Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Mineral


SEKILAS MENGENAI MINERAL

Secara geologis, mineral merupakan susunan dari batu-batuan. Dari sudut nutrisi, mereka merupakan elemen selain daripada karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen, yang kita butuhkan dari pola makan kita. Elemen-elemen lainnya yang muncul dalam makanan dianggap sebagai bahan inert (tidak dapat bereaksi), atau yang kadang disebut sebagai pencemar, jika bersifat racun pada kadar yang rendah. Untuk membuktikan betapa tidak tepat dan dininya sifat pengetahuan bisa dilihat dari kasus unsur tembaga (copper), yang sebelumnya sempat dianggap sebagai bahan pencemar. Sekarang kita tahu bahwa tembaga diperlukan dalam jumlah yang sedikit, maka sekarang dianggap sebagai salah satu dari unsur “mineral”.

Mineral-mineral digolongkan ke dalam dua kelompok, berdasarkan jumlah yang dibutuhkan dalam pola makan kita:

Mineral-mineral utama : Dibutuhkan orang dewasa sebanyak 100 mg atau lebih per hari.

Mineral-mineral lainnya : Dibutuhkan orang dewasa sebanyak 50 mg atau kurang per hari.

Kalsium, Phosphorus, Magnesium, Sulfur, Sodium, Potasium, dan Chlorine merupakan tujuh mineral utama. Empat yang pertama akan diuraikan dalam unit ini, dan ketiga yang lainnya akan dijelaskan dalam unit berikutnya. Selanjutnya terdapat sekitar sepuluh mineral-mineral berikut yang akan dijelaskan dalam unit 12.

Ingatlah bahwa semua mineral merupakan nutrisi inorganic (tidak hidup). Mereka tidak menyediakan kalori, dan tidak juga diuraikan atau dibentuk dalam tubuh manusia ataupun hewan. Mereka harus berasal dari bumi, dan diserap oleh tumbuhan, pada akhirnya tumbuhan ini dimakan oleh hewan. Dalam pengolahan makanan, mineral tidak dapat dihancurkan namun bisa disingkirkan (misalnya dengan menggiling lapisan luarnya). Bila makanan direndam dalam air (misalnya direbus), mineral bisa berpindah tempat, maka air hasil rebusan juga mengandung mineral.

Karena mineral berasal dari batu-batuan, dan terdapat dalam jumlah yang banyak dalam tanah, tubuh kita memiliki kemampuan untuk mencegah terjadinya over-dosis mineral yang tidak disengaja. Penyerapan mineral dari saluran pencernaan ke dalam aliran darah dibatasi. Biasanya harus tersedia molekul pengangkut tertentu atau mineral akan dibiarkan mengalir sepanjang saluran dan keluar dengan tinja. Bagi sebagian mineral, seperti kalsium dan besi, penyerapan bisa serendah 1% dan jarang setinggi 30%. Mineral lainnya, seperti sodium dan potasium, yang bisa dikeluarkan secara mudah bersama air seni, penyerapan umumnya berkisar antara 70 – 95%.

MINERAL DAN SERAT

Anda harusnya telah mengetahui bahwa kelebihan serat akan menghambat penyerapan mineral dengan mendorong makanan keluar terlalu cepat dari jalur pencernaan, maka mempersingkat waktu kontak antara mineral dengan dinding usus. Selain itu terdapat dampak buruk dari serat terhadap mineral yang disebabkan oleh bahan pengikat kimiawi dalam serat yang terdapat pada makanan-makanan tertentu. Pengikat-pengikat ini memiliki kemampuan untuk mengaitkan dirinya dengan mineral (khususnya kalsium, besi dan zinc) dan mengubahnya sedemikian rupa sehingga mineral-mineral ini tidak dapat diserap oleh tubuh dan kemudian dikeluarkan bersama tinja. Bahan pengikat yang paling terkenal bernama asam phytat (yang sebagian besar ditemukan dalam makanan gandum-ganduman) dan asam oxalat (terdapat khususnya dalam bayam). Walaupun memiliki dampak yang berarti, namun mereka tampaknya lebih jelas terlihat dalam penelitian laboratorium ketimbang dalam kehidupan sehari-hari. Adalah hal yang mungkin bagi makanan untuk mengandung enzim yang dapat menguraikan bahan-bahan pengikat ini, dan memaksa mereka untuk membebaskan setidaknya sebagian dari mineral-mineral untuk diserap. Misalnya pada contoh pembuatan roti, di mana tepung gandum dicampur dengan ragi, maka ragi di sini berperan untuk menghentikan kerja asam phytat. Satu-satunya penduduk yang memiliki masalah dengan bahan pengikat demikian adalah orang Timur Tengah (Mesir) di mana makanan pokok mereka berupa roti dan kue gandum tanpa kandungan ragi.

