Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Pencernaan dan Penyerapan


Bagian ini membahas proses penguraian karbohidrat, lemak dan protein dalam saluran pencernaan sehingga mereka bisa diserap dalam tubuh. Nutrisi yang lainnya (vitamin, mineral dan sebagainya) tidak membutuhkan penguraian sebelum penyerapan.

SUSUNAN ANATOMI SALURAN PENCERNAAN MANUSIA

Ibaratkan saluran pencernaan sebagai pipa panjang yang berbelit-belit di sepanjang tubuh manusia bagian atas, dengan dua ujungnya yang terbuka. Tidak sembarang benda yang diijinkan untuk memasuki salah satu ujungnya yang bisa mencapai seluruh tubuh (penyerapan terpilih), dan juga tidak sembarang benda yang diijinkan untuk keluar melalui dubur (pembuangan terpilih). Jika tidak ada sistem demikian, hampir semua yang Anda telan secara tak sengaja, bisa membunuh Anda; dan setiap kali Anda pergi ke toilet Anda beresiko untuk membuang semua cairan dan organ penting dalam tubuh.

Setiap bagian yang berbeda dari sistem pencernaan memiliki peran masing-masing dalam penguraian nutrisi. Pada dasarnya terdapat 2 proses kerja: FISIK dan KIMIAWI. Proses fisik melibatkan penguraian partikel menjadi partikel yang lebih kecil (dari unsur yang sama) dan mencampur partikel-partikel tersebut dengan enzim pencernaan. Proses kimiawi melibatkan enzim-enzim untuk mengurangi partikel makanan menjadi molekul yang lebih kecil (mengubah mereka menjadi unsur yang lain).

MULUT – Proses pencernaan dimulai dengan menggigit yang dilanjutkan dengan mengunyah. Mengunyah tidak hanya akan menghancurkan makanan menjadi molekul yang lebih kecil, tapi juga mulai mencairkan dan mencampurnya dengan ludah (saliva). Air ludah mengandung enzim amilase ludah (amilase salivary), yang memulai penguraian kimiawi dari zat tepung.

KERONGKONGAN (Esophagus) – Terdapat otot-otot kuat yang disebut diaphragm, yang terletak tepat di bawah paru-paru. Kerongkongan adalah pipa yang membantu makanan yang telah ditelan untuk sampai ke bawah diaphragm dan ke dalam perut. Tidak terdapat proses pencernaan yang khusus dalam esophagus.

LAMBUNG – Walaupun banyak orang berpikir bahwa perut merupakan organ utama dalam pencernaan, tetapi fungsinya hanya sebatas pada proses fisik saja. Sebagian besar pencernaan kimiawi terjadi di bawah dan pada usus kecil. Perut mencampur dan mengaduk makanan (secara teknis disebut sebagai “bolus” jika pada saat ditelan berbentuk padat, dan “chyme” setelah perut mengaduknya menjadi cairan). Apa yang terjadi secara kimiawi dalam perut pada pokoknya melibatkan protein dengan enzim pepsin yang mulai menguraikan beberapa rantai panjang dari protein. Perut juga mengandung asam hydrochloric pada tingkat pH 2 atau kurang.

USUS KECIL – Panjangnya sekitar 20 kaki gulungan pipa yang berfungsi sebagai tempat penting bagi pencernaan dan penyerapan. Dalam istilah anatomi, bagian pertama disebut duodenum, bagian tengah disebut jejunum dan bagian akhir disebut ileum. Keseluruhan permukaan dari dinding dalam usus kecil pada kenyataannya sangat besar (hampir separuh dari ukuran lapangan sepakbola) karena permukaan dalamnya yang tidak rata. Panjang keseluruhannya dilapisi oleh proyeksi yang disebut villi (bentuk tunggal: villus), dan setiap villus terlapisi oleh proyeksi yang lebih kecil disebut microvilli. Karena bentuknya yang menyerupai bulu sikat , maka permukaan dalam usus kecil biasanya disebut sebagai brush border (batas sikat). Pada batas sikat inilah terjadi sebagian besar dari penyerapan nutrisi, karena microvillus memiliki pembuluh rambut kecil yang menerima nutrisi ke dalam darah dari saluran pencernaan.

