Kesehatan Vegan – Minimarket Vegan – dr. Satyawira Aryawan Deng

Pusat Makanan Sehat Organik, Natural, MPASI, Grosir & Eceran : https://www.tokopedia.com/kesehatanvegan & https://shopee.co.id/minimarketvegan


Leave a comment

GAGAL NAFAS

Pengertian Ketidakmampuan mempertahankan nilai pH (keasaman), oksigen (O2), dan karbondioksida (CO2) darah arteri supaya tetap dalam batas normal.

Etiologi:

  1. Penyakit saluran napas
  • Bronkitis kronik
  • Emfisema
  • Asma bronkial
  • Bronkietasis
  1. Penyakit paru parenkim
  • Pneumonia
  • Edema paru
  • Aspirasi
  • Inhalasi asap, gas
  1. Gangguan hiperpermeabilitas
  • Edema paru
  • ARDS
  1. Penyakit pembuluh darah
  • Emboli paru
  • Syok kardiogenik
  • Fistula A. V pulmoner
  1. Trauma
  • Trauma dada
  • Trauma leher
  • Trama kepala
  1. Gangguan neuromuskular
  • Poliomielitis, sindrom tetanus
  • Guillain Barre, paralisis diafragma
  1. Obat-obat
  • Barbiturat
  • Narkotik
  • Sedatif
  • Obat-obat relaksasi
  1. Kelainan dinding dada
  • Kifoskoliosis
  • Ankylosing spondylitis
  1. Lain-lain


Leave a comment

EDEMA PARU AKUT (KARDIAK)

Pengertian Akumulasi cairan di paru-paru secara tiba-tiba akibat peninggi an tekanan intravascular
Diagnosis Riwayat sesak nafas yang bertambah hebat dalam waktu singkat (jam atau hari) disertai gelisah, batuk dengan sputum berbusa kemerahan

Pemeriksaan fisik :

  1. Sianosis sentral
  2. Sesak nafas dengan bunyi napas melalui mukus berbuih
  3. Ronkhi basah nyari di basal paru kemudian memenuhi hampir seluruh lapangan paru; kadang-kadang disertai ronki kering dan ekspirasi yang memanjang akibat bronkospasme sehingga disebut asma kardial
  4. Takikardia dengan gallop S3
  5. Murmur bila ada kelainan katup

Elektrokardiografi :

Bisa sinus takikardia dengan hipertrofi atrium kiri atau fibrilasi atrium, tergantung penyebab gagal jantung

Gambaran infark, LVH atau aritmia bisa ditemukan

Laboratorium :

Gas darah menunjukkan pO2 rendah, pCO2 mula-mula rendah dan kemudian hiperkapnia

Enzim kardiospesifik meningkat jika penyebabnya infark miokard

Foto toraks :

Opasifikasi hilus dan bagian basal paru kemudian makin ke arah apeks paru

Kadang-kadang timbul efusi pleura

Ekokardiografi tergantung penyebab gagal jantung

–          Kelainan katup

–          Hipertrofi ventrikel (hipertensi)

–          Segmental wall motion abnormality (PJK)

–          Umumnya ditemukan dilatasi ventrikel kiri dan atrium kiri Continue reading


1 Comment

Dispnea dan Edema Paru

DISPNEA

Pasien dengan penyakit jantung paru umumnya memiliki gejala dispnea. Dispnea didefinisikan sebagai sensasi benapas yang tidak nyaman (an uncomfortable sensation of breathing) atau sensasi bernapas yang tidak nyaman dan disadari bahwa hal tersebut merupakan suatu kelainan (abnormally uncomfortable awareness of breathing). 1,2,3

Anamnesis yang lengkap sangat penting untuk memperoleh kepastian apakah pasien benar-benar menderita dispnea. Apabila dispnea telah ditegakkan, maka sangat penting untuk memperoleh data-data mengenai penyebab dispnea dan menilai gejala dan tanda lain yang berhubungan dengan dispnea.  Pada beberapa situasi, pasien terkadang tampak kesulitan bernapas namun tidak mengeluhkan dispnea. Hal ini tampak pada keadaan hiperventilasi akibat asidosis metabolik dimana jarang ditemukan bersamaan dengan dispnea. Pada keadaan lain, pasien dengan pola napas yang normal dapat mengeluhkan dispnea. 1 Continue reading