KALSIUM (Ca)

Sejauh ini Anda semestinya sudah mengetahui sedikit banyak mengenai kalsium, dan mengenai kehilangan kalsium yang disebabkan oleh kelebihan protein, vitamin A dan D, dan juga tubuh tidak mampu menyerap kalsium jika kekurangan vitamin D.

Biasanya tubuh orang dewasa mengandung sekitar 1200 gram (hampir 3 pon) kalsium, 99%-nya berupa tulang dan gigi. Kandungan 1% yang lainnya terdapat dalam darah, dan jumlah ini selalu dipertahankan dalam keadaan yang tetap, dan jika perlu, darah akan “mencuri” dari kandungan kalsium yang besar dalam tulang. Kalsium dalam darah penting untuk pengiriman impuls saraf dan kontraksi otot. Kekurangan kalsium darah secara alami bisa menimbulkan kerusakan yang serius, misalnya penghentian denyut jantung.

Secara umum, di Amerika hanya terdapat 10 – 30% kalsium yang termakan (susu termasuk di dalamnya) dan diserap ke dalam aliran darah dari usus tubuh orang dewasa. Kalsium yang tersisa akan dikeluarkan dalam tinja. Namun, anak dalam masa pertumbuhan biasanya menyerap sebanyak 50 – 60% kalsium, seperti halnya juga dengan wanita yang hamil. Jelas secara alami tubuh mengetahui bahwa kalsium diperlukan lebih untuk membangun tulang. Kenyataan bahwa orang yang menderita osteoporosis tidak menyerap kalsium pada tingkat yang lebih tinggi menunjukkan fakta bahwa mereka tidak menderita kekurangan kalsium. Dalam American Journal of Public Health edisi Juni 1997 (Vol.87, No.6, hal. 992-997) para peneliti dari Harvard School of Public Health menerbitkan sebuah artikel berjudul “Milk, Dietary Calcium, and Bone Fractures in Women: A 12-Year Prospective Study”. Artikel tersebut menyimpulkan bahwa wanita yang meminum dua gelas susu atau lebih tiap harinya tidak memiliki resiko yang lebih kecil (malah kenyataannya sedikit lebih tinggi) untuk mengalami keretakan tulang pinggul dibandingkan dengan wanita yang meminum satu gelas susu atau lebih sedikit. Kenyataan ini menunjukkan bahwa kelebihan kalsium mampu  meningkatkan keseluruhan massa tulang, namun ukuran ini tidak berarti kekuatan tulang akan mengalami peningkatan juga.

Kekurangan kalsium yang sesungguhnya memiliki akibat yang sama seperti yang ditimbulkan oleh kekurangan vitamin D: Rakhitis pada anak kecil dan Osteomalacia pada orang dewasa. Karena vitamin D diperlukan untuk penyerapan kalsium ke dalam usus, maka kekurangan salah satunya, secara logis, akan memiliki akibat yang yang sama. Kehilangan kalsium pada tulang, seperti yang terjadi pada osteoporosis, merupakan kasus yang berbeda.

