat memenuhi semua kebutuhan zat gizi.

Bagaimana dengan vitamin B12? Sumber nabati apa yang bisa mencukupinya?Vitamin B12 didapatkan pada tempe (1-6 mikro gram/100 gram tempe), lidah buaya (aloevera), atau makanan yang diperkaya (fortifikasi) dengan B12 seperti sereal2 sarapan, dll. Tidak dianjurkan mengonsumsi suplemen.

Apakah dengan vegetarian akan mempengaruhi tingkat IQ anak?Penelitian membuktikan bahwa anak-anak vegetarian memiliki IQ rata-rata yang lebih tinggi daripada anak2 nonvegetarian, seperti pada penelitian di Boston, IQ rata-rata anak vegetarian di atas 116, sedangkan yang nonvegetarian di bawah 116.

Adakah standar Status gizi yang ideal / yang baik untuk anak-anak?
Ada, standar terbaru yang dipakai sekarang adalah Standar WHO 2005 (seperti yang saya pakai pada penelitian tesis S2 saya tentang status gizi balita vegetarian dan nonvegetarian, yaitu : gizi buruk (Z-score < -3), gizi kurang (-3 <= Z-score < -2), normal (-2 <= Z-score <= +2), gizi lebih (+2 < Z-score +3).

Mengapa hampir sebagian besar anak vegetarian berbadan gemuk? Apakah ini sehat?
Jelas tidak sehat, kemungkinan besar disebabkan oleh asupan susu sapi dan lemak terutama dari makanan gorengan yang terlalu banyak. Anak gemuk tidak berarti sehat, bahkan sebaliknya. Anak gemuk cenderung tetap gemuk hingga remaja dan dewasa, sehingga sangat berisiko tinggi menderita diabetes mellitus dan penyakit kronis lainnya seperti jantung, stroke, dll. Apalagi kalau sudah obesitas dalam pengertian kesehatan merupakan penyakit.

Dalam penelitian Bapak terhadap 400 orang anak vegetarian, adakah keluhan penyakit pada mereka sehubungan dengan pola makan vegetarian?
Tidak ada keluhan penyakit yang spesifik, melainkan cuma keluhan biasa seperti flu, batuk, demam.

Seberapa pentingkah protein hewani dalam tubuh kita? Bisakah diganti dengan protein nabati?
Bisa, karena semua asam amino esensial (tidak bisa dibuat oleh tubuh, harus didapatkan dari makanan) pembentuk protein terdapat pada makanan nabati/vegetarian, sedangkan asam amino non-esensial dapat dibuat oleh tubuh. Sebagai contoh : kedelai atau produk olahannya seperti tempe mengandung semua jenis asam amino esensial. Dengan makan tempe bersama nasi atau jagung akan meningkatkan mutu protein bagi tubuh, karena asam amino esensial “metionin” yang tinggi pada nasi dan jagung akan melengkapi metionin pada tempe yang tidak termasuk tinggi kandungannya. Sebaliknya kandungan asam amino esensial “lisin” yang tinggi di tempe akan melengkapi lisin yang kadarnya tidak tinggi pada nasi dan jagung.

Apa yang paling sering ditakutkan/ (pro dan kontra), oleh ahli Gizi mengenai vegetarian?Isu tentang mutu protein nabati, defisiensi zat besi, kalsium dan vitamin B12. Semuanya sudah saya bahas secara singkat pada jawaban2 di atas.

