Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Tanda Penuaan

Tinggalkan komentar


Tanda penuaan adalah menurunnya fungsi-fungsi tubuh, yang terlihat jelas dari tanda fisik ataupun tanda psikis. Bagi sebagian ahli, akan dengan mudah melihat tanda-tanda tersebut. Tapi bagi kita orang awam untuk mengetahuinya adalah hal yang mudah, berikut akan saya jelaskan detilnya:

Tanda Fisik Penuaan

Kulit mulai berkerut, turunnya kemampuan fisik, gangguan seksual, tulang keropos/sakit persendian tulang, daya ingatan yang menurun, penglihatan menurun, pendengaran menurun, masa otot berkurang diganti dengan masa lemak yang meningkat (sehingga orang cenderung gemuk berlemak, gemuk dibagian perut, pinggul, paha atas, tapi di paha bawah dan lengan tangan mengecil)

Tanda Psikis Penuaan

Susah tidur, kurang semangat, sering cemas, gampang tersinggung, dan mudah putus asa, menurunnya gairah hidup. Saat orang sudah mulai mudah tersinggung tentang hal-hal yang tidak begitu berarti, serta sering begadang adalah ciri yang jelas bisa dilihat.

Tahapan penuaan

Faktor usia memang tidak bisa dipungkiri sebagai satu-satunya parameter untuk mengetahui sejauh mana proses penuaan berlangsung. Oleh karenanya proses penuaan itu dibagi menjadi tiga tahapan penting menurut umurnya, yakni tahab subklinik, transisi dan klinik.

1. Tahap Subklinik (usia 25-35 tahun)
Tahap subklinik seringkali gejalanya tak terlihat kasat mata, karena orang-orang pada usia ini umumnya masih terlihat muda dan normal. Padahal ada beberapa hormon yang mulai menurun, yaitu hormon estrogen, hormon testosterone, hormon pertumbuhan. Sel dan DNA juga mulai mengalami kerusakan akibat pembentukan radikal bebas.

2. Tahap Transisi (usia 35-45 tahun)
Tahap ini hormon menurun sekitar 25%, masa otot berkurang satu kilogram selama beberapa tahun, lemak bertambah. Akibatnya kekuatan menurun drastis dan resiko penyakit jantung, obesitas, diabetes, radang sendi dan pembuluh darah mulai meningkat.
Elastisitas dan pigmentasi kulit menurun, rambut mulai tumbuh uban, berkurangnya memori  otak, pendengaran dan penglihatan mulai terganggu. Orang akan terlihat lebih tua, karena kerusakan sel dan DNA sudah terlihat nyata.
3. Tahap Klinik (usia 45 tahun keatas)
Penurunan kadar hormon semakin nyata dan berlanjut,  hormon-hormon tersebut adalah hormon testosterone, hormon estrogen, hormon thyroid, hormon pertumbuhan (growth hormon), DHEA. Banyak fungsi-fungsi tubuh yang menurun, termasuk menurun dan bahkan hilangnya penyerapan makanan, vitamin dan mineral. Masa otot berkurang 1 kg per tiga tahunnya, densitas tulang yang menurun, lemak semakin menumpuk yg memicu obesitas, penyakit-penyakit kronis mulai bermunculan, dan disfungsi sexual tentunya.

Kesimpulan sementara adalah tanda penuaan seringkali tak terlihat, tapi walau begitu proses penuaan bisa saja sedang terjadi dalam diri kita.
Informasi ini sangat penting bagi kita untuk melakukan preventif/pencegahan sebelum tanda-tanda penuaan itu muncul dan langkah-langkah yang kita lakukan untuk pencegahan menjadi tidak begitu efektif.

BIOMARKER PENUAAN

Biomarker adalah melihat tanda penuaan dari membandingkan pengukuran sekarang dengan pengukuran sebelumnya.
Sehingga muncul perbedaan beberapa parameter, yaitu parameter fisiologik, anatomik, biokimia, dan molekuler.
Bagaimana cara mengetahui biomarker penuaan?
1. Kuisioner keadaan kesehatan dan faktor resiko.
Dengan dijawabnya pertanyaan-pertanyaan tentang riwayat penyakit, riwayat penyakit keluarga (genetik), hasil kesehatan saat ini, riwayat nutrisi, riwayat olah raga, riwayat lingkungan tempat tinggal (polusi udara, terpapar racun), riwayat penggunaan obat, serta riwayat psikis (trauma), reaksinya terhadap stress dan lain-lain.
2. Pemeriksaan fisik.
Pemeriksaan kadar lemak dalam tubuh.
Juga memeriksa bagian penting, tekanan darah, suhu tubuh, denyut nadi, dan pernafasan.
Pemeriksaan elastisitas kulit dengan cara mencubitnya akan terlihat nyata, apakah terjadi proses penuaan atau tidak.
Pemeriksaan komposisi tubuh dan lemak tubuh
Pemeriksaan kemungkinan penyakit-penyakit, seperti penyakit jantung, paru, hipertensi, obesitas, diabetes, artritis, keganasan dan lain-lain.
3. Pemeriksaan biokimia
Pemeriksaan laboratorium yang meliputi, urin, darah, dan jaringan tubuh lain.
Pada saat ini banyak bahan biokimia dapat diperiksa dan diukur kadarnya, yaitu
Neurotransmitter
Hormon
Nutrien
Tumor marker
Metabolit
Genetic marker
Toksin
Produk oxidative stres
Molekul antioksidan

4. Kapasitas fungsional
Pemeriksaaan fungsi paru, jantung, memori, sensoris, ginjal, koordinasi dan keseimbangan, densitas tulang, kekuatan menggenggam, reflek tubuh, waktu reaksi dan lain-lain.

Referensi :
Buku Anti Aging Medicine : Wimpie Pangkahila

Iklan

Penulis: apotekmiami-drsatyadeng

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s