Kesehatan Vegan – dr. Satyawira Aryawan Deng

Makanan Sehat, Kacang-Kacangan, Biji-Bijian, Buah Kering, Organik, Natural, MPASI, Grosir & Eceran : https://www.tokopedia.com/kesehatanvegan & https://shopee.co.id/minimarketvegan


1 Comment

MOLUSKUM KONTAGIOSUM

Pendahuluan

Moluskum kontagiosum klinisnya menimbulkan papul yang  bulat berkubah berwarna merah dengan permukaan licin dengan ukuran 2-5 mm. Dapat soliter atau multiple tapi jarang sekali yang  diameternya mencapai 1 cm, permukaan papul moluskum kontagiosum terdapat lekukan (delle) yang  didalamnya berisi massa caseous.

Lesi pada awalnya padat, berwarna merah ketika matur akan berubah menjadi lunak, berwarna putih atau seperti warna mutiara bahkan dapat juga terjadi supurasi.

Lesi yang  umum terjadi pada anak adalah pada daerah muka dan ekstremitas. Pada orang dewasa umumnya terletak di daerah perut bagian bawah sampai kemaluan karena disebarkan melalui hubungan seksual. Tapi papula juga dapat menyebar ke seluruh tubuh bahkan sampai ke lapisan mukosa seperti : mukosa bibir, lidah, dan pipi. Kecuali  telapak tangan dan telapak kaki. (1) Continue reading


Leave a comment

GAGAL NAFAS

Pengertian Ketidakmampuan mempertahankan nilai pH (keasaman), oksigen (O2), dan karbondioksida (CO2) darah arteri supaya tetap dalam batas normal.

Etiologi:

  1. Penyakit saluran napas
  • Bronkitis kronik
  • Emfisema
  • Asma bronkial
  • Bronkietasis
  1. Penyakit paru parenkim
  • Pneumonia
  • Edema paru
  • Aspirasi
  • Inhalasi asap, gas
  1. Gangguan hiperpermeabilitas
  • Edema paru
  • ARDS
  1. Penyakit pembuluh darah
  • Emboli paru
  • Syok kardiogenik
  • Fistula A. V pulmoner
  1. Trauma
  • Trauma dada
  • Trauma leher
  • Trama kepala
  1. Gangguan neuromuskular
  • Poliomielitis, sindrom tetanus
  • Guillain Barre, paralisis diafragma
  1. Obat-obat
  • Barbiturat
  • Narkotik
  • Sedatif
  • Obat-obat relaksasi
  1. Kelainan dinding dada
  • Kifoskoliosis
  • Ankylosing spondylitis
  1. Lain-lain


Leave a comment

EDEMA PARU AKUT (KARDIAK)

Pengertian Akumulasi cairan di paru-paru secara tiba-tiba akibat peninggi an tekanan intravascular
Diagnosis Riwayat sesak nafas yang bertambah hebat dalam waktu singkat (jam atau hari) disertai gelisah, batuk dengan sputum berbusa kemerahan

Pemeriksaan fisik :

  1. Sianosis sentral
  2. Sesak nafas dengan bunyi napas melalui mukus berbuih
  3. Ronkhi basah nyari di basal paru kemudian memenuhi hampir seluruh lapangan paru; kadang-kadang disertai ronki kering dan ekspirasi yang memanjang akibat bronkospasme sehingga disebut asma kardial
  4. Takikardia dengan gallop S3
  5. Murmur bila ada kelainan katup

Elektrokardiografi :

Bisa sinus takikardia dengan hipertrofi atrium kiri atau fibrilasi atrium, tergantung penyebab gagal jantung

Gambaran infark, LVH atau aritmia bisa ditemukan

Laboratorium :

Gas darah menunjukkan pO2 rendah, pCO2 mula-mula rendah dan kemudian hiperkapnia

Enzim kardiospesifik meningkat jika penyebabnya infark miokard

Foto toraks :

Opasifikasi hilus dan bagian basal paru kemudian makin ke arah apeks paru

Kadang-kadang timbul efusi pleura

Ekokardiografi tergantung penyebab gagal jantung

–          Kelainan katup

–          Hipertrofi ventrikel (hipertensi)

–          Segmental wall motion abnormality (PJK)

–          Umumnya ditemukan dilatasi ventrikel kiri dan atrium kiri Continue reading