USUS BESAR (COLON) – Secara diameter, colon bentuknya lebih besar daripada usus kecil, tapi jauh lebih pendek ukurannya dibandingkan dengan usus kecil. Fungsi utamanya adalah penyerapan kembali terhadap air (bersama dengan mineral-mineral lain yang terlarut di dalamnya) ke dalam aliran darah, dan meninggalkan sisa yang berbentuk agak padat yang kemudian akan dibuang dalam bentuk tinja (faeces) melalui anus pada akhir usus besar. Ingatlah bahwa perut mengambil sebanyak dua galon air dari aliran darah untuk mencairkan makanan-makanan. Jika usus besar gagal melakukan tugasnya untuk penyerapan ulang air, maka akan berakibat pada kematian yang disebabkan oleh dehidrasi. Pada penyakit diare yang parah, ini berarti usus besar tidak melakukan tugas dengan semestinya, ini alasannya mengapa dehidrasi merupakan penyebab umum dari kematian bayi yang disebabkan oleh diare. Penyebab umum dari ini adalah karena air minum yang tercemar, khususnya di negara-negara miskin.

KATUP (VALVE) – Di antara organ-organ terdapat katup-katup (otot sphincter) yang memberikan jalan lintasan ke bawah bagi makanan, dan mencegah mereka mengalir kembali ke atas dalam keadaan yang biasa. Di antara mulut dan kerongkongan (esophagus) terdapat epiglottis, yang mengijinkan makanan untuk mengalir ke bawah menuju pipa yang benar. Di antara perut dan esophagus terdapat cardiac sphincter, yang dinamakan demikian karena letaknya yang dekat dengan jantung namun tidak berpengaruh pada organ tersebut. Pylorus, atau pyloric sphincter, memisahkan perut dari duodenum. Katup ini mencegah terlalu banyak kandungan asam dari perut yang masuk ke dalam usus kecil sekaligus. Ini memberikan kesempatan kepada sodium bicarbonate yang dimasukkan ke dalam duodenum melalui saluran air empedu untuk menetralisir asam tersebut. Di antara akhir dari usus kecil (ileum) dan usus besar terdapat katup ileocecal, yang berfungsi mencegah menumpuknya bakteri berkonsentrasi tinggi dari usus besar ke dalam usus kecil sehingga tidak terjadi infeksi. Pada akhir usus besar terdapat anal sphincter (anus) yang memungkinkan terjadinya pembuangan hanya pada saat yang tepat. Kita memiliki kontrol atas epiglottis pada saat menelan, dan juga kontrol atas pembuangan. Katup-katup yang lainnya bekerja secara otomatis sesuai reaksi atas makanan yang berada dalam saluran pencernaan.

PENCERNAAN DAN PENYERAPAN NUTRISI

Sebagian besar pencernaan kimiawi terjadi dalam usus kecil. Semua zat tepung yang tersisa (bukan yang telah diuraikan oleh amilase ludah) akan dikurangi menjadi glukosa oleh amilase yang dihasilkan oleh pankreas atau lapisan usus kecil itu sendiri. Semua disakarida akan dikurangi menjadi monosakarida. [Jika seseorang mengalami kekurangan laktase, maka laktosa akan tetap utuh dan akan menyebabkan masalah pada bagian bawah dari usus besar.] Enzim yang bertanggung jawab terhadap penguraian karbohidrat disebut sebagai karbohidrase.

Lemak pertama-tama harus mengalami emulsi oleh air empedu, yang terbuat dalam ati yang tersimpan dalam kandung empedu, dan dikeluarkan ke dalam duodenum saat terdapatnya lemak. Triglyceride akan diuraikan menjadi asam lemak dan glycerol, walaupun sering terdapat satu asam lemak yang terlekat pada glycerol dan terserap sebagai monoglyceride. Enzim yang mempercepat reaksi kimia penguraian lemak disebut lipase.