Leave a comment

SIROSIS HATI


Pengertian Penyakit hati menahun yang difus ditandai dengan adanya nekrosis, pembentukan jaringan ikat disertai nodul
Diagnosis Pemeriksaan fisik : stigmata sirosis ( palmar eritema, spider nevi) vena kolateral dinding perut, ikterus, edema pretibial, asites, splenomegali

Laboratorium: rasio albumin dan globulin terbalik Continue reading


Leave a comment

PANKREATITIS AKUT


Pengertian Pankreatitis akut yaitu reaksi peradangan pankreas yang akut
Diagnosis Keadaan umum pasien seperti dispepsia sedang sampai berat, gelisah kadang disertai gangguan kesadaran

Demam, ikterus, gangguan hemodinamik, syok dan takikardia, bising usus menurun ( ileus paralitik)

Penyakit penyerta yang meningkatkan risiko : batu empedu, trauma, tindakan bedah di abdomen, DM, hipertiroidisme, alkoholisme, ulkus peptikum, leptospirosis DHF Continue reading


Leave a comment

Perdarahan varises gastroesofageal

Perdarahan varises gastroesofageal adalah sebuah komplikasi mayor hipertensi portal akibat sirosis dengan angka kejadian 10-30% dari seluruh perdarahan saluran cerna bagian atas

Hematemesis adalah muntah darah dan melena adalah pengeluaran faeses atau tinja yang berwarna hitam seperti ter yang disebabkan oleh adanya perdarahan saluran makan bagian atas. Warna hematemesis tergantung pada lamanya hubungan atau kontak antara drah dengan asam lambung dan besar kecilnya perdarahan, sehingga dapat berwarna seperti kopi atau kemerah-merahan dan bergumpal-gumpal.


Leave a comment

Cara Berjalan (Gait)

* Hemiplegia: Menyeret tungkainya yang lumpuh hingga terayun seolah membuat gerakan melengkung membentuk setengah lingkaran = circumdiction gait

* Penderita Tabes Dorsalis:

melangkah lebar-lebar dan mengangkat tungkainya tinggi tinggi yang dijatuhkan keras-keras pada seluruh telapak kakinya seperti alu = flat like gait (seperti stempel=stamping gait)

* Penderita Parkinson:

Gaya berjalan membungkuk,lengan adduksi dan fleksi pada sendi siku dan lutu,langkah kecil-kecil,diseret,lambat, dan kaku. Bila sedang berjalan sulit menghentikan langkahnya ( parkinsonian / festinating gait) Continue reading


Leave a comment

Cyanosis Sentral dan Perifer

*Sentral

-warna kebiru-biruan pada kulit

-sekitar mulut,bibir,ujung jari/kuku tangan/kaki

-mukosa mulut

-lidah

oleh karena oksigenasi darah di paru-paru tidak baik; pada penyakit paru/sal. nafas,peny. jantung (decomp. cordis),polisitemia vera,met-hb,sulf-hb,keracunan CO / CN

*Perifer

-warna kebiruan pada kulit di tempat tertentu, tidak pada mukosa mulut dan lidah

oleh karena deoksigenasi (pengambilan O2 dari darah oleh jaringan) yang berlebihan, misal pada: vasokonstriksi Pb. darah, obstruksi pb. darah Continue reading


Leave a comment

Pathogenesis TBC

1. Tuberkulosis Primer

Tuberkulosis primer adalah penyakit TB yang timbul dalam 5 tahun pertama setelah terjadinya infeksi basil TB untuk pertama kalinya.

Pada seseorang yang belum pernah kemasukan basil TB, tes tuberculin akan negative karena system imunitas belum mengenal basil TB. Bila orang ini mengalami oleh basil TB walaupun segera difagositosis oleh makrofag, basil TB tidak akan mati, bahkan makrofagnya daoat mati. Dengan demikian basil TB ini lalu dapat berkembang biak secara leluasa dalam 2 minggu pertama di alveolus paru .