1 Comment

Dispnea dan Edema Paru

DISPNEA

Pasien dengan penyakit jantung paru umumnya memiliki gejala dispnea. Dispnea didefinisikan sebagai sensasi benapas yang tidak nyaman (an uncomfortable sensation of breathing) atau sensasi bernapas yang tidak nyaman dan disadari bahwa hal tersebut merupakan suatu kelainan (abnormally uncomfortable awareness of breathing). 1,2,3

Anamnesis yang lengkap sangat penting untuk memperoleh kepastian apakah pasien benar-benar menderita dispnea. Apabila dispnea telah ditegakkan, maka sangat penting untuk memperoleh data-data mengenai penyebab dispnea dan menilai gejala dan tanda lain yang berhubungan dengan dispnea.  Pada beberapa situasi, pasien terkadang tampak kesulitan bernapas namun tidak mengeluhkan dispnea. Hal ini tampak pada keadaan hiperventilasi akibat asidosis metabolik dimana jarang ditemukan bersamaan dengan dispnea. Pada keadaan lain, pasien dengan pola napas yang normal dapat mengeluhkan dispnea. 1 Continue reading


Leave a comment

SIROSIS HATI


Pengertian Penyakit hati menahun yang difus ditandai dengan adanya nekrosis, pembentukan jaringan ikat disertai nodul
Diagnosis Pemeriksaan fisik : stigmata sirosis ( palmar eritema, spider nevi) vena kolateral dinding perut, ikterus, edema pretibial, asites, splenomegali

Laboratorium: rasio albumin dan globulin terbalik Continue reading


Leave a comment

PANKREATITIS AKUT


Pengertian Pankreatitis akut yaitu reaksi peradangan pankreas yang akut
Diagnosis Keadaan umum pasien seperti dispepsia sedang sampai berat, gelisah kadang disertai gangguan kesadaran

Demam, ikterus, gangguan hemodinamik, syok dan takikardia, bising usus menurun ( ileus paralitik)

Penyakit penyerta yang meningkatkan risiko : batu empedu, trauma, tindakan bedah di abdomen, DM, hipertiroidisme, alkoholisme, ulkus peptikum, leptospirosis DHF Continue reading


Leave a comment

Mola Hidatidosa

DEFINISI

Kehamilan abnormal di mana hampir seluruh vili korialisnya mengalami perubahan hidrofik.

ETIOLOGI

Belum diketahui pasti.

PATOGENESIS

Mola hidatodosa berkembang dari trofoblas ekstraembrionik. Dibagi menjadi:

  1. Mola hidatidosa komplet (klasik) → janin tidak ada.
  2. Mola hidatidosa inkomplet (parsial) → ada janin/ada bagian janin. Continue reading


Leave a comment

Anemia Aplastik

BATASAN

Anemia aplastik adalah suatu kelainan yang ditandai oleh pansitopenia pada darah tepi dan penurunan selularitas sumsum tulang.

PATOFISIOLOGI

1.                  Defek sel induk hematopoetik

2.                  Defek lingkungan mikro sumsum tulang

3.                  Proses imunologi Continue reading


Leave a comment

Klasifikasi Adenokarsinoma Endometrium

Klasifikasi UICC (Union Internationale Contra le Cancer) untuk adenokarsinoma endometrium:
T – 1: Karsinoma masih terbatas di korpus.
T – 2: Karsinoma telah meluas sampai di serviks, tapi belum sampai keluar uterus.
T – 3: Karsinoma telah keluar dari uterus, termasuk penyebarannya ke vagina, namun masih tetap berada dalam panggul kecil.
T – 4: Karsinoma telah melibatkan mukosa rektum atau kandung kemih, dan atau telah meluas sampai di luar panggul kecil.


Leave a comment

BELL’S PALSY

Parese N. VII tipe perifer, onset akut
Etiologi : tdk diketahui, diduga infeksi virus yg melibatkan gln. geniculatum
Gambaran klinis :

– sering didahului exposure udara dingin / angin

– 24 – 48 jam sebelum parese ada nyeri di belakang angulus mandibula

– parese biasanya mulai dirasakan pagi hari

– mulut mencong ( parese m. orbicularis oris )

– mata  tdk dpt menutup ( parese m. orbicularis oculi )

– dahi tdk dpt berkerut ( parese m. frontalis )

– ggn pengecapan 2/3 lidah depan ( chorda tympani )

– hiperakusis ( ggn persarafan stapedius )

– ggn lakrimasi / mata kering ( gln geniculatum ) Continue reading


Leave a comment

Retensio plasenta

Retensio plasenta — plasenta belum lahir dalam 30 menit, terjadi perdarahan pascapersalinan. Penanganan:

