Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Mineral 2


Mineral-mineral berikut adalah mineral yang diperlukan oleh orang dewasa dalam jumlah di bawah 50 mg per hari. Terdapat 9 unsur mineral yang akan dibahas: Besi (iron), Yodium, Zinc, Tembaga (copper), Mangan, Khrom, Selenium, Molybdenum, dan Fluoride. Unsur yang kesepuluh, Cobalt, merupakan bagian dari molekul cobalamin (vitamin B-12) dan tercatat sebagai mineral pada sumber-sumber tertentu. Kekurangan cobalt hanya bisa terjadi bersamaan dengan kekurangan B-12, oleh karena itu cobalt sering tidak dianggap sebagai nutrisi yang terpisah.

ANJURAN “RDA” DAN “ESADDI”

Anjuran RDA (Recommended Daily Allowances) resmi dari pemerintah Amerika Serikat merupakan anjuran mengenai sebagian besar nutrisi utama yang dianggap sebagai kebutuhan rata-rata bagi setiap orang sesuai dengan pola makannya yang khas. Namun bagi sebagian besar mineral ini tidak terdapat suatu persetujuan umum tentang berapa banyak yang dibutuhkan sebenarnya. Ini dikarenakan terdapat beberapa yang baru diketahui sebagai nutrisi pokok, dan juga karena sebagian lainnya hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil maka sangat sulit menentukan jumlah yang tepat. Untuk nutrisi-nutrisi demikian, National Research Council telah menetapkan suatu ukuran yang disebut sebagai ESADDI (Estimated Safe and Adequate Daily Dietary Intake), yang memperkirakan kebutuhan rata-rata dari mineral-mineral tersebut. Anjuran ESADDI ini berdasarkan perkiraan atas konsumsi bagi orang-orang yang tidak menunjukkan gejala-gejala kekurangan atau keracunan dari mineral-mineral demikian. Karena sebagian dari mineral ini sangat bersifat toksik jika dimakan dalam jumlah yang besar, maka terkadang ditentukan batas amannya yang berupa ukuran yang sangat rendah, atau kecil.

MINERAL DAN PENGIKISAN TANAH

Banyak orang yang mengonsumsi suplemen nutrisi didasari alasan bahwa selama berpuluh-puluh tahun tanah kita semakin mengalami pengikisan akibat usaha pertanian yang berlebihan. Mungkin hal ini ada benarnya, namun secara keseluruhan pernyataan di atas adalah salah. Pikirkan bahwa di sebagian negara-negara miskin, kepadatan penduduknya mengakibatkan terjadinya usaha pertanian yang berlebihan. Misalnya di Pakistan, di mana lahan yang sama digunakan untuk menanam hasil panen yang sama oleh keturunan dari keluarga yang sama pula selama lebih dari 3000 tahun. Dan hal ini tidak menyebabkan hilangnya nutrisi dari lahan tersebut. Di Amerika Serikat atau Kanada mungkin tidak terdapat lahan yang digunakan terus menerus, bahkan untuk waktu selama sepersepuluh dari ukuran 3000 tahun tersebut. Namun demikian, kita tetap memiliki lahan-lahan yang tandus. Tentu perbedaannya terletak pada apa yang kita tanam kembali ke dalam tanah setiap sehabis musim panen. Masyarakat di Pakistan mungkin selalu mendaur ulang lahan (termasuk menggunakan sisa kotoran mereka sendiri). Pendauran ulang demikian secara alami akan mengurangi pencemaran dan memperbaiki keadaan tanah. Hasil panen yang tumbuh secara organik biasanya memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi, terutama kandungan mineralnya, dibandingkan hasil yang tumbuh dengan bantuan kimiawi. Salah satu alasannya adalah karena pupuk yang digunakan untuk tumbuhan organik ini merupakan sari dari ganggang laut sebab laut mengandung segala jenis mineral. Namun berbagai sampah yang telah kita buang ke laut pada akhirnya akan menyebabkan pencemaran terhadap perairan, di mana ikan beserta hewan laut lainnya merupakan mahluk yang terkena dampak paling besar dibandingkan dengan tanaman laut lainnya. Mereka yang memakan daging ikan atau  seafood lainnya, tidak hanya akan memperoleh protein yang sangat tinggi namun sama sekali tidak ada serat, tetapi juga akan memakan berbagai racun hasil buangan manusia yang telah mencemari tubuh ikan tersebut. Namun sebaliknya, tumbuhan laut memiliki protein yang rendah namun kaya serat dan tidak mengalami pencemaran seperti halnya hewan laut lainnya karena tumbuhan merupakan bagian yang rendah dalam piramida atau rantai makanan. Dengan menggunakan pupuk demikian akan membantu tanah menyaring unsur yang menguntungkan dan membuang zat beracun dari akar mereka.

