Kesehatan Vegan – dr. Satyawira Aryawan Deng

Makanan Sehat, Kacang-Kacangan, Biji-Bijian, Buah Kering, Organik, Natural, MPASI, Grosir & Eceran : https://www.tokopedia.com/kesehatanvegan & https://shopee.co.id/minimarketvegan


Leave a comment

Mengapa presiden dari Perhimpunan Kardiologi Amerika ingin pasien penyakit jantung menjadi vegan ?

Why the President of the American College of Cardiology Wants Heart Disease Patients to Eat Vegan Diets
BY NAOMI IMATOME-YUN

Dr. Kim Williams, president of the American College of Cardiology and chief of cardiology at Rush University, advocates a plant-based diet for heart disease prevention. As one of the most high-profile cardiologists in the country, Dr. Williams made news and some controversy when he wrote an article supporting a vegan diet in a Medscape column last year. Continue reading


Leave a comment

Konsumsi diet vegetarian dikaitkan dengan peningkatan kontrol glikemik pada diabetes tipe 2

Artikel Abstrak
Diet vegetarian dan kontrol glikemik pada diabetes: review sistematis dan meta-analisis
Penulis: Yoko Yokoyama, Neal Barnard D., Susan M. Levin, Mitsuhiro Watanabe

Abstrak
Pendahuluan: Studi sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara diet vegetarian dan perbaikan dalam kontrol glikemik pada diabetes, meskipun hubungan ini tidak dipublikasikan. Tidak ada meta-analisis dari studi ini telah dilakukan.
Continue reading


Leave a comment

Penelitian Cardiovascular Diagnosis and Therapy : Global Meta-Analisis Menemukan Vegetarian/Diet Nabati Diet Menurunkan HbA1c Tingkat sebesar 0,4-0,7 Poin

Komite Dokter Mendorong Dokter untuk Pertimbangkan diet Intervensi untuk Diabetes Tipe 2
Global Meta-Analisis Menemukan Vegetarian Diet Menurunkan HbA1c Tingkat sebesar 0,4 Poin

WASHINGTON- Sebuah meta-analisis global baru yang diterbitkan Cardiovascular Diagnosis and Therapy menunjukkan diet vegetarian nabati mempercepat pengobatan diabetes tipe 2 dengan menurunkan kadar HbA1c sebesar 0,4 poin.

Para peneliti dengan Komite Dokter menganalisis pola diet dari 255 orang dewasa dengan diabetes tipe 2 di Amerika Serikat, Brasil, dan Republik Ceko. Mereka menemukan vegan rendah lemak atau diet vegetarian lacto-ovo menurunkan HbA1c dengan rata-rata 0,4 poin persentase dan sampai 0,7 poin dalam beberapa studi, sebanding dengan efek yang sama inhibitor alpha-glukosidase.

“Diet berbasis nabati bekerja dengan cara yang berbeda dari diet diabetes ‘konvensional’,” kata Neal Barnard, MD, dari George Washington University School of Medicine dan Ilmu Kesehatan dan salah satu penulis penelitian. “Kami sekarang tahu bahwa diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin. Mendapatkan lemak hewan-dan lemak secara umum-dari diet membantu kemampuan perbaikan insulin untuk berfungsi. “

Rekomendasi Praktek Klinis American Diabetes Association ini telah dikutip nilai diet vegan untuk diabetes tipe 2 selama beberapa tahun. Hasil studi baru akan memberikan lebih percaya diri untuk dokter yang bertujuan untuk mengurangi kebutuhan pasien mereka untuk obat. Saat ini, lebih dari 100 juta orang Amerika memiliki diabetes atau pradiabetes baik.

“Perubahan pola makan mengalahkan pil,” kata ahli diet terdaftar Susan Levin, MS, RD, juga penulis studi. “Sebuah pola makan nabati meningkatkan kontrol gula darah, berat badan, tekanan darah, dan kolesterol semua pada waktu yang sama, sesuatu yang tidak ada obat yang dapat dilakukan.”

