Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center (Klinik Vegan)

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Nutrition for Kids

Nutrition for Kids

Iklan


Tinggalkan komentar

KENALI INTOLERANSI LAKTOSA LEBIH LANJUT

Di dalam susu dan produk susu lainnya terkandung komponen gula atau karbohidrat yang dikenal dengan laktosa (gula susu). Pada keadaan normal, tubuh dapat memecah laktosa menjadi gula sederhana dengan bantuan enzim laktase. Berbeda dengan sebagian besar mamalia yang tidak lagi memproduksi laktase sejak masa penyapihan, pada manusia, laktase terus diproduksi sepanjang hidupnya. Tanpa laktase yang cukup manusia tidak dapat/mampu mencerna laktosa sehingga akan mengalami gangguan pencernaan seperti sakit perut dan diare yang dikenal sebagai intoleransi laktosa atau defisiensi laktase. Bisa dikatakan hampir setiap orang pernah mengkonsumsi susu atau produk susu.

Sejak dari masa bayi hingga dewasa dan usia lanjut,orang terbiasa mengkonsumsi susu atau produk susu. Saat usia bayi sampai usia balita adalah saat dimana konsumsi susu biasanya sangat diperlukan karena nilai gizi yang dikandung susu. Namun pemberian susu formula kepada bayi hanya dilakukan bila susu formula memang benar-benar dibutuhkan untuk mengatasi keadaan dimana bayi tidak bisa mendapatkan ASI karena berbagai sebab dan pertimbangan. Air Susu Ibu (ASI) tetap merupakan makanan terbaik untuk bayi karena selain memberikan semua unsur gizi yang dibutuhkan, ASI mengandung komponen yang sangat spesifik, dan telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dan perkembangan bayi. ASI mengandung antibodi (zat kekebalan tubuh) yang merupakan perlindungan alami bagi bayi baru lahir. Menurut WHO, 98% wanita mempunyai kemampuan fisiologis untuk menyusui, jadi hanya 2% saja yang tidak dapat menyusui dengan alasan kemampuan fisiologis. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Bila Si Kecil Vegetarian

JIKA anak Anda vegetarian penting sekali meyakinkan bahwa dia sebaiknya mengonsumsi makanan yang bervariasi, seimbang dan makanan yang sehat. Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda pakai untuk pedoman menurut Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat :

* Untuk anak usia hingga setahun, Air susu Ibu atau susu kedelai formula yang difortifikasi merupakan sumber nutrisi utama yang wajib diberikan. * Jangan membatasi diet lemak untuk anak-anak usia di bawah 2 tahun.

* Anak-anak harus banyak minum susu atau minuman/makanan pengganti lain yang sudah difortifikasi dengan kalsium, protein, vitamin D dan riboflavin sehingga kebutuhan vitamin dan mineral terjamin.

* Berikan anak suplemen vitamin B12 jika tidak ada bahan makanan hewani yang bisa dikonsumsi. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Protein Pengganti Daging untuk Anak-anak Vegan

ANAK-anak yang menjalani pola makan vegetarian disarankan untuk mengisi kekurangan konsumsi protein yang biasa terdapat pada daging merah, ikan, dan produk ternak. Mereka bisa mengonsumsi kacang kedelai, susu kedelai yang difortifikasi dan kacang-kacangan. Semua bahan itu merupakan sumber protein, besi, zinc, kalsium, dan vitamin D yang biasa didapat anak-anak pada umumnya dari daging.

Ragi bergizi—yang biasanya berasa keju—dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12. Bahan makanan yang disebut Flaxseed (benih atau biji-bijian serupa padi) juga kaya dengan asam linoleat.

Anak-anak vegetarian yang masih mengonsumsi telur dan produk ternak kebanyakan tak akan kekurangan salah satu makro gizi yang mereka butuhkan. Namun, mereka yang menjadi vegan (vegetarian murni) perlu lebih pintar lagi mengatur pola makannya, jelas Dr David Ludwig, spesialis gizi anak dari RS Anak Boston. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Manfaat, Keamanan Dan Perencanaan Menu Vegetarian Dan Vegan Untuk Anak-Anak

Disusun tanggal 27 Oktober 1998 oleh Panel Ahli Gizi sebagai berikut:

Patricia R. Bertron, R.D.
Carol M. Coughlin, R.D.
Suzanne Havala, M.S., R.D., L.D.N., F.A.D.A.
Virginia Messina, M.P.H., R.D.
Neal D. Barnard, M.D.

BAGIAN PERTAMA

Menerapkan  pola makan yang benar kepada anak-anak sejak dini, akan berdampak positif  terhadap kesehatan, berat badan, kebutuhan pelayanan  kesehatan  mereka di kemudian hari. Sayangnya, pesan yang campur aduk dari media massa membuat kita menghadapi tantangan berat untuk memperoleh informasi nutrisi yang akurat.

Pada bulan Mei 1998, edisi ketujuh Dr. Spock’s Baby and Child Care dipublikasikan. Di dalam buku itu, Dr. Spock merekomendasikan pola makan vegan untuk anak-anak. Rekomendasi ini telah menyebabkan terjadinya diskusi yang  panjang baik dari segi ilmiah maupun praktek mengenai pola makan yang optimal untuk anak-anak.  Sebagai tanggapan atas situasi ini, sebuah panel ahli gizi lalu mempersiapkan artikel ini untuk membahas tiga hal pokok:  manfaat pola makan vegetarian dan vegan, keamanan pola makan vegan, dan perencanaan menu untuk anak-anak. Baca lebih lanjut


2 Komentar

Penyebab Bayi dan Anak Sulit Makan

Tiap tahapan usia anak tenyata menyodorkan masalah makan yang khas. Dengan memahaminya diharapkan orangtua dapat lebih bijak mencari solusinya.

BAYI

Selama ibu memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulanan, kesulitan makan belum terdeteksi karena ASI merupakan satu-satunya makanan untuk si kecil.  Masalah muncul ketika bayi mulai mengenal makanan pendamping ASI (MPASI).  Tekstur makanan yang asing membuatnya harus belajar beradaptasi.  Kalau yang merawat bayi kurang sabar dan terburu-buru menyuruhnya menghabiskan makanan, bisa saja bayi menolak.  Gejalanya, bayi hanya mau minum susu (tidak mau makanan pendamping), mengemut, melepeh, menyembur, memuntahkan, dan mengunci rapat bibirnya atau menangkis makanan yang datang ke arahnya. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Salah Kaprah Gizi Anak

Pemahaman orang bisa berbeda-beda.  Yang sudah dianggap “benar” pun ternyata belum tentu benar.

Anak gemuk berarti sehat

Sering terjadi ibu-ibu yang masuk ke kamar praktik Dr. Luciana B. Sutanto MS. SpGK. mengeluh, “Dok, anak saya tidak mau makan.” Padahal, anaknya sudah tampak bulat.  Menurut Dr. Luciana, masih banyak kaum ibu yang paling suka kalau anaknya gemuk.  Gemuk atau kurus memang dapat bersifat subyektif sehingga yang aman adalah taat mengikuti petunjuk pola peningkatan tinggi dan berat badan.  Anak kegemukan bisa berakibat macam-macam.  ia tidak akan lincah bergerak. Barangkali ia juga akan diolok-olok kawannya.  Lagi pula anak gemuk cenderung lebih sering berkeringat yang akan mengakibatkan tumbuh jamur pada lipatan-lipatan di tubuhnya.  Yang paling aman adalah orang tua belajar memberikan gizi yang baik kepada anak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan makannya.

Baca lebih lanjut