Selama 2 minggu ini, sel-sel Limfosit T akan mulai berkenalan dengan basil TB untuk pertama kalinya dan akan menjadi limfosit T yang tersensitisasi. Karena basil TB akan sempat berkembang bebas, perkenalan ini juga akan berlangsung terus, sehingga limfosit T yang sudah tersensitisasi ini akan mengeluarkan berbagai jenis Limfokin yang masing-masing mempunyai khasiat yang khas. Beberapa limfokin mempunyai khasiat untuk merangsang limfosit dan makrofag untuk membunuh basil TB (Macrophage Activating Factor=MAF, Macrophage Inhibitory factor = MIF, Chemotactic Factor dll..) Disamping itu juga terbentuk limfokin lain yaitu Skin Reactivity Factor (SRF) yang akan menyebabkan timbulnya reaksi hipersensitivitas tipe lambat pada kulit berupa indurasi dengan diameter 10 mm atau lebih sedikit. Hal ini secara klinis dikenal dengan reaksi tuberculin (test mantoux). Kelanjutan setelah infeksi primer tergantung kuman yang masuk dan besarnya respon daya tahan tubuh (imunitas seluler). Pada umumnya reaksi daya tahan tubuh tersebut dapat menghentikan perkembangan kuman TB. Meskipun demikian, ada beberapa kuman akan menetap sebagai kuman persister atau dormant (tidur). Kadang-kadang daya tahan tubuh tidak mampu mengehentikan perkembangan kuman, akibatnya dalam beberapa bulan, yang bersangkutan akan menjadi penderita Tuberkulosis. Masa inkubasi, yaitu waktu yang diperlukan mulai terinfeksi sampai menjadi sakit, diperkirakan sekitar 6 bulan. Continue reading


Leave a comment

Efek samping dari obat-obatan TBC


Nama Obat Efek Samping
Rifampisin
– sindrom flu: demam, malaria
– muntah, mual, diare
– kulit gatal dan merah
– SGOT/SGPT meningkat (gangguan fungsi hati)
INH
– nyeri syaraf
– hepatitis (radang hati)
– alergi, demam, ruam kulit
Pyrazinamide
– muntah, mual, diare
– kulit merah dan gatal
– kadar asam urat meningkat
– gangguan fungsi hati
Streptomycine
– alergi, demam, ruam kulit
– kerusakan vestibuler, vertigo (pusing)
– kerusakan pendengaran (tuli)
Ethambutol
– gangguan syaraf mata


Leave a comment

Klasifikasi TBC berdasarkan riwayat pengobatan sebelumnya

Klasifikasi berdasarkan riwayat pengobatan sebelumnya dibagi menjadi
beberapa tipe pasien, yaitu:
1) Kasus baru
Adalah pasien yang belum pernah diobati dengan OAT atau sudah pernah menelan OAT kurang dari satu bulan (4 minggu).
2) Kasus kambuh (Relaps)
Adalah pasien tuberkulosis yang sebelumnya pernah mendapat pengobatan tuberkulosis dan telah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap, didiagnosis kembali dengan BTA positif (apusan atau kultur).
3) Kasus setelah putus berobat (Default )
Adalah pasien yang telah berobat dan putus berobat 2 bulan atau lebih dengan BTA positif.
4) Kasus setelah gagal (Failure)
Adalah pasien yang hasil pemeriksaan dahaknya tetap positif atau kembali menjadi positif pada bulan kelima atau lebih selama pengobatan.
5) Kasus Pindahan (Transfer In)
Adalah pasien yang dipindahkan dari UPK yang memiliki register TB lain untuk melanjutkan pengobatannya. Continue reading


Leave a comment

TUBERCULOSIS PARU

Definisi dan Etiologi

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit akibat infeksi kuman Mycobacterium tuberkulosis yang bersifat sistemik sehingga dapat mengenai hampir semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer. Kuman ini berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA). Kuman TBC cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat dormant, tertidur lama selama beberapa tahun. Continue reading


Leave a comment

Malaria

Tatalaksana

Klorokuin Sulfat oral 25 mg/kg terbagi dalam 3 hari, taitu 10 mg/kg pada hari ke 1 dan ke 2, serta 5 mg/kg pada hari ke 3

Kina dihidrokolid iv 1 mg garam/kg/ dosis dalam 10 cc mg/kg larutan dekstrosa 5% atau larutan NaCl 0,9% diberikan perinfus dalam 4 jam, diulnagi 8 jam dg dosis yang sama sampai terapi oral dapat dimulai. Keseluruhan pemberian obat adalah 7 hari dg dosis total 21 kali.