Sisi buruk dari ketergantungan terhadap suplemen akan dijelaskan lebih lanjut, terutama yang mengenai Zinc. Pengetahuan kita mengenai nutrisi manusia, terutama yang berkaitan dengan mineral pengikut, masih jauh dari kesempurnaan.

BESI (Fe)

Zat besi, yang ditemukan dalam setiap sel hidup di bumi, adalah mineral pengikut yang paling terkenal dan paling banyak diteliti. Zat besi juga merupakan salah satu unsur yang paling banyak jumlahnya dalam lapisan kerak bumi, terutama dalam tanah. Namun merupakan hal yang ironis bahwa besi juga dianggap sebagai masalah nutrisi utama dalam pola makan manusia. Terdapat perkiraan bahwa sekitar 20% dari wanita dan 3% pria di Amerika Serikat dan Kanada yang menderita kekurangan zat besi. Dan terdapat persentase yang lebih tinggi lagi pada negara-negara miskin.

Mengapa wanita sering mengalami kekurangan zat besi yang lebih tinggi dibandingkan pria? Jawabannya terletak pada peranan utama zat besi dalam tubuh sebagai atom pusat dari molekul hemoglobin yang mengangkut oksigen ke dalam darah. Oksigen diperlukan sel tubuh untuk membakar glukosa, sumber energi yang lebih andil. Tanpa hemoglobin yang cukup, yang tidak dapat dibuat tanpa zat besi yang memadai, setiap sel dalam tubuh akan mudah menjadi lelah. Jadi kelelahan pada anemia berasal dari darah yang kekurangan zat besi. Karena zat besi begitu penting, tubuh akan berusaha menahan jumlah zat ini. Pada orang dewasa, jumlah zat besi yang hilang tiap harinya yang disebabkan oleh buang air dan pergantian sel kulit adalah kurang dari 1 mg. Namun pada saat kehilangan darah, terdapat sejumlah besar zat besi yang ikut hilang bersamanya karena terdapat sekitar 80% dari keseluruhan zat besi tubuh yang terikat dalam hemoglobin darah. Pada saat siklus haid wanita, terdapat sekitar 15 mg zat besi yang hilang. Jika ini tidak digantikan di bulan berikutnya maka tubuh akan semakin kekurangan zat besi. Jumlah 15 mg ini berarti setiap bulan wanita akan mengalami kehilangan sebanyak: 15 / 30 hari = 0.5 mg zat besi tiap harinya. Ini ditambah dengan kehilangan 1 mg dalam air seni dan pergantian kulit (yang berlangsung setiap waktu), ini berarti wanita membutuhkan rata-rata 1.5 mg zat besi tiap harinya dibandingkan dengan pria dewasa yang memerlukan sekitar 1.0 mg. Maka anjuran RDA pada wanita (15 mg) lebih tinggi dibandingkan dengan pria (10 mg). [Kedua takaran ini berdasarkan perkiraan sebesar 10% dari kemampuan konsumsi atas zat besi: 10% dari 15 = 1.5 mg yang terserap ; 10% dari 10 = 1.0 mg yang terserap.] Mungkin secara sekilas tidak terdapat perbedaan jumlah yang besar pada pria dan wanita, namun kerangka tubuh wanita biasanya lebih kecil dibandingkan pria, oleh karena itu mereka membutuhkan kalori yang lebih sedikit tiap harinya. Maka makanan bagi wanita harus lebih padat nutrisi agar kebutuhannya terhadap zat besi akan terpenuhi.