  • Tentukan apakah terdapat syok, bila ada segera transfusi cairan/darah, kontrol perdarahan dan berikan O2.
  • Lakukan plasenta manual.
  • Bila terdapat plasenta akreta → hentikan plasenta manual lalu lakukan histerektomi.
  • Bila hanya sisa plasenta → keluarkan plasenta dengan digital/kuretase, teruskan infus oksitosin


Leave a comment

Menopause

  • Masa yang bermula dari akhir masa reproduksi sampai awal masa senium, yaitu antara 40 – 65 tahun (45 – 55).
  • Manifestasi Klinis (Sindrom Kekurangan Estrogen):
    • Pramenopause (4 – 5 tahun sebelum menopause): perdarahan tidak teratur (oligomenore, polimenore dan hipermenore)
    • Gangguan neurovegetatif: gejolak panas (hot flushes), keringat banyak, rasa kedinginan, sakit kepala, desing dalam telinga, tekanan darah yang goyah, berdebar-debar, susah bernapas, jari-jari atrofi, gangguan usus (meteorismus).
    • Gangguan psikis: mudah tersinggung, depresi, lekas lelah, semangat berkurang, susah tidur.
    • Gangguan organik: infark miokard, aterosklerosis, osteoporosis, adipositas, kolpitis, uretrosistitis, disuria, dispareunia, artritis, gejala endokrinium berupa hipertirosis, defeminisasi, virilisasi dan gangguan libido.
    • Gangguan perdarahan
    • Sekunder: timbul konflik dalam keluarga, di tempat kerja.
  • Diagnosis: Continue reading


Leave a comment

Tipe Rumah Sakit

Rumah Sakit Umum Kelas A

  • Harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 Pelayanan Medik Spesialis Dasar, 5 Pelayanan Spesialis Penunjang Medik, 12 Pelayanan Medik Spesialis Lain dan 13 Pelayanan Medik Sub Spesialis.
  • Jumlah tempat tidur minimal 400 buah.

Rumah Sakit Umum Kelas B

  • harus mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 Pelayanan Medik Spesialis Dasar, 4 Pelayanan Spesialis Penunjang Medik, 8 Pelayanan Medik Spesialis Lainnya dan 2 Pelayanan Medik Subspesialis Dasar.
  • Jumlah tempat tidur minimal 200 buah. Continue reading


Leave a comment

PENGOBATAN SKABIES

Pengobatan skabies harus dilakukan secara menyeluruh terhadap semua anggota keluarga dimana terdapat penderita yang terkena skabies. Pengobatan tidak bisa hanya dilakukan terhadap penderita saja karena infestasi skabies yang biasanya menyerang berkelompok sehingga semua anggota keluarga harus diobati walaupun tidak ada keluhan.

Ada yang perlu diperhatikan dalam pengobatan skabies. Gatal biasanya menetap beberapa minggu setelah pengobatan dengan obat skabies. Hal ini bukan berarti skabies masih hidup melainkan reaksi tubuh terhadap larva dan feses skabies yang ada di terowongan dalam kulit. Untuk meredakan rasa gatal ini pasien dapat diberikan obat pereda gatal golongan antihistamin seperti difenhidramin (Benadryl), Hidroksizin (Atarax), Cetirizin (Zyrtec), dan Prometazin (Phenergan).Pada umumnya efek antihistamin telah terlihat dalam waktu 15-30 menit setelah pemakaian oral, dan mencapai puncaknya pada 1-2 jam, sedangkan lama kerjanya bervariasi dari 3-6 jam. Continue reading


Leave a comment

Diagnosis banding ulkus genital

a. Ulkus mole

Definisi: adalah infeksi pada alat kelamin yang akut, yang disebakan oleh Streptobaccilus ducrey ( haemophilus ducey) dengan gejala klinis yang khas berupa ulkus nekrotik yang nyeri pada tempat inokulasi dan sering disertai pernanahan kelenjar getah bening regional.

