Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Vitamin Larut Lemak


SEKILAS MENGENAI VITAMIN DAN MINERAL

Berikutnya kita akan membicarakan tentang apa yang disebut dengan mikronutrisi, yang biasanya dikonsumsi dalam jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan karbohidrat, lemak, dan protein. Namun demikian, fungsi mereka tidak kalah pentingnya, kekurangan dalam bentuk apapun dapat mengakibatkan penyakit yang serius dan bahkan kematian.

Mereka biasanya berbentuk pil (suplemen) karena hanya sedikit jumlah yang diperlukan. Alam sebenarnya menyediakan vitamin dan mineral dalam cakupan buah dan sayuran yang luas, dan ini tentunya merupakan sumber konsumsi yang lebih baik. Salah satu masalah yang berkaitan dengan pil adalah pengetahuan mengenai nutrisi yang tidak lengkap, dan lebih banyak melibatkan dugaan. Selain itu, juga terdapat hubungan interaksi antara mikronutrisi ini, misalnya memakan terlalu banyak salah satunya akan menghambat pencernaan terhadap yang lainnya. Dan bagian “lainnya” ini yang prosesnya terhambat mungkin belum diketahui atau ditemukan.

Vitamin merupakan molekul organik, sedangkan mineral merupakan unsur inorganik, inilah yang membedakan antara vitamin dan mineral. Organik di sini merupakan pengertian kimiawi, dengan demikian secara teknis molekul organik ini mengandung atom-atom karbon dalam susunan tertentu yang artinya mereka berasal dari organisme hidup. Sedangkan mineral berasal dari batu-batuan yang merupakan benda mati.

Dari segi nutrisi, perbedaan demikian berkaitan satu dengan yang lainnya. Vitamin, seperti mahluk hidup lainnya, bisa mengalami penguraian dan perubahan seiring dengan waktu, namun mineral adalah tetap sama. Jadi perlu diperhatikan bagaimana makanan disiapkan atau disimpan, karena ini bisa menyebabkan hilangnya vitamin. Mineral hanya bisa dihilangkan dengan menyingkirkan bagian dari makanan tersebut.

SEKILAS MENGENAI VITAMIN

Vitamin merupakan nutrisi organik pokok yang dibutuhkan manusia dalam hitungan menit. Kini terdapat 13 jenis vitamin yang telah dikenali, yang secara umum tergolong ke dalam 2 kelompok: vitamin larut-lemak (A, D, E dan K), dan vitamin larut-air (B dan C). Perbedaan ini dibuat tidak hanya untuk menunjukkan di mana letak mereka secara kimiawi (dalam susunan lemak atau air), tetapi juga cara penanganan mereka yang berbeda di dalam tubuh. Karena lemak merupakan nutrisi pengandung kalori, maka tubuh cenderung bergantung padanya. Air dikeluarkan secara bebas, bersama dengan unsur lain yang diangkutnya. Jadi vitamin larut-lemak biasanya disimpan dalam tubuh untuk jangka waktu yang lebih lama (lebih dari satu hari). Vitamin larut-air yang tidak langsung diperlukan oleh tubuh akan dikeluarkan bersama air seni, maka vitamin jenis ini perlu dikonsumsi lebih sering. [Pengecualiannya adalah vitamin B-12, yang walaupun bersifat larut-air namun disimpan dalam jumlah yang bisa bertahan selama 3 hingga 5 tahun.] Dibandingkan dengan vitamin larut-air, yang bersifat larut-lemak memiliki bahaya lebih besar bila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

VITAMIN A

Terkenal dengan fungsi perannya dalam penglihatan, vitamin A juga memiliki kegunaan lain bagi tubuh, khususnya bagi pertumbuhan tulang. Pada saat pertumbuhannya, tulang akan mengalami penguraian sedikit, kemudian perenggangan sebelum akhirnya dibangun kembali. Vitamin A diperlukan dalam langkah pertama, yaitu proses penguraian tulang. Seperti yang diketahui, anak yang mengalami kekurangan akan vitamin A tidak akan bertumbuh secara baik.