Orang dewasa dengan diabetes memiliki risiko 2-4 kali lebih tinggi untuk penyakit jantung atau stroke, dibandingkan dengan mereka yang tidak diabetes. Jika kecenderungan ini terus berlanjut, satu dari tiga anak yang lahir hari ini akan mengembangkan diabetes tipe 2 di beberapa titik dalam hidupnya.
——————————————————————-

Physicians Committee Encourages Clinicians to Consider Dietary Interventions for Type 2 Diabetes

Continue reading


Leave a comment

Perbedaan Pembuluh darah pola makan nabati dengan pemakan telur, susu, & daging

”Atherosclerosis is a disease in which plaque builds up on the insides of your arteries.

Over time, plaque hardens and narrows your arteries. The flow of oxygen-rich blood to your organs and other parts of your body is reduced. This can lead to serious problems, including heart attack, stroke, or even death.

Atherosclerosis can affect any artery in the body.
Coronary artery disease (CAD) occurs when plaque builds up in the coronary (heart) arteries. CAD is a leading cause of death in the United States.
Carotid artery disease happens when plaque builds up in the carotid arteries (the arteries that supply blood and oxygen to your brain).
Peripheral arterial disease (PAD) occurs when plaque builds up in the major arteries of the legs, arms, and pelvis.

Many factors raise your risk for atherosclerosis. Major risk factors include unhealthy cholesterol levels, high blood pressure, smoking, insulin resistance, diabetes, overweight or obesity, lack of physical activity, age, and a family history of early heart disease.

Atherosclerosis usually doesn’t cause signs and symptoms until it severely narrows or totally blocks an artery. Many people don’t know they have the disease until they have a medical emergency, such as a heart attack or stroke. Other signs and symptoms depend on which arteries are narrowed or blocked.”

Read more: http://cardiosmart.org/HeartDisease/CTT.aspx?id=642


Leave a comment

Melawan Obesitas dengan Sayuran

KALAU Anda termasuk orang yang tidak anti sayuran, bersyukurlah! Berbagai penelitian membuktikan bahwa sayuran mengandung senyawa ampuh yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, melindungi Anda dari penyakit dan ’memerangi’ kegemukan. Lebih jauh lagi, phytochemicals, zat yang hanya dapat ditemui pada sayur dan buah, ampuh menurunkankan risiko penyakit kronis dan kanker.

Kebiasaan makan sayur memang tidak datang secara alamiah pada setiap orang. Apalagi, seperti diungkap dr. Leane Manurung, MSc, dokter ahli gizi, rasa asli sayuran memang tidak seenak daging, “Kalau tidak dimasak dengan bumbu atau saus yang enak, rasa sayur memang kurang menggiurkan,” ungkapnya. Selain itu, banyak orang yang tidak suka makan sayur karena hal itu tidak dibiasakan sedari kecil. “Kebanyakan anak yang tidak suka makan sayur adalah yang ibunya bekerja atau tidak telaten ’meladeni’ anaknya,” ujar Leane. Para peneliti dari National Cancer Institute, AS, bahkan menemukan bahwa hanya 20% anak-anak yang makan buah dan sayur dalam porsi cukup setiap harinya. Dan 25% dari jenis sayur yang dimakan oleh mereka adalah french fries Jika Anda termasuk orang yang malas atau bahkan kurang suka makan sayur, mungkin sedikit siasat ini bisa membantu Anda untuk memenuhi kebutuhan asupan sayuran setiap harinya. Tak ada salahnya, kan, mencoba! Continue reading


Leave a comment

Rencana 8 Langkah Siap Turun Berat Badan

ADA banyak hal yang mempengaruhi keberhasilan proyek penurunan bobot Anda. Bukan sekadar mengurangi porsi makan. Bukan pula usaha diet yang metodenya macam-macam. Tetapi, yang terpenting, apakah Anda betul-betul siap? Menurut Timothy G. Lohman, PhD., guru besar fisiologi di Universitas Arizona, Amerika Serikat, sebaiknya Anda mengetahui kadar kesiapan diri sendiri sebelum melakukan usaha penurunan berat badan. Dengan demikian, Anda akan menyadari hambatan pribadi yang dihadapi.