Gejala klinis : mula-mula kelaianan kulit berupa papul, kemudian menjadi vesikopustul pada tempat inokulasi, cepat pecah menjadi ulkus. Ulkus kecil, lunak pada perabaan, tidak terdapat indurasi, berbentuk cawan, pinggir tidak rata, sering bergaung dan dikelilingi halo yang eritematosa. Ulkus sering tertutup jaringan nekrotik, dasar ulkus  berupa jaringan granulasi yang mudah berdarah dan pada perabaan terasa nyeri.

b. Herpes genitalis

pada herpes genitalis kelainan kulitnya ialah vesikel yang terkelompok dan jika memecahkan menjadi erosi, jadi bukan ulkus seperti pada ulkus mole. Tanda-tanda radang akut lebih mencolok pada ulkus mole. Kecuali itu pada ulkus mole, pada sediaan hapus berupa bahan yang diambil dari dasar ulkus tidak ditemukan sel raksasa berinti banyak.

c. Sifilis stadium

pada sifilis stadium I (ulkus durum), ulkus bersih, indolen, terdapat indurasi, dan tanda-tanda radang akut tidak terdapat. Jika terjadi pembesaran kelenjar getah bening regoinal juga tidak disertai tanda-tanda radang akut kecuali tumor, tanpa disertai periadenitis dan perlunakan. Pada ulkus mole, hasil pemeriksaan sediaan hapus dengan mikroskop lapangan gelap sebanyak tiga kali berturut-turut negatif. T.S.S. yang diperiksa tiap minggu sampai satu bulan, kemudian tiap bulan sampai tiga bulan, tetap negatif. Continue reading


Leave a comment

TRIKOMONIASIS

PENDAHULUAN
Insidens cukup tinggi di kalangan wanita, khususnya yang sudah menikah
Biasanya menimbulkan gejala fluor albus dengan bau busuk
Seringkali terjadi penularan non seksual, terutama melalui pakaian dan handuk
Sering dijumpai pada yg mempunyai aktivitas seksual tinggi
ETIOLOGI DAN PATOGENESIS
Disebabkan oleh Trichomonas vaginalis, parasit flagelata berbantuk fusiformis, mempunyai 4 flagela
Menyebabkan peradangan dengan cara invasi dinding vagina sampai mencapai subepitel –><  terbentuk jaringan granulasi –>  nekrosis
Masa inkubasi : 4 hari s/d 3 minggu
Hidup dari sisa-sisa sel, kuman dan benda lain dalam sekret
Sering parkir di dinding vagina forniks posterior
GEJALA KLINIS PADA WANITA
§Akut atau kronik
§Sekret vagina seropurulen, kuning – kuning hijau – merah, bau tidak enak, berbusa
§Dinding vagina merah, sembab, ada jaringan granulasi (strawberry apperance)
§Dispareunia, perdarahan pascacoital, perdarahan intermenstrual. Continue reading


Leave a comment

LIMFOGRANULOMA VENEREUM (LGV)

DEFINISI

Penyakit menular seksual yang disebabkan Chlamydia trachomatis, afek primer cepat hilang, bentuk tersering sindrom inguinal

PATOGENESIS DAN GEJALA KLINIS
Masa inkubasi : 1 – 4 minggu (tanya coitus suspectus)
AFEK PRIMER :

* erosi, papul, vesikel, pustul, ulkus tidak khas, tidak nyeri, soliter

* pria : sulkus coronarius, uretra

* wanita : vagina bagian dalam, serviks

SINDROM INGUINAL
•Sering dijumpai, pria > wanita (80 %)
•Ingat afek primer pada pria
•Kelenjar getah bening inguinal medial membesar, berbenjol-benjol, konfluens, tanda radang (+) (subakut), limfadenitis & periadenitis –>  perlekatan –>  abses & fistula
•Stigma of groove
•Bubo bertingkat (etage bubonen)
•Limfangitis (seperti tali keras)


Leave a comment

ULKUS MOLE

DEFINISI

Penyakit infeksi pada alat genital yang bersifat akut, setempat, penyebabnya Streptobacillus ducrey dengan gejala klinis khas berupa ulkus nekrotik yg nyeri, sering disertai supurasi kel. getah bening regional

KLINIS
Masa inkubasi 2-35 hr (lk. 7 hr), soliter, pada genital
Papul –>  vesikopapul –>  ulkus (pada tempat inokulasi)
Ulkus kecil, lunak, tidak indurasi, seperti cawan, pinggir tak rata, bergaung, halo eritematosa, tertutup jaringan nekrotik, dasar jaringan granulasi, mudah berdarah, nyeri, multipel Continue reading


Leave a comment

Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12

DEFINISI

Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Selain zat besi, sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah. Jika kekurangan salah satu darinya, bisa terjadi anemia megaloblastik.

Pada anemia jenis ini, sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas). Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal.

Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut. Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat, hidroksiurea, fluorourasil dan sitarabin).