Pola asuh, wawasan serta pengetahuan seperti apa yang harus dimiliki oleh ibu yang menginginkan anaknya vegetarian?
Tentunya sang ibu harus memiliki sedikit banyak pengetahuan tentang gizi vegetarian, seperti sumber zat gizi pada makanan vegetarian, cara pengolahan dan kombinasinya, serta pola asuh yang benar, seperti harus memberikan kolustrum, ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, kebersihan dan perawatan bayi, dll.
Bagaimanakan cara effektif mengenalkan sayur mayur kepada anak-anak?Perkenalkan satu per-satu jenis sayur dan buah kepada anak sejak pemberian MP-ASI (di atas 6 bulan). Buatlah pola sayur dan buah yang menarik dan bervariasi. Jika sudah memungkinkan, ajak dan libatkanlah anak dalam pemilihan dan persiapan pengolahan sayur dan buah. Jangan cepat-cepat mengatakan anak tidak suka makan sayur dan buah jika sang ibu belum mencoba minimal 10 kali memberikan sayur dan buah kepada sang anak. Ingat : biasanya anak yang tidak suka sayur dan buah berasal dari ibu yang juga tidak suka sayur dan buah. Ingat : anak belajar dengan melihat contoh orang tuanya, bukan mendengarkan segudang teori dan kotbah dari orang tuanya.
Nah Ibu, semoga pertanyaan-pertanyaan diatas bisa menghilangkan keraguan mengenai vegetarian. Bayi dan Anak sangat cocok menjalani vegetarian, dan bisa dilakukan sedini mungkin. Ayo ajarkan sayur dan buah pada anak-anak, ayo vegetarian, Be Veg, Go Green And Save Our Planet. 

Referensi:  Dr. Susianto MKM


Leave a comment

Tenaga kesehatan perlu update ilmu tentang vegan/ nabati

Salah kaprah masyarakat kala mencermati pola makan vegetarian adalah hal yang memprihatinkan. Semakin memprihatinkan ketika data-data ilmiah tentang bagusnya sayuran dan buah, telah terpapar, tetapi hanya segelintir pakar gizi dan nutrisi di Indonesia yang menyuarakannya.

Banyak yang beranggapan kalau tidak makan daging maka tubuh lemas, dan tidak bertenaga
– Ketua Indonesia Vegetarian Society Susianto
Ketua Indonesia Vegetarian Society yang juga Koordinator International Vegetarian Union (IVU) Asia Pacific Susianto mengatakan, data-data ilmiah tentang kebaikan bervegetarian, telah banyak terpapar. Namun, informasi itu tak terakses.

Para ahli gizi dan nutrisi pun kurang melihatnya. Alhasil, mereka yang sudah meniadakan menu daging dan ikan dalam piring, atau juga telur dan susu-malah dianggap berpotensi kurang gizi, kurang protein, kurang lemak, kurang nutrisi, dan tidak bertenaga.  

Mengutip hasil riset pakar kanker terkenal asal negeri jiran, Malaysia Prof Chris Teo, yang juga gurunya, Susianto menyampaikan, dalam 100 gram daging ayam misalnya, hanya ada kandungan protein 14,5-23,4 gram.

Dalam 100 gram daging sapi hanya 13,6-21,8 gram protein. Tetapi, dalam 100 gram kedelai terdapat protein 34,1-34,3 gram, sedangkan setiap 100 gram kacang hijau, proteinnya 23-24,2 gram.

“Banyak yang beranggapan kalau tidak makan daging maka tubuh lemas, dan tidak bertenaga. Padahal logikanya, sumber tenaga itu berasal dari karbohidrat yang hanya ada di tumbuhan. Nggak ada karbohidrat dari hewan . Kalau kolesterol, itu malah hanya ada di daging hewan,” kata Susianto.

Susianto, saat berbicara dalam Talkshow Kesehatan Hidup Sehat dengan Pola makan Vegan , di Balikpapan, Minggu (27/2) lalu, juga mengemukakan keprihatinannya ketika dampak buruk daging justru ditepikan. Aneka penyakit, misalnya, penyebabnya jelas, yakni daging, jerohan.

American Cancer Society-lembaga nonpemerintah di Amerika yang memfokuskan diri pada penanganan kanker-tahun 80-an silam telah memaparkan, 40-60 persen kanker bisa dicegah dengan bervegetarian. Selain itu, American Medical Association juga memaparkan bahwa 90-97 persen penyakit jantung bisa dihindari dengan diet vegetarian.

