Apotek Miami (Minimarket Vegan) – Satyawira Medical Center

I. Dokter Umum II. Akupunktur Medik III. Skin & Slimming Care IV. Program Pencegahan & Pemulihan Penyakit V. Lymphedema Center Indonesia VI. Catering Pencegah Penyakit VII. PIRT Kuartet Nabati VII. Pusat Makanan Sehat Organik & Natural


Tinggalkan komentar

DIABETES MELLITUS

DIABETES MELLITUS
Pengertian Suatu kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia akibat defek pada:

  1. kerja insulin (resistensi insulin) di hati (peningkatan produksi glukosa hepatik) dan dijaringan perifer ( otot dan lemak)
  2. sekresi insulin oleh sel beta pankreas
  3. atau keduanya

Klasifikasi DM:

  1. DM tipe 1 ( destruksi sel b, umumnya diikuti defisiensi insulin absolut):
  • Immune-mediated,
  • Idiopatik
  1. DM tipe 2 ( bervariasi mulai dari yang: predominan resistensi insulin dengan defisiensi insulin relatif – predominan defek sekretorik dengan resistensi insulin)
    1. Tipe spesifik lain:
  • Defek genetik pada fungsi sel b
  • Defek genetik pada kerja insulin
  • Penyakit eksokrin pankreas
  • Endokrinopati
  • Diinduksi obat atau zat kimia
  • Infeksi
  • Bentuk tidak lazim dari immune mediated DM
  • Sindrom genetik lain, yang kadang berkaitan

dengan DM

  1. DM gestasional
Diagnosis Terdiri dari:-       Diagnosis DM-       Diagnosis komplikasi DM-       Diagnosis penyakit penyerta

–       Pemantauan pengendalian DM

Anamnesis:

Keluhan khas DM  :

  • poliuria,
  • polidipsia,
  • polifagia,
  • penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.

Keluhan tidak khas DM :

  • lemah,
  • kesemutan,
  • gatal,
  • mata kabur,
  • disfungsi ereksi pada pria,
  • pruritus vulvae pada wanita.

Faktor resiko DM tipe 2:

  • Usia > 45 tahun,
  • Berat badan lebih: > 110 % BB idaman atau IMT > 23 kg/m2
  • Hipertensi ( TD ³ 140/90 mmHg )
  • Riwayat DM dalam garis keturunan
  • Riwayat abortus berulang, melahirkan bayi cacat, atau BB lahir bayi > 4.000 gram
  • Riwayat DM gestasional
  • Riwayat TGT atau GDPT
  • Penderita penyakit jantung koroner, tuberkulosis, hipertiroidisme
  • Kolesterol HDL £ 35 mg/dL dan atau trigliserida ³ 250 mg/dL

Anamnesis komplikasi DM (lihat Komplikasi).

Pemeriksaan fisik lengkap. Termasuk  :

  • TB, BB, TD, lingkar pinggang.
  • Tanda neuropati
  • Mata (visus, lensa mata dan retina)
  • Gigi mulut
  • Keadaan kaki (termasuk rabaan nadi kaki), kulit dan kuku

Kriteria diagnostik DM dan gangguan toleransi glukosa:

  1. Kadar glukosa darah sewaktu (plasma vena)  > 200 mg/dL

Atau

  1. Kadar glukosa darah puasa  (plasma vena)  > 126 mg/dl

Atau

  1. Kadar glukosa plasma  > 200 mg/dL  pada 2 jam sesudah beban glukosa 75 gram pada TTGO
Diagnosis banding Hiperglikemia reaktifToleransi glukosa terganggu (TGT=IGT)Glukosa darah puasa terganggu (GDPT=IFG)
Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan laboratorium:

  • Hb, leukosit, hitung jenis leukosit, LED
  • Glukosa darah puasa dan 2 jam sesudah makan
  • Urinalisis rutin, proteinuria 24 jam, CCT ukur
  • Kreatinin
  • SGPT, Albumin/Globulin
  • Kolesterol Total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, trigliserida
  • A1C
  • Albuminuri mikro

Pemeriksaan penunjang lain:

  • EKG
  • Foto thoraks
  • Funduskopi
Terapi EdukasiMeliputi pemahaman tentang :

  • Penyakit DM
  • Makna dan perlunya pengendalian dan pemantauan DM
  • Penyulit DM
  • Intervensi farmakologis dan non-farmakologis
  • Hipoglikemia
  • Masalah khusus yang dihadapi
  • Cara mengembangkan sistem pendukung dan mengajarkan keterampilan
  • Cara mempergunakan fasilitas perawatan kesehatan

Perencanaan Makan

Standar yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi:

  • Karbohidrat     60 – 70 %
  • Protein             10 – 15 %
  • Lemak             20 – 25 %

Jumlah kandungan kolesterol disarankan < 300 mg/hari. Diusahakan lemak berasal dari sumber asam lemak tidak jenuh (MUFA = Mono Unsaturated Fatty Acid), dan membatasi PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid) dan asam lemak jenuh. Jumlah kandungan serat + 25 g/hr, diutamakan serat larut.

