Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Serat


Dalam nutrisi, serat dijelaskan sebagai unsur makanan dari tumbuhan yang tidak dicerna oleh enzim dalam sistem pencernaan manusia (walaupun biasanya serat dicerna oleh bakteri). Semua tumbuhan mengandung serat untuk menjaga susunan raga mereka. Pengolah makanan, secara berkala, menghilangkan sebagian atau seluruh serat dengan tujuan agar makanan dapat diolah dan disediakan secara lebih baik.

Istilah refined carbohydrate (“refined = telah dimurnikan”) mengartikan makanan yang  mengandung gula dan/atau tepung, tetapi seratnya telah dihilangkan sebagian atau seluruhnya. Ini mungkin juga berarti karbohidrat yang telah dimurnikan seluruhnya, seperti gula putih atau tepung jagung, atau bisa juga masih tersisa nutrisi-nutrisi yang lainnya. Contoh demikian berupa tepung putih, nasi putih, atau berbagai macam bentuk jus buah. Ingatlah bahwa karbohidrat kompleks bukan merupakan kebalikan dari karbohidrat refined, karena tepung merupakan CHO kompleks, namun bisa juga merupakan unsur utama dalam CHO yang telah mengalami pemurnian. [Lawan dari CHO yang telah dimurnikan adalah CHO yang belum dimurnikan, yang juga berarti hanya makanan biasa dari tumbuhan].

Setelah membaca dengan teliti (lihat di bawah) mengenai fungsi serat dalam tubuh, adalah jelas bahwa dengan menghilangkan unsur serat dari makanan akan berdampak terkenanya penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, penyakit usus besar atau penyakit jantung. Industri makanan tidak pernah tertarik untuk menyisakan serat dalam produk makanan mereka, salah satu alasannya mungkin karena makanan yang telah mengalami pengolahan akan lebih mudah dikunyah, ditelan dan dimakan dalam jumlah berlebihan (lihat Fungsi II di bawah). Jika menyisakan serat, ini hanya akan mengurangi omset penjualan. Publisitas baru-baru ini yang semuanya memberitakan tentang keuntungan serat akhirnya membuat para pengolah makanan, secara enggan, menambah pilihan kadar serat tinggi ke dalam produk mereka yang biasanya.

FUNGSI – FUNGSI SERAT

Terdapat banyak fungsi serat yang telah diketahui. Namun sebagian lainnya belum mampu diuraikan secara lebih mendalam. Di bawah adalah kategori-kategori utama dari fungsi serat:

  1. Pengaturan Gula Darah (Glukosa):

menyeimbangkan pelepasan monosakarida ke dalam aliran darah, dengan demikian kadar glukosa tidak akan mengalami peningkatan yang drastis.

  1. Penghindaran terhadap Obesitas atau Kekenyangan:

layaknya busa spons (kebanyakan busa spons dapur terbuat dari selulosa) dalam perut yang menyerap air sehingga menimbulkan rasa kenyang atau penuh sebelum kalori yang berlebihan sempat masuk ke dalam tubuh.

  1. Pengaturan Fungsi Usus Besar (dan penghindaran atas kanker usus besar):

menjaga makanan mengalir melalui saluran pencernaan. Dengan demikian akan terhindar dari penyakit wasir, varises pada urat nadi, dan benjolan pada saluran pencernaan yang akan menyebabkan diverticulosis. Selain itu serat juga mempersingkat jangka waktu kontak antara bahan makanan yang beresiko kanker (seperti bagian dari daging yang telah membusuk) dengan dinding usus besar.

  1. Pengaturan Kolesterol Darah:

serat yang terikat dengan kolesterol yang dihasilkan oleh tubuh, ini untuk memastikan bahwa ikatan tersebut akan keluar bersama tinja. Jika kolesterol tidak terbuang maka akan terserap lagi ke dalam darah, sedangkan makin banyak yang dihasilkan sehingga terjadi peningkatan kolesterol yang tinggi dan pada akhirnya mengakibatkan resiko terkenanya penyakit jantung.

JENIS – JENIS SERAT

Terdapat 3 jenis utama dari serat berikut fungsinya:

  1. Karbohidrat Insoluble (tidak larut dalam air) – Selulosa, hemiselulosa

Fungsi (lihat sebelumnya): I, II, III

  1. Soluble (pembentukan gel) – Pectin, getah (contohnya getah guar)

Fungsi: II, IV

  1. Non-Karbohidrat Insoluble – Lignin

Fungsi: III, IV

MAKANAN YANG MENGANDUNG SETIAP JENIS SERAT TERSEBUT

Serat Jenis A – buah-buahan, sayuran, polong, padi-padian, kacang, biji-bijian.

Serat Jenis B – buah-buahan, sayuran, polong, gandum.

Serat Jenis C – padi-padian, biji-bijian, batang dari sayuran.

[Daripada menghapal jenis serat mana termasuk bagian yang mana, akan lebih mudah untuk mengingat jenis mana yang BUKAN merupakan bagian dari kelompok tertentu. Ingat bahwa terigu yang merupakan bahan pokok padi-padian dari negara-negara makmur, bukan merupakan sumber serat dari kelompok B. Demikian halnya dengan oat bran (“oat = gandum”, “bran = kulit padi”), gandum merupakan serat jenis B, makanya khusus bagian kulit padinya kaya akan sumber serat. Pelajaran yang kita peroleh dari sini adalah lebih baik memakan serat dari berbagai sumber yang berbeda daripada hanya berpatokan pada satu sumber saja.]