Pada kenyataannya semua produk susu sebenarnya miskin akan zat besi namun tetap saja para wanita dianjurkan untuk meminum lebih banyak susu untuk “memperoleh kalsium”. Dan juga orang yang bervegetarian sering dianggap menderita anemia. Alasannya karena daging merupakan sumber yang kaya akan zat besi, dan sebagian besar orang vegetarian memakan hasil olahan dari susu dalam jumlah yang tinggi, seperti keju karena menganggap ini adalah cara yang terbaik untuk menggantikan nutrisi daging. Namun pada kenyataannya ini tidak akan berdampak pada penambahan zat besi. Begitu pula halnya dengan telur, dengan kandungan zat besinya yang tidak seberapa, telur tidak dapat diserap dengan baik dalam tubuh kita.

Zat besi terdapat dalam 2 bentuk: ferric (Fe+3) dan ferrous (Fe+2). Bentuk yang kedua dapat terserap jauh lebih baik. Unsur pokok tertentu dalam makanan, sepert asam ascorbic, akan mengubah zat besi ferric menjadi ferrous supaya dapat terserap lebih baik. Bentuk ketiga dari zat besi, yaitu unsur besi polos, merupakan bentuk yang paling susah diserap.

Secara hukum, semua produk gandum-ganduman (tepung, beras, sereal, dll) yang telah “diperkaya”, harus memiliki zat besi dan vitamin B (thiamin, niacin, dan riboflavin) dalam takaran yang menyerupai jumlah gandum asli yang belum diolah. Ada yang mengatakan bahwa serat dan pengikat kimiawi (seperti phytate) pada serat telah disingkirkan, maka mineral yang tersisa akan lebih mudah terserap. Namun sayangnya, zat besi merupakan satu-satunya mineral yang ditambahkan, dan sebagian besar mineral lain (beserta vitamin dan kadang serat) telah hilang dalam proses penggilingan.

KETERANGAN DARI SUDUT VEGETARIAN

Seringkali terdapat isu mengenai kemampuan penyerapan zat besi heme dan non-heme. Zat besi heme (seperti yang terkandung dalam hemoglobin dan berkaitan erat dengan molekul myoglobin) ditemukan dalam daging hewani. Zat besi heme rata-rata terserap sebesar 23%, dibandingkan dengan 10% untuk zat besi non-heme. Namun demikian, zat besi heme hanya menyumbangkan sekitar 40% dari zat besi dari daging hewani. Enam puluh persen yang lainnya merupakan zat besi non-heme. Maka keseluruhan penyerapan zat besi dari daging hewan adalah: (40% X 23%) + (60% X 10%) = 15.3%.

Asam askobat (atau vitamin C) meningkatkan penyerapan akan zat besi non-heme, dan sering mencapai hingga tingkat 20%. Untuk mencapai angka tersebut, jumlah asam askobat yang terdapat dalam makanan harus melebihi jumlah 100 mg, dan ini bisa diperoleh dari cakupan luas berbagai jenis sayur dan buah-buahan. Maka zat besi yang berada dalam makanan yang kaya akan vitamin C akan terserap lebih baik dibandingkan dengan yang berada dalam makanan berdaging.

ZAT BESI YANG TERLALU BANYAK

Terdapat dua penelitian yang diterbitkan pada tahun 1994 yang menyatakan bahwa zat besi yang terlalu banyak dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan kanker. Pada jurnal Circulation dari American Heart Association’s (1989 : 969-74), para ilmuwan dari Harvard University meneliti sebanyak 45,000 pria dan menemukan bahwa semakin banyak zat besi heme (jenis yang terdapat dalam makanan berdaging) dalam tubuh, maka semakin besar pula resiko terkena penyakit jantung. Dan tentu saja ini belum termasuk dampak buruk lain dari lemak jenuh dan kolesterol. Pada tahun yang sama, Journal of Cancer (vol. 56) meneliti sebanyak 40,000 pria dan wanita, dan menemukan bahwa terdapat kemungkinan sebesar tiga kali lipat terkena kanker usus besar dan dubur jika tingkat zat besi dalam darah terlalu tinggi.