Studi pada 112 wanita overweight mengidentifikasi adanya hambatan pada gaya hidup dan perilaku seseorang yang cukup berperan menghambat kesuksesan penurunan berat badan. Mungkin saja start sudah baik, seperti alasan sudah lelah bertubuh gemuk dan bermotivasi tinggi untuk langsing. Tetapi, tanpa disadari, ada beberapa faktor lain yang justru ’menentang’ niat baik. Misalnya, target penurunan bobot yang tidak realistis, riwayat diet yang selalu setengah-setengah, kurang dukungan dari lingkungan sekitar, atau tingginya tuntutan kesibukan, sehingga tak bisa rutin berolahraga. Inilah yang dimaksud dengan belum siap. Continue reading


1 Comment

Mengenali 15 Tanda Kanker

dr. Intan Airlina Febiliawanti
Bahaya mengintai kaum pria jika mereka tidak waspada terhadap gejala – gejala kanker. Padahal jika waspada dan sejak dini menemukan gejalanya, maka pengobatan akan lebih mudah. Bila sudah terlambat, kanker bisa menyebar ke berbagai organ tubuh dan bakal sulit sembuh. Karena itu, mari kita kenali gejala – gejala berikut :

1. Bila ada massa di payudara
Mungkin tidak pernah terpikir di benak Anda bahwa pria bisa saja terkena kanker payudara meski hal ini jarang terjadi. Setiap ada benjolan di payudara sebaiknya perlu diwaspadai terutama jika keluar cairan dari puting.

2. Rasa nyeri
Makin bertambah usia, makin sering Anda rasakan sakit dan nyeri. Rasa nyeri yang terus-menerus terjadi bisa merupakan tanda kanker meski timbulnya nyeri ini bukan disebabkan oleh kanker.

3. Perubahan pada testis
Kanker testis/buah pelir sering muncul pada pria usia 20 – 39. Setiap perubahan ukuran pada testis, baik membesar maupun mengecil, harus tetap diwaspadai. Begitupula jika terjadi pembengkakan maupun perasaan berat di skrotum. Kadang kanker testis bisa berkembang sangat cepat, sehingga akan lebih baik jika Anda mengetahuinya sedini mungkin. Continue reading


Leave a comment

Konsumsi Daging Olahan dan Penyakit

“Hanya satu ons daging olahan per hari dapat meningkatkan risiko kanker perut Anda sekitar 15 persen sampai 38 persen.” Sumber: Larsson SC, Orsini N, Wolk A. Konsumsi daging olahan dan risiko kanker perut: suatu meta analisis . Institut Kanker J Natl. 2 Agustus 2006;98(15):1078-1087.

Setiap 1,7 ons daging olahan yang dikonsumsi per hari meningkatkan risiko kanker kolorektum sebesar 21 persen. Sumber: Yayasan Penelitian Kanker Dunia/Penelitian Kanker Institut Amerika. Makanan, Nutrisi, Aktivitas Fisik, dan Pencegahan Kanker: Suatu Pengamatan Umum. Washington, DC: AICR, 2007.

Suatu penelitian di Harvard dari lebih dari 40.000 ahli profesional kesehatan menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi roti isi, sosis panggang, daging sapi, atau sosis dua atau empat kali per minggu dapat meningkatkan risiko terkena diabetes sebesar 35 persen. Orang yang mengonsumsi jenis makanan ini lima kali atau lebih per minggu risikonya meningkat sebesar 50 persen. Sumber: Van Dam RM, Willett WC, Rimm EB, Stampfer MJ, Hu FB. Konsumsi makanan berlemak dan daging dalam hubungannya dengan risiko bagi pria yang terkena diabetes tipe 2. Continue reading


Leave a comment

Perut Buncit Curiga Diabetes & Jantung

PENERAPAN pola makan tidak sehat pada masyarakat urban ternyata tak hanya mendatangkan masalah kolesterol tinggi, tapi juga menambah kadar lemak perut. Ujung-ujungnya, penyakit diabetes dan jantung siap mengancam kesehatan.

