Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center (Klinik Vegan)

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural


Tinggalkan komentar

Program Pencegahan Dan Memperpanjang Kelangsungan Hidup Penderita Kanker Kolorektal (Usus Besar / Rektum)

Program Pencegahan Dan Memperpanjang Kelangsungan Hidup Penderita Kanker Kolorektal (Usus Besar / Rektum)

Program ini dirancang bagi anda yang ingin :

Bagaimana cara pencegahan kanker kolorektal ?

Bagaimana memperpanjang kelangsungan hidup penderita kanker kolorektal ?

Apa resiko kanker kolorektal

Makanan apa yang membuat sel kanker kolorektal bertambah  ?

Apa yang menghambat sel kanker kolorektal ?

Bagaimana pola hidup sehat penderita kanker kolorektal ?

Penelitian terkini kanker kolorektal

Dr. Satyawira Aryawan Deng

cover-kanker-kolorektal

Iklan


Tinggalkan komentar

Minimarket Vegan : Meriahkan HARBOLNAS, Gratis Ongkir dan Diskon 12-14 Desember 2016 serta gratis ongkir sampai tanggal 31 Desember 2016

apotek-miami-ok

bisdevgratis_ongkir_saat_harbolnas_blog_1000x640-696x445gratis-ongkir

https://www.tokopedia.com/kesehatanvegan

https://www.bukalapak.com/satyadeng

https://shoppe.co.id/minimarketvegan

http://www.elevenia.co.id/store/minimarket-vegan

https://www.instagram.com/minimarketvegan/

https://www.blibli.com/merchant/apotek-miami-minimarket-vegan/APV-28033


Tinggalkan komentar

Tips Memilih Minyak Goreng Sehat

Tips Memilih Minyak Goreng Sehat

Minyak goreng tentunya sudah tidak asing bagi kita. Apalagi bagi para ibu dan mereka yang gemar memasak, rasanya tidak pas menggoreng tanpa menggunakan minyak goreng. Selain disukai, banyak juga yang takut pada minyak goreng karena beranggapan bahwa minyak goreng itu tidak sehat, tinggi kalori serta dapat membuat gemuk. Benarkah? Ah,  anggapan tersebut  tidak sepenuhnya benar, kok.

Sebuah studi observasi menunjukkan bahwa salah satu penyebab kegemukan atau obesitas bukan hanya karena minyak goreng tapi karena mengonsumsi lemak yang berlebihan. Perlu Anda ketahui, minyak atau lemak mengandung nilai kalori yang tinggi, di mana satu gram minyak mengandung 9 kkal energi, sedangkan karbohidrat dan protein hanya menyumbang 4 kkal per satu gramnya. Karena itu, mengonsumsinya secara berlebihan memang akan membuat gemuk.

Minyak goreng memang mengandung lemak. Dan lemak memiliki nilai kalori yang tinggi, namun tubuh tetap membutuhkan lemak untuk membantu sistem kerja tubuh menjadi lebih baik. Misalnya untuk pembentukan hormon dan untuk melindungi fungsi organ tubuh dari benturan. Akan tetapi, pemilihan minyak goreng pun tak boleh asal-asalan, Anda harus cermat memilih minyak goreng yang tepat dan sebisa mungkin menyehatkan.

Lalu, bagaimana cara memilih minyak goreng yang tepat?
Minyak goreng mengandung dua jenis asam lemak, yaitu asam lemak jenuh dan juga asam lemak tak jenuh. Pada asam lemak jenuh (saturated fat) dapat meningkatkan kolesterol di dalam darah dan juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Asam lemak jenuh banyak terdapat di minyak sawit yang bahkan mengandung hampir 50%, butter, shortening, dan gajih.

Sedangkan asam lemak tak jenuh (unsaturated fat), baik tunggal (MUFA) maupun ganda (PUFA), memberikan manfaat bagi kesehatan, karena mengandung omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung. Sumber asam lemak tak jenuh banyak terdapat di minyak nabati seperti minyak jagung, minyak kanola, dan minyak zaitun.

Dari perbedaan keduanya, jelas, minyak tak jenuh lebih sehat. Lalu, bagaimana membedakan keduanya? Untuk membedakan minyak yang banyak mengandung asam lemak tak jenuh, tidaklah sulit. Cobalah masukkan minyak ke dalam kulkas. Minyak dengan asam lemak tak jenuh yang tinggi, akan berbentuk cair bahkan setelah dimasukkan ke kulkas. Sebaliknya, minyak dengan asam lemak jenuh yang tinggi akan mudah membeku saat didinginkan di dalam kulkas.

Nah, minyak goreng yang sehat haruslah minyak yang rendah akan asam lemak jenuh dan memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yang tinggi. Kriteria minyak goreng sehat terdapat pada minyak kanola dan juga minyak jagung.

