Kesehatan Vegan – dr. Satyawira Aryawan Deng

Makanan Sehat, Kacang-Kacangan, Biji-Bijian, Buah Kering, Organik, Natural, MPASI, Grosir & Eceran : https://www.tokopedia.com/kesehatanvegan & https://shopee.co.id/minimarketvegan

David R.Hawkins M.D., Ph.D., : tingkat kesadaran manusia

Leave a comment


17 Tingkatan Kesadaran

Sejak tau kalo kata compassion itu artinya belas kasih, aku jadi sangat tertarik sekali dengan kebijaksanaan dan meditasi. Ada beberapa situs yang aku sering datengin kalo lagi butuh pencerahan. Salah satunya, aku nemu tentang map kesadaran ini.

Map kesadaran ini dibikin sama ahli psikiatri Amerika namanya Dr. David Hawkins. Di bukunya Power vs Force, dia neliti hubungan antara tubuh fisik sama kekuatan spiritual. Dia make semacam tes kinesiologi buat ngukur energi yang dikeluarkan manusia dalam skala kesadaran tertentu. Dari satuan 0 sampai 1000 poin, Dr. David mengklasifikasikan 17 tingkat kesadaran.

Buat dicatat, kesadaran disini dilihat sebagai keadaan tahunya seseorang akan pikiran, emosi, keberadaan, sensasi, dan lingkungan sekitarnya. Buat dicatat lagi, artikel ini adalah tulis ulang atau copywrite (lihat bagian referensi).

1 Malu (1-20)

Tingkat kesadaran dimana orang merasa dipermalukan, kepercayaan diri rendah, dan paranoid. Ekspresi yang kebaca di skala getaran energi ini adalah ketika seseorang merasa dia “hilang muka”, nggak berdaya, nggak berguna, pingin nggak keliatan aja. Bertahan di tingkat vibrasi kesadaran ini terlalu lama, orang bisa kepikiran buat bunuh diri, bunuh orang lain bahkan, pemerkosa, atau jadi orang yang suka menghakimi orang lain dengan merasa dirinya yang paling bener. Di kesadaran ini, orang terbatas ngelihat bentuk-bentuk kesengsaraan.

2 Bersalah (30)

Tes kinesiologi nunjukin orang berada di skala poin ini, ketika dia ada ngerasa salah dan nyesel. Perasaan yang sadar atau nggak sadar bisa mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku seseorang. Hukuman publik dari sistem sosial memperparah keadaan dengan adanya sebutan “pendosa” dan “suci” yang bikin orang-orang di level ini merasa ‘terkutuk’ dan semakin menghancurkan dirinya.

3 Apatis (50)

Keadaan keputusasaan dan tidak tertolong. Di tingkat kesadaran ini, orang biasanya jadi needy dan bergantung sama orang lain. Biasanya terjadi sama pengemis, masyarakat kelas bawah ke bawah, sama kelompok usia lanjut. Masyarakat luas ngerasa orang-orang yang bervibrasi di level ini sebagai “beban” dan cenderung menghindari mereka. Tingkat ini berhubungan sama abdikasi, dimana orang memilih untuk menyerah dan menjadikan orang lain seakan-akan bertanggung jawab atas hidupnya. Pandangan hidup di kesadaran ini adalah nggak adanya harapan.

4 Kesedihan (75)

Level dimana orang ngerasa sedih berlebih, penyesalan, dan kehilangan. Banyak orang bervibrasi di tingkat ini waktu kehilangan—bisa orang yang disayang, hubungan, kepemilikan, uang, pekerjaan, dan lain dan sebagainya. Seringnya yang keluar adalah nangis, nyesel, susah move on. Waktu sedih, orang cenderung ngelihat kemurungan dan kesuraman dalam hidup dan seluruh dunia. Pandangan hidupnya jadi tragis. Energi kesedihan lebih kuat dibanding apati, karena orang mulai merasa lebih banyak energi di level ini.

5 Ketakutan (100)

Energi di tingkat ini terbaca sebagai kekhawatiran. Seringnya perasaan takut yang muncul berhubungan dengan ketakutan akan penolakan, akan kegagalan, akan ketidakpastian, akan tantangan, akan penuaan, akan kematian, akan kehilangan, akan orang asing. Bentuk emosi yang sering dihadapi mereka yang bekerja di bidang marketing dan politik. Rasa takut bisa membentuk paranoia dan berubah menjadi obsesi. Di tingkat ini, orang ngeliat semua bentuk ketidakpastian kayak nakutin dan memicu sikap penarikan. Jadinya, rasa takut jadi penghalang buat pertumbuhan diri karena dunia terlihat menakutkan.