Gaya hidup tidak sehat membuat lingkar perut seseorang menjadi besar. Adapun faktor pemicunya adalah konsumsi kalori yang lebih banyak daripada yang dibutuhkan setiap harinya. Kelebihan kalori inilah yang tersimpan dalam tubuh dan menjadi lemak. Tahukah Anda, timbunan lemak di sekitar perut bisa mendatangkan penyakit diabetes melitus?

“Bila lingkaran perut lebih gede dari lingkaran bokong, membentuk pra-diabetes. Jangan sampai lingkar perut lebih besar dari lingkar bokong,” kata Dr Antono Sutandar SpJP FACC FSCAI FAMS FIHA kepada okezone dalam acara forum media yang diadakan Siloam Hospitals di Le Seminyak, Pacific Place, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Perut buncit juga bisa berpengaruh pada pernapasan. Penimbunan lemak yang berlebihan di bawah diafragma dan di dalam dada, bisa menekan paru-paru. Hal ini menimbulkan gangguan pernapasan dan sesak napas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas ringan. Karena lemak membuat otot jadi lemah, di sinilah pentingnya olahraga yang tepat. Apalagi, perut buncit juga lekat dengan risiko penyakit jantung. Continue reading


Leave a comment

Lignan PENCEGAH Kanker Payudara

Wanita menopause yang mengonsumsi makanan kaya zat kimia yang mirip estrogen yang disebut lignan, memiliki risiko rendah untuk terkena kanker payudara.

Dalam sebuah analisis dari 21 penelitian yang diterbitkan dalam 13 tahun terakhir, para peneliti menemukan bahwa wanita menopause yang mengonsumsi makanan kaya lignan, akan memiliki risiko 14% lebih rendah untuk mengidap kanker payudara dibandingkan dengan mereka yang asupan lignannya rendah. Continue reading


Leave a comment

Vaksin HPV Untuk Mencegah Kanker Mulut Rahim (Kanker Serviks)

Salah satu momok yang menakutkan bagi kebanyakan wanita adalah kanker serviks karena kanker ini menduduki peringkat pertama dari semua kanker yang menyerang wanita. Kanker ini telah diketahui disebabkan oleh sejenis virus yang dinamakanHuman Papiloma Virus (HPV). Virus ini terdiri dari berbagai macam tipe. Namun terdapat 2 tipe yang paling membahayakan, yaitu HPV tipe 16 dan 18.

Virus ini ditularkan melalui hubungan seksual. Namun tidak semua infeksi HPV dapat berkembang menjadi kanker serviks. Jika seorang wanita terinfeksi dengan HPV yang tipe lain yang tidak  begitu berbahaya, maka dengan kekebalan tubuhnya, wanita tersebut dapat terhindar dari kanker serviks. Biasanya HPV yang berkembang menjadi kanker serviks adalah yang tipe 16 dan 18. Faktor risiko lain yang mempengaruhi terjadinya kanker serviks adalah Continue reading


Leave a comment

A-Z Mammae / Payudara

Anatomi Mammae

Terdiri dari lobus lobus acini (12-20 lobus) yang menyeruoai kumpulan anggur. Mempunyai ductus ductus yang diliputi jaringan ikat khusus / periductal tissue dan saluran ductus lactiferous ini dilapisi oleh satu lapis epitel dan masih mempunyai basal membrane. Periductal tissue dalam basal membrane dipoengaruhi oleh hormone. Ductuli bersatu membentuk ductus lactiferous (10-12 buah) dan sebelum bermuara di papil, melebar (ampulla) lalu bermuara ke nipple. Continue reading


Leave a comment

Rekomendasi Skrining Baru Kanker Payudara

Dari berbagai penelitian, diketahui bahwa skrining kanker merupakan strategi yang efektif untuk deteksi dini dan bermanfaat menurunkan angka kematian akibat kanker. Khusus untuk kanker payudara, pemeriksaan skrining diketahui bermanfaat menurunkan angka mortalitas (kematian) sebesar 26–39%.