YODIUM (I)

Peran utama yodium dalam tubuh manusia adalah sebagai bagian dari hormon thyroid, salah satunya yang bernama thyroxin bertugas mengatur kadar metabolisme basa. Kekurangan yodium akan menyebabkan pembengkakan pada kelenjar thyroid yang terletak pada leher, dan ini dikenal sebagai penyakit gondok. Ini terjadi karena sel-sel dalam kelenjar berusaha untuk menahan yodium sebanyak mungkin dan dalam usahanya, ukuran sel-sel ini akan menjadi semakin besar. Terdapat dua hal lainnya yang dapat menyebabkan penyakit gondok, salah satunya adalah bahan kimia yang menghalangi cara kerja thyroxin dalam tubuh, yang disebut sebagai goitrogen, dan terdapat dalam jenis tumbuhan tertentu di Afrika. Hal kedua yang juga dapat menimbulkan gondok adalah, secara ironis, kelebihan yodium.

Yodium ditemukan dalam makanan dari tumbuhan yang berasal dari tanah yang kaya akan yodium. Namun tidak semua tempat memiliki tanah yang bersifat demikian. Untuk mengatasi kekurangan, garam biasanya diperkaya dengan zat yodium. Namun saat garam ditambah dengan yodium, telah terjadi peningkatan drastis atas konsumsi garam, dan hal ini ditemukan terutama dalam makanan pada restoran cepat saji. Dan juga terdapat yodium dalam makanan yang dipanggang beserta pelembab adonan yodium yang ditambahkan ke dalam pada saat proses pembuatannya. Pencemaran yodium berikutnya, dan juga merupakan yang paling membahayakan, adalah melalui produk susu. Hewan sapi rentan terhadap peradangan yang disebut sebagai mastitis. Dalam pengobatannya, tubuh sapi biasanya dilap dengan antiseptik yodium. Yodium dalam jumlah besar akan berakhir dalam susu hasil perasannya. Pada masa kini, resiko kelebihan yodium mungkin lebih besar daripada resiko kekurangannya.

ZINC (Zn)

Zinc memiliki begitu banyak fungsi dalam tubuh manusia, dan sulit dipercaya bahwa zinc diabaikan hingga tahun 1960-an, yaitu pada saat pertama kali kasus kekurangan zinc terhadap manusia dilaporkan. Penduduk di negara Timur Tengah (Mesir, Iran, dan Turki) memiliki bahan pokok makanan yang berupa roti panggang tanpa kandungan ragi. Maka pengikat kimiawi yang disebut sebagai phytate dalam roti-roti gandum ini tidak dapat teruraikan dan penyerapan terhadap zinc juga akan terganggu. Kekurangan zinc akan tampak pada lambatnya pertumbuhan dan perkembangan seksual pada anak laki-laki. Hal ini bisa terjadi pada anak laki-laki berumur 17 tahun dengan penampilan seperti umur 7 tahun. Pada saat hal ini diberitakan oleh media massa, terutama bagian tentang lambatnya pematangan seksual, unsur zinc menjadi suatu “penyembuh ajaib” bagi segala masalah seksual pria. Walaupun benar bahwa kekurangan zinc dapat memperlambat pertumbuhan kelamin dan mengurangi produksi sperma, namun zinc tidak dapat menyembuhkan impotensi atau masalah seksual lainnya. Tapi tetap saja orang-orang menghamburkan banyak uang untuk keperluan suplemen zinc.

Pada awal 1980-an, diterbitkan laporan yang menyatakan bahwa zinc dalam dosis yang besar dapat mempersingkat jangka waktu penyakit pilek biasa. Tapi penelitian yang lebih jauh belum mampu memastikan pernyataan ini.