6 Nafsu Keinginan (125)

Di tingkat keinginan, nafsu untuk memiliki/mendapatkan mendominasi. Orang-orang yang mengejar uang dan jabatan jadi target hidup yang lebih baik, jomblo-jomblo yang udah lama kepingin pacaran, permainan marketing yang memanfaatkan ‘keinginan’ di pikiran society make iklan dan janji-janji kebahagian dengan konsumsi barang-barang yang material, industri fashion juga.

Ketagihan adalah produk dari keinginan, kayak berbagai keinginan—biasanya malah ngidam—makanan, video game, kesenangan, seks, shopping, ngejar uang dan power tadi, dan seterusnya. Orang jadi terjebak dan terbudakkan di sini karena keinginan itu nggak ada ujungnya. Hidupnya jadi cenderung ngeliat kekecewaan, apalagi kalo nggak bisa dapetin apa yang jadi keinginannya. Keinginan lebih tinggi tingkatnya di atas ketakutan karena keinginan akan suatu hal memicu orang untuk melakukan sesuatu—dan bukannya menarik diri.

7 Kemarahan (150)

Emosi yang menguasai di tingkat ini adalah kebencian. Kemarahan adalah ungkapan dari rasa benci, frustasi, bahkan balas dendam. Secara masyarakat luas, bentuk kemarahan adalah gerakan-gerakan aktifis di berbagai isu (lingkungan, hak makhluk hidup, negara-negara dunia ketiga, kemiskinan), persamaan hak, gerakan-gerakan sosial.

Di tingkat individu, contohnya kayak sikap yang nyebelin dan cenderung keras, gampang naik darah. Sisi baiknya, kemarahan membentuk pembebasan dan gerakan-gerakan besar dalam masyarakat; jeleknya, dia memicu perilaku berbahaya yang disengaja. Bentuk emosi marah bisa dilihat dari sikap yang agresif. Mikirnya jadi antagonis, orang jadi kasar, nggak ramah, nggak asik, dan bersikap melawan orang lain.

8 Bangga (175)

Bisa dilihat dari sikap yang cenderung merendahkan orang lain atau harga akan diri yang –kelewat—tinggi. Di sistem sosial kita, sering kali gengsi atau bangga dilihat sebagai sikap yang perlu dikembangkan dan positif. Kerasa banget kayak di kebanggan jadi bagian dari kelompok, institusi, perusahaan, negara, agama, ras.

Gimana pun, kebanggaan bisa dilihat dari dua sisi, karena tiap orang punya reaksi yang beda-beda. Kayak misal, negara ada karena orang merasa bangga dengan tanah airnya dibanding tempat lainnya. Agama pun ada karena orang merasa bangga dengan kepercayaannya akan Tuhan dan nilai-nilai yang diangkat yang menjadikan dirinya berbeda. Di tingkat individu, orang yang merasa bangga dengan kepemilikan atau hal-hal yang bersifat material lainnya, disinilah bangga jadi nggak penting. Karena kepemilikan itu bisa diambil sewaktu-waktu.

Bangga menghasilkan sikap penolakan dan arogan. Dengan adanya bangga, orang bersikap dengan mendahulukan ego yang tinggi dan jadinya nggak objektif. Mikirnya jadi nuntut dan nuntut.

9 Keberanian (200)

Emosi yang signifikan adalah pengukuhan akan kekuatan. Inilah poin pemisah antara Power and Force (Kekuatan Kemampuan dan Kekuatan Energi), dimana seseorang mulai menciptakan perubahan dengan menggunakan kekuatan yang membangun. Poin pertama kesadaran penuhnya seseorang dari kehidupan zombie-nya.

Di poin-poin tingkat kesadaran di bawah 200, dunia terlihat putus asa, tragis, menakutkan, menuntut; orang melihat dirinya sebagai korban, minta jadi pupuk bawang dan dipengaruhi kekuatan dari dunia luar.

Dengan keberanian, orang melihat hidup jadi mengasikkan dan penuh kemungkinan. Ada penguatan di tingkat kesadaran ini. Menandai dimulainya pertumbuhan diri, dimana seseorang akhirnya akan melakukan sesuatu dalam hidupnya. Semuanya jadi terlihat mungkin – semuanya bisa diatasi karena kita bisa menumbuhkan kekuatan untuk berkompromi dengan suatu situasi hidup. Di tingkat kesadaran di atas 200, seseorang mampu memahami bahwa kebahagiannya dan hidupnya diputuskan oleh dirinya sendiri.

