Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center (Klinik Vegan)

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural


Tinggalkan komentar

Anemia Aplastik

BATASAN

Anemia aplastik adalah suatu kelainan yang ditandai oleh pansitopenia pada darah tepi dan penurunan selularitas sumsum tulang.

PATOFISIOLOGI

1.                  Defek sel induk hematopoetik

2.                  Defek lingkungan mikro sumsum tulang

3.                  Proses imunologi Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12

DEFINISI

Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Selain zat besi, sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah. Jika kekurangan salah satu darinya, bisa terjadi anemia megaloblastik.

Pada anemia jenis ini, sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas). Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal.

Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut. Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat, hidroksiurea, fluorourasil dan sitarabin).

PENYEBAB
Penyerapan yang tidak adekuat dari vitamin B12 (kobalamin) menyebabkan anemia pernisiosa. Vitamin B12 banyak terdapat di dalam daging dan dalam keadaan normal telah diserap di bagian akhir usus halus yang menuju ke usus besar (ilium).

Supaya dapat diserap, vitamin B12 harus bergabung dengan faktor intrinsik (suatu protein yang dibuat di lambung), yang kemudian mengangkut vitamin ini ke ilium, menembus dindingnya dan masuk ke dalam aliran darah. Tanpa faktor intrinsik, vitamin B12 akan tetap berada dalam usus dan dibuang melalui tinja. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Anemia Defisiensi Besi

Organ sasaran Gejala klinis
1.Otak Pusing, kunang-kunang,

Ngantuk, lesu

Konsentrasi belajar menurun

2. Jantung Takikardi, nadi seler. Suara vasa spontan. Bising anorganis
3. Otot Besar dan kekuatan berkurang. Prestasi kerja menurun

Organ sasaran Gejala klinis
4. Gastrointestinal Mual, Obstipasi, Kembung
5. Kulit dan mukosa Pucat, vili lidah tipis, halus.

Glosistis, stomatitis

6. Kuku Koilonikia, kuku sendok

•ANEMIA DEFISIENSI BESI Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Limfoma Hodgkin

Manifestasi klinik(1)
Pembengkakan kelenjar getah bening, tidak nyeri, padat, batas tegas. Daerah yang terkena biasanya leher (60%-70%), aksila (10%-15%), dan inguinal (6%-12%).
Gejala- gejala yang biasa ditandai oleh obstruksi jalan napas, effusi pleura dan pericardial, kelainan hepatoselular, nefrotik sindrom(jarang).
Gejala spesifik yang lain: demam yang tidak bisa terjelaskan, berat badan turun, dan keringat pada malam hari.
Splenomegali.
Gangguan di daerah mediastinum. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Leukemia Limfoblastik Akut

Bambang Permono, IDG Ugrasena, Mia Ratwita A.

BATASAN
Leukemia adalah suatu keganasan organ pembuat darah, sehingga sumsum tulang didominasi oleh klon maligna limfositik dan terjadi penyebaran sel-sel ganas tersebut ke darah dan semua organ tubuh.

EPIDEMIOLOGI
Leukemia menempati 40% dari semua keganasan pada anak. Faktor risiko terjadi leukemia adalah kelainan kromosom, bahan kimia, radiasi, faktor hormonal, infeksi virus. Baca lebih lanjut