Kesehatan Vegan – dr. Satyawira Aryawan Deng

Makanan Sehat, Kacang-Kacangan, Biji-Bijian, Buah Kering, Organik, Natural, MPASI, Grosir & Eceran : https://www.tokopedia.com/kesehatanvegan & https://shopee.co.id/minimarketvegan


2 Comments

Kedelai memicu kanker?

Tahu, tempe, susu kedelai dan makanan lain dari kedelai ternyata tidak hanya menjadi sumber vitamin E. Riset juga membuktikan kedelai juga bisa menjadi pencegah kanker. Apa saja khasiat dahsyat kedelai ini? Continue reading


2 Comments

Proses pengolahan tebu menjadi gula

Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu
Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun.

Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu, kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula. Continue reading


2 Comments

Apakah gula pasir memakai arang tulang ?

 

Kita mungkin sering mengonsumsi berbagai makanan dan minuman yang mengandung gula pasir, baik untuk memasak, campuran minuman, kue, roti, dan lain-lain.  Tapi, sadarkah kita bahwa dalam proses produksi gula pasir atau gula tebu tersebut terdapat satu proses yang bertujuan untuk penyaringan supaya gula pasir itu terlihat putih. Gula tebu yang berwarna coklat juga tidak terlepas dari proses penyaringan demikian. Continue reading


Leave a comment

Mitos Protein Hewani & Susu Sapi menguatkan Tulang

Makanan bersifat terlalu asam bagi tubuh atau ber-pH asam (tak berarti makanan yang terasa asam di lidah) mempercepat proses perapuhan tulang. Mereka adalah daging, telur dan ikan. Karena darah perlu dipertahankan pada pH normal sehingga masukan makanan bersifat asam akan dinetralkan oleh mineral basa. Mineral ini adalah kalsium dan akan diambil dari tulang. Akibatnya setiap konsumsi protein hewani akan diikuti oleh pengurasan kalsium tulang.


Leave a comment

Mitos tidak makan protein hewani akan menjadi lemas/lemah

Kalau murid kelas 4 SD ditanya, sumber energi utama manusia dari mana? tentu mereka akan menjawab dari karbohidrat.

Orang menjadi lemas/lemah karena kurang karbohidrat yang menjadi sumber energi bagi tubuh dan bukan karena tidak makan protein hewani, mengapa? Sebab protein hewani tidak mengandung karbohidrat selain protein asam lemak jenuh yang menjadi sumber berbagai penyakit dalam tubuh seperti yang telah dijelaskan.

Cobalah Anda bandingkan dan buktikan sendiri, apakah hewan herbivora (vegetarian) seperti: gajah, jerapah, kuda nil, kuda, sapi lebih lemah daripada hewan karnivora (pemakan daging) seperti: singa, macan, serigala? Mereka yang vegetarian bukan saja lebih kuat dari pada mereka yang memakan daging, lebih dari itu bahkan lebih baik, lebih jinak dan lebih berguna bagi peningkatan kualitas kehidupan manusia sedunia.


Leave a comment

Mitos kita adalah makhluk omnivora, yaitu pemakan tumbuh-tumbuhan dan juga binatang

Bukti-bukti yang telah dikumpulkan melalui berbagai penelitian menunjukkan hubungan erat antara konsumsi daging dan penyakit degenerasi. Kasus penyakit degenerasi seperti penyumbatan arteri terjadi setiap hari dan dapat kita amati di rumah sakit. Sebaliknya, adakah bukti sepadan menunjukkan orang yang hidup dengan makanan nabati mengalami kekurangan kalsium, protein, dan zat besi, serta serangan jantung dan stroke?

Penelitian sejarah yang dilakukan oleh Dr. Dean Ornish dan Dr. T. Colin Campbell di Amerika Serikat dan RRC menunjukkan hasil sebaliknya. Para pengembara dari Eropa pada abad ke-18 dan 19 mencatat keterpesonaan mereka atas kesehatan dan juga harapan hidup yang tinggi pada masyarakat petani di Turki, Rusia, Amerika Selatan. Mereka kagum kepada orang-orang yang hidup dengan “makanan miskin” seperti beras dan palawija, kacang-kacangan, dan kentang, tetapi fisiknya begitu kuat dan berusia panjang. Begitu pula survei Badan Kesehatan Dunia menunjukkan masyarakat pengkonsumsi makanan nabati cendrung lebih sehat dan memiliki harapan hidup yang tinggi. Sementara tak ada bukti bahwa tubuh manusia membutuhkan makanan hewani tetapi setumpuk fakta telah dikumpulkan tentang kesehatan manusia yang gemilang karena makanan nabati.

Berikut ini bukti bahwa kita adalah Herbivora :

(1) Mulut manusia

Mulut manusia dan hewan herbivora (vegetarian) secara alam ukurannya relatif lebih kecil dibandingkan dengan hewan karnivora (pemakan hewan).