Kenapa kedua minyak goreng menyehatkan? Selain tinggi akan kandungan asam lemak tak jenuhnya, minyak kanola yang diperoleh dari biji bungan kanola ini juga kaya akan kandungan omega-3nya yang bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan minyak goreng lainnya. Bahkan, British Journal of Nutrition menunjukkan bahwa kandungan omega-3 tersebut bersifat kardioprotektif atau dapat melindungi jantung. Hal ini ditunjukkan dari penurunan risiko penyakit jantung dan kematian akibat serangan jantung.

Namun, selain minyak kanola, minyak jagung juga termasuk ke dalam minyak goreng sehat. Kandungan asam lemak tak jenuh yang tinggi, dilengkapi dengan asam lemak jenuh yang relatif rendah, menjadikan kombinasi nutrisi di dalam minyak jagung lebih menyehatkan. Selain itu, minyak jagung memiliki aroma khas yang memberikan cita rasa masakan semakin sedap.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga mengeluarkan batasan mengonsumsi minyak goreng maksimal 67 gram atau setara 5 sendok makan. Semoga membantu!

References
1.http://www.webmd.com/food-recipes/healthy-cooking-oils-buyers-guide?page=1 (diakes pada 13 Maret 2015)
2.http://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/fats-and-oils-explained  (diakses pada 13 Maret 2015)
3.http://www.webmd.com/food-recipes/canola-oil (diakses pada 13 Maret 2015)
4.http://www.webmd.com/cholesterol-management/features/cholesterol-and-cooking-fats-and-oils (diakses pada 13 Maret 2015)
5.http://www.webmd.com/diet/healthy_oils_healthy_fats?page=2 (diakses pada 13 Maret 2015)
6.Long chain omega-3 fatty acids and cardiovascular disease: a systematic review. British Journal of Nutrition 107 (Suppl 2) : 201-213 (2012).

http://meetdoctor.com/article/tips-memilih-minyak-goreng-sehat#/page/3

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Academy of Nutrition and Dietetics 2016 : Diet vegetarian dan vegan adalah sehat, dapat mencegah dan mengobati penyakit kronis, dan membuat lingkungan hidup lebih baik

Diet vegetarian dan vegan adalah sehat, dapat mencegah dan mengobati penyakit kronis, dan membuat lingkungan hidup lebih baik, menurut Academy of Nutrition and Dietetics, organisasi profesional gizi terbesar di dunia. Peneliti memperbaharui position paper 2009 tentang diet vegetarian dan menyimpulkan bahwa tidak hanya adalah vegetarian dan vegan diet yang tepat untuk semua tahap siklus hidup (kehamilan, bayi, anak, dll), tetapi  juga membantu mengurangi risiko penyakit jantung, tinggi tekanan darah, diabetes tipe 2, stroke, obesitas, dan beberapa jenis kanker. perbabaharuan position paper menyajikan bagian tentang isu-isu lingkungan yang menyimpulkan pola makan nabati yang lebih berkelanjutan dan mengurangi merusak lingkungan.

———————————————————————

Vegetarian and vegan diets are healthful, may prevent and treat chronic diseases, and are better for the environment, according to the Academy of Nutrition and Dietetics, the world’s largest organization of nutrition professionals. Researchers updated the 2009 position paper on vegetarian diets and concluded that not only are vegetarian and vegan diets appropriate for all stages of the life cycle (pregnancy, infancy, childhood, etc.), but they also help reduce the risk for heart disease, high blood pressure, type 2 diabetes, stroke, obesity, and some types of cancer. The updated position paper presents a section on environmental issues which concludes plant-based diets are more sustainable and less damaging to the environment.

Melina V, Craig W, Levin S. Position of the Academy of Nutrition and Dietetics: vegetarian diets. J Acad Nutr Diet. 2016;116:1970-1980.

Referensi :

http://www.pcrm.org/health/medNews/current-recommendations-to-avoid-saturated-fat-confirmed


Tinggalkan komentar

Penelitian The BMJ 2016 : Rekomendasi Penyakit Jantung untuk Hindari Lemak Jenuh

Rekomendasi Penyakit Jantung untuk Hindari Lemak Jenuh

Makanan lemak jenuh berhubungan dengan perkembangan menjandi penyakit jantung, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam The BMJ. Peneliti diikuti 115.782 peserta dari Health Professionals Follow-up Study dan Nurses ‘Health Study yang bebas dari penyakit jantung pada awal analisis. Setelah menyesuaikan untuk beberapa faktor, termasuk berat badan, olahraga, dan riwayat keluarga, orang yang mengkonsumsi lemak paling jenuh memiliki 18 persen peningkatan risiko menjadi penyakit jantung, dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi sedikit, setelah sekitar 21-26 tahun tindak naik. Mengganti lemak jenuh dalam diet dengan makanan sehat, termasuk karbohidrat gandum, dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Para penulis menyimpulkan bahwa rekomendasi saat ini untuk menghindari lemak jenuh yang diperlukan untuk mencegah penyakit jantung.

—————————————————————- Baca lebih lanjut