Memakan suplemen kalsium secara sembarangan bisa menimbulkan resiko over-dosis kalsium, yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit batu ginjal, setidaknya bagi orang yang memiliki kecenderungan atas gangguan tersebut. Dan juga, karena banyak mineral yang terserap di tempat yang sama dalam usus maka membanjiri sistem pencernaan dengan mineral akan menghambat proses penyerapan nutrisi yang lainnya. Telah ditemukan bahwa memakan suplemen kalsium tertentu dalam jumlah yang besar akan berpengaruh terhadap penyerapan magnesium. Dan ketika unsur magnesium ditambahkan ke dalam suplemen kalsium, ini sebaliknya akan menghambat penyerapan unsur iron (besi). Cara yang terbaik adalah menjaga segala sesuatunya dalam keseimbangan dan tidak memakan protein secara berlebihan sehingga kita tidak perlu membutuhkan tambahan suplemen kalsium.

KETERANGAN DARI SUDUT VEGETARIAN

Walaupun nutrisi dari sumber makanan akan diuraikan dalam Makanan Vegetarian di unit-unit berikutnya, namun penting untuk menjelaskan sumber kalsium non-hewani agar tidak terjadi kekhawatiran bahwa pola makan vegetarian akan mengalami kekurangan kalsium. Cobalah berpikir dari mana sapi memperoleh kalsium untuk dimasukkan ke dalam susu yang dihasilkan. Jawabannya tak lain adalah tumbuhan hijau yang sebenarnya kaya akan kalsium. Sekali lagi, mineral tidak dapat dibuat dalam tubuh, maka harus berasal dari faktor luar. Dan adalah hal yang mustahil untuk berpikir bahwa sapi perlu meminum susu atau memakan suplemen agar ia sendiri dapat menghasilkan kalsium yang cukup. Satu mangkuk brokoli, misalnya, memiliki hampir 200 mg kalsium, dan ini merupakan jumlah minimum yang diperlukan orang dewasa setiap harinya. Anjuran dari FAO/WHO menyatakan sebanyak 350 mg setiap harinya merupakan jumlah yang aman. Sedangkan anjuran dari RDA Amerika Serikat pada awalnya menyatakan sebanyak 800 mg untuk mengimbangi pola makan dengan kadar protein tinggi, dan kini jumlahnya ditingkatkan menjadi 1200 mg karena semakin banyak orang Amerika yang mengkonsumsi protein dalam kadar yang jauh lebih tinggi pula.

Mengenai susu dengan ”vitamin D dan kalsium”

Kenyataan bahwa susu dipilih sebagai sumber utama vitamin D bagi anak-anak yang tidak terkena sinar matahari, ini tidak berarti susu adalah sumber yang lebih baik bagi kalsium (walaupun iklan susu sering mengatakan hal yang sebaliknya). Telah ditemukan bahwa vitamin D, yang diperlukan untuk menyerap kalsium yang mengalir ke usus, pada awalnya sudah berada dalam aliran darah selama suatu jangka waktu; maka vitamin D yang terdapat dengan kalsium dalam susu sebenarnya adalah tidak perlu pada tahap ini.

PHOSPHORUS (P)

Phosphorus memiliki beberapa peran dalam tubuh. Salah satunya merupakan lawan dari kalsium dalam darah. Konsentrasi kalsium dikalikan dengan konsentrasi phosphorus cenderung berada pada angka yang tetap. Maka bila tingkat kalsium dalam darah meningkat maka tingkat phosphorus akan menurun, dan begitu juga sebaliknya. Jadi kelebihan phosphorus bisa berpengaruh terhadap hilangnya kalsium dalam darah, dan pada akhirnya dalam tulang. Phosphorus dalam jumlah yang banyak terutama terdapat dalam daging hewani, namun miskin kandungan kalsiumnya. Banyak minuman bersoda (seperti Coca Cola dan Pepsi) memiliki asam phosphoric dalam kandungannya, dan sama sekali kekurangan akan kalsium. Makan siang ala Amerika yang berupa roti hamburger dan segelas Coca Cola sebenarnya bukan merupakan menu favorit bagi tulang Anda.

MAGNESIUM (Mg)

Magnesium merupakan atom pusat dalam molekul klorofil (klorofil memiliki susunan yang sangat menyerupai hemoglobin dalam darah, dengan satu perbedaan nyata yaitu pada pusat hemoglobin terdapat atom besi). Fungsi magnesium bagi tubuh manusia antara lain: menguatkan gigi dan susunan tulang, membantu membebaskan kalori dari molekul yang mengandung energi, dan sangat diperlukan peranannya dalam pengiriman gerak saraf.