10 Netral (250)

Emosi yang terasa di tingkat kesadaran ini adalah rasa percaya dan rasa aman. Di sini, kita menilai dengan objektif, tidak menghakimi, dan bisa melihat segala sesuatunya dengan apa adanya. Kita tidak mementingkan kepemilikan harta benda, tidak terpengaruh situasi, tidak berekspetasi, dan tahan-tahan aja kalo hidup mulai naik-turun. Kalo nggak bisa ngedapetin apa yang dimau, kita akan tetep bahagia dengan yang lain.

Netral nggak sama dengan apatis, kekuatan kesadaran di tingkat netral datang dari kepositifan. Di kesadaran netral, kita paham akan kekuatan dan kemampuan yang ada di dalam diri dan nggak merasa butuh buat ngebuktiin apa pun ke siapa pun; apatis, rasa ditinggalkan oleh diri dan dunia yang membuat kita bersikap acuh tak acuh dan patah semangat dengan dunia luar. Proses kesadaran netral adalah ketika kita melepaskan semuanya, dan melihat kepuasan dalam hidup, apa pun jadinya nanti. Orang-orang di tingkat kesadaran ini gampang bergaulnya, tapi nggak terlalu terikat dengan visi karena mereka memisahkan diri dari segala sesuatunya.

11 Kemauan (310)

Rasa optimis berlipat-lipat di kesadaran ini. Dengan kemauan, seseorang jadi terbuka dengan dan untuk melakukan apa pun – tanpa terpengaruh penilaian orang lain atau batasan. Semisal adalah ketika orang mau melakukan pekerjaan rendahan seandainya nggak bisa dapet pekerjaan di mana pun. Karakteristik pembeda antara kemauan dan tingkatan kesadaran di bawahnya adalah kemauan (keinginan) buat melakukan hal dengan sebaik-baiknya, nggak cuma sekedar melakukan aja.

Orang dengan kesadaran kemauan akan dengan mudahnya berdiri lagi semisal dia jatuh, gampang banget beradaptasi dan terbuka dengan siapa saja. Kesuksesan mengikuti orang-orang dengan kesadaran ini. Proses yang terjadi di kesadaran kemauan adalah keinginan (untuk melakukan apa pun). Hidup yang terlihat adalah harapan. Orang-orang yang melakukan yang terbaik dalam karirnya dalam korporasi atau entrepreneur adalah yang berada di tingkat kesadaran ini.

12 Penerimaan (350)

Dalam kesadaraan penerimaan, seseorang akhirnya menyadari bahwa dia adalah pencipta dan pusat dari hidupnya sendiri. Orang tersebut (1) sadar akan sistem sosial yang ada di hidupnya, keluarga, masyarakat, negara, agama, kerja (2) bisa membedakan beberapa kepercayaan, cara pandang, dan keadaan yang ada di sekitarnya (3) bisa menempatkan diri dan hidupnya di atas dan melebihi semua sistem sosial ini.

Karakter sifat yang terlihat dari tingkat kesadaran ini adalah penerimaan dan penolakan, pencarian akan keteguhan dan penilaian benar-salah, jangka panjang-jangka pendek, pengusahaan untuk pertumbuhan diri. Emosi yang dirasakan dominan adalah memaafkan. Proses yang terus berlangsung transenden dan yang dilihat adalah kepaduan.

13 Alasan / Akal (400)

Kesadaran emosi di tingkat ini adalah pemahaman dan rasional. Kita mulai mencari pengetahuan dan informasi sebanyak mungkin dan menganalisa dengan seksama sebelum memutuskan kesimpulan. Menurut sumber, para pemenang hadiah nobel, ahli ilmu pengetahuan dan pengobatan, dan pemikir-pemikir besar dalam sejarah adalah mereka yang beresonansi di tingkat kesadaran ini. Tapi, akal terbatas pada konsep dan teori intelektual. Ketika ada perbedaan teori dan argumentasi terjadi, kesadaran akal mengalami semacam kebuntuan yang menyebabkan ketidakmampuan menyelesaikan perbedaan tadi. Akhirnya pun jadi proses abstraksi atau kesenjangan fakta. Fokus yang dilihat kesadaran akal adalah pemahaman.

14 Cinta (500)

Kesadaran cinta yang dimaksudkan adalah bentuk cinta yang tulus, tidak tergoyahkan, tidak berubah, tidak terpengaruh dengan keadaan luar. Jelas nggak sama dengan cinta yang diagung-agungkan media, yang digambarkan penuh dengan nafsu, keinginan, harga diri, kontrol, mencandui, kecemburuan, dan posesif. Kalau media biasa bilang kalo lawannya cinta adalah benci, di tingkat kesadaran ini, kebencian dilihat sebagai akar dari rasa bangga (keinginan untuk mengkontrol dan posesif), dan bukan cinta yang benar-benar cinta.