Mengenai perannya dalam penglihatan, vitamin A tidak akan memperbaiki kerusakan pandangan yang disebabkan oleh rabun dekat atau jauh, atau oleh penyakit seperti glaukoma. Fungsi sebenarnya bagi mata adalah memperbaiki penglihatan pada malam hari, kemampuan untuk memulihkan kembali pandangan setelah terpantul oleh sinar terang dalam keadaan yang gelap. Jadi bila Anda mengemudi pada malam hari dan membutuhkan beberapa detik untuk melihat secara jelas kembali setelah terkena sorotan lampu dari mobil yang lalu lalang, Anda bisa memperoleh keuntungan dengan memakan lebih banyak vitamin A. Namun jumlah sebanyak apapun tidak akan membuat kemampuan mata Anda untuk sama seperti kucing. Seperti halnya dengan nutrisi lain, keseimbangan adalah yang terbaik, dan segala sesuatu yang berlebihan akan berdampak buruk.

Vitamin A juga memiliki unsur anti-oksidan, yang berarti tergabung dengan oksigen. Vitamin lain yang juga memiliki fungsi anti-oksidan adalah vitamin E dan C. Karena jumlah vitamin C dan E dalam makanan jauh lebih banyak daripada A, maka mereka berperan dalam menghindarkan bagian akhir untuk mengalami proses non-aktif oleh oksigen. Vitamin A terdapat dalam dua bentuk dasar dalam makanan. Yang pertama adalah beta-karoten, zat warna berupa kuning-jingga yang terdapat dalam jumlah besar dalam dunia tumbuhan. Berikutnya adalah pro-vitamin A, dan yang paling umum adalah retinol yang hanya ditemukan dalam produk hewani.

Tubuh manusia dapat dengan mudah mengubah beta-carotene menjadi vitamin A sesuai kebutuhan. Pada saat jumlah vitamin A telah mencukupi, beta-karoten yang tersisa akan dibiarkan bersirkulasi dalam tubuh kemudian dikeluarkan secara perlahan. Satu-satunya dampak bila kelebihan adalah kulit akan menjadi kuning, dan ini sama sekali tidak berbahaya.

Namun, bila pro-vitamin A dikonsumsi berlebihan ini akan menimbulkan masalah serius. Jumlah lebih dari pro-vitamin A ini akan disimpan dalam hati, dan jika terlalu banyak akan menyebabkan kerusakan pada hati. Sebagian lainnya akan masuk ke dalam tulang, di mana unsur ini akan bekerja untuk melarutkan bahan tulang, yang pada akhirnya akan menyebabkan masalah lain, yaitu pengeroposan tulang (osteoporosis).

KETERANGAN DARI SUDUT VEGETARIAN

Beta-karoten hanya diperoleh dari tumbuh-tumbuhan. Sedangkan pro-vitamin A hanya ditemukan dalam produk hewani dan segala suplemen yang berasal dari hewan. Ini juga merupakan alasan mengapa makanan vegetarian memiliki sumber nutrisi yang tidak hanya memadai tetapi juga aman. Kini kandungan vitamin A dalam makanan biasanya disebut sebagai retinol equivalents (RE) – walaupun sebagian bagan yang lama masih menyebutnya sebagai International Units (IU). RE lebih sering dipakai sekarang karena mewakili kenyataan bahwa sekitar 6 unit beta-carotene akan diubah menjadi 1 unit retinol. Anjuran RDA dari 1000 RE masih mampu dicukupi dengan mudah oleh ½ wortel (1012 RE), ½ kentang manis (1244 RE), atau 2/3 buah semangka (1290 RE). Bila terjadi kelebihan dari anjuran RDA tersebut, ini juga tidak akan menimbulkan dampak yang berarti. Ukuran RE hanya menyatakan berapa banyak retinol yang bisa dibuat bila tubuh membutuhkannya.

VITAMIN D

Vitamin D, yang juga dikenal sebagai calciferol, sebenarnya merupakan hormon yang diperlukan untuk penyerapan kalsium ke dalam darah, baik dari makanan dalam usus ataupun dari tulang. Maka terdapat argumen yang menyatakan apakah vitamin D seharusnya digolongkan sebagai vitamin atau tidak. Dengan pencahayaan yang cukup dari sinar matahari (umumnya sekitar 5 menit setiap harinya, seminggu 3 kali, pada wajah dan lengan), tubuh manusia bisa berfungsi sama seperti vitamin D. Namun, beberapa puluh tahun yang lalu, banyak anak kecil yang dijaga dalam rumah, atau diberi pakaian yang menutupi seluruh tubuh, jadi ini menyebabkan anak tidak memperoleh vitamin D yang cukup. Karena vitamin D juga berfungsi bagi pertumbuhan tulang yang baik, maka kebutuhannya bagi anak kecil lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. Anjuran RDA bagi anak kecil adalah dua kali lipatnya dibandingkan orang dewasa.

