Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

JAMA Internal Medicine : Perubahan konsumsi daging merah dan risiko diabetes mellitus tipe-2.

Tinggalkan komentar


Diabetes, resiko banyak makan daging merah

Diabetes, resiko banyak makan daging merahIni mungkin merupakan peringatan buat yang selama ini suka makan daging merah. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Singapura, ternyata gemar menyantap daging merah  akan meningkatkan risiko terkena diabetes.

Penelitian tersebut dilakukan oleh An Pan, seorang profesor dari National University of Singapore. Penelitian tersebut melibatkan sekitar 149.000 pria dan wanita di Amerika Serikat selama 12-16 tahun. Dan dalam setiap tahunnya,  para partisipan diwawancara untuk mengetahui berapa banyak daging yang dimakan setiap hari.

Hasil penelitian, genar makan daging merah dapat memicu diabetes?

Dari rata-rata para partisipan mengakui makan daging sekitar setengah sampai dua porsi dalam sehari. Satu porsi daging tersebut setara dengan dua potong daging asap, satu hotdog, atau tiga ons hamburger.

Pada akhir study, ternyata ditemukan 7.540 kasus diabetes tipe dua diantara para partisipan. Dan pada 41.236 orang yang tidak mengubah kebiasaan makan daging, ditemukan 1.758 kasus diabetes.

Orang makan daging menambah porsinya sekitar setengah porsi, risikonya adalah ditemukan dua kasus diabetes pada 300 orang. Dibandingkan dengan orang yang porsinya tetap, yaitu hanya satu kasus diabetes pada 300 orang.

Meski begitu, mengurangi konsumsi daging merah tidak serta merta langsung berdampak pada empat tahun pertama. Mengenai hal ini, menurut Pan, efeknya memang lebih lama.

“Jika kita melakukan sesuatu yang buruk, dampaknya akan langsung terlihat, tetapi untuk gaya hidup sehat, kita harus menunggu agak lama dan perubahannya terakumulasi,” katanya.

Yang terpenting adalah pola makan dan kebiasaan sehat

Walaupun dalam penelitian tersebut tidak secara jelas membuktikan bahwa daging merah yang menyebabkan diabetes, namun pada studi lain sebelumnya juga mengaitkan kebiasaan makan daging merah dengan penyakit diabetes melitus.

William Evans, seorang dosen dari Duku University, menanggapi hasil penelitian ini mengatakan,  sebenarnya yang penting adalah pola makan secara keseluruhan.

“Jika seseorang mengurangi konsumsi daging tapi menggantinya dengan keju, tentu saja akan percuma,” katanya.

Oleh karena itu, untuk dapat mencegah penyakit diabetes, yang perlu diperhatikan juga adalah pola makan dan kebiasaan sehat lainnya, seperti pola makan seimbang, aktif berolahraga, hingga mengatur waktu istirahat yang cukup.

Referensi :

(Pan A, Sun Q, Bernstein AM, Manson JE, Wìllett WC, Hu FB. Perubahan konsumsi daging merah dan risiko diabetes mellitus tipe-2. JAMA Intern Med. 2013; 173:1328-1335).

http://www.tipscaramanfaat.com/diabetes-resiko-banyak-makan-daging-merah-524.html

 

Iklan

Penulis: apotekmiami-drsatyadeng

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s