Yang dirasakan pada tingkat kesadaran cinta (tak bersyarat) ini adalah rasa hormat. Keberadaan dualisme, atau dua oposisi konsep atau aspek, menjadi ilusi; perasaan dirasa sebagai satu kesatuan yang berada jauh di atas perbedaan. Cinta tak bersyarat melingkupi semua orang dan melebihi diri sendiri. Kalo kesadaran alasan berhubungan sama fakta tertentu, kesadaran cinta berhubungan sama keseluruhan fakta, yang meningkatkan kapasitas diri untuk memahami. Aspek ini berhubungan dengan intuisi. Proses yang dirasa adalah pengilhaman atau wahyu. Dengan kesadaran cinta, yang terlihat dalam hidup adalah keramahan, tanpa perbedaan, ketakutan atau kenegatifan. Hawkin menyebutkan hanya 0.4% dari populasi (1 dari tiap 250 orang) mencapai tingkat kesadaran ini.

15 Kebahagiaan (540)

Emosi yang dominan di tingkat kesadaran ini adalah ketenangan dan belas kasih. Kebahagiaan yang tumbuh dari dalam dan bukannya dari sumber luar. Kesadaran kebahagiaan adalah tingkatnya para orang suci, pelajar spiritual tingkat tinggi, pertapa, penyembuh, dan pemikir. Karakter yang terlihat adalah kesabaran yang luar biasa besar dan sikap positif yang tidak tergoyahkan oleh apa pun. Dunia terlihat sebagai satu kesempurnaan dan keindahan.

Orang yang berada di tingkat kesadaraan kebahagiaan akan tergerak untuk mendedikasikan hidupnya untuk kebaikan hidup, daripada untuk individu tertentu. Di sini, proses transfigurasi terjadi (pancaran cahaya dari orang tersebut). Yang terlihat oleh individu pada level kesadaran ini adalah keutuhan (dunia). Pengalaman dekat kematian (atau NDE) biasanya ngasih orang beberapa saat memvibrasikan kekuatan kesadaran selevel ini.

16 Kedamaian (600)

Adalah emosi kebahagiaan. Di tingkat ini, tidak ada lagi terasa perbedaan antara pengamat dan yang diamati. Orang-orang di tingkat kesadaran ini menjadi guru spiritual, jenius-jenius besar di bidangnya yang memberikan konstribusi nyata pada kehidupan manusia; mereka biasanya memahami lebih dari sistem kepercayaan yang ada dan menjadikannya kespiritualan murni. Pemahaman yang dimiliki melambat, melampaui batasan ruang dan waktu. Proses yang dialami adalah iluminasi; yang terlihat adalah kesempurnaan. Hawkins menyatakan bahwa hanya 1 dari 10 juta orang berada pada tingkat kesadaran ini.

17 Pencerahan (700-1000)

Tidak dapat dijelaskan adalah emosi yang terasa di tingkat kesadaran ini. Kesadaran pencerahan adalah tingkat evolusi kesadaran tertinggi dari manusia. Orang-orang terbesar dalam sejarah seperti Krisna, Buddha, Isa Almasih, Bunda Theresa, adalah mereka yang berada di tingkat ini. Keberadaan orang tersebut sepenuhnya meliputi dan melampaui ruang dan waktu. Dijelaskan bahwa proses yang terjadi adalah kesadaran murni. Hidup yang terlihat pada kesadaran ini adalah ‘ada’. Dalam proses pencapaian potensi tertinggi dan menjadi yang terbaik dalam hidup, kesadaran pencerahan inilah yang semestinya kita perjuangkan sebisa mungkin.

Jadi, ada di tingkat kesadaran yang mana kamu sekarang?

Sumber:

Celestine Chua. (n.d.). Map of Consciousness. Website article. Retrieved May 5th, 2014 from http://personalexcellence.co/blog/map-of-consciousness/.

Ada seorang yang lebih dari 30 tahun melakukan pengamatan tentang spiritualitas, David R.Hawkins M.D., Ph.D., mengklasifikasikan tingkat kesadaran manusia dan mengkalibrasinya dalam suatu skala ukuran energi secara phsikis, emosi apa yang muncul dan proses apa yang terjadi dalam kesadarannya [sebagaimana pada tabel terlampir].

Kira-kira penjelasannya sebagai berikut :

RASA MALU
:: Level energi 20 ::

Rasa malu merupakan emosi yang sangat berbahaya karena beroperasi dekat dengan kematian. Sering kali, rasa malu ini menjadi pendorong orang, baik secara sadar maupun tidak sadar, untuk melakukan bunuh diri. Rasa malu sangat merusak emosi dan kesehatan psikologis. Rasa malu tampak dalam perilaku takut kehilangan muka atau takut tidak “jadi” orang. Dalam masyarakat efek dari rasa malu ini tampak dalam bentuk pengucilan yang dilakukan terhadap orang yang dianggap sebagai penyebab timbulnya rasa malu.

