Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Karbohidrat


Karbohidrat adalah yang biasanya kita anggap sebagai gula atau tepung. Secara teknis, terdapat banyak kandungan serat yang juga merupakan karbohidrat, tapi karena fungsi mereka berbeda dalam tubuh, maka ini akan dijelaskan secara terpisah pada unit berikutnya.

Sesuai dengan katanya, molekul-molekul karbohidrat terdiri dari atom-atom karbon yang terlekat dengan molekul air (maka disebut karbon cair atau hydrated). Tanda kimiawi dari karbon adalah C, dan air adalah H2O, maka karbohidrat sering disingkat menjadi CH2O, atau lebih sederhananya CHO.

[Catatan: Kebanyakan makanan tersusun dari lusinan atau bahkan ratusan zat kimiawi yang berbeda, beberapa di antaranya memiliki nutrisi penting. Orang biasanya membicarakan makanan tertentu yang berhubungan dengan komponen utamanya, seperti menyebut kentang sebagai “tepung” atau kacang sebagai “protein”. Sebenarnya, kentang juga mengandung jumlah protein yang lumayan dan kacang juga memiliki zat tepung. Keduanya memiliki jumlah yang kaya akan zat yang satu dan lainnya.]

FUNGSI

Fungsi karbohidrat bagi nutrisi manusia adalah sebagai sumber energi. Energi ini diukur dalam satuan yang disebut kalori.

MENGENAI KALORI DAN KKALORI

Secara fisika, satuan kalori adalah jumlah energi (panas) yang diperlukan untuk meningkatkan suhu dari 1 cm³ air pada 1 derajat Celcius yang dimulai pada suhu ruangan. Seperti yang Anda ketahui, ini menunjukkan jumlah energi yang sangat kecil, jadi dalam nutrisi kita mengambil sebanyak 1000 dari kalori-kalori kecil ini dan menyebutnya sebagai Kalori besar, atau lebih tepatnya kilokalori, untuk mengukur kemampuan energi dari makanan dan energi sesungguhnya dari tubuh kita untuk membakar hasil makanan tersebut menjadi bahan bakar. Sepotong roti, misalnya, memiliki sekitar 70 kilokalori (kalori besar) dari kemampuan energinya, disingkat menjadi 70 kkal. Dalam kalangan populer, secara teknis ini biasanya diabaikan, dan sering ditulis sebagai 70 kalori, walaupun secara ilmiah ini adalah tidak benar.

Ingatlah bahwa sesungguhnya makanan tidak “mengandung” kalori sebagaimana seperti kandungan unsur lain seperti karbohidrat atau protein. Kalori hanya mewakili jumlah energi yang bisa diperoleh dari hasil pembakaran makanan dalam tubuh kita. Jumlah kalori dalam makanan hanya bisa dihitung dengan membakar bahan makanan yang sama dan mengukur hasil dari panasnya. Kemudian dibuat suatu perkiraan bahwa proses pembakarannya bagi tubuh kita adalah sama.

Karena masalah kelebihan berat tubuh merupakan masalah besar dalam masyarakat kita, maka telah menjadi suatu kebiasaan untuk mengucilkan makanan-makanan yang berkalori tinggi. Sebab tubuh lebih bereaksi dengan kalori dibandingkan karbohidrat. Sebenarnya, secara alami, karbohidrat juga memiliki nutrisi penting lainnya dalam kandungannya (contohnya gula dan tepung dalam buah dan sayur-sayuran juga memiliki serat, vitamin dan mineral yang bagus). Namun karena pengolah makanan telah menyingkirkan semua “kebaikan” ini, maka yang tersisa hanyalah “kalori” murni (misalnya gula putih). Bagaimanapun juga, bahkan dalam tahap pengolahan demikian, karbohidrat yang terjalin dengan protein adalah sumber energi yang paling tidak menggemukkan bagi tubuh:

Sumber Energi Perkiraan kkal per gram

Karbohidrat                                                                                                     4

Protein                                                                                                             4

Lemak                                                                                                             9

Alkohol                                                                                                           7

Keterangan di atas adalah sebagian kecil dari angka-angka yang harus Anda hapalkan berikut artinya. Kalori per gram adalah ukuran dari kepadatan energi, dan karena kelebihan energi yang termakan akan menjadi lemak, ini mengartikan sifat kegemukan suatu zat pada setiap unit dari beratnya. Pola makan seimbang adalah yang memiliki jumlah kalori yang tepat untuk menjaga seseorang pada berat idealnya. Pengetahuan tentang angka-angka di atas akan memberikan sebuah gambaran energi nutrisi mana yang perlu ditekankan pada saat ingin melangsingkan tubuh. Jadi sebenarnya sama sekali tidak perlu menghindari karbohidrat bukan?

KARBOHIDRAT SEDERHANA DAN RUMIT

Karbohidrat sering digolongkan ke dalam kategori sederhana atau rumit. Ini menunjukkan ukuran dari setiap molekul CHO pada suatu zat. Secara umum, gula dianggap sebagai CHO sederhana karena masing-masing molekulnya jauh lebih kecil daripada molekul tepung dan sejenisnya (termasuk berbagai jenis serat) yang merupakan CHO rumit. Molekul CHO terkecil dan paling sederhana disebut monosakarida, karena hanya terdiri atas satu (“mono” = satu) cincin dari enam atom karbon yang masing-masing dilekati oleh H2O. Maka hasilnya menjadi (CH2O)6. Ini mungkin terlihat tidak begitu sederhana tapi bandingkan dengan disakarida di mana setiap molekul mengandung dua (“di” = dua) dari enam cincin karbon tersebut; atau polisakarida (“poli” = banyak) yang biasanya mengandung ratusan dari enam cincin karbon ini pada setiap molekulnya.

