Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural


Tinggalkan komentar

Mengapa presiden dari Perhimpunan Kardiologi Amerika ingin pasien penyakit jantung menjadi vegan ?

Why the President of the American College of Cardiology Wants Heart Disease Patients to Eat Vegan Diets
BY NAOMI IMATOME-YUN

Dr. Kim Williams, president of the American College of Cardiology and chief of cardiology at Rush University, advocates a plant-based diet for heart disease prevention. As one of the most high-profile cardiologists in the country, Dr. Williams made news and some controversy when he wrote an article supporting a vegan diet in a Medscape column last year. Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Perbedaan Pembuluh darah pola makan nabati dengan pemakan telur, susu, & daging

”Atherosclerosis is a disease in which plaque builds up on the insides of your arteries.

Over time, plaque hardens and narrows your arteries. The flow of oxygen-rich blood to your organs and other parts of your body is reduced. This can lead to serious problems, including heart attack, stroke, or even death.

Atherosclerosis can affect any artery in the body.
Coronary artery disease (CAD) occurs when plaque builds up in the coronary (heart) arteries. CAD is a leading cause of death in the United States.
Carotid artery disease happens when plaque builds up in the carotid arteries (the arteries that supply blood and oxygen to your brain).
Peripheral arterial disease (PAD) occurs when plaque builds up in the major arteries of the legs, arms, and pelvis.

Many factors raise your risk for atherosclerosis. Major risk factors include unhealthy cholesterol levels, high blood pressure, smoking, insulin resistance, diabetes, overweight or obesity, lack of physical activity, age, and a family history of early heart disease.

Atherosclerosis usually doesn’t cause signs and symptoms until it severely narrows or totally blocks an artery. Many people don’t know they have the disease until they have a medical emergency, such as a heart attack or stroke. Other signs and symptoms depend on which arteries are narrowed or blocked.”

Read more: http://cardiosmart.org/HeartDisease/CTT.aspx?id=642


Tinggalkan komentar

Obat Alami Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Menurut Framingham Heart Study dari National Heart and Lung Institute di Massachusetts, penyakit jantung koroner disebabkan oleh 7 faktor risiko utama. Faktor tersebut meliputi peningkatan kadar kolesterol darah, trigliserida dan substansi lemak lainnya; peningkatan tekanan darah, peningkatan kadar asam urat dalam darah serta gangguan metabolik, khususnya diabetes, obesitas, merokok, dan kurangnya aktivitas fisik. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Merkuri di Dalam Ikan Terkait dengan Tekanan Darah Tinggi

Meskipun penelitian baru menghubungkan merkuri dalam seafood dengan tekanan darah tinggi, hal ini bukan alasan yang cukup bagi kebanyakan orang untuk berhenti makan ikan. Menurut Dr Eric Dewailly, seorang profesor di Department of Social and Preventive Medicine Universitas Laval di Quebec dan penulis utama laporan di jurnal Hypertension edisi 5 Oktober 2009, peningkatan kecil tekanan darah akibat metilmerkuri tidak sebanding dengan manfaat asam lemak omega 3. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Optimisme Baik untuk Jantung dan Umur Panjang


Sebuah studi baru menunjukkan bahwa wanita yang berpandangan hidup negatif lebih

mungkin mengalami masalah jantung daripada mereka yang ceria, percaya diri. Temuan

ini berasal dari Women’s Health Initiative, yang telah melacak lebih dari 97.000 wanita

Amerika pasca menopause selama lebih dari delapan tahun.

Dr Hilary A. Tindle, asisten profesor di University of Pittsburgh,

dan penulis utama laporan yang dimuat dalam jurnal Circulation

edisi 10 Agustus 2009, mengatakan bahwa selain mengamati

hormon dan efeknya pada penyakit jantung dan kanker,

penelitian ini juga meneliti faktor-faktor psikososial dan sosial

dan bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi kesehatan

wanita menopause. Para peneliti beruntung memiliki informasi

yang banyak tentang profil psikologis pada saat mereka bergabung dalam studi ini. Baca lebih lanjut