Dampak dari rasa malu yang tampak dalam perilaku seseorang di antaranya adalah : harga diri rendah, mudah sakit, pemalu, menarik diri dari pergaulan, dan introvert kejam pada diri sendiri dan orang lain, paranoid, delusi, dan psikosis, kriminalitas yang sangat kejam, tidak toleran, kaku dan perfeksionis.

Dengan kata lain rasa malu akan mengakibatkan seseorang memiliki kepribadian yang rapuh sehingga mudah mengalami berbagai emosi negatif lainnya.

RASA BERSALAH
:: Level energi 30 ::

Rasa bersalah sangat sering digunakan dalam masyarakat kita untuk melakukan manipulasi dan menghukum orang lain. Rasa bersalah bisa muncul dalam bentuk-bentuk lain seperti penyesalan, masoschism (kenikmatan seksual yang didapat melalui penyiksaan baik secara fisik maupun emosi), dan perasaan diri sebagai korban.

Perasaan bersalah yang tidak disadari karena terpendam jauh dalam pikiran bawah sadar akan mengakibatkan berbagai penyakit psikosomatis, kecenderungan untuk mengalami kecelakaan dan perilaku bunuh diri.

Banyak orang yang dihantui oleh perasaan bersalah sepanjang hidup mereka, yang membuat mereka hidup dalam penyangkalan dan mentransfer perilaku, perasaan, dan impuls negatif mereka ke orang di sekitar mereka.

Dampak dari rasa bersalah yang tampak dalam perilaku seseorang di antaranya adalah : perasaan diri kotor, perasaan diri tidak berharga, merasa berdosa, bersifat memaksa dan mengendalikan, mudah marah dan dapat mengarah pada pembunuhan, mendukung pelaksanaan hukuman mati.

APATIS/PUTUS ASA
:: Level energi 50 ::

Orang yang berada pada level ini hidupnya miskin, putus asa, dan tidak berpengharapan. Mereka memandang dunia dan masa depan sebagai sesuatu yang suram, kelabu, dan tidak nyaman. Dalam masyarakat, level ini adalah level para pengemis, gelandangan, dan orang yang tidak punya tempat tinggal tetap. Orang yang berada pada level ini dipandang sebagai orang yang hanya menghabiskan sumber daya.

KESEDIHAN MENDALAM
:: Level energi 75 ::

Ini adalah level kesedihan, penyesalan, dan perasaan tidak bahagia. Pada level ini orang selalu merasa kehilangan dan depresi. Ini juga level berduka, bersalah dan kehilangan orang yang dicintai. Level ini juga adalah level para pecundang dan penjudi. Perasaan sedih yang mendalam dapat dengan mudah terpicu bila seseorang mengalami “kehilangan” yang besar (misalnya, anggota keluarga meninggal) saat ia masih kecil.

TAKUT
:: Level energi 100 ::

Takut adalah hal yang positif. Bila dilihat dari sudut level energi, takut mempunyai lebih banyak energi kehidupan daripada level-level di bawahnya. Banyak orang yang hidupnya berjalan karena didorong oleh perasaan takut. Pada level ini dunia tampak sebagai tempat yang penuh ancaman dan bahaya. Pikiran yang didasari oleh perasaan takut, bila tidak dikendalikan, akan berubah meniadi paranoid atau ketakutan yang berlebihan.

Takut kehilangan akan berubah menjadi kecemburuan. Takut bersifat menular dan dapat menjadi tren yang dominan dalam masyarakat. Takut juga digunakan dengan efektif oleh berbagai lembaga untuk bisa mengendalikan massa. Takut bersifat menghambat pertumbuhan dan perkembangan diri dan akan mengakibatkan keterbatasan pengembangan potensi.

Orang-orang yang takut akan mencari pemimpin yang kuat, yang mereka pandang telah berhasil menaklukkan ketakutan, untuk memimpin mereka keluar dari “perbudakan” perasaan takut mereka.

KEINGINAN
:: Level energi 125 ::

Pada level ini terdapat jauh lebih banyak energi kehidupan dibandingkan dengan level-level di bawahnya. Keinginan merupakan pendorong manusia untuk bergerak, menjadi sumber motivasi, termasuk dalam bidang ekonomi. Televisi, radio, surat kabar dan media massa apa pun dijadikan alat untuk menjual apa saja terutama menjual gaya hidup sehingga kita merasa butuh dan menginginkan sesuatu.