P. falciparum  yang resisten thp klorokuin

Kuinin sulfat oral 10 mg/kg/dosis, 3 kali sehari, selama 7 hari

Ditambah tetrasiklin oral 5 mg/kg/kali, 4 kali sehari selama 7 hari

Regimen alternative

Kuinin sulfal oral

Kuinin dihidroklorid intravena + piremetamin sulfat (fansidar oral)


1 Comment

Malaria

Pengertian Penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit Plasmodium falsiparum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, atau Plasmodium malariae dan ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles
Diagnosis Anamnesis: riwayat demam intermiten atau terus menerus, riwayat dari atau pergi ke daerah endemik malaria, trias malaria (keadaan menggigil yang diikuti dengan demam dan kemudian timbul keringat yang banyak; pada daerah endemik malaria, trias malaria mungkin tidak ada, diare dapat merupakan gejala utama)

PF: konjungtiva pucat, sklera ikterik, splenomegali

Lab: sediaan darah tebal dan tipis ditemukan plasmodium,  serologi malaria (+) [sebagai penunjang]

Malaria berat: ditemukannya P. falciparum dalam stadium aseksual disertai satu atau lebih gejala berikut:

  1. Malaria serebral: koma dalam yang tak dapat/sulit dibangunkan dan bukan disebabkan oleh penyakit lain
  2. Anemia berat (normositik) pada keadaan hitung parasit >10.000/ul; (Hb <5 g/dl atau hematokrit <15%)
  3. Gagal ginjal akut (urin <400 ml/24 jam pada orang dewasa, atau <12 ml/kgBB pada anak-anak setelah dilakukan rehidrasi disertai kreatinin >3 mg/dl)
  4. Edema paru/acute respiratory distress syndrome (ARDS)
  5. Hipoglikemia (gula darah <40 mg/dl)
  6. Gagal sirkulasi atau syok (tekanan sistolik <70 mmHg, disertai keringat dingin atau perbedaan temperatur kulit-mukosa >1°C)
  7. Perdarahan spontan dari hidung, gusi, saluran cerna, dan/atau disertai gangguan koagulasi intravaskular
  8. Kejang berulang lebih dari 2 kali dalam 24 jam setelah pendinginan pada hipertermia
  9. Asidemia (pH 7,25) atau asidosis (bikarbonat plasma <15 mEq/l)
  10. Hemoglobinuria makroskopik oleh karena infeksi malaria akut (bukan karena efek samping obat antimalaria pada pasien dengan defisiensi G6PD)
  11. Diagnosis pasca-kematian dengan ditemukannya P. Falciparum yang padat pada pembuluh darah kapiler jaringan otak Continue reading


Leave a comment

Leptospirosis

Pengertian Penyakit zoonosis yang disebabkan oleh spirokaeta patogen dari famili Leptospiraceae
Diagnosis Anamnesis: demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, diare.

PF: injeksi konjungtiva, ikterik, fotofobia, hepatomegali, splenomegali, penurunan kesadaran

Lab: dapat ditemukan lekositosis, peningkatan amilase, lipase, dan CK, gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal

Serologi leptospira positif (titer >1/100 atau terdapat peningkatan >4 kali pada titer ulangan) Continue reading


Leave a comment

DEMAM TIFOID


Pengertian Penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh infeksi kuman Salmonella typhi atau Salmonella partatyphi
Diagnosis Anamnesis: demam naik secara bertangga pada minggu pertama lalu demam menetap (kontinyu) atau remiten pada minggu kedua. Demam terutama sore/malam hari, sakit kepala, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, obstipasi atau diare.

PF: febris, kesadaran berkabut, bradikardia relatif (peningkatan suhu 1°C tidak diikuti peningkatan denyut nadi 8x/menit), lidah yang berselaput (kotor di tengah, tepi dan ujung merah, serta tremor), hepatomegali, splenomegali, nyeri abdomen, roseolae (jarang pada orang Indonesia).

Lab: dapat ditemukan lekopeni, lekositosis, atau lekosit normal, aneosinofilia, limfopenia, peningkatan LED, anemia ringan, trombositopenia, gangguan fungsi hati.

Kultur darah (biakan empedu) positif atau peningkatan titer uji Widal >4 kali lipat setelah satu minggu memastikan diagnosis.

Kultur darah negatif tidak menyingkirkan diagnosis. Uji Widal tunggal dengan titer antibodi O 1/320 atau H 1/640 disertai gambaran klinis khas menyokong diagnosis.