Kekurangan magnesium ditemui pada orang yang menderita muntaber atau diare kronis, dan juga pada para pecandu alkohol. Tidak ada sebutan bagi kekurangan magnesium, namun biasanya ini menyebabkan kelemahan, kebingungan dan kadang bisa terjadi kejang-kejang dan halusinasi. Pada anak kecil, kekurangan unsur ini akan mengakibatkan gagalnya pertumbuhan.

Dampak negatif dari kelebihan magnesium hanya akan berakibat terjadinya diare. Obat yang bernama garam Epsom (sejenis garam magnesium) biasanya digunakan sebagai bahan peresap, dan kadang juga digunakan sebagai obat pencahar.

SULFUR (S)

Walaupun sulfur tergolong mineral utama, namun tidak sering diperhatikan secara khusus. Karena sulfur mengandung asam amino esensial methionine, maka adalah tidak mungkin untuk mengalami kekurangan sulfur tanpa menderita kekurangan protein juga. Sulfur juga terdapat dalam vitamin B, yaitu thiamin dan biotin.

KETERANGAN DARI SUDUT VEGETARIAN

Produk-produk hewani kaya akan sulfur yang mengandung asam amino, ini bisa dibuktikan dari aroma hasil pembusukkan telur. Pada saat asam amino ini mengalami proses deamination*, sisa dari proses ini akan memiliki daya tarik lebih untuk mengangkut kalsium dibandingkan dengan asam amino lainnya. Maka jumlah protein dari hewan sebenarnya lebih bersifat merusak terhadap susunan tulang daripada jumlah protein yang sama yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan.

*Kelebihan asam amino yang beredar dalam aliran darah akan dikirim ke hati, di mana kelompok amino (yang mengandung nitrogen) diuraikan satu per satu dalam proses yang secara logis disebut sebagai deamination.

Tiga mineral utama berikut berkaitan erat dengan keseimbangan cairan dalam tubuh, maka unit ini akan mencakup juga penjelasan singkat mengenai air, yang merupakan nutrisi yang paling sering diabaikan.

GARAM DAN ELEKTROLIT

Istilah “garam”, yang digunakan sehari-hari, mengartikan sodium khlorida, molekul dua-atom yang menyusun garam meja biasa, baik yang ditambang dari batu-batuan atau pun yang diuapkan dari air laut (sebenarnya semua garam batu merupakan hasil dari pengeringan air laut dulunya). Namun, penjelasan garam secara kimiawi adalah berbagai persenyawaan, selain asam dan basa, yang terdiri dari ion-ion (atom atau molekul yang terisi). Karena partikel yang telah terisi ini, seperti sodium (Na+) dan khlorida (Cl-) yang memisahkan diri dalam air (pada tahap ini mereka disebut elektrolit), dan karena molekul air cenderung untuk mengerumuni ion-ion ini, maka mereka cenderung berperan sebagai “magnet” bagi air. Maka bila Anda menambah bumbu cair asin ke dalam salad selada segar, kurang lebih dalam satu jam selada tersebut akan menjadi layu karena kandungan airnya terhisap oleh kandungan bumbu yang lebih asin. Dari segi nutrisinya, makna penting dari setiap jenis garam adalah kecenderungannya untuk menarik air ke arah konsentrasi garam yang lebih tinggi. Aliran air yang demikian dalam tubuh bisa terpenuhi karena selaput yang mengelilingi setiap sel bersifat tembus air bersyarat, yang artinya mereka mengijinkan air untuk bergerak secara bebas tapi tidak bersifat melarutkan.