Kekurangan vitamin D akan menyebabkan tulang tidak memiliki mineral yang cukup, karena tidak cukupnya kalsium dalam membangun tulang yang keras. Pada anak kecil, ini dikenal sebagai rakhitis, yang mengakibatkan kaki membengkok menyerupai bentuk busur ketika anak berdiri, karena tulang kaki tidak cukup kuat untuk menopang berat badan. Jika dibiarkan dalam keadaan demikian maka tulang kaki anak tersebut akan semakin mengeras dalam bentuk busur. Alat penyangga tulang biasanya merupakan sarana yang dibutuhkan untuk memberi bantuan pada kaki berdiri pada posisi yang tegak pada saat pertumbuhan tulang.

Pada orang dewasa, keadaan demikian (kekurangan kalsium) disebut sebagai osteomalacia yang secara harfiah berarti “tulang lunak” dan ini berbeda dengan osteoporosis di mana tulang berada dalam keadaan keropos. Osteomalacia, lebih jarang terjadi dibandingkan dengan osteoporosis, memiliki ciri khas di mana tulang tertekuk karena adanya tekanan. Walaupun mengganggu, osteomalacia tidak separah osteoporosis di mana tulang bisa patah disebabkan oleh tekanan.

RESIKO OVER-DOSIS

Pada saat pertumbuhan, seperti halnya dengan vitamin A, vitamin D adalah bagian dari mekanisme yang menguraikan tulang untuk proses perentangan dan kemudian pertumbuhan. Maka vitamin D yang dikonsumsi terlalu banyak akan menimbulkan dampak yang sama seperti vitamin A: penguraian tulang yang pada akhirnya menimbulkan osteoporosis bila tidak diperhatikan. Keadaan over-dosis bisa terjadi saat berjemur di bawah sinar matahari. Pada saat tubuh telah memperoleh vitamin D yang cukup maka mesin mekaniknya akan ditutup.

KETERANGAN DARI SUDUT VEGETARIAN

Secara hukum, setiap susu yang dijual di Amerika Serikat yang melewati perbatasan antar negara bagian harus dilengkapi dengan anjuran RDA vitamin D per 1 liternya bagi anak kecil. Bagi orang dewasa, yang tidak membutuhkan vitamin D sebanyak anak kecil, akan memperoleh dua kali lipat dosis RDA bila meminum sebanyak 1 liter per harinya. Jika orang dewasa tersebut juga memperoleh sinar matahari yang cukup, maka ini berarti jumlah RDA-nya mencapai tiga kali lipat. Kita sering dianjurkan untuk minum susu agar tulang menjadi kuat, namun ini sebaliknya bisa menyebabkan terjadinya osteoporosis.

Pada tahun 1930-an, terdapat banyak kejadian rakhitis yang ditemui pada anak sekolah. Karena susu tersedia di mana saja dan dianggap sebagai minuman “sehat”, maka susu ditetapkan sebagai bahan pokok untuk memperoleh vitamin D ekstra bagi anak-anak. Selain itu, juga terdapat anggapan karena susu memiliki persediaan kalsium yang berlebihan maka dengan tambahan vitamin D akan membantu penyerapan kalsium.

Sejak saat itu, telah ditemukan bahwa vitamin D yang diperlukan untuk menyerap kalsium keluar dari usus kecil harus sudah berada dalam aliran darah sebelumnya, jadi tidak banyak yang bisa dilakukan oleh vitamin D dalam segelas susu. Tapi banyak perusahaan yang masih giat mempromosikan bahwa susu merupakan makanan bagi pertumbuhan, dan bahkan dikatakan sekarang bahwa orang dewasa pun perlu untuk meminum susu. Perusahan-perusahaan demikian tampaknya ingin orang berpikir bahwa osteoporosis itu disebabkan oleh kekurangan kalsium dan vitamin D (sebenarnya mereka berharap kita percaya bahwa ini disebabkan oleh kekurangan dari susu sapi). Namun sebenarnya, ini merupakan hal yang disebabkan oleh kalsium yang hilang dalam jumlah yang banyak, dan bukannya kekurangan kalsium. Seperti yang Anda ketahui sekarang, kehilangan ini disebabkan oleh kelebihan dari unsur protein dan vitamin A dan D.