Hepatitis tifosa bila memenuhi 3 atau lebih kriteria Khosla (1990) : hepatomegali, ikterik, kelainan laboratorium (antara lain: bilirubin >30,6 umol/l, peningkatan SGOT/SGPT, penurunan indeks PT), kelainan histopatologi.

Tifoid karier: ditemukannya kuman Salmonella typhi dalam biakan feses atau urin pada seseorang tanpa tanda klinis infeksi atau pada seseorang setelah 1 tahun pasca-demam tifoid. Continue reading


Leave a comment

Demam Berdarah Dengue (DBD)


Pengertian Penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypty dan Aedes albopictus serta memenuhi kriteria WHO untuk DBD
Diagnosis Kriteria diagnosis WHO 1997 untuk DBD harus memenuhi:

–          Demam atau riwayat demam akut, antara 2-7 hari, biasanya bifasik

–          Terdapat minimal satu dari manifestasi perdarahan berikut ini:

  • Uji torniquet positif (>20 petekie dalam 2,54 cm2)
  • Petekie, ekimosis, atau purpura
  • Perdarahan mukosa, saluran cerna, bekas suntikan, atau tempat lain
  • Hematemesis atau melena

–          Trombositopenia (<100.000/mm3)

–          Terdapat minimal satu tanda-tanda plasma leakage:

  • Hematokrit meningkat >20% dibanding hematokrit rata-rata pada usia, jenis kelamin, dan populasi yang sama
  • Hematokrit turun hingga >20% dari hematokrit awal, setelah pemberian cairan
  • Terdapat efusi pleura, efusi perikard, asites, dan hipoproteinemia

Derajat

I : Demam disertai gejala konstitusional yang tidak khas, manifestasi perdarahan hanya berupa uji torniquet positif dan/atau mudah memar

II  :  Derajat I disertai perdarahan spontan

III : Terdapat kegagalan sirkulasi: nadi cepat dan lemah atau hipotensi, disertai kulit dingin dan lembab serta gelisah

IV :  Renjatan: tekanan darah dan nadi tidak teratur

DBD derajat III dan IV digolongkan dalam sindrom renjatan dengue Continue reading


Leave a comment

KOLESISTITIS AKUT


Pengertian Reaksi inflamasi kandung empedu akibat infeksi bakterial akut yg disertai keluhan nyeri perut kanan atas, nyeri tekan dan panas badan
Diagnosis Anamnesis: nyeri epigastrium atau perut kanan atas yang dapat menjalar ke daerah scapula kanan, demam.

Pemeriksaan fisik : Teraba massa kandung empedu, nyeri tekan disertai tanda-tanda peritonitis lokal, tanda Murphy (+), ikterik biasanya menunjukkan adanya batu di saluran empedu ekstrahepatik

Laboratorium: leukositosis

USG: penebalan dinding kandung empedu, seringkali ditemukan pula sludge atau batu Continue reading


Leave a comment

HEPATITIS VIRUS AKUT


Pengertian Inflamasi hati akibat infeksi virus hepatitis yang berlangsung selama < 6 bulan
Diagnosis Anamnesis: mual, malaise, anoreksia, urin berwarna gelapPemeriksaan fisik: ikterus, hepatomegali

Laboratorium: ALT dan AST meningkat > 3xN

Diagnosis banding

Hepatitis akibat obat, hepatitis alkoholik, penyakit saluran empedu, leptospirosis
Pemeriksaan penunjang Laboratorium: AST, ALT, bilirubin, seromarker (IgM anti HAV, HbsAg, IgM anti HBc, anti HCV, Ig M anti HEV ) Continue reading


Leave a comment

ARTRITIS REUMATOID

ARTRITIS REUMATOID
Pengertian Penyakit inflamasi sistemik kronik yang terutama mengenai sendi diartrodial. Termasuk penyakit autoimun dengan etiologi yang tidak diketahui.
Diagnosis Kriteria Diagnosis (ACR, 1987)

  1. Kaku pagi, sekurangnya 1 jam
  2. Artritis pada sekurangnya 3 sendi
  3. Artritis pada sendi pergelangan tangan, metacarpophalanx (MCP) dan Proximal Interphalanx (PIP)
  4. Artritis yang simetris
  5. Nodul reumatoid
  6. Faktor reumatoid serum positif
  7. Gambaran radiologik yang spesifik

Untuk diagnosis AR, diperlukan 4 dari 7 kriteria tersebut di atas. Kriteria 1-4 harus minimal diderita selama 6 minggu. Continue reading