Keinginan yang kuat akan eksistensi diri, uang, prestise dan kekuasaan bila tak terkendali akan menguasai dan menjadi pendorong keserakahan. Sumber utama masalah yang berhubungan dengan keinginan bahkan samapi pada tingkat ketagihan adalah bahwa keinginan itu mengalir sangat deras seperti air sungai dan tidak dapat terpuaskan.

Di balik sebuah keinginan, apalagi keinginan yang menggebu-gebu (burning desire), biasanya terdapat emosi takut. Bisa berupa rasa takut tidak bisa mencapai apa yang diharapkan, takut tidak bisa mengendalikan sesuatu, takut tidak diterima, takut tidak diakui, ataupun takut kehilangan rasa aman.

MARAH
:: Level energi 150 ::

Marah dapat mengarah pada dua kemungkinan tindakan yaitu konstruktif atau destruktif. Penggunaan emosi marah secara konstruktif dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat. Sebaliknya, emosi marah yang tidak terkendali dapat mengakibatkan pembunuhan, perang, perusakan, dan berbagai tindakan anarkis lainnya. Keinginan yang tidak terpenuhi, bila tidak dikendalikan, akan mengakibatkan timbulnya rasa frustrasi yang selanjutnya akan menimbulkan kemarahan. Kemarahan ini berawal dari kemelekatan, pemaksaan kehendak dan merasa apa yang diinginkan adalah hal yang penting dan harus didapat.

Marah muncul dalam bentuk iri, dengki, benci, sakit hati, tersinggung, dan dendam. Orang pemarah sering kali bersikap tidak adil, suka membuat keributan/onar, agresif dan suka bertengkar. Marah mempunyai efek yang sangat negatif terhadap semua area kehidupan.

BANGGA
:: Level energi 175 ::

Rasa bangga adalah kondisi emosi yang sangat dicari oleh kebanyakan orang. Pada level ini orang akan merasa nyaman, dibandingkan dengan energi pada level yang bawah. Rasa bangga dapat menjadi batu lompatan untuk beranjak dari rasa malu, rasa bersalah dan takut. Rasa bangga walaupun dibenarkan secara sosial ternyata mempunyai level energi yang negatif. Rasa bangga sebenarnya rapuh karena dapat berubah menjadi rasa malu.

Rasa bangga adalah dasar dari perang agama, terorisme, dan fanatisme. Sisi negatif dari rasa bangga adalah arogansi dan penyangkalan. Rasa bangga menghambat pertumbuhan emosi dan spiritual. Rasa bangga juga menghambat penyembuhan diri dari ketergantungan pada sesuatu (misalnya obat-obatan).

BERANI
:: Level energi 20 ::

Power atau kekuatan positif muncul pertama kali pada level energi 200. Level ini adalah level kritis yang membedakan antara energi positif dan negatif yang memengaruhi hidup kita. Level 200 juga disebut dengan level pemberdayaan. Ini adalah level eksplorasi, prestasi, ketabahan, dan keteguhan hati. Pada level ini hidup tampak menyenangkan, menantang, dan menggairahkan. Pada level BERANI ini terdapat kemauan untuk belajar hal-hal baru. Ini adalah energi yang dibutuhkan untuk mempelajari kecakapan baru. Level ini mendukung pertumbuhan dalam bidang pendidikan dan kekuatan dalam menghadapi rasa takut. Pada level ini hambatan berubah menjadi tantangan.

NETRALITAS
:: Level energi 250 ::

Pada level ini energi menjadi sangat positif karena level ini tidak lagi ada keberpihakan, seperti yang terjadi pada level-level di bawahnya. Pada level di bawah 250 kesadaran cenderung melihat dikotomi atau perbedaan dan bersikap kaku terhadap hidup. Menjadi netral berarti secara relatif tidak melekat pada hasil yang ingin dicapai. Posisi netral membuat seseorang dapat mengatasi pengalaman kekalahan, rasa takut dan frustrasi.

Level ini adalah awal kepercayaan diri. Orang tidak mudah terintimidasi pada level ini dan tidak perlu membuktikan apa pun pada siapa pun. Ini adalah level di mana hidup, secara umum, mengalir dengan baik. Orang yang bersikap netral mempunyai perasaan bahagia, tenang, damai, serta merasa aman. Orang pada level netralitas nyaman untuk dijadikan sahabat atau rekan kerja, tak tertarik pada konflik, kompetisi atau perasaan bersalah.