Pada awal tahun ini (2010), The Society of Breast Imaging (SBI) dan the American College of Radiology (ACR) mengeluarkan rekomendasi terbaru mengenai anjuran skrining kanker yang agak berbeda dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh U.S. Preventive Services Task Force (USPSTF). Salah satu perbedaannya adalah rekomendasi usia dilakukannya skrining dengan mamografi, di mana USPSTF merekomendasikan dimulai sejak usia 50 tahun, sedangkan rekomendasi SBI – ACR sejak usia 40 tahun. Continue reading


Leave a comment

Kriteria Terbaru Diagnosis Diabetes 2010

Berdasarkan  Standards of Medical Care in Diabetes 2010, berikut ini adalah kriteria dan monitoring untuk diabetes :

  • A1C > 6,5 %
  • FPG > 126 mg/dL (7 mmol/L), puasa didefinisikan tidak adanya ambilan kalori sedikitnya selama 8 jam
  • 2 jam glukosa plasma  > 200 mg/dL (11,1 mmol/L) selama OGTT dengan asupan glukosa sebanding dengan 75 glukosa anhydrous yang dilarutkan
  • Pasien dengan keluhan klasik hiperglikemia atau krisis hiperglikemia dengan glukosa darah sewaktu > 200 mg/dL (11,1 mmol/L) Continue reading


Leave a comment

Pengobatan Alternatif Penderita Hepatitis C


Hepatitis C merupakan penyakit yang menurunkan kualitas hidup. Penyakit yang dipicu oleh virus hepatitis C ini bisa menyebabkan peradangan hati. Jika dibiarkan akan memicu sirosis hati atau kanker hati. Untuk menanganinya, Anda bisa menggunakan pengobatan medis standar yang tersedia. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan pengobatan pelengkap untuk mengurangi gejala dan meminimalkan efek samping obat. Continue reading


Leave a comment

Obat Alami Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Menurut Framingham Heart Study dari National Heart and Lung Institute di Massachusetts, penyakit jantung koroner disebabkan oleh 7 faktor risiko utama. Faktor tersebut meliputi peningkatan kadar kolesterol darah, trigliserida dan substansi lemak lainnya; peningkatan tekanan darah, peningkatan kadar asam urat dalam darah serta gangguan metabolik, khususnya diabetes, obesitas, merokok, dan kurangnya aktivitas fisik. Continue reading


1 Comment

Sembelit Bisa Picu Kanker Usus

JANGAN pernah remehkan sembelit atau susah buang air besar karena jika berlarut-larut bisa mengakibatkan kanker usus. Cegah dengan pola hidup sehat sekarang juga.

Hidup berkualitas adalah dambaan setiap orang, siapa pun itu. Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup itu sendiri. Misalnya dengan menjaga pola hidup yang baik dengan mengonsumsi makanan sehat, atau bisa pula dengan olahraga yang teratur. Continue reading


1 Comment

Ekstrak Melon Membantu Mencegah Obesitas

Menurut WHO, obesitas dan kelebihan berat badan didefinisikan sebagai kelainan atau kelebihan akumulasi lemak yang dapat mengganggu kesehatan. WHO mendefinisikan kelebihan berat badan jika BMI (indeks massa tubuh) ≥ 25 dan obesitas jika BMI ≥ 30. Prevalensi obesitas secara global meningkat baik di negara maju ataupun berkembang.