Leave a comment

ARTRITIS PIRAI

ARTRITIS PIRAI
Pengertian Penyakit yang disebabkan oleh deposisi kristal-monosodium urat (MSU) yang terjadi akibat supersaturasi cairan ekstra selular dan mengakibatkan satu atau beberapa manifestasi klinik.
Diagnosis Kriteria ACR (1977):

  1. Didapatkan kristal monosodium urat di dalam cairan sendi, atau
  1. Didapatkan kristal monosodium urat di dalam tofus, atau
  2. Didapatkan 6 dari 12 kriteria berikut:
  1. Inflamasi maksimal pada hari pertama
  2. Serangan artritis akut lebih dari 1 kali
  3. Artritis monoartikular
  4. Sendi yang terkena berwarna kemerahan
  5. Pembengkakan dan sakit pada sendi MTP I
  6. Serangan pada sendi MTP unilateral
  7. Serangan pada sendi tarsal unilateral
  8. Tofus
  9. Hiperurisemia

10.Pembengkakan sendi asimetris pada gambaran radiologik

11. Kista subkortikal tanpa erosi pada gambaran radiologik

12. Kultur bakteri cairan sendi negatif Continue reading


Leave a comment

Osteo Artritis

OSTEOARTRITIS
Pengertian OA merupakan penyakit degeneratif yang mengenai rawan sendi. Penyakit ini ditandai oleh kehilangan rawan sendi progresif dan terbentuknya tulang baru pada trabekula subkondral dan tepi tulang (osteofit)
Diagnosis Osteoartritis sendi lutut:

  1. Nyeri lutut, dan
  2. Salah satu dari 3 kriteria berikut:
    1. Usia > 50 tahun
    2. Kaku sendi < 30 menit
    3. Krepitasi + osteofit

Osteoartritis sendi tangan:

  1. Nyeri tangan atau kaku, dan
  2. Tiga dari 4 kriteria berikut:
    1. Pembesaran jaringan keras dari 2 atau lebih dari 10 sendi tangan tertentu (DIP II dan III ki&ka, CMC I ki&ka)
    2. Pembesaran jaringan keras dari 2 atau lebih sendi DIP
    3. Pembengkakan pada < 3 sendi MCP
    4. Deformitas pada minimal 1 dari 10 sendi tangan tertentu

Osteoartritis sendi pinggul:

  1. Nyeri pinggul, dan
  2. Minimal 2 dari 3 kriteria berikut:
    1. LED < 20 mm/jam
    2. Radiologi: terdapat osteofit pada femur atau asetabulum
    3. Radiologi: terdapat penyempitan celah sendi (superior, aksial, dan/atau medial) Continue reading


Leave a comment

SINDROM KORONER AKUT

Pengertian Suatu keadaan gawat darurat jantung dengan manifestasi klinis perasaan tidak enak di dada atau gejala –gejala lain sebagai akibat iskemia miokard.

Sindrom koroner akut mencakup :

  1. Infark miokard akut dengan elevasi segmen ST
  2. Infark miokard akut tanpa elevasi segmen ST
  3. Angina pektoris tak stabil (unstable angina pectoris)
Diagnosis Anamnesis :

Nyeri dada tipikal (angina) berupa nyeri dada substernal, retrosternal, dan prekordial. Nyeri seperti ditekan, ditindih benda berat,  rasa terbakar, seperti ditusuk, rasa diperas dan dipelintir. Nyeri menjalar ke leher, lengan kiri, mandibula, gigi, punggun/interskapula, dan dapat juga ke lengan kanan. Nyeri membaik atau hilang dengan istirahat atau obat nitrat, atau tidak . Nyeri dicetuskan oleh latihan fisik, stress emosi, udara dingin, dan sesudah makan. Dapat disertai gejala mual, muntah, sulit bernapas, keringat dingin, dan lemas.

Elektrokardiogram :

Angina pektoris tidak stabil : depresi segmen ST dengan atau tanpa inversi gelombang T, kadang-kadang elevasi segmen ST sewaktu ada nyeri, tidak dijumpai gelombang Q

Infark miokard ST elevasi : hiperakut T, elevasi segmen ST, gelombang Q inversi gelombang T

Infark miokard non ST elevasi : depresi segmen ST, inversi gelobmbang T dalam.