Partikel yang terisi secara positif disebut sebagai kation, dan yang negatif disebut sebagai anion. Tubuh akan menjaga kenetralan listrik, jadi selalu terdapat keseimbangan antara dua partikel tersebut. Cairan dalam sel tubuh disebut cairan intraselular dan yang di luar sel disebut cairan ekstraselular (atau interstitial). Terdapat beberapa jenis ion yang ditemukan dalam setiap campuran dari cairan tersebut, namun beberapa yang penting di antaranya adalah:

Intraselular: Kation – Potasium               Anion – Fosfat
Ekstraselular: Kation – Sodium                 Anion – Khlorida

Maka, setiap sel dikelilingi oleh larutan air garam (sodium khlorida) yang seharusnya sama dengan konsentrasi dalam air laut yang pernah meliputi bumi pada jaman purbakala. Para ahli evolusi percaya bahwa ini merupakan cara bagi hewan darat untuk bertahan hidup (walaupun air laut sekarang sebenarnya lebih asin dibandingkan dengan dulu).

SODIUM (Na)

Banyak orang percaya bahwa sodium sebenarnya tidak dibutuhkan, dan dianggap sebagai unsur yang tidak sehat dalam makanan, dan tidak berbeda dengan kolesterol atau lemak jenuh. Sesungguhnya sodium merupakan nutrisi pokok, dan harus termasuk dalam pola makan sehari-hari. Sodium merupakan kation utama dalam cairan eksraselular, yang membantu menjaga keseimbangan cairan dan memberikan arus listrik yang dibutuhkan untuk pemindahan gerak saraf. Sodium juga merupakan bagian dari sodium-bicarbonate, cairan yang dikeluarkan dari pankreas untuk membantu menetralisir asam lambung pada saat hasil pencernaan memasuki duodenum, dan membentuk perantara alkali di mana sebagian besar enzim pencernaan melakukan tugasnya. Sodium terdapat dalam jumlah yang besar dalam makanan, minuman, dan bahkan air (khususnya air yang telah “dilunakkan”).

Garam meja mengandung 40% sodium berdasarkan beratnya. Jadi satu gram garam mengandung 400 mg sodium. Satu sendok teh garam memiliki berat sekitar 5 gram, dan mengandung sekitar 2,000 mg sodium (5 gram = 5,000 mg ; 40% dari 5,000 = 2,000). Kebutuhan minimal sodium bagi orang dewasa adalah sekitar 115 mg setiap harinya. Ini merupakan jumlah yang terdapat dalam garam dengan berat sekitar 300 mg (40% dari 300 = 115), atau sekitar 1/15 sendok teh. Pada awalnya di Amerika Serikat anjuran minimal sodium bagi orang dewasa hanya sebanyak 500 mg yang terdapat dalam 1,250 mg garam (sekitar ¼ sendok teh). Namun karena banyak orang Amerika sekarang yang memakan 4 kali dari jumlah yang dianjurkan ini, maka “anjuran” resminya (bukan merupakan anjuran RDA) adalah “membatasi penggunaan garam setiap harinya menjadi kurang dari 6 gram”. Jumlah ini mengandung sodium sebanyak 2400 mg, lebih dari 20 kali dibandingkan dengan anjuran minimalnya, dan ini merupakan contoh yang sangat buruk bagi anjuran kesehatan yang menuruti keinginan dari industri makanan, dan bukan sebaliknya.

Menurut Connie Weaver dalam makalah dari Purdue University Department of Foods and Nutrition and William Proulx, 1997, dilaporkan bahwa kelebihan sodium akan menarik kalsium ke dalam air seni. Maka, serupa dengan upaya dalam menyeimbangkan protein, mengurangi sodium kembali ke jumlah normalnya dapat mencegah terjadinya osteoporosis.

KHLORIDA (Cl)

Bagian 60% lainnya dari garam meja merupakan kandungan khlorida (Cl-). Seperti halnya sodium, peran khlorida sebagai nutrisi pokok juga sering diabaikan karena telah terdapat jumlah yang cukup dalam berbagai macam pola makan. Namun, beberapa tahun yang lalu, sebagian dari makanan formula bayi harus dikembalikan ke pabriknya karena kandungan khloridanya yang sangat rendah dan hal ini bisa menyebabkan penyakit yang serius.

