Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

apakah menjadi vegetarian akan terkena anemia?


Penyakit anemia sebenarnya bukan merupakan suatu penyakit tapi merupakan gejala suatu penyakit. Anemia berarti menurunnya konsentrasi hemoglobin (Hb) di dalam darah. Pada pemeriksaan laboratorium dijumpai :

-Pria : Hb < 14 g/dl, Ht < 41%, jumlah eritrosit < 4,5 juta/ml
-Wanita : Hb < 12 g/dl, Ht < 37%, jumlah eritrosit < 4 juta/ml .

Hemoglobin adalah protein yang mengandung zat besi dan melaksanakan fungsi pengangkutan oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Untuk membentuk butir darah merah, sumsum tulang membutuhkan bahan baku yang cukup yakni zat besi, asam amino,vitamin B12, asam folat, B2, B6,vitamin C, E ; mineral ( kobalt dan tembaga ) serta hormon erythropoeitin.

Secara umum anemia disebabkan oleh :

1. Penurunan produksi :

– anemia defisiensi : zat besi, vitamin B12 ( anemia pernisiosa ), asam folat.

– anemia aplastik : ketidaksanggupan sumsum tulang membentuk darah.
2. Peningkatan penghancuran :

– anemia karena perdarahan : maag, haid yang banyak, epistaxis, infestasi cacing, perdarahan saluran cerna akibat obat analgesik.

– anemia hemolitik : karena umur eritrosit yang pendek sehingga mudah hancur.

Jadi bila seseorang menderita anemia maka perlu ditelusuri penyebabnya dan bukan melulu karena faktor makanan yang kurang. Tubuh manusia sebenarnya hanya dapat menyerap sedikit zat besi yang dimakan yakni sekitar 20 % tetapi dapat mendaur ulang zat besi yang didapat dari hasil penghancuran butir darah merah yang telah mati (umur > 120 hari). Jadi kebutuhan zat besi dari makanan sesungguhnya hanya sedikit dan dari penelitian diketahui bahwa pada anemia akibat kekurangan zat besi sebenarnya yang paling menentukan adalah asupan vitamin C yang dapat membantu usus halus untuk menyerap zat besi dari makanan untuk masuk ke dalam tubuh. Oleh sebab itu dianjurkan untuk mengkonsumsi cukup vitamin C pada saat makan atau dapat juga meminum 1 gelas jus jeruk sesudah makan. Secara umum pada vegetarian sebenarnya tidak ada masalah karena secara umum banyak vitamin C yang dimakan seperti sayur, buah, kentang, tomat, air jeruk, kubis dll yang akan mengubah zat besi Ferri menjadi Ferro yang siap untuk diserap. Beberapa hal penting yang perlu diingat adalah menghindari teh, kopi pada waktu makan dan hanya diperbolehkan minimal > 1 jam sebelum makan dan juga makanan yang mengandung phytate seperti dedak/sekam dan cereal utuh. Juga zat fosfat yang ditambahkan dalam minuman ringan, es krim, manisan dapat mengurangi penyerapan zat besi. Demikian juga halnya dengan makanan tinggi Kalsium seperti susu tidak boleh diminum bersamaan dengan makanan.

Adapun sumber zat besi adalah : sayur hijau ( bayam, daun singkong, kangkung,daun pepaya dll ), palawija, kuning telur ( lebih tinggi dari daging ) , buah kering seperti kismis, kacang-kacangan, wijen, cabe rawit, jamur dll. Kebutuhan sehari : 13 mg pada pria dan 18 mg pada wanita ( menurut RDA di Amerika ). Di Indonesia disarankan 20 mg sehari.

Sumber vitamin B12 yang penting seperti : tempe, rumput laut, cereal yang diperkaya, suplemen dari obat.

Sumber asam folat terutama dalam sayuran yang berwarna hijau. Semua makanan yang dibutuhkan sebenarnya telah tersedia pada diet vegetarian sehingga tidak ada alasan kekhawatiran terhadap anemia. Dan hal ini memang terbukti dari penelitian di dunia di mana tidak terdapat bukti korelasi yang bermakna antara anemia dengan pola hidup vegetarian.

Salam,

dr.Hendry Widjaja.

referensi : http://www.ivs-online.org/v2/faq.php

Iklan

4 thoughts on “apakah menjadi vegetarian akan terkena anemia?

  1. terima kasih dokter

    Suka

  2. Hai, saya Silvia. Saya berharap ada dokter yang mendukung pola hidup vegetarian yang bisa menjawab pertanyaan ini: Ayah saya menderita hipertensi sejak usia 30 tahun. Sekarang di usia 62 tahun beliau diketahui menderita pembengkakan jantung ringan. Dokter yang merawat ayah saya menganjurkan ayah saya untuk mengonsumsi ayam dan ikan dalam porsi kecil. Sebetulnya ayah saya telah bervegetarian selama 3 tahun lebih. Apakah konsumsi daging ayam diperbolehkan untuk penderita hipertensi dan jantung? Apakah penderita jantung bengkak boleh bervegetarian? Terima kasih sebelumnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s