Petanda Biokimia :

CK, CKMB, Troponin-T, dll

Enzim meningkat minimal 2X nilai batas atas normal Continue reading


Leave a comment

Tanda Aorta Insufisiensi

•Homo pulsans
•Pulsasi yg Pendek & kuat
•Pulsan magnus Et celer
•Pistol shot sound
•Bising mendua Sistol –> diastol
•Denyut nadi
•Cappillaire quick sign
•Retinal pulsation
•Throbingcarotids
•TD 150/50
•= > 60
•Muller
•Uvula memanjang
•Tanda perifer AI Continue reading


Leave a comment

Klasifikasi NYHA untuk Gagal Jantung

NYHA Class Symptoms
I No symptoms and no limitation in ordinary physical activity, e.g. shortness of breath when walking, climbing stairs etc.
II Mild symptoms (mild shortness of breath and/or angina) and slight limitation during ordinary activity.
III Marked limitation in activity due to symptoms, even during less-than-ordinary activity, e.g. walking short distances (20-100 m).
Comfortable only at rest.
IV Severe limitations. Experiences symptoms even while at rest. Mostly bedbound patients.


1 Comment

GAGAL JANTUNG KRONIK

Pengertian Sindrom klinis yang kompleks akibat kelainan fungsi atau struktural jantung yang mengganggu kemampuan jantung untuk berfungsi sebagai pompa
Diagnosis Anamnesis :

Dispnea on effort; Orthopnea; Paroksismal nokturnal dispnea; Lemas; Anoreksia dan mual; Gangguan mental pada usia tua

Pemeriksaan fisik :

Takikardia, gallop bunyi jantung ketiga , peningkatan/ekstensi  vena jugularis , refluks hepatojugular , pulsus alternans, kardiomegali, ronkhi basah halus di basal paru, dan bisa meluas di kedua lapang paru bila gagal jantung berat, edema pretibial pada pasien yang rawat jalan, edema sakral pada pasien tirah baring.

Efusi pleura, lebih sering pada paru kanan daripada paru kiri

Asites sering terjadi pada pasien dengan penyakit katup mitral dan perikarditis konstriktif , hepatomegali, nyeri tekan, dapat diraba pulsasi hati yang berhubungan dangan hipertensi vena sistemik, iIkterus, berhubungan dengan peningkatan kedua bentuk bilirubin, ekstremitas dingin, pucat dan berkeringat.

Pemeriksaan Penunjang :

Foto rontgen dada : Pembesaran jantung, distensi vena pulmonal dan redistribusinya ke apeks paru (opasifikasi hilus paru bisa sampai ke apeks) , peningkatan tekanan vaskular pulmonar; efusi pleura, kadang-kadang.

Elektrokardiografi :

Membantu menunjukkan etiologi gagal jantung (infark, iskemia, hipertrofi, dan lain-lain)

Dapat ditemukan low voltage, T inversi, Qs, depresi ST, dan lain-lain

Laboratoratorium

Kimia darah (termasuk ureum, kreatinin, glukosa, elektrolit), hemoglobin,  tes fungsi tiroid, tes fungsi liver, dan lipid darah

Urinalisa untuk mendeteksi proteinuria atau glukosuria.

Ekokardiografi

Dapat menilai dengan cepat dengan informasi yang rinci tentang fungsi dan struktur jantung, katup dan perikard.

Dapat ditemukan fraksi ejeksi yang rendah < 35%-40% atau normal, kelainan katup (mitral stenosis, mitral regurgitasi, trikuspid stenosis atau trikuspid regurgitasi), LVH, dilatasi atrium kiri, kadang-kadang ditemukan dilatasi ventrikel kanan atau atrium kanan, efusi perikard, tamponade, atau perikarditis

Kriteria diagnosis

Kriteria Framingham

Kriteria mayor :

Paroksismal nokturnal dispnea

Distensi vena-vena leher

Peningkatan vena jugularis

Ronkhi

Kardiomegali

Edema paru akut

Gallop bunyi jantung III

Refluks hepatojugular positif Continue reading


Leave a comment

Gagal Jantung Kanan

jantung tidak mampu memindahkan darah dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis
–>
sehingga darah menumpuk di atrium kanan dan vena kava
–>
desakan darah dalam atrium kanan dan vena kava meninggi
–>
JVP meningkat       Kardiomegali       Takikardi

Takipnea        asites        edema tungkai Continue reading