(2) Gigi manusia

Gigi manusia secara alam adalah gigi seri dan dan bukan gigi taring yang dapat merobek dan mengunyah kulit dan daging hewan. Continue reading


Leave a comment

Mitos Protein Hewani adalah sumber protein kelas satu

Mitos keunggulan protein hewani sudah dipatahkan hampir empat dekade lalu. Tetapi sampai sekarang masih ada saja yang mengira hewan adalah sumber protein kelas satu. Tanpa menyadari dibalik pendewaan protein hewani adalah biaya super ekstra yang harus ditanggung pemakannya. Apalagi jika bukan kolesterol dan lemak jenuh, picu pembunuh nomor satu di dunia yakni penyakit jantung. Karena tak ada daging yang hanya ada protein tanpa kolesterol dan lemak jenuh. Demikian pula halnya telur, air susu, juga bangsa ikan dan makanan laut lainnya. Mereka sumber protein hewani sekaligus kaya kolesterol


Leave a comment

Kontroversi Bahaya Efek Samping MSG

Sejak ditemukan di Jepang tahun 1909 oleh Ajinomoto Corp, monosodium glutamat (MSG) telah berkembang menjadi salah satu zat aditif makanan yang paling populer di seluruh dunia. Selain MSG, ada penyedap rasa lain yang digunakan oleh industri makanan seperti disodium inosinat (IMP) dan disodium guanilat (GMP). Namun MSG-lah yang paling disukai orang karena kemurahan dan keefektifannya dalam menguatkan rasa.

MSG digunakan di seluruh dunia pada hampir semua jenis sayuran, kaldu dan lauk-pauk. MSG juga hadir dalam berbagai makanan olahan seperti daging kalengan dan daging olahan beku, saus tomat, mayones, kecap, sosis, makanan ringan, beberapa produk olahan keju, bumbu mie instan, dll. Penggunaan MSG kadang-kadang “tersembunyi” di balik label makanan dengan nama yang berbeda. Jika Anda melihat “penyedap rasa alami”, “protein hidrolisat” dan “rempah-rempah” dalam label makanan Anda, bukan berarti di dalamnya tidak ada MSG. Continue reading


Leave a comment

Benarkah Menjadi Vegetarian Bisa Kurang Gizi?

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Semua zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk hidup sehat terdapat dalam makanan nabati. Tentang ketakutan bahwa asam amino esensial (tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga harus diperoleh dari makanan) hanya terdapat dalam daging, adalah tidak benar.

“Kacang-kacangan terutama kedelai mengandung semua asam amino esensial. Walaupun kadar asam amino esensial metionin dalam kedelai tidak tinggi namun bukan berarti tidak ada,” ujar Susianto, ahli gizi yang juga Ketua Operasional Indonesia Vegetarian Society (IVS).

Metionin sangat mudah dipenuhi karena terdapat dalam jumlah yang banyak dalam beras dan jagung. Sebaliknya asam amino esensial lysin kadarnya rendah dalam beras dan jagung namun tinggi dalam kedelai.

Jadi, secara sederhana dan simpel, itu bisa dijelaskan begini: jika seorang vegetarian atau vegan makan nasi atau jagung dengan tahu atau tempe, maka kebutuhan asam amino esensial oleh tubuh akan terpenuhi dengan mudah. Apalagi protein dalam tempe sudah terpecah menjadi asam amino bebas yang mudah diserap oleh tubuh. Kenaikan jumlah asam amino bebas dalam tempe berkisar 4-5 k ali dibandingkan dengan kedelai, ujarnya.

Menurut Susianto yang juga Sekjen Asian Vegetarian Union (AVU) dan Koordinator Asia Pasifik International Vegetarian Union (IVU) ini, hallain yang merupakan kesalahan besar tidak hanya di kalangan orang awam melainkan juga para tenaga kesehatan, adalah mengatakan bahwa orang vegetarian atau vegan yang tidak makan daging akan lemas.

“Seorang anak kecil yang duduk di bangku kelas 4 SD saja bisa menjawab dengan benar bahwa sumber tenaga utama dalam tubuh kita adalah karbohidrat yang hanya terdapat dalam makanan nabati alias vegetarian atau vegan, sedangkan daging tidak karbohidrat. Jadi, lucu sekali jika ada orang yang mengatakan bahwa tidak makan daging tidak alias lemas,” katanya.

Kata vegetarian , lanjut Susianto, bukan berasal dari bahasa Inggris yaitu “vegetable” yang berarti sayur, dari bahasa Latin “vegetus” yang berarti sehat, kuat dan semangat (bukan berarti sayur). Jadi, seorang vegetarian atau vegan adalah seorang yang sehat, kuat dan bersemangat (bukan lemas).