Studi telah menunjukkan bahwa suplemen antioksidan dapat bermanfaat dalam terapi obesitas yang dikaitkan dengan kondisi stres oksidatif. Continue reading


Leave a comment

Merkuri di Dalam Ikan Terkait dengan Tekanan Darah Tinggi

Meskipun penelitian baru menghubungkan merkuri dalam seafood dengan tekanan darah tinggi, hal ini bukan alasan yang cukup bagi kebanyakan orang untuk berhenti makan ikan. Menurut Dr Eric Dewailly, seorang profesor di Department of Social and Preventive Medicine Universitas Laval di Quebec dan penulis utama laporan di jurnal Hypertension edisi 5 Oktober 2009, peningkatan kecil tekanan darah akibat metilmerkuri tidak sebanding dengan manfaat asam lemak omega 3. Continue reading


Leave a comment

Optimisme Baik untuk Jantung dan Umur Panjang


Sebuah studi baru menunjukkan bahwa wanita yang berpandangan hidup negatif lebih

mungkin mengalami masalah jantung daripada mereka yang ceria, percaya diri. Temuan

ini berasal dari Women’s Health Initiative, yang telah melacak lebih dari 97.000 wanita

Amerika pasca menopause selama lebih dari delapan tahun.

Dr Hilary A. Tindle, asisten profesor di University of Pittsburgh,

dan penulis utama laporan yang dimuat dalam jurnal Circulation

edisi 10 Agustus 2009, mengatakan bahwa selain mengamati

hormon dan efeknya pada penyakit jantung dan kanker,

penelitian ini juga meneliti faktor-faktor psikososial dan sosial

dan bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi kesehatan

wanita menopause. Para peneliti beruntung memiliki informasi

yang banyak tentang profil psikologis pada saat mereka bergabung dalam studi ini. Continue reading


Leave a comment

Protein Hewani sebagai Karsinogen


Animal Protein as a Carcinogen

BY: T. COLIN CAMPBELL, PHD

Answer to a Reader’s Question:

Although there are many arguments favoring the nutritional imbalance explanation of cancer, one of the more striking for me was the experimental animal studies discussed in Chapter 3 in my book, The China Study.  Namely, aflatoxin is a very potent carcinogen for the rat. However, after the Indian researchers showed that decreasing protein (casein) intake from the usual level of consumption of 20% to 5% completely prevented this very powerful carcinogen to cause cancer, we then began our work (references in our book). We explored that finding in great depth and eventually confirmed their initial observation. That is, simple adjustment of dietary protein (casein) within very normal ranges of protein intake controlled cancer growth and it worked not by one mechanism but by a large array of mechanisms. In other words, we proved this association beyond any doubt.

Further, over the years, this research required a lot of funding and our applications for funding were reviewed by other researchers highly experienced in this field. Every time we got high marks for the quality of the research. Then, when we submitted the results for publication, they were again reviewed by peers and these papers were published in the very best cancer research journals. Among the people who know the most about cancer, our work was entirely convincing. Continue reading


Leave a comment

Reversing Heart Disease with Diet


BY: T. COLIN CAMPBELL, PHD

I would like to introduce you to my friend Dr. Caldwell Esselstyn, Jr., a man you will be hearing a lot more about in coming years. Having won a gold medal (Yale Crew team) in the 1956 Olympics, Dr. Esselstyn quickly advanced to a distinguished career in surgery at the renowned Cleveland Clinic Foundation. In 1985, when drugs were considered the treatment of choice for heart patients (as they mostly still are), Dr. Esselstyn embarked on a revolutionary course of action. The results of his investigation are being made available here for the first time to the larger public, thanks to Dr. Esselstyn’s gracious sharing of his pre-publication research findings.