PENYEBAB
Penyerapan yang tidak adekuat dari vitamin B12 (kobalamin) menyebabkan anemia pernisiosa. Vitamin B12 banyak terdapat di dalam daging dan dalam keadaan normal telah diserap di bagian akhir usus halus yang menuju ke usus besar (ilium).

Supaya dapat diserap, vitamin B12 harus bergabung dengan faktor intrinsik (suatu protein yang dibuat di lambung), yang kemudian mengangkut vitamin ini ke ilium, menembus dindingnya dan masuk ke dalam aliran darah. Tanpa faktor intrinsik, vitamin B12 akan tetap berada dalam usus dan dibuang melalui tinja. Continue reading


Leave a comment

Perdarahan varises gastroesofageal

Perdarahan varises gastroesofageal adalah sebuah komplikasi mayor hipertensi portal akibat sirosis dengan angka kejadian 10-30% dari seluruh perdarahan saluran cerna bagian atas

Hematemesis adalah muntah darah dan melena adalah pengeluaran faeses atau tinja yang berwarna hitam seperti ter yang disebabkan oleh adanya perdarahan saluran makan bagian atas. Warna hematemesis tergantung pada lamanya hubungan atau kontak antara drah dengan asam lambung dan besar kecilnya perdarahan, sehingga dapat berwarna seperti kopi atau kemerah-merahan dan bergumpal-gumpal.


Leave a comment

Bulosa Pemfigoid


Bulosa Pemfigoid adalah suatu penyakit kulit yang ditandai dengan lepuhan-lepuhan berukuran besar. Penyakit ini tidak sehebat pemfigus, tetapi bisa menetap lama.
Bulosa pemfigoid cenderung menyerang usia lanjut.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi kemungkinan berhubungan dengan kelainan sistem kekebalan.

GEJALA
Lepuhannya keras dan kaku, kulit diantara lepuhan tampak merah dan membengkak.
Lepuhan biasanya tidak ditemukan di mulut. Biasanya menimbulkan gatal-gatal.
Lepuhan yang besar (bula) berisi cairan jernih dan ditemukan di lengan, tungkai atau batang tubuh.


Leave a comment

ULKUS DURUM

Ciri khas ULKUS DURUM

  • Biasanya soliter
  • Berbentuk bulat atau lonjong
  • Berukuran beberapa mm sampai 1 atau 2 cm
  • Tepi ulkus teratur, berbatas tegas dengan tanda-tanda radang negatif
  • Dinding ulkus tegak
  • Permukaan dasar ulkus bersih, berwarna merah
  • Isi ulkus berupa cairan serus
  • Pada perabaan terdapat indurasi (durum) dan tidak nyeri tekan (indolen)


Leave a comment

Treponema pallidum

Ciri-ciri Treponema pallidum

Berbentuk spiral

v  Berukuran panjang : 6 – 15 mm, tebal 0,25 mm

v  Terdiri dari 8 – 24 kumparan

v  Dapat bergerak maju mundur, berotasi, undulasi dari sisi yang satu ke sisi yang lain

v  Berkembang biak dengan cara membelah secara melintang

v  Stadium aktif berlangsung setiap 30 jam

v  Tidak dapat bertahan di udara kering, suhu panas, desinfektans, sabun

v  Tidak dapat dibiak di media buatan, namun dapat diinokulasi pada hewan percobaan


Leave a comment

Ukuran-ukuran fundus uteri & usia Kehamilan

•Tiga lapisan otot (sirkuler, longitudinal dan oblik) tampak jelas pada kehamilan
•Usia kehamilan :
-8 minggu –>  telur bebek
-12 minggu : telur angsa –>  dapat diraba dari luar di atas simfisis (kosongkan dulu kandung kencing)
-Trimester I –>  Tanda Hegar + : hipertrofi istmus
-16 mgu –>  di isi amnion & janin

~  sebesar kepala bayi –>  setinju dewasa

~  FET pusat –>  simfisis

1. 2 jari diatas simfisis= 12  mgg

2. Setinggi pusat=24 minggu

3. 3 jari diatas pusat=28 minggu

4. 2 jari dibawah pusat=20 minggu

5. Diantara pusat-simfisis=16 minggu Continue reading


Leave a comment

Cara Berjalan (Gait)

* Hemiplegia: Menyeret tungkainya yang lumpuh hingga terayun seolah membuat gerakan melengkung membentuk setengah lingkaran = circumdiction gait