Protein diuraikan ke dalam unsur asam aminonya. Ikatan antara dua asam amino disebut sebagai ikatan peptide. Maka dua asam amino yang terikat disebut dipeptide, tiga disebut tripeptide, empat sampai sepuluh disebut oligopeptide, and lebih dari sepuluh disebut polypeptide. Enzim yang memisahkan protein-protein yang asli disebut protease, dan enzim yang memisahkan setiap asam amino disebut peptidase. Berikut rangkuman dari pencernaan dan penyerapan nutrisi:

Nutrisi: Enzim yang terlibat: Terserap sebagai:

Karbohidrat                             Amilase, Sukrase, Maltase, dsb.                    Monosakarida

Protein                                     Protease, Peptidase                                        Asam Amino

Lemak                                     Lipase                                                                          Asam Lemak, Glycerol,

Monoglyceride

Semua karbohidrat akan terurai menjadi monosakarida sebelum penyerapan. Maka zat tepung, yang terdiri hanya dari unsur glukosa, terserap sebagai ratusan molekul glukosa. Sukrosa akan terurai menjadi glukosa dan fruktosa (melalui proses sukrase) dan terserap demikian rupa. Laktosa akan diuraikan dan terserap dalam bentuk glukosa dan galaktosa (jika terdapat laktase dalam jumlah memadai). Monosakarida non-glukosa (fruktosa dan galaktosa) biasanya bersikulasi sebentar dalam darah sampai akhirnya hati secara bertahap mengubah mereka menjadi glukosa untuk digunakan sebagai energi. Ini mungkin terlihat sebagai pekerjaan tambahan namun merupakan hal yang menguntungkan bagi orang dengan kecenderungan gula darah yang tinggi.

Pembuluh rambut yang kecil dalam aliran darah berhubungan dengan lapisan microvilli dari usus kecil untuk mengangkut nutrisi-nutrisi yang terurai (monosakarida, asam amino, asam lemak, dsb) menuju sirkulasi untuk memberi gizi bagi setiap sel dalam tubuh. Pertama-tama, pembuluh rambut ini membawa darah beserta nutrisi yang lain ke dalam hati, yang akan menyingkirkan segala unsur yang tidak dibutuhkan, dan kemudian menuju jantung.

Beberapa partikel lemak yang lebih besar, asam lemak dengan rantai panjang, monoglyceride dan lemak seperti kolesterol (yang terserap secara utuh) semuanya dianggap terlalu besar untuk masuk ke dalam pembuluh rambut. Jadi mereka mengambil pilihan lain yaitu diangkut oleh sistem getah bening. Cairan bening ini berjalan secara langsung menuju jantung dimana ia kemudian dijatuhkan ke dalam pembuluh darah, dan melewati hati. Ini alasannya mengapa kelebihan lemak dapat mengakibatkan penyakit jantung, sementara kelebihan dari nutrisi lain (atau makanan yang terkontaminasi) biasanya menyebabkan gangguan pada hati.

NYERI DADA (HEARTBURN) DAN PERADANGAN

Saat lambung mengeluarkan keasaman pada keadaan yang ekstrim, maka lambung harus melindungi dirinya dengan lapisan lendir selain daripada lapisan dalamnya. Pada keadaan yang jarang, lapisan lendir ini mungkin tidak akan mampu bertahan maka lapisan dalam lambung akan terasa seperti terbakar. Ini yang disebut sebagai tukak lambung (gastric ulcer). Yang umumnya terjadi adalah rasa panas tepat di atas atau di bawah perut. Tepat di atas lambung terdapat cardiac sphincter yang menghubungkannya dengan esophagus. Esophagus tersebut tidak akan memperoleh keuntungan dari lapisan lendir yang tebal ini, jadi pada saat sebagian keasaman perut kembali ke atas melalui cardiac sphincter, akan terdapat rasa panas pada bagian akhir di esophagus bawah. Seperti yang telah disebutkan, wilayah sekitar cardiac sphincter dekat dengan jantung (tetapi tidak berhubungan), maka rasa panas ini dinamakan sebagai heartburn. Mengapa ini terjadi?

Pada saat memakan terlalu cepat, khususnya makanan berlemak (lemak memiliki waktu pencernaan terpanjang, disusul oleh protein, sedangkan karbohidrat adalah yang paling mudah), maka perut akan mengembang. Ketimbang membebaskan sebagian makanan yang telah diaduk ke dalam usus kecil, perut akan mempengaruhi cardiac sphincter untuk membebaskan tekanan. Berbaring atau duduk menekuk segera setelah makan akan menyebabkan kejadian demikian. Rasa sakit yang dihasilkan akan membuat orang berhenti makan atau meminum obat anti asam untuk menetralisir sebagian dari asam yang terdapat di pinggiran esophagus. Kesalahpahaman umum adalah anggapan bahwa obat demikian bekerja untuk menetralisir lambung itu sendiri, ini adalah salah. Jika rasa panas pada dada dibiarkan berlangsung terus tanpa pemeriksaan maka terdapat kemungkinan timbulnya luka pada esophagus (esophageal ulcer). Namun ini jarang terjadi, karena rasa sakit yang ditimbulkan oleh heartburn biasanya tidak mampu untuk ditahan secara terus menerus.