Banyak pihak, kata Susianto, hanya berpikir dan memfokuskan cara mengobati penyakit, bukan cara mencegah. Kanker pun selalu dilihat dari sudut pandang cara mengobati, yakni dengan kemoterapi. Padahal, kemungkinan sembuh dengan kemoterapi hanya satu persen, alias dari 100 penderita, hanya satu yang sembuh.

Tapi dunia medis memang baru bisa sebatas itu untuk mengatasi kanker. Karenanya, mengapa tidak dicoba cara mencegah dan mengobati kanker dengan pencegahan, yakni mengurangi atau malah tidak mengonsumsi daging. Cara ini lebih hemat, gampang, murah, dan simple, kata Susianto.

Ratu Ayu Dewi (apoteker, yang juga pakar nutrisi dari Universitas Indonesia), dan telah banyak berbicara tentang pentingnya bervegetarian, mengutarakan, zat karsinogenik penyebab kanker, hanya terdapat di daging.

Dalam tubuh, sel-sel kanker akan terpicu dan muncul ketika daging diolah misalnya dibakar, digoreng, atau dipanggang.  

“Bahasa gampangnya yakni, jika mengurangi konsumsi daging, potensi kanker dan penyakit-penyakit lain akan berkurang. Walau demikian, mereka yang bervegetarian juga tak bisa dibilang lepas dari penyakit. Misalnya jika kebanyakan makan gorengan,” ucap Ratu Ayu.

Salah satu tanda kebanyakan asupan daging adalah anak-anak sekarang banyak yang mengalami kegemukan (obesitas). “Walau itu juga ditunjang kurang berolah raga. Obesitas saat dewasa, dipicu dari obesitas sejak anak-anak,” kata Ratu Ayu.

Akhirnya, menurut Susianto, memang tak bisa dipaksakan masyarakat beralih ke pola makan nabati. Bagaimana pun pilihan apa yang akan disantap, terserah pribadi masing-masing. Tentang bervegetarian yang penting jika dilihat dari sisi kesehatan, juga hanya bisa jalan ketika sudah tercipta pola pikir yang bisa menerima sesuatu hal berdasarkan pengetahuan.

Nah, sekarang tinggal menanti pakar gizi, pakar nutrisi, dan para ahli kesehatan, untuk memaparkan hal sebenarnya tentang kebaikan daging bagi tubuh, tanpa ada yang disembu nyikan (dampaknya). Susianto dan Ratu Ayu bersedia menjawab dengan data-data dan fakta ilmiah 🙂


Leave a comment

Hidup sehat itu tidak perlu mahal

Tempe, meski mudah didapat dan murah harganya, ternyata mengandung nilai gizi yang bagus sekali.

Bila dibandingkan dengan daging, dalam 100 gram Tempe yang dikonsumsi, Anda akan mendapatkan 149 kalori, 18,3 protein, 4 lemak, 12,7 karbohidrat, 129 kalsium, 154 fosfor, dan 10 besi. Kandungan gizinya lebih tinggi dari daging ayam, daging sapi dan juga daging kambing.

Demikian ucap Head of Indonesia Vegetarian Society yang juga IVU Regional Cordinator for Asia Pasific.

Disebutkannya, selain Tempe yang juga diklaim Dr Susianto sebagai viagra jenis baru, ahli gizi Asia Pasific ini juga memaparkan manfaat lain yang bisa didapatkan saat Anda membantu konsumsi makanan yang berasal dari protein hewani, seperti daging, susu dan telur.

Disebutkan Dr Susianto, diet vegetarian akan menunjukkan kadar kolesterol darah dan tekanan darah yang lebih rendah, serta kejadian hipertensi, diabetes tipe 2 dan kanker prostat dan kolon yang juga lebih rendah.

Selain itu, vegetarian memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang lebih rendah daripada non vegetarian, demikian pula dengan tingkat kematian lebih rendah karena penyakit jantung daripada non vegetarian.

