Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center (Klinik Vegan)

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Merkuri dan Kesehatan

Tinggalkan komentar


Daftar Kandungan Merkuri pada Ikan

Melengkapi tulisan saya sebelumnya,  Seafood dan Autisme: Makanan untuk Ibu Hamil, saya akan menyajikan daftar ikan yang aman dan tidak aman dimakan berdasarkan kandungan merkurinya, khususnya untuk ibu hamil atau wanita yang sedang mencoba untuk hamil.

***

Pencemaran Merkuri

Setengah dari emisil merkuri ke atmosfer Bumi berasal dari gunung berapi. Setengahnya lagi dari aktivitas manusia. Emisi merkuri yang disebabkan oleh manusia terbagi menjadi sebagai berikut.

  • Pabrik-pabrik yang membakar batu bara sebagai sumberenerginya.
  • Produksi/tambang emas.
  • Produksi/tambang logam non-besi (aluminuim, tembaga, zinc, bauksit, dll)
  • Pembuangan limbah, termasuk limbah kota berbahaya, krematorium, dan pembakaran limbah lumpur.
  • Produksi semen
  • Produksi baja
  • Produksi merkuri, seperti pada pembuatan baterai
Siklus Merkuri (klik untuk memperbesar)

Merkuri juga terpapar ke lingkungan melalui pengolahan sampah atau limbah merkuri yang tidak baik. Produk-produk yang mengandung merkuri, antara lain spare part kendaraan, baterai, lampu neon, produk medis, termometer, dan termostat. Jika limbah barang-barang ini tidak dikelola dengan baik, merkuri yang dikandungnya akan semakin mudah mencemari tanah, atau perairan di lingkungan kita.

***

Merkuri pada Ikan

Ikan dikenal sebagai makanan yang mengandung nutrisi tinggi, seperti omega-3, vitamin B, dan protein. Sayangnya, ikan juga dapat mengandung kontaminan yang tidak sehat. Kandungan merkuri pada ikan mungkin yang harus menjadi perhatian utama.

Konsumsi ikan sejauh ini adalah sumber signifikan paparan merkuri pada manusia dan hewan. Merkuri dan metilmerkuri sudah dapat ditemukan pada air laut berkonsentrasi rendah. Namun, diserap oleh alga sebagai komponen piramida terbawah pada rantai makanan. Alga ini kemudian dimakan ikan kecil atau ikan pemakan tumbuhan. Ikan dapat dengan mudah menyerap metilmerkuri, tapi sangat lamban sekali mengekskresikannya. Akhirnya, terakumulasi di tubuh ikan. Ikan kecil kemudian dimakan lagi oleh ikan besar. Begitu seterusnya. Tidak heran, kandungan merkuri tertinggi terdapat pada ikan predator besar yang memangsa ikan-ikan kecil dan memiliki siklus hidup yang lama sekali, hingga ratusan tahun. Akumulasi merkuri di tubuh ikan-ikan jenis ini (todak dan hiu) menjadi tinggi sekali.

***

Pedoman Konsumsi Ikan Sesuai Level Merkuri

Merkuri dapat mempengaruhi perkembangan otak dan sistem saraf. FDA (U.S. Food and Drugs Administration / Lembaga Pengawas Makanan dan Obat A.S.) telah merilis pedoman untuk anak-anak, wanita hamil dan wanita yang sedang mencoba untuk hamil dalam mengkonsumsi ikan. Pedoman ini menyatakan bahwa tidak lebih dari  350gram ikan bermerkuri rendah yang sebaiknya dikonsumsi dalam 1 minggu. Ikan dengan kadar merkuri “Tertinggi” harus dihindari. Konsumsi ikan dengan kadar merkuri “Tinggi” harus dibatasi hingga 500gram dalam sebulan.

Apa arti pedoman ini bagi wanita hamil yang masih ingin mendapatkan nutrisi dari seafood? Moderasi! Informasi terkini yang dirilis pada  American Journal of Preventive Medicine menyatakan bahwa kita tidak harus berhenti mengkonsumsi seafood. Ikan mengandung banyak sekali nutrisi berharga yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, khususnya untuk ibu hamil dan bayi.

Terdapat 4 jenis ikan yang harus dihindari karena kadungan merkurinya. 4 ikan ini adalah hiu, mackerel raja, ikan todak, dan tilefish. Tilefish sepertinya kurang populer di Indonesia. Pada dasarnya, hindari ikan besar predator yang memangsa ikan yang lebih kecil darinya. Ikan pemakan tumbuh-tumbuhan umumnya aman untuk dikonsumsi.

Natural Resources Defense Council (NRDC / Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam A.S.) telah merilis informasi mengenai jenis ikan dan kandungan merkurinya sehingga masyarakat dapat lebih tahu tentang apa yang mereka konsumsi. Jika kamu ingin mendapat informasi lebih rinci tentang kandungan merkuri dan berapa banyak konsumsi personal kamu, kamu juga dapat menggunakan termometer merkuri untuk melihat kalkulasinya.

Saya iseng coba. Karena dalam minggu ini saya hanya mengkonsumsi teri dan cumi dalam porsi kecil, jadi ‘asupan’ merkuri saya masih aman ^^
Kamu bisa coba. Tinggal input berat badan kamu dalam lbs (1kg = 2,2 lbs), ikan yang dikonsumsi dalam 1 minggu terakhir, jumlah porsi, dan ukuran porsinya (kecil, sedang, besar) dikira-kira aja.

Iklan

Penulis: apotekmiami-drsatyadeng

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s