Khlorida adalah bentuk ion dari unsur khlor (Cl2), yang merupakan gas beracun. Khlor juga merupakan zat yang biasanya ditambahkan ke dalam persediaan air bagi umum, walaupun zat ini mestinya telah melalui penguapan total sebelum diminum. Namun tentu saja bentuk khlorida tidak mengandung racun, tapi jika berlebihan, khlorida akan menyebabkan tekanan darah tinggi.

Khlorida, sebagai anion ekstraselular utama, membantu dalam menjaga keseimbangan cairan. Dan juga merupakan bagian dari asam hydrochloric yang dikeluarkan oleh lambung untuk membantu penguraian protein. Anjuran pemakaian khlorida biasanya berhubungan dengan sodium karena mereka terkait satu dengan lainnya. Di Amerika Serikat, anjuran minimal adalah sekitar 750 mg (jumlah yang terdapat dalam ¼ sendok teh garam).

Biasanya tubuh mengalami kehilangan sodium dan khlorida secara bersamaan (ini menjelaskan mengapa air keringat terasa asin). Pengecualiannya adalah ketika terjadi muntah, yang menyebabkan hilangnya asam hydrochloric dalam lambung dalam jumlah yang besar. Cairan pencernaan yang mengandung sodium, sodium-bicarbonate, memasuki saluran pencernaan yang lebih bawah, dalam usus, jadi muntah tidak akan berdampak terhadap kandungan-kandungan ini.

POTASIUM (K)

Potasium merupakan kation utama dalam sel. Seperti elektrolit lainnya, potasium berperan penting dalam memindahkan gerak saraf dan otot. Kelebihan potasium akan menghentikan kerja jantung akibat kelelahan.

Pada saat orang menyimpan kandungan air yang tidak wajar (keadaan yang disebut edema), ini akan mengakibatkan tekanan darah tinggi. Pada saat diuretic (unsur yang menyebabkan tubuh mengeluarkan cairan) diberikan, maka mereka akan bekerja dengan memanipulasi tubuh dan membuatnya berpikir bahwa terdapat kekurangan sodium. Ginjal akan bereaksi dengan menahan sodium dan membuang air untuk meningkatkan konsentrasi sodium. Air yang terbuang ini selalu memiliki konsentrasi tertentu dari ion-ion, tapi ginjal akan memastikan bahwa kation yang harus terbuang adalah potasium, dan bukan sodium. Jadi potasium akan hilang bersama dengan air. Untuk menggantikannya, harus memakan makanan dengan kandungan potasium yang tinggi tapi rendah sodium (karena tubuh telah menyimpan dalam jumlah yang lebih dari normal).

Anjuran minimal potasium adalah sebanyak 2,000 mg tiap harinya, setidaknya empat kali lipat dari jumlah sodium. Adalah penting untuk meneliti kandungan potasium dan sodium dalam makanan, dan rasio mereka sebaiknya adalah 4 atau lebih.

KETERANGAN DARI SUDUT VEGETARIAN

Sebagian besar sayuran memiliki rasio K : Na yang lebih besar dari 10. Sayuran dengan kadar sodium tinggi, seperti seledri, memiliki sekitar jumlah rasio 3. Sebagian besar buah, termasuk sayur, memiliki rasio lebih dari 100. Gandum-ganduman biasanya berada pada kisaran 50. Namun lain halnya dengan produk hewani yang memiliki rasio yang jauh lebih rendah dari rata-rata: roti hamburger umumnya memiliki 0.5, daging sapi cincang: 0.2, dan keju: 0.1.

Banyak orang percaya bahwa pisang merupakan sumber potasium yang terbaik, malah mungkin merupakan satu-satunya sumber potasium. Sebenarnya tidak juga. Jika berdasarkan atas kalori, maka jamur merupakan sumber yang terbaik, begitu pula halnya dengan tomat, kentang, kacang hijau dan stroberi. Ini semuanya mengandung potasium yang jauh melebihi pisang.