Orang pada level netralitas secara emosi stabil dan nyaman. Mereka bersikap netral, tidak menghakimi dan tidak ingin mengendalikan perilaku orang lain. Orang pada level ini bersifat mandiri dan menghargai kebebasan. Oleh sebab itu, mereka jauh lebih sulit untuk dikendalikan, dipengaruhi, ataupun diprovokasi dibandingkan dengan orang pada level yang lebih rendah.

KEMAUAN
:: Level energi 310 ::

Level ini adalah pintu gerbang untuk menuju keberhasilan. Pada level ini pertumbuhan berlangsung dengan cepat. Orang pada level ini memilih untuk maju dan meningkatkan diri. Kemauan mengandung makna bahwa seseorang telah berhasil mengatasi resistensi internal terhadap hidup dan kehidupan.

Level 310 mengindikasikan awal dari keterbukaan pikiran yang sesungguhnya. Level ini adalah level keramahan yang tulus dan keberhasilan di bidang ekonomi dan sosial. Orang pada level ini jarang ada yang menganggur atau tidak bekerja. Mereka tidak risih bekerja di bidang jasa. Mereka sangat membantu dan memberikan kontribusi positif pada masyarakat.

Orang pada level ini bersedia dan berani menghadapi masalah yang berasal dari dalam diri mereka dan tidak mempunyai masalah di bidang pembelajaran. Mereka mempunyai harga diri yang tinggi dan hal ini diperkuat dengan respons positif yang mereka terima dari masyarakat.

Kemauan berarti responsif terhadap kebutuhan orang lain. Orang pada level ini dapat melakukan koreksi terhadap diri sendiri, merupakan murid yang hebat, dan mempunyai pengaruh yang besar di masyarakat.

PENERIMAAN
:: Level energi 350 ::

Ketidakberdayaan yang terjadi pada level-level bawah berasal dari keyakinan diri bahwa sumber dari apa yang terjadi pada hidup seseorang atau penyebab dari masalah seseorang itu berada di luar dirinya.

Pada level ini orang berhenti memandang diri mereka sebagai korban. Mereka memandang diri mereka sebagai sumber dan pencipta kebahagiaan mereka sendiri. Dengan demikian terjadilah transformasi diri yang luar biasa. Orang pada level ini emosinya tenang, pikiran dan persepsinya terbuka. Mereka tidak tertarik pada benar atau salah. Mereka lebih tertarik pada penyelesaian masalah. Pada level ini orang tidak mengeluh karena mendapat pekerjaan yang berat. Mereka fokus pada tujuan jangka panjang, disiplin, dan cakap. Mereka juga tidak terpengaruh oleh konflik atau pertentangan. Pada level ini setiap individu dipandang mempunyai hak yang sama.

BERPIKIR
:: Level energi 400 ::

Ciri utama level ini adalah intelegensi dan rasionalitas. Inteligensi adalah kemampuan menangani jumlah data yang besar dan kompleks serta membuat keputusan yang cepat dan benar. Rasionalitas adalah kemampuan memahami kerumitan hubungan, gradasi, dan perbedaan yang halus.

Pada level ini orang mampu melakukan manipulasi simbol sebagai konsep yang bersifat abstrak. lnilah level ilmu pengetahuan dan pengobatan. lnilah level peningkatan kapasitas dalam pemahaman dan konsep. Memahami informasi merupakan kunci sukses pada level ini. lnilah level dari para pemenang hadiah nobel, para jenius, dan para negarawan besar. lnilah level Einstein, Freud, dan para tokoh penting lainnya yang telah memberikan pengaruh besar pada masyarakat kita.

Kekurangan atau kelemahan orang yang berada pada level ini adalah kebingungan antara dunia objektif dan subjektif yang membatasi pemahaman mengenai hokum sebab akibat. Orang pada level ini dapat tenggelam dalam ide, konsep atau teori dan tidak memahami hal yang esensial.

Kemampuan berpikir merupakan peranti yang sangat efektif dalam dunia teknik. Kemampuan berpikir, sebaliknya, merupakan suatu penghambat besar untuk mencapai level kesadaran yang lebih tinggi.

CINTA
:: Level energi 500 ::

Cinta, yang dimaksudkan dengan level 500, bukan seperti yang digambarkan oleh kebanyakan orang. Apa yang orang nyatakan sebagai perasaan cinta sebenarnya adalah tidak lebih dari kondisi emosi yang intens, berupa ketertarikan, kemelekatan, kepemilikan, atau pengendalian.

Apa yang orang nyatakan sebagai cinta biasanya bersifat bergantung / dependen, erotis, hal-hal baru, kesenangan, temporer dan fluktuatif. Suatu hubungan, yang katanya diawali dengan perasaan cinta namun ternyata berakhir dengan kebencian pasti bukan diawali dengan cinta pada level ini.