“Oleh karenanya, diet vegetarian yang direncanakan dengan tepat adalah sehat, cukup gizi dan memberikan keuntungan bagi kesehatan untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit tertentu.

Awali dengan Senin tanpa daging, atau menghentikan konsumsi kaki empat (hewan berkaki empat, red), kaki dua, baru kemudian tak mengonsumsi kaki sama sekali (vegetarian, red),” paparnya.

Dikatakan pula, diet vegan dan jenis vegetarian lainnya yang direncanakan dengan baik adalah cocok untuk semua kelompok umur dalam daur hidup termasuk ibu hamil, ibu menyusui, bayi, anak, remaja dan dewasa. “Karenanya, 4 Sehat 5 Sempurna itu sudah tak sehat lagi untuk jadi patokan. Sebaliknya, mulailah beralih ke Pedoman Gizi Seimbang,” tuturnya.

Dikatakan Susianto lagi, bila dibandingkan, antara makanan hewani dan nabati, maka kandungan protein (gram/100gram), justeru lebih tinggi pada nabati.

Sebagai contoh beras merah 7,45, jagung 8,2-8,9, gandum 13,0, kacang ijo 23,0-24,2, kedelai 34,1-34,3, tahu 7,8, dan buncis 21,7-24,1. Sementara kandungan protein daging sapi 13,6-21,8, daging babi 9,1-21,5, daging ayam 14,5-23,4, telor 12,9-13,9 dan Ikan atau hasil laut 16,4-25,4.

Sementara makanan dengan kandungan kalsium tertinggi bukan pada susu, melainkan pada biji-biji wijen sebesar 1.160 Mg Kalsium per 100 gram, serta pada tanaman laut atau agar-agar sebesar 400 Mg Kalsium per 100 gram. Lalu, makanan untuk pertumbuhan otak itu yang paling baik adanya pada biji bunga matahari dan biji labu.

“Jadi, ingin sehat tak perlu harus mengeluarkan biaya banyak. Sebaliknya, dengan menu makanan murah meriah, Anda akan bisa berumur panjang,” demikian Susianto.

Referensi:  Dr. Susianto


Leave a comment

Tempe “super food”

Jika membandingkan 100 gram tempe dan daging, protein dalam tempe ternyata sebanding dengan protein dalam daging ternak. Tempe juga mengandung zat besi 10 miligram, sementara daging kambing hanya 1 miligram. Daging sapi 2,8 miligram dan daging ayam 1,5 miligram.

“Jadi, 10 kali lebih banyak dibanding daging kambing, 4 kali lebih banyak dibanding daging sapi, dan 7 kali dari daging ayam,” imbuhnya.

Kekurangan zat besi umumnya dapat menyebabkan anemia atau rendahnya kadar Hb dalam darah. Terkait vitamin B12 yang disebut-sebut hanya ada pada daging, ditepis Susianto.

Berdasarkan penelitiannya, kandungan B12 juga ada pada tempe, bahkan dua kali lipat dibanding daging. Tempe kering mengandung 5,9 mikrogram vitamin B12. Sementara daging sapi hanya 3 mikrogram.

Sekjen Asian Vegetarian Union (AVU) itu mengemukakan, tempe yang dibuat dari kedelai dengan fermentasi jamur rhizopus oligosporus tersebut juga bisa menjadi obat antidiare. Harga tempe yang relatif murah juga menjadi keuntungan tersendiri.

“Di luar negeri, Jepang misalnya, harga tempe mahal dan masuk hotel bintang lima. Karena di sana makanan ini sangat dihargai dan masyarakatnya mengerti kandungannya. Kalau di sini malah dianggap murahan,” ujar dia.

Akibat tempe, Susianto akhirnya bisa berkeliling dunia memenuhi undangan seminar dan konferensi untuk mempromosikan bahan pangan bergizi tinggi ini. Bahkan, mendapatkan julukan
”Doktor Tempe” oleh dosen, senior, dan koleganya di kampus. Tidak hanya tempe, menurut dia, makanan yang berasal dari nabati lainnya juga mengandung gizi yang tak kalah banyak dari produk hewani.