Sejauh ini luka pada dinding lambung (istilah yang sering digunakan untuk berbagai macam luka yang disebabkan oleh asam lambung) yang paling umum adalah luka pada usus dua belas jari (duodenal ulcer). Ini terjadi di bagian atas duodenum dan tepat di bawah pylorus (lubang antara lambung dan usus). Ini tidak akan berdampak terhadap katup, tetapi sebaliknya berpengaruh pada jumlah asam lambung yang berlebihan yang tidak bisa ternetralisir secara benar oleh sodium bicarbonate (merupakan alkali yang kuat dan kimia yang sama dengan baking soda) yang dihasilkan oleh pankreas dan dikeluarkan ke dalam duodenum. Apa yang menyebabkan asam lambung begitu kuat? Segala makanan yang sampai di lambung akan menyebabkan keluarnya asam, tetapi dalam jumlah yang cukup untuk pencernaan. Asam yang kelebihan akan dikeluarkan sebagai reaksi untuk hal-hal berikut: alkohol, aspirin, kafein, merica hitam, stress dan daging. Stres merupakan berbagai rangsangan yang bisa menimbulkan reaksi adrenalin; kelenjar adrenalin akan menghasilkan hormon epinephrine. Reaksi yang ditimbulkan oleh stres adalah sebagai perlindungan atas ancaman terhadap tubuh atau pikiran. Dalam keadaan demikian, makanan apa saja yang terdapat dalam lambung akan menjadi gangguan bila tidak dicerna secara cepat. Maka tubuh akan menghasilkan aliran asam yang banyak untuk mendukung proses ini. Namun, bila ini terjadi secara terus menerus, akan menimbulkan kerusakan pada duodenum.

Mengapa daging memiliki dampak yang sama? Karena sebelum hewan-hewan disembelih, mereka juga akan mengalami stres parah dalam usaha mereka untuk melindungi diri, yang kemudian berakibat pada pengeluaran asam lambung dalam jumlah yang banyak. Jumlah sedikit dari hormon asam lambung hewan ini saja sudah bisa memicu dampak yang sama pada tubuh manusia pada saat dimakan. Tidak ada penjelasan lain yang bisa menjelaskan mengapa daging bisa memicu lambung untuk menghasilkan asam yang berlebihan. Para ilmuwan biasanya masih cenderung untuk menyatakan hal demikian sebagain “tak dapat dijelaskan”. [Mungkin industri-industri daging tidak ingin orang mengetahui bahwa daging yang merupakan komoditi mahal adalah berasal dari hewan yang hidup dalam keadaan stres parah.]

KETERANGAN DARI SUDUT VEGETARIAN

Sulit untuk membuktikan apakah merupakan hal yang berbahaya bila terdapat jumlah daging yang sedikit dalam pola makan vegetarian. Namun dalam kaitannya dengan peradangan, terdapat bukti bahwa daging ikan yang sangat kecil sekalipun dapat menyebabkan pengeluaran asam lambung yang berlebihan. Ini merupakan hal yang biasa mengingat sekitar 10% dari populasi orang dewasa di dunia menderita peradangan, khususnya peradangan pada duodenum.

Pada penelitian, ditemukan bahwa serat memiliki daya penanggulangan bagi peradangan demikian. Mungkin karena serat memiliki sifat untuk menahan asam maka mengurangi frekuensi asam untuk bersentuhan langsung dengan dinding usus. Saat ini Anda sudah harus menyadari makanan mana yang mengandung serat dan yang tidak. Dulunya susu sapi diyakini bisa mengurangi sakit pada radang pencernaan (mungkin karena kemampuannya untuk melapisi dengan sifat permukaannya yang lembut), namun ini sudah terbukti tidak manjur. Pada saat stress, asam cenderung dikeluarkan secara berlebihan dan hanya serat yang bisa membantu mengatasi keadaan demikian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s