VITAMIN E

Dikenal juga sebagai tocopherol, merupakan bentuk yang paling umum dari alpha-tocopherol. Vitamin E dikenal secara luas karena kemampuan anti-oksidannya. Ingatlah bahwa asam lemak tak jenuh mudah mengalami pembusukkan aroma karena proses oksidasi. Bukan merupakan suatu kebetulan bahwa alam menyediakan jumlah vitamin E yang memadai dalam semua makanan yang mengandung lemak tak jenuh. Hal ini mencegah rusaknya lemak dalam semua makanan yang belum diolah. Satu-satunya masalah yang timbul adalah pada saat makanan diolah sedemikian rupa sehingga udara bisa masuk ke dalam asam lemak. Kejadian seperti ini bisa diatasi dengan pengorbanan dari vitamin E. Segera setelah vitamin E dihabiskan, maka lemak akan mulai membusuk. Karena penguraian produk lemak yang telah berbau anyir ini bersifat kanker, maka vitamin E dianggap sebagai bahan pencegah kanker.

Lemak tak jenuh terdapat dalam selaput sel yang meliputi setiap jenis sel dalam tubuh, maka keadaan kekurangan vitamin E yang parah dapat mempengaruhi setiap sistem organ tubuh. Dampaknya terlebih bagi pergantian sel-sel yang sering terjadi. Pada hewan kecil dengan sifat reproduksi yang tinggi, seperti tikus, sel seksual termasuk dalam kategori ini. Maka tanda awal dari kekurangan vitamin E pada tikus adalah hilangnya fungsi seksual. Dengan alasan demikian, vitamin E terkenal sebagai unsur pembantu bagi kemampuan reproduksi dan kesuburan. Namun berbeda halnya dengan manusia, terdapat banyak faktor lain yang melemahkan badan yang timbul sebelum kekurangan vitamin E bisa berdampak terhadap fungsi seksual. Jadi mungkin merupakan hal yang memboroskan uang bagi orang dengan kesehatan prima yang memakan vitamin E untuk meningkatkan kemampuan seksualnya.

Tampaknya sel darah merah (erythrocytes) pada manusia adalah bagian pertama yang merasakan dampak dari kekurangan vitamin E – karena sel darah merah memiliki jangka waktu hidup yang singkat maka perlu sering dibangun kembali. Hilangnya keutuhan dari selaput-selaput sel ini disebut sebagai erythrocyte hemolysis.

Pencemaran udara yang parah biasanya melibatkan unsur oksidasi yang kuat. Vitamin E, dengan kemampuan anti-oksidannya, bisa membantu dalam mencegah rusaknya paru-paru dari pengaruh lingkungan demikian. Karena alasan demikian, sering terdapat argumen yang menyatakan bahwa kita perlu vitamin E dalam jumlah lebih dari apa yang telah disediakan oleh alam.

VITAMIN K

Dikenal juga sebagai phylloquinone atau naphthaquinone, vitamin K berperan sebagai salah satu faktor dalam proses pembekuan darah setelah terjadinya luka. Vitamin K ditemukan oleh seorang peneliti dari Denmark, dan kata pembekuan dalam bahasa Denmark dimulai dengan huruf “K”, ini menjelaskan mengapa vitamin ini disebut sebagai vitamin K. [Catatan: dibutuhkan banyak unsur lain dalam proses pembekuan darah; orang yang menderita penyakit hemophilia tidak memiliki kemampuan untuk mendayagunakan unsur satu dengan yang lainnya, dan ini tidak ada hubungannya dengan vitamin K.] Vitamin K bisa dibuat dari bakteri yang hidup dalam usus manusia. Berdasarkan ini sebenarnya adalah tidak tepat untuk menggolongkannya ke dalam kategori vitamin. Namun bayi dilahirkan dengan saluran pencernaan yang steril, jadi mereka sering diberi suntikan vitamin K untuk mencegah pendarahan yang terlalu banyak jika terjadi luka. Pada awalnya, ASI dianggap sebagai sumber vitamin yang sangat kurang, sampai akhirnya ditemukan bahwa ASI memiliki bentuk vitamin larut-air di dalamnya.

Antibiotik, yang sering digunakan untuk menyembuhkan infeksi, bisa menghancurkan bakteri yang menghasilkan vitamin K walaupun untuk jangka waktu sementara. Bagi penderita yang menjalani pengobatan antibiotik, K merupakan “vitamin” yang harus dikonsumsi. Sayuran yang berdaun hijau merupakan sumber vitamin K yang bagus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s