* Penderita Tabes Dorsalis:

melangkah lebar-lebar dan mengangkat tungkainya tinggi tinggi yang dijatuhkan keras-keras pada seluruh telapak kakinya seperti alu = flat like gait (seperti stempel=stamping gait)

* Penderita Parkinson:

Gaya berjalan membungkuk,lengan adduksi dan fleksi pada sendi siku dan lutu,langkah kecil-kecil,diseret,lambat, dan kaku. Bila sedang berjalan sulit menghentikan langkahnya ( parkinsonian / festinating gait) Continue reading


Leave a comment

Cyanosis Sentral dan Perifer

*Sentral

-warna kebiru-biruan pada kulit

-sekitar mulut,bibir,ujung jari/kuku tangan/kaki

-mukosa mulut

-lidah

oleh karena oksigenasi darah di paru-paru tidak baik; pada penyakit paru/sal. nafas,peny. jantung (decomp. cordis),polisitemia vera,met-hb,sulf-hb,keracunan CO / CN

*Perifer

-warna kebiruan pada kulit di tempat tertentu, tidak pada mukosa mulut dan lidah

oleh karena deoksigenasi (pengambilan O2 dari darah oleh jaringan) yang berlebihan, misal pada: vasokonstriksi Pb. darah, obstruksi pb. darah Continue reading


Leave a comment

Celecoxib

BRAND NAME: Celebrex

DRUG CLASS AND MECHANISM: Celecoxib is a nonsteroidal antiinflammatory drug (NSAID) that is used to treat arthritis, pain, menstrual cramps, and colonic polyps. Prostaglandins are chemicals that are important contributors to the inflammation of arthritis that causes pain, fever, swelling and tenderness. Celecoxib blocks the enzyme that makes prostaglandins (cyclooxygenase 2), resulting in lower concentrations of prostaglandins. As a consequence, inflammation and its accompanying pain, fever, swelling and tenderness are reduced. Celecoxib differs from other NSAIDs in that it causes less inflammation and ulceration of the stomach and intestine (at least with short-term use) and does not interfere with the clotting of blood. Continue reading


Leave a comment

Pathogenesis TBC

1. Tuberkulosis Primer

Tuberkulosis primer adalah penyakit TB yang timbul dalam 5 tahun pertama setelah terjadinya infeksi basil TB untuk pertama kalinya.

Pada seseorang yang belum pernah kemasukan basil TB, tes tuberculin akan negative karena system imunitas belum mengenal basil TB. Bila orang ini mengalami oleh basil TB walaupun segera difagositosis oleh makrofag, basil TB tidak akan mati, bahkan makrofagnya daoat mati. Dengan demikian basil TB ini lalu dapat berkembang biak secara leluasa dalam 2 minggu pertama di alveolus paru .

Selama 2 minggu ini, sel-sel Limfosit T akan mulai berkenalan dengan basil TB untuk pertama kalinya dan akan menjadi limfosit T yang tersensitisasi. Karena basil TB akan sempat berkembang bebas, perkenalan ini juga akan berlangsung terus, sehingga limfosit T yang sudah tersensitisasi ini akan mengeluarkan berbagai jenis Limfokin yang masing-masing mempunyai khasiat yang khas. Beberapa limfokin mempunyai khasiat untuk merangsang limfosit dan makrofag untuk membunuh basil TB (Macrophage Activating Factor=MAF, Macrophage Inhibitory factor = MIF, Chemotactic Factor dll..) Disamping itu juga terbentuk limfokin lain yaitu Skin Reactivity Factor (SRF) yang akan menyebabkan timbulnya reaksi hipersensitivitas tipe lambat pada kulit berupa indurasi dengan diameter 10 mm atau lebih sedikit. Hal ini secara klinis dikenal dengan reaksi tuberculin (test mantoux). Kelanjutan setelah infeksi primer tergantung kuman yang masuk dan besarnya respon daya tahan tubuh (imunitas seluler). Pada umumnya reaksi daya tahan tubuh tersebut dapat menghentikan perkembangan kuman TB. Meskipun demikian, ada beberapa kuman akan menetap sebagai kuman persister atau dormant (tidur). Kadang-kadang daya tahan tubuh tidak mampu mengehentikan perkembangan kuman, akibatnya dalam beberapa bulan, yang bersangkutan akan menjadi penderita Tuberkulosis. Masa inkubasi, yaitu waktu yang diperlukan mulai terinfeksi sampai menjadi sakit, diperkirakan sekitar 6 bulan. Continue reading