His story is rather like that of Professor Dean Ornish, who is on our Advisory Board, and who convincingly showed that heart disease could be reversed in seriously ill heart patients when they used a low-fat diet, exercised, and managed their stress. Dr. Esselstyn’s findings contribute some important new information to the Ornish study. Continue reading


Leave a comment

Degenerasi Makula Terkait Usia : Gambaran Umum dan Faktor Risiko


Age-Related Macular Degeneration (ARMD): Overview and Risk Factors

BY: PHYSICIANS COMMITTEE FOR RESPONSIBLE MEDICINE

Age-related macular degeneration is a degenerative disease of the macula, the central part of the retina. It results in loss of central vision, which is necessary for most daily activities, and can cause legal blindness. This disease is the most common cause of poor vision among elderly persons

There are two forms of macular degeneration: The “dry” form is marked by changes in the macula without bleeding or leakage of fluid. The “wet” form includes leakage and/or bleeding from new blood vessel growth beneath the retina.

Macular degeneration is thought to be due to destruction of the fatty acids in the rods and cones of the eyes. Thus, antioxidant nutrients have long been thought to be protective (see Nutritional Considerations). Continue reading


Leave a comment

Katarak: Gambaran Umum dan Faktor Risiko


Cataracts: Overview and Risk Factors

BY: PHYSICIANS COMMITTEE FOR RESPONSIBLE MEDICINE

Cataracts are extremely common. They affect an estimated 15 million people and are responsible for nearly half of all cases of blindness worldwide.

A cataract occurs when the lens of the eye becomes cloudy or opaque. This happens gradually, as proteins in the lens become oxidized. Doctors do not know exactly why this occurs, but they believe that a combination of environmental factors (such as toxins and sunlight exposure) and genetic factors are involved.

Cataracts can occur in specific areas or throughout the lens. The process usually occurs very slowly over the course of years or decades, and it usually affects both eyes.

Cataracts are not painful. The most common symptoms are loss of vision, blurred vision, or double vision. In general, long–distance vision is lost before near vision. Some patients say that they see a halo effect around lights. Others note excessive glare during night driving and in bright light, especially sunlight. Continue reading


Leave a comment

Cervical Cancer


BY: PHYSICIANS COMMITTEE FOR RESPONSIBLE MEDICINE

Cervical Cancer: Overview and Risk Factors

A century ago, cervical cancer was one of the deadliest cancers. It is still the second most common cause of cancer death in third–world countries. However, there has been a 75 percent decrease in the incidence and mortality rate in the United States and other developed countries over the past 50 years. This is due to widespread Pap smear screening programs that identify cases in the early stages of disease. Continue reading


Leave a comment

Breast Cancer Recurrence

BY: PAM POPPER, ND

Lack of information and misinformation are rampant in the cancer field.  Most people are unaware that most traditional cancer treatments don’t work and that there are alternatives.  When I make this statement many people  are quick to refer to a friend or relative who had cancer a couple of years ago and recovered.  However, the recovery may be temporary, as there is a very high recurrence rate for many types of cancer.
Continue reading


1 Comment

Breast Cancer


BY: PHYSICIANS COMMITTEE FOR RESPONSIBLE MEDICINE

Breast Cancer: Overview and Risk Factors

Breast cancer is the most common cancer of women and the second most common cause of cancer death in women. In the United States, one in nine women will be diagnosed with invasive breast cancer over a lifetime. Continue reading


Leave a comment

Menghindari Kanker Payudara dengan Diet

Avoiding Breast Cancer with Diet

BY: T. COLIN CAMPBELL, PHD

Breast cancer is clearly a terrifying disease. Out of every nine women in America, at least one will fall victim to its toll. Despite massive research and immense funding, scientists are often at odds regarding its possible causes.

At the heart of the confusion and controversy is the role of a high-fat diet. On the one hand, extensive laboratory research and human epidemiological studies often link high-fat diets to higher rates of breast cancer. On the other hand, several prominent medical studies have shown little or no relationship between fat intake and breast cancer. Lacking conclusive evidence, most nutritional experts play it safe by suggesting that the most effective way to reduce breast cancer is to reduce overall fat intake. Continue reading