Jumlah kalori basal per hari:

  • Laki-laki : 30 kal/kg BB idaman
  • Wanita   : 25 kal/kg BB idaman

Penyesuaian (terhadap kalori basal / hari):

  • Status gizi:

q  BB gemuk                                     – 20 %

q  BB lebih                                         – 10 %

q  BB kurang                                     + 20 %

  • Umur > 40 tahun :                               –   5 %
  • Stres metabolik (infeksi, operasi,dll):  + (10 s/d 30 %)
  • Aktifitas:

q  Ringan                                           + 10 %

q  Sedang                                          + 20 %

q  Berat                                              + 30 %

  • Hamil:

q  trimester I, II                               + 300 kal

q  trimester III / laktasi                    + 500 kal

Rumus Broca:*

Berat badan idaman = ( TB –100 ) – 10 %

*Pria < 160 cm dan wanita < 150 cm, tidak dikurangi 10 % lagi.

® BB kurang:        <   90 %  BB idaman

BB normal:   90 – 110 %  BB idaman

BB lebih:    110 – 120 %  BB idaman

Gemuk:            > 120 %  BB idaman

Latihan Jasmani

Kegiatan jasmani sehari-hari dan latihan teratur (3-4 kali seminggu selama kurang lebih 30 menit).

Prinsip: ” Continuous – Rythmical – Interval – Progressive – Endurance”

Intervensi Farmakologis

Obat Hipoglikemia Oral (OHO):

  • Pemicu sekresi insulin (insulin secretagogue) :
    • Sulfonilurea
    • Glinid
    • Penambah sensitivitas terhadap insulin :
      • Metformin,
      • Tiazolidindion
      • Penghambat absorpsi glukosa :
        • Penghambat glukosidase alfa

Insulin

Indikasi:

  • Penurunan berat badan yang cepat
  • Hiperglikemia berat yang disertai ketosis
  • Ketoasidosis diabetik
  • Hiperglikemia hiperosmolar non ketotik
  • Hiperglikemia dengan asidosis laktat
  • Gagal dengan kombinasi OHO dosis hampir maksimal
  • Stres berat (infeksi sistemik, operasi besar, IMA, stroke)
  • Kehamilan dengan DM / diabetes melitus gestasional yang tidak terkendali dengan perencanaan makan
  • Gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat
  • Kontraindikasi dan atau alergi terhadap OHO

Terapi Kombinasi

Pemberian OHO maupun insulin selalu dimulai dengan dosis rendah, untuk kemudian dinaikkan secara bertahap sesuai dengan respons kadar glukosa darah. Kalau dengan OHO tunggal sasaran kadar glukosa darah belum tercapai, perlu kombinasi dua kelompok obat hipoglikemik oral yang berbeda mekanisme kerjanya.

Pengelolaan DM tipe 2 Gemuk:

Non-farmakologis

®  evaluasi 2 – 4 minggu (sesuai keadaan klinis):

Sasaran tidak tercapai:

Penekanan kembali tata laksana non-farmakologis.

®  evaluasi 2 – 4 minggu (sesuai keadaan klinis):

Sasaran tidak tercapai:

+ 1 macam OHO

Biguanid / Penghambat glukosidase  a / Glitazon

®     evaluasi 2 – 4 minggu (sesuai keadaan klinis):

Sasaran tidak tercapai:

kombinasi 2 macam OHO, antara:

Biguanid / Penghambat glukosidase  a / Glitazon

evaluasi 2 – 4 minggu (sesuai keadaan klinis):

Sasaran tidak tercapai:

kombinasi 3 macam OHO:

Biguanid + Penghambat glukosidase  a + Glitazon

Atau :

Terapi Kombinasi OHO siang hari + Insulin malam

evaluasi 2 – 4 minggu (sesuai keadaan klinis):

Sasaran terapi kombinasi 3 OHO tidak tercapai:

kombinasi 4 macam OHO:

Biguanid + Penghambat glukosidase  a + Glitazon + Secretagogue

Atau :

Terapi Kombinasi OHO siang hari + Insulin malam

evaluasi 2 – 4 minggu (sesuai keadaan klinis):

Sasaran terapi kombinasi 4 OHO tidak tercapai:

Insulin

Atau:

Terapi Kombinasi OHO siang hari + Insulin malam

Sasaran Terapi Kombinasi OHO + Insulin tidak tercapai:

Insulin

Bila sasaran tercapai: teruskan terapi terakhir.