Kandungan protein pada kedelai misalnya, ada sebanyak 34 persen, kacang hijau 24 persen, sementara daging hanya 18 persen.

Lalu siapa bilang susu sapi merupakan sumber kalsium paling bagus? Kalsium pada susu sapi hanya terkandung sebanyak 118 miligram. Yang terbanyak terdapat pada wijen yang mencapai 1.160 miligram, yang berarti 10 kali lipat susu sapi. Ya, wijen ini biasa menjadi taburan pada kue onde-onde.

Referensi:  Dr. Susianto MKM


Leave a comment

Sehat itu mudah

Hidup sehat itu gampang. Hanya dengan memenuhi kebutuhan gizi seimbang, nutrisi yang cukup, olah raga teratur tubuh sehat pasti bisa didapat. Cukup berpatokan pada piramida gizi seimbang,” terang Dr. Susianto mengawali pembicaraan.

Berdasarkan piramida gizi seimbang, manusia memerlukan nasi sebagai sumber karbohidrat dan energi. Kemudian dilengkapi dengan sayuran dan buah, baru setelah itu protein yang dibagi ke dalam dua jenis, nabati dan hewani. Si puncah piramida adalah susu. Banyak orang berpikir protein hanya bisa didapat dari daging saja, padahal protein juga bisa didapat dari makanan nabati seperti kacang-kacangan.

“Manusia tidak butuh protein hewani. Karena dengan protein nabati saja sudah mencukupi kebutuhan protein setiap harinya. Tiap 100 gram kedelai sudah menyumbangkan protein sebanyak 334%. Ini hanya dari kedelai lokal, sedangkan untuk kedelai varietas unggul menyumbang protein hingga 46%,” tegas Dr. Susianto. “Kadar protein semakin besar ketika kedelai sudah diolah,” tambahnya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Doktor yang telah menulis dua buku berjudul “The Miracle of Vegan” dan “Diet Enak ala Vegetarian” ini, susu yang berasal dari hewan mengandung asam amino sulfur yang dapat mengikis kalsium pada tulang. Berbeda dengan susu yang berasal dari nabati seperti susu kedelai justru aman bahkan untuk mereka yang intoleran terhadap laktosa.
Jika Anda berpikir daging memberikan asupan protein terbesar, pemikiran ini salah besar. Karena justru tempe menyumbangkan protein yang lebih tinggi. Bahkan kandungan kalsiumnya 10 kali lebih besar dibanding daging,” papar doktor yang meneliti tempe dan berkeliling dunia mengadakan seminar tentang tempe.

Refensi:  Dr. Susianto MKM


Leave a comment

Konsentrasi peptisida 14-55 lebih tinggi di daging daripada buah dan biji-bijian

data menunjukkan kontaminasi air, penyakit dan kematian telah dan sedang terjadi di tempat-tempat dimana peternakan beroperasi dan terkonsentrasi. Konsentrasi pestisida dalam daging 14-55 kali lebih tinggi daripada buah dan biji-bijian.

Dr. Susianto MKM


Leave a comment

Tempe makanan bergizi tinggi dan bisa untuk semua umur

makanan bergizi tinggi yakni tempe yang banyak dikonsumsi hampir penduduk Indonesia dalam bentuk tempe dan tahu sebesar 40 persen, dan 10 persen pula dalam bentuk produk lain seperti tauco, kecap, dan lain-lain.

“Tempe sangat baik diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur,“ terangnya.

Ini dikarenakan komposisi gizi tempe baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun, karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kacang tempe, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai.

Di samping itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat gizi tempe lebih mudah dicerna, diserap, dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan dengan yang ada dalam kedelai. Ini telah dibuktikan pada bayi dan anak balita penderita gizi buruk dan diare kronis.

Dr. Drs. Susianto MKM