Semua suplemen zinc yang berlebihan pada akhirnya menghasilkan dua hal. Pertama, kadar zinc yang tinggi dapat merendahkan tingkat kolesterol HDL (jenis yang “baik”) dan ini juga berarti meningkatkan resiko terkena penyakit jantung. Seperti halnya nutrisi lain (seperti yodium dan vitamin D), zinc yang terlalu banyak atau terlalu sedikit akan berdampak pada kerusakan yang sama. Yang kedua, sebagian orang yang memakan zinc berdosis tinggi akan menyebabkan penyakit anemia yang tidak berkaitan dengan zat besi, folacin ataupun cobalamin. Pada akhirnya ditemukan bahwa penderita demikian ternyata mengalami kekurangan unsur tembaga, yang sebelumnya juga tidak dianggap penting bagi kebutuhan nutrisi manusia. Tampaknya unsur tembaga (yang dibutuhkan manusia dalam takaran kecil) tersisih oleh jumlah zinc yang berlebihan dalam saluran pencernaan. Terdapat banyak mineral yang diserap dalam usus yang sama, jadi kelebihan unsur yang satu akan menghalangi penyerapan terhadap unsur yang lainnya. Ini sangat jelas melukiskan tentang pentingnya keseimbangan dalam pola makan, dan bahaya yang timbul bila mengalami kelebihan.

Logam dengan lapisan seng biasanya dilapisi oleh bahan yang mengandung zinc dan kadang bisa merupakan sumber yang mengakibatkan kelebihan zinc bagi tubuh bila digunakan untuk memasak atau menampung air minum.

Oleh karena zinc berkaitan erat dengan protein yang banyak terdapat di dalam alam, maka makanan dengan kandungan protein tertinggi juga memiliki kadar zinc yang tertinggi. Pengikat kimiawi dalam makanan gandum-ganduman bisa menyebabkan masalah, maka biasanya dianjurkan untuk memperoleh jumlah zinc yang memadai dari makanan hewani. Namun, secara jelas, gandum beragi merupakan sumber yang bagus karena ragi menonatifkan kerja phytate. Kacang-kacangan, sayuran, gandum dan biji-bijian, terutama biji buah labu, semuanya merupakan sumber yang sangat bagus. Biasanya terdapat sekitar 20% zinc dari makanan yang terserap. Anjuran RDA untuk zinc adalah 12 mg bagi wanita dan 15 mg bagi pria.

KETERANGAN DARI SUDUT VEGETARIAN

Phytate sering diperhatikan sebagai penghalang bagi penyerapan zinc, sehingga faktor penghalang lain sering diabaikan, yaitu kasein yang merupakan protein utama dalam susu sapi. Sedangkan protein utama dalam ASI adalah alpha-laktalbumin, yang tidak memiliki dampak demikian, dan lebih mudah dicerna.

TEMBAGA (Cu)

Seperti yang disebutkan di atas, peran unsur tembaga dalam tubuh manusia baru mulai diperhatikan setelah terjadi kekurangan zinc yang menyebabkan kekurangan unsur tembaga dalam darah. Sekarang diketahui bahwa tembaga merupakan katalisator dalam pembentukan hemoglobin, jadi kekurangan zat tembaga akan menyebabkan anemia microcytic. Unsur tembaga hanya dibutuhkan dalam jumlah sekitar 2 mg per harinya, dan ini bisa dengan mudah diperoleh dari gandum, kacang, dan biji-bijian (sumber yang sama dengan zinc, ini juga merupakan salah satu kerja alam yang memudahkan mereka melengkapi satu dengan yang lainnya).

Pipa air dan alat memasak yang terbuat dari tembaga bisa merupakan sumber yang mengakibatkan kelebihan unsur tembaga maka harus diusahakan agar air minum tidak dibiarkan atau dimasak terlalu lama dalam wadah-wadah tersebut. Kontak yang terlalu sering antara makanan dengan alat memasak dari tembaga juga perlu dicegah. Keracunan dengan gejala umum berupa muntaber akan timbul jika unsur tembaga termakan pada jumlah 10 mg atau lebih.

MANGAN (Mn)

Unsur mangan baru dikenali sebagai bagian dari nutrisi pokok pada tahun 1970-an. Walaupun biasanya jumlah mangan dalam tubuh adalah kurang dari 12 mg, namun unsur ini tetap memiliki banyak fungsi. Mangan dengan jumlah sekitar 3 mg per harinya dianggap sebagai batas yang aman dan memadai (ditinjau bahwa dengan jumlah ini orang jarang mengalami kekurangan).