KETERANGAN DARI SEGI KEMANUSIAAN

Alasan mengapa pisang disinggung sebelumnya karena ini berkaitan dengan masalah sosial politik. Sebagian besar pisang yang dikonsumsi oleh Amerika Serikat, Kanada dan Eropa, berasal dari negara-negara tropis miskin yang mengandalkan lahan terbaik mereka untuk menanam pisang, gula, kopi, teh dan bahkan bunga, ketimbang menggunakan sawah-sawah ini untuk menghasilkan makanan bagi kebutuhan lokal. Pada akhirnya akan mengakibatkan kekurangan gizi, kerusuhan politik, dan juga imigrasi gelap dari masyarakat miskin yang mengikuti arus ekspor dari hasil panen mereka. Maka merupakan hal yang tepat bila orang yang bervegetarian juga turut serta berusaha mengatasi ketimpangan sosial demikian. Sumber potasium lainnya yang disebutkan di atas dapat tumbuh dengan baik dalam suhu udara di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Eropa. Sebenarnya  ketimpangan sosial demikian bisa dikurangi dengan cara yang sederhana: bagi penduduk yang hidup di negara makmur, rasanya tidak perlu untuk mengonsumsi buah-buahan seperti pisang yang, seperti diketahui sekarang, berasal dari negara-negara yang miskin.

AIR (H2O)

Sekitar 55 – 60% dari berat orang dewasa terdiri atas kandungan air. Biasanya, total air yang dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal (air seni), kulit (berkeringat), paru-paru (penguapan air saat bernapas) dan saluran pencernaan (tinja) berjumlah kurang lebih 2.5 liter. Jumlah yang sama umumnya diperoleh melalui makanan dan minuman, walaupun terdapat jumlah yang kecil (sekitar setengah gelas) yang terbentuk dari hasil pembakaran kalori. Walaupun kita tidak banyak minum, namun tubuh tetap harus mengeluarkan air sebanyak 0.5 liter setiap harinya untuk membuang kotoran dalam tubuh. Bila ini dibiarkan berlangsung selama beberapa hari dan air yang hilang tidak diganti kembali maka akan mengakibatkan dehidrasi dan bisa mengakibatkan kematian. Bahkan air yang hanya berjumlah 0.5 liter, ini sudah merupakan nutrisi pokok dan berperan penting dalam tubuh.

Setiap harinya terdapat sekitar 8 liter air yang bersirkulasi dalam saluran pencernaan dan mengubah makanan yang telah dicerna menjadi cairan “chyme”. Umumnya, sebagian besar (biasanya keseluruhan kecuali sekitar ¼ gelas) dari cairan chyme ini terserap kembali melalui usus besar dan dikembalikan ke dalam sirkulasi. Maka bayangkan betapa cepatnya seseorang terkena dehidrasi pada saat menderita diare yang memungkinkan air dibuang dalam jumlah yang besar. Anak kecil biasanya mengalami dampak diare yang lebih besar.

Air sering dibedakan menjadi lunak atau keras. Air keras, juga sering disebut air sumur, biasanya mengandung kalsium dan magnesium dalam jumlah yang besar. Air demikian tidak mampu melarutkan sabun, dan juga kotoran, dengan baik. Maka sering ditambahkan garam (yang mengandung sodium) ke dalam air yang akan digunakan untuk mencuci. Jika untuk diminum, maka dianjurkan untuk menggunakan air keras karena mengandung mineral.

KETERANGAN DARI SUDUT VEGETARIAN

Sebagian besar daging mengandung air sebanyak 55 – 60% (sama seperti kita). Walaupun banyak yang menganggap ini sebagai makanan yang “tepat”, tapi kenyataan bahwa manusia mengeluarkan air yang begitu banyak tiap harinya, adalah jauh lebih tepat jika memakan makanan dengan kandungan air yang lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah dalam tubuh kita. Hanya dengan memakan daging tidak akan menyisakan cairan yang lebih dalam tubuh, dan ini akan menyebabkan kita untuk minum lebih banyak. Air yang diminum hendaknya bersifat murni, namun kini semakin sulit untuk memperoleh air minum demikian. Pada kenyataannya, industri peternakan di Amerika Serikat telah menyebabkan pencemaran air yang tingkatnya jauh melebihi gabungan dari semua sumber pencemaran lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s