Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural

Mau Cantik Instant? No Way


stop chemical - website

Mau berkulit putih kok kulit  malah memerah dan bengkak seperti kepiting rebus? Mau menghilangkan kerutan kok justru wajah terlihat lebih kusam dan lebih gelap dari sebelumnya? Beragam proses kimia di salon kecantikan atau klinik dokter kulit ditempuh, bermacam iklan komersial yang menjanjikan kulit wajah merona bebas jerawat pun akhirnya dituruti. Hasilnya? Bukan kulit sehat dan indah yang diperoleh, melainkan kesengsaraan akibat salah produk kosmetika dan proses perawatannya.

Menurut pakar sekaligus perintis dan pendiri Bagian Bedah Kulit dan Kosmetologi FK Universitas Indonesia/RSCM, Ibu dr. Retno Iswari Tranggono, Sp.KK – cosmetodermatologist, untuk menjadi cantik tidak bisa instant. Perawatan sekali atau sepuluh kali di klinik dokter kulit atau klinik kecantikan, tidak akan menjamin pasien tersebut akhirnya mendapatkan kulit yang sehat tanpa keluhan jerawat, kerutan, hiperpigmentasi , flek, alergi, dan sebagainya, apabila tidak ditangani secara tepat dan menggunakan kosmetik yang aman. Begitu pula dengan pembelian produk kosmetika di pasaran, hanya karena tergiur oleh iklan yang menjanjikan kulit mulus segar merona layaknya seorang artis Korea, justru terkadang berakibat sebaliknya.

Persepsi di masyarakat Indonesia, kulit yang cantik adalah yang berwarna putih, akhirnya mendorong orang untuk melakukan pengelupasan kulit secara non alami. Penggunaan chemical peeling merupakan hal yang paling lumrah dilakukan, dengan harapan membuang kulit mati yang digantikan kulit baru. Bukan hanya terlihat kurang indah saat kulit meradang disebabkan oleh acid (asam), rasa nyeri akibat peradangan juga tidak kalah mengganggunya. Ciri-ciri orang yang melakukan chemical peeling dapat dikenali melalui kulitnya yang memerah, menipis, adanya perbedaan warna kulit wajah, terkelupas dan kering. Apalagi jika ada kandungan zat pemutih seperti merkuri, hydroquinone, retin A dan rhodamin, akibatnya kulit wajah meradang, bintik-bintik hitam dan sinar UV matahari lebih mudah menembus kulit yang sudah memerah dan menipis , karena UV sendiri bersama oksigen udara akan membentuk radikal bebas yang sangat berpotensi merusak dan merubah sifat sel melalui DNA. Hal ini berpotensi menimbulkan penyakit kanker.

Tidak ada istilah Beauty is Pain. Kulit yang sehat dan cantik itu bukan didapat dengan cara instan, tetapi melalui perawatan yang tepat dan aman. Kulit wanita Indonesia yang tinggal di negara beriklim tropis, menurut Dr. Retno, tidak akan pernah bisa seperti kulit wanita asia lain yaitu Jepang atau China, dikarenakan adanya perbedaan melanin (zat warna kulit). Teknik pengelupasan baik dengan alat ataupun krim yang saat ini marak terjadi, bila dilakukan dalam waktu panjang akan sangat berbahaya bagi kulit dan kesehatan secara keseluruhan. Bila dihentikan akan terjadi rebound fenomena, bahkan yang terjadi sering lebih parah, yakni wajah membengkak, timbul bintik-bintik putih maupun hitam dan jerawat ganas.

Dalam pemilihan produk kosmetika juga masyarakat dihimbau agar lebih seksama. Selain faktor kehalalan karena mayoritas masyarakat beragama muslim, faktor keamanan produk juga harus diperhatikan. Amannya suatu produk terlihat dari kandungan di dalamnya, pendaftaran produk tersebut di lembaga yang berwenang (BPOM), serta ada tidaknya layanan purna jual dari produk kosmetika tersebut. Pemilihan kosmetika juga harus memperhatikan faktor kesesuaian dengan jenis kulit orang Indonesia, karena perawatan untuk jenis kulit orang Asia, Kaukasia (Eropa) yang lebih putih tentunya tidak bisa disamakan dengan kebutuhan jenis kulit orang Indonesia. Ingin mengetahui lebih dalam mengenai kesehatan kulit dan pemilihan kosmetika yang aman? Mari kita simak ulasan langsung dari pakar Cosmetodermatology Indonesia, Ibu Dr Retno Iswari Tranggono, Sp.KK (cosmetodermatologist).

Referensi :

http://www.ristra.co.id/blog/skin-corner/mau-cantik-instant-no-way/

Iklan