Pada tahun 1980-an, terdapat berita yang melaporkan bahwa Bill Walton, seorang olahragawan basket A.S. yang terkenal pada saat itu, mengalami keluhan terhadap kakinya. Setelah darahnya dianalisa, dokter menyatakan bahwa ia menderita kekurangan unsur mangan yang menyebabkan melemahnya tulang kaki, dan penyebabnya adalah pola makan vegetarian yang dianut oleh Walton. Dokter tersebut lalu mengatakan bahwa daging hewani merupakan satu-satunya sumber unsur mangan yang terbaik.

Walaupun salah satu fungsi unsur mangan berkaitan dengan pertumbuhan jaringan tulang, namun terdapat beberapa kekurangan dari cerita di atas:

  1. 1. Sumber yang paling kaya akan unsur mangan adalah gandum , kacang dan teh, diikuti oleh sayur dan buah. Sedangkan daging merah dan putih beserta produk susu merupakan sumber yang paling miskin (berdasarkan Food, Nutrition and Diet Therapy oleh Krause, edisi ke 8, 1992, hal.135).
  2. 2. Walton sebenarnya bukan merupakan seorang vegetarian, namun ia menganut pola makan makrobiotik dan menyantap daging ikan secara berkala.
  3. 3. Kenyataan bahwa tubuh Walton tumbuh setinggi 5 inci dalam waktu kurang dari 2 tahun pada saat ia berusia sekitar 16 tahun berarti bahwa ia memiliki fungsi tubuh orang normal yang berada dalam kerangka yang sangat jangkung. Pertumbuhan demikian tidak akan mungkin terjadi bila kekurangan unsur mangan. Namun pertumbuhan yang sangat cepat seperti ini bisa menghabiskan persediaan mangan dan mungkin juga unsur-unsur yang lainnya.

Bagaimanapun, berita mengenai melemahnya tulang kaki Walton yang menyalahkan pola makannya (yang bukan vegetarian) yang telah dianggap menyebabkan kekurangan mangan, sebenarnya merupakan fitnah atas pola makan vegetarian yang sebenarnya. Namun sayangnya, tidak ada berita lanjutan yang memperbaiki pernyataan-pernyataan tersebut.

KHROM (Cr)

Unsur khrom bertugas membantu sel-sel tubuh memahami kebutuhan insulin akan glukosa. Unsur khrom (bersama vitamin-B niacin) terkandung dalam sebuah molekul besar yang disebut sebagai GTF (Faktor Toleransi Glukosa) yang berada dalam bentuk aktifnya. Terdapat saat di mana GTF mungkin digolongkan ke dalam vitamin, tapi tampaknya tubuh dapat membuat GTF dari susunannya sendiri, maka tidak benar bila GTF dianggap sebagai vitamin.

Ukuran ESADDI untuk unsur khrom bagi orang dewasa adalah 50-200 mcg tiap harinya. Namun perkiraan pada masa kini yang termakan adalah sekitar 25-40 mcg tiap harinya, mungkin ini menjelaskan mengapa terdapat gangguan toleransi akan glukosa yang begitu umum. Orang yang mengalami kekurangan unsur khrom akan menyebabkan glukosa darah yang tinggi atau rendah (hyper- atau hypoglycemia). Unsur khrom mampu menyeimbangkan kedua hal ini.

Sumber khrom yang bagus termasuk kentang, ragi, sirup gula, gandum, buah dan sayuran. Karbohidrat yang telah dimurnikan, seperti tepung dan gula putih, memiliki sedikit atau bahkan tidak ada khrom yang tersisa dan karena itu mempersulit glukosa yang terkandung di dalamnya untuk diuraikan secara tepat pada saat penyerapan.

SELENIUM (Se)

Selenium berfungsi sebagai bagian dari enzim glutathione peroxidase, yang merupakan anti-oksidan yang manjur (menyerupai fungsi vitamin E) oleh karena itu juga bersifat anti-kanker. Sama halnya dengan mineral yang lain, kandungan selenium dalam makanan tergantung pada asal tanah unsur tersebut. Mungkin dikarenakan oleh hal ini, sumber selenium yang paling kaya terdapat pada kacang Brasil yang tumbuh dalam hutan Amazon. Gandum dan sirup gula juga merupakan sumber yang bagus, karena gula tebu umumnya tumbuh dalam tanah yang kaya akan pupuk alami. Gula yang telah diolah (gula meja biasa) tidak mengandung mineral.