Sebelumnya pakar pangan tradisional dari Universitas Gadjah Mada, Murdijati Gardjito pernah melontarkan pendapat bahwa ada beberapa asam amino esensial yang hanya terdapat pada hewan dan itu masih dibutuhkan manusia. Jika asam amino itu bisa dibuat bukan dari hewan, menurutnya, tentu akan sangat bagus. Masyarakat perlu banyak informasi tentang hal itu. Continue reading


2 Comments

Sayur Berpestisida vs Daging Penuh Zat Kimia, Lebih Bahaya Mana?

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Pandangan lain yang salah tentang vegetarian adalah sayur dan buah yang terkena pestisida, punya level dampak yang sama-bagi tubuh manusia-dengan daging yang selama di peternakan digelontor pakan konsentrat dan obat yang jelas-jelas mengandung bahan kimia.

Namun Lusia Anggraini, dokter umum, yang juga staf ahli Indonesia Vegetarian Society (IVS) Yogyakarta, mempunyai jawaban yang simpel.

Pestisida yang menempel pada sayur dan buah, bisa hilang lebih 10 persen saat dicuci dua kali. “Adapun pestisida yang masuk ke tubuh tanaman, saya yakin, bisa terkurangi sampai 50 persen lebih, karena sayur dan buah mengandung antioksidan. Ketika direbus, konsentrasi pestisida tadi, akan berkurang lagi,” kata Lusia.

Sementara di sisi lain, daging tidak mengandung antioksidan sama sekali. Jadi, ketika kita menyantap daging, akumulasi zat kimia itu kita santap utuh, plus zat-zat tak berguna dan beracun dalam daging. “Sehingga masuk akal jika daging menyebabkan penyakit dan gangguan kesehatan,” ujar Lusia. Continue reading


2 Comments

Mitos kekuatan seks Pemakan Protein Hewani lebih baik dibandingkan dengan orang yang memakan Vegetarian

Kekuatan seks vegetarian 2 kali lebih besar dibanding dengan orang yang memakan daging hewan.

Penjelasannya :

Tentang kekuatan seks

Seperti kita ketahui, protein adalah zat pembangun untuk menggantikan sel-sel yang rusak setiap harinya dan memproduksi hormon yang selanjutnya akan meningkatkan kecerdasan dan kekuatan seks seseorang.

Hasil penelitian para ahli nutrisi sedunia telah membuktikan didalam jenis tumbuhan kacang-kacangan, yaitu: kacang kedelai, kacang panjang, kacang polong, buncis dll. Ternyata mengandung protein dan omega 3 yang jumlahnya lebih banyak daripada protein dan omega 3 yang ada dalam protein hewani. Tahukah Anda, hasil penelitian Soya food research institute USA membuktikan bahwa untuk berat yang sama, jumlah protein yang terdapat didalam kacang kedelai 2 kali lipat lebih banyak bila dibandingkan dengan protein hewani dan 4 kali lebih banyak bila dibandingkan dengan telur. Jadi, bila kita mengkonsumsi kacang kedelai (susu kedelai, tahu, tempe) dan jenis kacang-kacangan lain sebagai pengganti protein hewani hewan, maka kecerdasan dan kekuatan seks yang dihasilkan bagi tubuh kita bahkan akan menjadi dua kali lipat besarnya daripada memakan protein hewani.

Tentang cara meningkatkan gairah seks

Makanan seperti seledri, lada, asparagus, adas, kenari, jahe, chickpea (semacam buncis), coklat, buah pinus dan mustard bukan saja mengandung vitamin dan mineral penting, tetapi dapat juga meningkatkan gairah seks.


10 Comments

Mitos yang Salah Tentang Vegetarian

(Oleh Prasasto Satwiko)

Banyak sekali logika semu dan mitos di sekitar kita yang dibangun turun temurun dengan atau tanpa bantuan pendekonstruksi pikiran seperti telah kita bahas. Logika semu dan mitos tersebut antara lain:

· Jika tidak makan daging, tubuh akan lemas. Fakta: tubuh membiasakan diri terhadap makanan. Dalam satu dua hari mungkin akan terasa lemas karena tubuh mengharapkan daging, namun dalam tiga empat hari berikutnya tidak akan lagi bermasalah. Mirip perokok yang tiba-tiba berhenti merokok, mungkin akan merasakan perasaan aneh. Tubuh lemas atau tidak adalah bersifat individual, tidak semua lemas, banyak juga yang biasa-biasa saja, bahkan banyak di antaranya yang sengaja mengamati perubahan yang dirasakan. Energi dari sumber makanan nabati cukup.

· Jika tidak makan daging, tubuh akan kekurangan gizi. Fakta: ahli nutrisi menyatakan menu nabati cukup gizi. Jika ada kekurangan, seperti vitamin B12 misalnya, dengan mudah diatasi.  Kekurangan yang ada pada makanan berbasis nabati hanya bersifat minor (mudah diatasi) dibandingkan dengan keuntungan yang besar.

tempe 2

Perbandingan kandungan antara 100 gram tempe dan daging. Protein dalam tempe sebanding dengan protein dalam daging ternak. (Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan, RI, 1992 Continue reading