Cinta pada level 500 ini adalah cinta yang tidak bersyarat, tidak berubah, tulus dan permanen. Cinta pada level ini tidak berfluktuasi karena sumber cinta berasal dari dalam diri orang yang mencintai, dengan demikian tidak bergantung pada faktor eksternal. Cinta, pada level ini, adalah suatu kondisi kesadaran dan merupakan kebahagiaan sejati. Hanya 0,4% dari populasi yang pernah mencapai level ini dalam evolusi kesadaran manusia.

SUKA CITA
:: Level energi 540 ::

Saat cinta menjadi semakin tidak bersyarat, kita mulai merasakan kebahagiaan yang berasal dari dalarn diri. Perasaan bahagia ini bukan muncul karena suatu kondisi atau peristiwa namun perasaan bahagia ini terus ada dalam segala aktivitas yang kita lakukan. Level 540 dan yang lebih tinggi lagi merupakan wilayah kesadaran para orang suci, spiritual healer, dan para rnurid spiritual tingkat tinggi.

Salah satu ciri level ini adalah kesabaran yang luar biasa, persistensi dalam sikap positif walaupun mengalami hambatan hidup yang luar biasa. Ciri lainnya adalah rasa belas kasih yang mendalam. Orang yang telah mencapai level ini akan mempunyai pengaruh yang kuat terhadap orang di sekitarnya. Pada level 500-an, orang memandang dunia sebagai sesuatu yang indah dan sempurna. Pada level ini, dunia dan segala isinya dipandang sebagai ekspresi cinta dan keagungan llahi. Pada level ini ada keinginan untuk menggunakan kondisi kesadaran seseorang untuk kebaikan kehidupan dan juga terdapat kapasitas untuk mencintai banyak orang secara bersamaan.

Orang yang mengalami “hampir mati” (near death experience) sering kali mengalami level energi antara 540 dan 600.

KEDAMAIAN
:: Level Energi 600 ::

Level energi ini dihubungkan dengan kondisi kesadaran yang kita sebut dengan iluminasi, pencerahan, dan realisasi diri. Kondisi ini sangat langka dan hanya dicapai oleh satu dari sepuluh juta orang.

Saat level ini berhasil dicapai, perbedaan antara subjek dan objek menjadi tidak ada dan oleh sebab itu tidak lagi terdapat satu fokus persepsi tertentu.

Beberapa orang pada level ini meninggalkan keramaian dan hidup menyendiri. Ada pula yang menjadi guru spiritual, ada pula yang bekerja secara diam-diam demi kemajuan umat manusia.

Beberapa orang pada level ini menjadi orang jenius dalam bidangnya masing-masing dan memberikan kontribusi besar pada masyarakat. Persepsi pada level ini, misalnya persepsi visual, tampak dalam bentuk gerak lambat. Pada level ini pikiran menjadi : hening dan berhenti berpikir. Pada level ini, pengamat dan yang diamati menyatu dalam satu kesatuan identitas yang sama.Pada level ini segala sesuatu tampak saling terhubung satu sama lainnya oleh suatu daya yang abadi, sangat lembut, namun sangat kuat.
PENCERAHAN
:: Level energi 700-1.000 ::

Ini adalah level orang-orang besar, dalam sejarah umat manusia, yang menetapkan pola-pola spiritual yang pengaruhnya berlangsung hingga saat ini.

Pada level ini, semuanya terhubung dengan Tuhan. Ini adalah level inspirasi yang luar biasa. Orang yang mencapai level ini tidak lagi mengalami “diri pribadi’. Ini adalah level di mana ego telah terlampaui. Level ini adalah pencapaian tertinggi dari evolusi kesadaran manusia. Pada level ini, tubuh dimengerti hanya sebagai alat dari kesadaran dan fungsi utama tubuh adalah sebagai alat komunikasi. Apa yang terjadi pada tubuh bukan hal penting lagi. Ini adalah level nondualitas atau kesatuan sempurna.

.:: FAKTA MENARIK ::.

1 individu pada level energi 300 setara dengan 90.000 individu di bawah level energi 200
1 individu pada level energi 400 setara 400.000 individu di bawah level energi 200
1 individu pada level energi 500 setara 750.000 individu di bawah level energi 200
1 individu pada level energi 600 setara 10 juta individu di bawah level energi 200
1 individu pada level energi 700 setara 70 juta individu di bawah level energi 200
12 orang di level energi 700 setara dengan 1 orang Avatar di level energi 1.000

Author: satyadeng

I. Dokter Umum (Dokter Vegan / Plant-Based Diet) II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kesehatan Vegan Kuartet Nabati VIII. Minimareket Vegan : Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s