Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Kegemukan (obesitas)?


Tanya: Saya seorang vegetarian yang sudah beberapa tahun menjalani pola hidup vegetarian. Adapun berat badan saya 85 kg dan tinggi badan berkisar 160 cm. menurut dokter saya termasuk obesitas. Keluarga saya juga rata-rata menderita obesitas. Bagaimana caranya mengatasi obesitas ini?

Jawab: Dari data yang diberikan, sebenarnya berat badan ideal anda sekitar 54 kg. Dengan demikian anda kelebihan sekitar 31 kg. Saat ini obesitas termasuk salah satu penyakit yang sangat serius dan bisa menyebabkan banyak penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, diabetes mellitus, osteoporosis, rematik dll.

Perkiraan prevalensi overweight dan obesitas di Indonesia (Dit BGM DepKes, 1997)

Salah satu cara untuk mengukur apakah seseorang mempunyai berat badan yang berlebih di dalam tubuh adalah dengan menggunakan Body Mass Index (BMI) IMT erat kaitannya dengan banyaknya kadar lemak dalam tubuh dan derajat kesehatan seseorang.

Metoda yang paling berguna dan banyak digunakan untuk mengukur tingkat obesitas adalah BMI (Body Mass Index) atau Index Masa Tubuh (IMT) yang didapat dengan cara membagi berat badan (kg) dengan kuadrat dari tinggi badan (meter). Nilai BMI yang didapat tidak tergantung pada umur dan jenis kelamin.

Keterbatasan BMI adalah tidak dapat digunakan bagi:

  • Anak-anak yang dalam masa pertumbuhan
  • Wanita hamil
  • Orang yang sangat berotot, contohnya atlet

BMI dapat digunakan untuk menentukan seberapa besar seseorang dapat terkena resiko penyakit tertentu yang disebabkan karena berat badannya. Seseorang dikatakan obese dan membutuhkan pengobatan bila mempunyai BMI di atas 30, dengan kata lain orang tersebut memiliki kelebihan BB sebanyak 20%.

Klasifikasi Berat Badan yang diusulkan berdasarkan BMI pada
Penduduk Asia Dewasa (IOTF, WHO 2000)

 

Kategori

BMI (kg/m2)

Resiko penyakit

Underweight

< 18.5 kg/m2

Rendah (tetapi resiko terhadap masalah-masalah klinis lain meningkat)

Batas Normal

18.5 – 22.9 kg/m2

Rata rata

Overweight:

> 23

At Risk

23.0 – 24.9 kg/m2

Meningkat

Obese I

25.0 – 29.9kg/m2

Sedang

Obese II

> 30.0 kg/m2

Berbahaya

BMI anda adalah sebesar: 85 / 1,62 = 33,2 sehingga anda termasuk kategori obese II.

Sebenarnya faktor keturunan hanya sedikit berperan dalam kasus obesitas. Ada 8 prinsip yang harus anda jalani dalam mengatasi obesitas sebagai berikut:

  1. Usahakan memakan 60-80% makanan yang tinggi kandungan airnya seperti buah segar dan sayuran. Makanan ini sangat baik terutama untuk detoksifikasi. Dengan memakan makanan seperti ini maka kita relatif akan jarang mengkonsumsi makanan yang tidak baik.
  2. Makanlah hanya 1 jenis makanan padat pada satu saat. Makanan padat adalah makanan selain sayur dan buah. Makanan padat seperti karbohidrat atau protein dikombinasikan dengan sayur setiap kali makan.
  3. Hindari karbohidrat murni seperti tepung, nasi putih, roti putih, crackers. Hindari juga makanan yang telah diproses dan tidak alamiah lagi terutama fast food yang sangat tinggi kandungan kalorinya. Sedangkan makanan alamiah jarang yang mengandung kalori tinggi dan relatif tidak menggemukkan.
  4. Makanlah hanya ¾ kenyang (ukuran 2 tangan penuh) sekali makan dan tidak makan lagi 4 jam sebelum tidur.
  5. Minumlah cukup air putih minimal 8 gelas sehari dan perbanyak bila anda kehilangan berat dan dalam proses pembersihan.
  6. Jangan memaksa diri untuk kehilangan berat badan. Biarkan diri menjadi langsing dengan lebih banyak memakan makanan yang baik dan alamiah. Biarkan tubuh berkembang secara alamiah.
  7. Jangan membiarkan diri anda kelaparan. Anda hanya akan mengganggu metabolisme tubuh anda.
  8. Olahraga secara teratur. Usahakan olahraga hingga berkeringat dan di atas 30 menit karena lemak dalam tubuh baru akan dibakar bila kita berolahraga 30 menit. Di bawah 30 menit tubuh masih memiliki cadangan energi yang cukup. Yang paling baik adalah bila anda menghitung nadi saat berolahraga. Nadi optimal adalah sebagai berikut:

Nadi optimal = ( 220 – umur ) x 70%

Contoh: bila umur anda 35 tahun, maka nadi optimal yang harus anda capai

adalah ( 220 – 35 ) x 70% = 130 kali per menit.

(dr.Hendry Widjaja)

Referensi : manjalah Info Vegetarian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s