Pengelolaan DM tipe 2 Tidak Gemuk:

Non-farmakologis

®  evaluasi 2 – 4 minggu (sesuai keadaan klinis):

Sasaran tidak tercapai:

Non-farmakologis + secretagogue

®  evaluasi 2 – 4 minggu (sesuai keadaan klinis):

Sasaran tidak tercapai:

kombinasi 2 macam OHO, antara:

Secretagogue +

Penghambat glukosidase a / Biguanid  / Glitazon

evaluasi 2 – 4 minggu (sesuai keadaan klinis):

Sasaran tidak tercapai:

kombinasi 3 macam OHO:

Secretagogue + Penghambat glukosidase a +

Biguanid / Glitazon

Atau :

Terapi Kombinasi OHO siang hari + Insulin malam

evaluasi 2 – 4 minggu (sesuai keadaan klinis):

Sasaran terapi kombinasi 3 OHO tidak tercapai:

kombinasi 4 macam OHO:

Secretagogue + Penghambat glukosidase a +

Biguanid + Glitazon

Atau :

Terapi Kombinasi OHO siang hari + Insulin malam

evaluasi 2 – 4 minggu (sesuai keadaan klinis):

Sasaran terapi kombinasi 4 OHO tidak tercapai:

Insulin

Atau:

Terapi Kombinasi OHO siang hari + Insulin malam

Sasaran Terapi Kombinasi OHO + Insulin tidak tercapai:

Insulin

Bila sasaran tercapai: teruskan terapi terakhir

Penilaianan hasil terapi

  1. Pemeriksaan Glukosa Darah
  2. Pemeriksaan A1C
  3. Pemeriksaan Glukosa Darah Mandiri
  4. Pemeriksaan Glukosa Urin
  5. Penentuan Benda Keton

Kriteria pengendalian DM

( lihat tabel lampiran )

Komplikasi
  1. Akut:

¨       Ketoasidosis diabetik

¨       Hiperosmolar non ketotik

¨       Hipoglikemia

  1. Kronik:

¨       Makroangiopati:

  • Pembuluh koroner
  • Vaskular perifer
  • Vaskular otak

¨       Mikroangiopati:

  • Kapiler retina
  • Kapiler renal

¨       Neuropati

¨       Gabungan:

  • Kardiopati: PJK, kardiomiopati
  • Rentan infeksi
  • Kaki diabetik
  • Disfungsi ereksi
Prognosis Dubia
Wewenang RS pendidikan : Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan PPDS Penyakit DalamRS non pendidikan : Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Unit yang menangani RS pendidikan : Departemen Penyakit Dalam – Divisi Metabolik EndokrinologiRS non pendidikan : Bagian Penyakit Dalam
Unit terkait RS pendidikan : Divisi  ginjal-hipertensi, divisi kardiologi, dan Bagian Neurologi, Patologi Klinik, Mata dan Gizi.RS non pendidikan : Bagian Neurologi, Patologi Klinik, Mata dan Gizi.
Iklan


Tinggalkan komentar

Cegah Hipertensi dengan Pola Makan

Perubahan pola makan menjurus ke sajian siap santap yang mengandung lemak, protein, dan garam tinggi tapi rendah serat pangan (dietary fiber), membawa konsekuensi terhadap berkembangnya penyakit degeneratif (jantung, diabetes mellitus, aneka kanker, osteoporosis, dan hipertensi. Baca lebih lanjut


1 Komentar

Epidemiologi dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular

TOTAL DEATHS 2005,  58 million

commom diseases & nutrisi 30%,    Injuries 9%,  Cardiovasculer 30% , Cancer 13% , Diabetes 2% , Chronic respiratory 7% , Others chronic diseases 9%.

Pendahuluan

Di negara berkembang, penyakit infeksi masih  penyebab terbesar kesakitan dan kematian, akhir-akhir ini penyakit tidak menular/khronik  masalah kesehatan masyarakat yang penting. Umur harapan hidup semakin bertambah. Th  2001 umur harapan hidup besarnya 67 th untuk wanita dan 63 tahun untuk pria, th 2020 diperkirakan mencapai 71 th. Perubahan gaya hidup, bertambahnya pemakaian alkohol dan rokok,meningkatkan insidens penyakit  kardiovaskuler, serebrovaskuler, keganasan, metabolisme, degenerative, dan gangguan mental. Kematian akibat merokok, seperti kanker paru-paru dan penyakit jantung koroner merupakan masalah serius. Baca lebih lanjut