Monosakarida dan disakarida adalah karbohidrat sederhana sedangkan polisakarida merupakan karbohidrat kompleks.

MONOSAKARIDA, DISAKARIDA DAN POLISAKARIDA

Terdapat 3 contoh untuk setiap sub-kategori ini dari karbohidrat yang penting untuk nutrisi (walaupun secara kimiawi, masih terdapat banyak yang lainnya):

MONOSAKARIDA:

  1. Glukosa – Sering disebut sebagai “gula darah”. Ini adalah bentuk yang dibakar langsung untuk bahan bakar dalam tubuh manusia.
  2. Fruktosa – Sering disebut sebagai “gula buah”. Merupakan karbohidrat termanis. Harus diubah dulu menjadi glukosa dalam tubuh sebelum digunakan untuk sumber bahan bakar sebenarnya.
  3. Galaktosa – Merupakan bagian dari gula susu (lihat laktosa di bawah). Harus diubah dulu menjadi glukosa dalam tubuh sebelum digunakan untuk sumber bahan bakar sebenarnya.

DISAKARIDA

  1. Sukrosa – Merupakan gula meja atau gula tebu biasa. Terdiri dari molekul glukosa yang terlekat pada molekul fruktosa.
  2. Maltosa – Merupakan gula utama dalam gandum-ganduman. Terdiri dari dua molekul glukosa yang terikat satu dengan lainnya.
  3. Laktosa – Merupakan gula susu, ditemukan dalam setiap susu mamalia (manusia, sapi, kuda, dll). Terdiri dari molekul glukosa yang terlekat pada molekul galaktosa.

CATATAN MENGENAI ENZIM

Enzim adalah protein khusus yang bekerja untuk menguraikan makanan ke dalam bagian-bagian yang cukup kecil untuk diserap ke dalam aliran darah. Disakarida harus dipisahkan ke dalam komponen monosakarida selama pencernaan, jika tidak maka tidak dapat terserap ke dalam aliran darah. Maka, sukrosa diserap sebagai glukosa dan fruktosa hanya setelah diuraikan dengan bantuan enzim sukrase. Seperti halnya dengan laktosa yang memerlukan enzim laktase (sama dengan enzim lainnya, laktase adalah protein yang harus dibuat dalam tubuh), jika tidak, laktosa tetap tidak bisa diuraikan. Terdapat sekitar 60% dari orang-orang dewasa di dunia yang tidak mampu membuat laktase yang cukup untuk mencerna susu secara benar.

POLISAKARIDA

  1. Zat tepung (sebagian lainnya merupakan amilase) – Merupakan tempat penyimpanan energi bagi sebagian besar molekul dari tumbuhan.
  2. Glikogen – Merupakan bentuk penyimpanan karbohidrat dalam tubuh hewan (termasuk manusia).
  3. Selulosa – Merupakan salah satu serat-serat utama dalam makanan.

Enzim yang membantu pencernaan atas tepung disebut amilase, dan ditemukan dalam mulut (amilase liur) dan usus (amilase pankreas dan usus).

KETERANGAN DARI SUDUT VEGETARIAN

Semua bayi manusia memiliki kemampuan untuk mencerna laktosa (kandungan gula dalam susu mamalia). Pada saat baru dilahirkan, bayi tidak mampu mencerna zat tepung. Semua orang dewasa berkemampuan untuk mencerna zat tepung, sedangkan lebih dari setengahnya tidak mampu mencerna laktosa. Tidak ada bahan makanan lain yang menunjukkan jenis pola demikian. Secara jelas, susu (ASI) adalah jenis bahan makanan pokok bagi bayi, dan zat tepung (hanya ditemukan dalam makanan yang berasal dari tumbuhan, seperti gandum, kacang, sayur dan bahkan buah) adalah bahan pokok sumber energi bagi orang dewasa.

SEBERAPA BANYAK KARBOHIDRAT YANG CUKUP?

Karena CHO bukan merupakan nutrisi pokok, maka tidak memerlukan batas minimum. Jumlah yang dianjurkan tiap harinya tergantung pada jumlah keseluruhan kalori yang dibutuhkan. Seperti yang akan diuraikan lebih lanjut dalam unit-unit berikutnya, terdapat masalah yang berkaitan dengan kelebihan konsumsi atas sumber energi yang lainnya (protein, lemak, alkohol), jadi sebenarnya yang diperlukan adalah pembatasan terhadap unsur-unsur tersebut baru kemudian bisa ditentukan jumlah yang tepat untuk karbohidrat. Panduan dari pemerintah biasanya menganjurkan sedikitnya 55% dari kalori sebaiknya berada dalam bentuk karbohidrat. Sedangkan bagi lembaga-lembaga yang tidak begitu dipengaruhi oleh industri makanan produk hewani menganjurkan sebanyak 80% kalori dari karbohidrat adalah jumlah yang ideal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s