BERAPA BANYAK SERAT YANG CUKUP?Anjuran per hari dan per hidangan

Mengingat fungsi serat bagi tubuh maka jelas bahwa setiap hidangan sebaiknya mengandung serat dalam jumlah yang memadai. Adalah salah bila berpikir bahwa semangkuk sereal berkadar serat tinggi berkemampuan untuk mengatur gula darah dalam tubuh setelah makan siang atau untuk membuang kolesterol dari tubuh setelah makan malam. Namun, kebanyakan orang memandang nutrisi dari sisi anjuran per hari, jadi merupakan hal yang biasa bila serat juga mengalami cara pemandangan yang sama. Kini Amerika menganjurkan pengkonsumsian serat tiap harinya adalah sebanyak 10 gram, ini jelas jumlah yang terlalu kecil. Misalkan kita makan 3 hidangan sehari, maka anjuran seharusnya adalah 7-10 gram per hidangan. Sebagian laporan menyatakan bahwa lebih dari 35 gram serat per hari akan menghalangi penyerapan mineral. Penelitian lain menyatakan sebesar 40 gram serat dibutuhkan per harinya untuk mencapai kemampuan maksimal. Perdebatan demikian mungkin akan terus berlangsung untuk suatu jangka waktu.

SUMBANGAN KALORI

Walaupun serat tidak dapat dicerna oleh enzim dalam tubuh, namun bakteri yang berada dalam saluran pencernaan mampu mencerna sebagian besar serat jenis A dan B. Karena secara kimiawi serat tergolong karbohidrat, maka akan menghasilkan sekitar 4 kkal per gram-nya. Memakan sebanyak 25 gram serat dan memperkirakan sebanyak 60% yang dicerna, akan menghasilkan hanya sekitar 60 kkal – jumlah yang terlalu kecil bagi pola makan untuk 2,000 – 3,000 kkal. Karena alasan demikian, serat biasanya diabaikan sebagai sumber kalori.

TERLALU BANYAK SERAT

Serat juga memiliki kemungkinan untuk termakan dalam jumlah yang berlebihan, khususnya bila dikonsumsi secara terpisah dari makanan utuhnya. Jumlah berlebihan dari serat jenis A dan C akan mengakibatkan makanan terlalu cepat melewati usus besar sehingga mineral-mineral penting belum sempat terserap secara benar. Hal ini tidak akan terjadi bila serat dimakan beserta makanan utuh lainnya dan bukan hanya serat kadar tinggi, misalnya gandum.

Anak cenderung lebih peka terhadap dampak dari kelebihan serat dibandingkan dengan orang dewasa. Ini mengingat bahwa makanan ideal bagi bayi adalah ASI yang sama sekali tidak mengandung serat. Ini menunjukkan bahwa sistem pencernaan pada anak kecil mampu bekerja semestinya tanpa bantuan serat. Bila ditambah serat yang terlalu banyak, ini bukan hanya akan mendorong makanan keluar secara cepat, tetapi juga menimbulkan rasa kenyang sehingga makanan lain yang padat kalori tidak bisa masuk, dan ini akan mengakibatkan tidak cukupnya nutrisi bagi anak kecil. Hal ini bisa terjadi bila anak memakan makanan secara utuh. Maka dianjurkan untuk mengupas kulit buah atau sayur terlebih dahulu, atau menyingkirkan kulit dari kacang untuk para anak balita.

SEBERAPA BANYAK SERAT DALAM MAKANAN?

Sebuah sajian buah-buahan biasa (yang mengandung 1 buah jeruk, 1 buah apel, 1 buah persik atau 10 buah cheri), sayur (contohnya 1 buah kentang kecil, 1 buah tomat sedang, 1/2 buah jagung atau 1/3 mangkuk wortel iris) atau gandum-ganduman (contohnya 1/2 mangkuk sereal atau 1 potong roti gandum) mengandung sekitar 2 gram serat; makanan polong-polongan mengandung sekitar 4 hingga 8 gram serat pada setiap 1/2 mangkuk sajiannya.

SERAT DAN PENGOLAHAN MAKANAN

Memasak tidak berpengaruh banyak terhadap kandungan serat. Yang mampu mengubah sifat kemanjuran serat adalah cara pengolahannya, seperti mencampur (blend) buah dan sayuran, atau menggiling gandum menjadi tepung. Ini khususnya penting berkaitan dengan peran serat dalam mencegah penyakit diverticulosis. Maka anjuran bagi keadaan demikian adalah “pola makan dengan serat kasar”. Serat kasar berperan dalam pengaturan fungsi usus (lihat Fungsi III sebelumnya).

KETERANGAN DARI SUDUT VEGETARIAN

Pada dasarnya, sama sekali tidak terdapat kandungan serat dalam daging hewan.

Berikut terdapat kutipan dari buku cetak yang sering digunakan dalam sekolah, Understanding Nutrition oleh Whitney dan Hamilton (West Publishing 1987, hal. 79-80),

Mungkin adalah benar untuk menyatakan sekitar 20 hingga 30 gram serat merupakan jumlah yang memadai untuk dikonsumsi tiap harinya. Pola makan mampu mencukupi jumlah demikian berdasarkan atas pilihan makanan yang luas … Yang mencakup berbagai jenis buah-buahan, sayuran, kacang dan gandum, dan pada akhirnya ini semua menyisakan sedikit ruangan bagi daging dan produk dari hewan lainnya – namun banyak orang yang tidak mampu menyesuaikan dirinya dengan cara makan demikian.

Kutipan di atas telah cukup untuk menganjurkan pola makan vegetarian apa yang sebenarnya baik bagi tubuh dan ini jelas tidak ada hubungannya sama sekali dengan daging.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s