Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center (Klinik Vegan)

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural


Tinggalkan komentar

SINDROM KORONER AKUT

Pengertian Suatu keadaan gawat darurat jantung dengan manifestasi klinis perasaan tidak enak di dada atau gejala –gejala lain sebagai akibat iskemia miokard.

Sindrom koroner akut mencakup :

  1. Infark miokard akut dengan elevasi segmen ST
  2. Infark miokard akut tanpa elevasi segmen ST
  3. Angina pektoris tak stabil (unstable angina pectoris)
Diagnosis Anamnesis :

Nyeri dada tipikal (angina) berupa nyeri dada substernal, retrosternal, dan prekordial. Nyeri seperti ditekan, ditindih benda berat,  rasa terbakar, seperti ditusuk, rasa diperas dan dipelintir. Nyeri menjalar ke leher, lengan kiri, mandibula, gigi, punggun/interskapula, dan dapat juga ke lengan kanan. Nyeri membaik atau hilang dengan istirahat atau obat nitrat, atau tidak . Nyeri dicetuskan oleh latihan fisik, stress emosi, udara dingin, dan sesudah makan. Dapat disertai gejala mual, muntah, sulit bernapas, keringat dingin, dan lemas.

Elektrokardiogram :

Angina pektoris tidak stabil : depresi segmen ST dengan atau tanpa inversi gelombang T, kadang-kadang elevasi segmen ST sewaktu ada nyeri, tidak dijumpai gelombang Q

Infark miokard ST elevasi : hiperakut T, elevasi segmen ST, gelombang Q inversi gelombang T

Infark miokard non ST elevasi : depresi segmen ST, inversi gelobmbang T dalam.

Petanda Biokimia :

CK, CKMB, Troponin-T, dll

Enzim meningkat minimal 2X nilai batas atas normal Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Klasifikasi NYHA untuk Gagal Jantung

NYHA Class Symptoms
I No symptoms and no limitation in ordinary physical activity, e.g. shortness of breath when walking, climbing stairs etc.
II Mild symptoms (mild shortness of breath and/or angina) and slight limitation during ordinary activity.
III Marked limitation in activity due to symptoms, even during less-than-ordinary activity, e.g. walking short distances (20-100 m).
Comfortable only at rest.
IV Severe limitations. Experiences symptoms even while at rest. Mostly bedbound patients.


1 Komentar

GAGAL JANTUNG KRONIK

Pengertian Sindrom klinis yang kompleks akibat kelainan fungsi atau struktural jantung yang mengganggu kemampuan jantung untuk berfungsi sebagai pompa
Diagnosis Anamnesis :

Dispnea on effort; Orthopnea; Paroksismal nokturnal dispnea; Lemas; Anoreksia dan mual; Gangguan mental pada usia tua

Pemeriksaan fisik :

Takikardia, gallop bunyi jantung ketiga , peningkatan/ekstensi  vena jugularis , refluks hepatojugular , pulsus alternans, kardiomegali, ronkhi basah halus di basal paru, dan bisa meluas di kedua lapang paru bila gagal jantung berat, edema pretibial pada pasien yang rawat jalan, edema sakral pada pasien tirah baring.

Efusi pleura, lebih sering pada paru kanan daripada paru kiri

Asites sering terjadi pada pasien dengan penyakit katup mitral dan perikarditis konstriktif , hepatomegali, nyeri tekan, dapat diraba pulsasi hati yang berhubungan dangan hipertensi vena sistemik, iIkterus, berhubungan dengan peningkatan kedua bentuk bilirubin, ekstremitas dingin, pucat dan berkeringat.

Pemeriksaan Penunjang :

Foto rontgen dada : Pembesaran jantung, distensi vena pulmonal dan redistribusinya ke apeks paru (opasifikasi hilus paru bisa sampai ke apeks) , peningkatan tekanan vaskular pulmonar; efusi pleura, kadang-kadang.

Elektrokardiografi :

Membantu menunjukkan etiologi gagal jantung (infark, iskemia, hipertrofi, dan lain-lain)

Dapat ditemukan low voltage, T inversi, Qs, depresi ST, dan lain-lain

Laboratoratorium

Kimia darah (termasuk ureum, kreatinin, glukosa, elektrolit), hemoglobin,  tes fungsi tiroid, tes fungsi liver, dan lipid darah

Urinalisa untuk mendeteksi proteinuria atau glukosuria.

Ekokardiografi

Dapat menilai dengan cepat dengan informasi yang rinci tentang fungsi dan struktur jantung, katup dan perikard.

Dapat ditemukan fraksi ejeksi yang rendah < 35%-40% atau normal, kelainan katup (mitral stenosis, mitral regurgitasi, trikuspid stenosis atau trikuspid regurgitasi), LVH, dilatasi atrium kiri, kadang-kadang ditemukan dilatasi ventrikel kanan atau atrium kanan, efusi perikard, tamponade, atau perikarditis

Kriteria diagnosis

Kriteria Framingham

Kriteria mayor :

Paroksismal nokturnal dispnea

Distensi vena-vena leher

Peningkatan vena jugularis

Ronkhi

Kardiomegali

Edema paru akut

Gallop bunyi jantung III

Refluks hepatojugular positif Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Gagal Jantung Kanan

jantung tidak mampu memindahkan darah dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis
–>
sehingga darah menumpuk di atrium kanan dan vena kava
–>
desakan darah dalam atrium kanan dan vena kava meninggi
–>
JVP meningkat       Kardiomegali       Takikardi

Takipnea        asites        edema tungkai Baca lebih lanjut