MOLYBDENUM (Mo)

Unsur ini tidak banyak diketahui karena jumlahnya terkandung dalam berbagai jenis gandum-ganduman, tumbuhan polong, dan sayuran berdaun hijau tua. Salah satu fungsinya dalam tubuh adalah menurunkan unsur yang mengandung belerang, termasuk asam amino yang mengandung belerang (methionine dan cysteine) dan sulfida, yang merupakan zat pengawet yang sering ditambahkan ke dalam makanan, misalnya pada persediaan sayur di restoran. Sulfida bisa menimbulkan reaksi yang besar terhadap sebagian orang dengan penyakit asma, tetapi masih belum jelas apakan ini berhubungan dengan status unsur Mo mereka.

FLUORIDE (F)

Fluoride merupakan zat yang sering ditambahkan bersama dengan vitamin D ke dalam susu, yodium ke dalam garam, dan juga air minum. Seperti halnya khlor, fluor adalah gas yang mematikan. Namun fluoride, bentuk ion dari unsur tersebut, merupakan unsur pokok dari tulang dan gigi, dan dianggap sebagai nutrisi penting. Penduduk yang tinggal di daerah dengan perairan yang mengandung fluoride tinggi jarang mengalami kerusakan gigi. Namun teori yang menyatakan bahwa fluoride mampu mencegah osteoporosis pada tulang gagal dibuktikan.

Sejak tahun 1945, fluoride telah ditambahkan ke dalam air minum umum bagi penduduk di Amerika Serikat untuk mencegah terjadinya kerusakan gigi. Jumlah fluoride yang ditambahkan adalah 1 mg untuk 1 liter air. Maka 8 gelas air, jumlah normal bagi orang dewasa, mengandung sebanyak 2 mg fluoride. Ukuran ESADDI berkisar antara 1.5 hingga 4.0 mg. Bagi orang yang banyak mengeluarkan keringat pada saat kerja (buruh atau olahragawan) seharusnya meminum 16 gelas (4 mg fluoride) air per harinya. Fluoride yang berdosis racun dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi, yang disebut sebagai fluorosis, di mana gigi kuat namun buruk rupa. Untuk alasan ini, maka terdapat sebagian orang yang keberatan fluoride ditambahkan ke dalam air minum, dan walaupun belum dapat dipastikan teorinya, fluoride yang kelebihan juga dapat menyebabkan kanker. Mungkin benar bahwa orang yang mengalami kerusakan gigi (terutama anak kecil) biasanya tidak meminum air yang cukup, dan menggantinya dengan minuman soda yang mungkin tidak mengandung fluoride.

COBALT(Co)

Oleh karena satu-satunya fungsi cobalt yang diketahui merupakan bagian dari vitamin B-12 (cobalamin) maka cobalt sering tidak dianggap sebagai mineral terpisah. Berbeda dengan khrom atau GTF, tubuh manusia tidak mampu membuat unsur cobalamin dari cobalt. Namun banyak mikro-organisme yang mampu melakukannya, dan sebagian dari mereka hidup dalam saluran pencernaan manusia.

Tidak jelas berapa banyak B-12 yang bisa diserap dari organisme kecil ini yang hidup di dalam tubuh kita. Ada teori yang mengatakan bahwa orang vegan memperoleh keuntungan dari organisme tersebut lebih banyak daripada yang lainnya, mungkin karena keadaan saluran pencernaan mereka yang lebih bagus.

Cobalt harus ada untuk menghasilkan vitamin B-12, dan selain dalam makanan, cobalt juga terkandung dalam tanah. Sistem pertanian organik akan menghasilkan vitamin B-12, seperti halnya orang vegan di Pakistan memiliki B-12 yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tinggal di negara-negara yang lebih makmur. Walaupun kandungan mikro-organisme dalam air juga berpengaruh, namun cara pertanian organik dengan sistem daur ulang (seperti Pakistan) mampu mengembalikan cobalt dalam jumlah yang banyak ke dalam tanah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s